Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Akhir dari Stela.


__ADS_3

Ditempat yang sunyi, terdengar suara jeritan seorang wanita. Jeritan itu terdengar menyayat hati.


Wanita itu ya si Stela.


Setiap hari, wanita itu harus menerima siksaan yang menyakitkan.


Kecantikan wajahnya sudah hilang, bahkan tubuhnya sudah kurus dan dipenuhi luka.


Setiap hari Jhon datang untuk menanyakan keberadaan istrinya dan Edward tapi Stela tidak mau mengatakannya sekalipun pria itu memberikan penawaran padanya.


Wanita itu tetap dengan pendiriannya, dia sudah bertekad tidak akan membuka mulutnya dan mengatakan dimana Samantha dan anaknya berada.


Tiga bulan telah berlalu sejak kejadian itu, saat Jhon kembali bersama ayahnya dari Australia.


Ibunya tampak cemas dan kecewa karena mereka tidak membawa Samantha dan Edward saat itu.


Begitu juga dengan Alex Jackson dan istrinya, mereka benar-benar sedih karena putrinya menghilang begitu saja.


Pada saat itu juga, jhon memerintahkan Billy mengutus anak buahnya untuk mencari keberadaan Istrinya diseluruh dataran Amerika.


Dia berharap, Samantha tidak pergi jauh darinya.


Dan saat ini, Jhon sedang berdiri dihadapan Stela untuk menanyakan keberatan istrinya kembali pada wanita licik itu.


"Stela, ini kesempatan terakhirmu, katakan dimana istriku berada." tanyanya.


Stela mengangkat kepalanya dengan lemah dan menatap pria itu, kondisinya sungguh mengenaskan.


Seperti halnya Frans Leonardo, begitu juga keadaan Stela, tangannya direntangkan dan di ikat dengan rantai.


Seluruh kuku jarinya sudah tercabut dan hilang entah kemana karena setiap hari Jhon datang untuk mencabuti kukunya.


Bukan tanpa alasan, Jhon melakukan itu karena Stela tidak mau mengatakan dimana Samantha dan Edward berada.


Tidak hanya itu, tubuhnya juga dipenuhi oleh luka cambukan.


Darah kering menempel dimana-mana dan wajahnya bengkak dipukuli oleh anak buah Jhon.


Dia juga harus menerima setruman setiap hari, padahal Jhon telah memberikan penawaran untuknya, tapi Stela tetap dengan pendiriannya.


"Sudah aku katakan padamu, nikahi aku terlebih dahulu maka aku akan mengatakan dimana mereka berada." katanya.


"Stela, ini sudah tiga bulan dan kau masih belum ingin mengatakannya padaku dimana istriku berada?" Jhon mulai kesal.


Rasanya kesabarannya sudah mau habis.


"Hahahahahaha..!" Stela tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Kau adalah milikku dan tidak ada yang boleh memilikimu selain aku sekalipun itu Samantha Jackson yang sudah kau nikahi." katanya.


"Kau memang sudah gila!!!"


"Hahahahahaha..!!" Stela kembali tertawa.


"Aku memang sudah gila, gila karenamu!!" teriaknya.


Jhon mengangkat tangannya dan anak buahnya mulai mencambuki tubuh Stela.


Wanita itu menjerit menahan sakit dan perih dikulitnya tapi dia tidak akan pernah mengatakan dimana wanita dan anak itu berada setelah semua yang dilaluinya.


"Jhon, aku sangat mencintaimu makanya aku berbuat seperti ini." kata Stela dengan lemah.


"Kau tidak mencintaiku, kau hanya terobsesi padaku sampai kau mengorbankan semuanya."


Stela menarik bibirnya, tersenyum dengan licik.


"Apa kau tahu? Istrimu lebih memilih anak yang bukan darah dagingnya dibandingkan dirimu." ujarnya.


"Jadi, apa kau mengangancamnya?" tanya Jhon pula.


"Aku tidak mengancamnya, aku hanya memberikan sebuah pilihan padanya dan apa kau tahu?"


Stela menatap Jhon dan tersenyum dengan liciknya.


Jhon melotot padanya, pria itu melangkah mendekati Stela dan menjambak rambutnya.


"Katakan padaku, dimana kau menyembunyikan mereka?" tanyanya dengan kesal.


Tiga bulan telah berlalu dan Stela masih belum juga mau mengatakan dimana Samantha dan Edward berada, tidak hanya itu, kesabarannya benar-benar sudah habis sekarang.


"Sekalipun aku mati aku tidak akan mengatakannya padamu."


Jhon melepaskan tangannya dari rambut Stela dan melangkah menjauhi wanita itu.


"Jika begitu, terimalah kematianmu dan asal kau tahu, kau tidak akan mati dengan mudah! Kau akan mendapatkan siksaan yang lebih mengerikan dibandingkan mantan pacarmu itu."


Stela terbelalak kaget, apa maksudnya?


Apa Frans Leonardo sudah mati?


"Billy."


"Yes master." jawab Billy yang sedang berada disebelah pria itu.


"Kuliti dia hidup-hidup, potong lidahnya dan lemparkan tubuhnya kekolam buaya, ingat dalam keadaan hidup supaya dia merasakan bagaimana sakitnya saat dagingnya dicabik oleh buaya-buaya lapar."

__ADS_1


Billy menelan ludahnya.


"Siap master."


Stela bergetar ketakutan membayangkan hal itu.


"Jhon, tolong jangan lakukan ini, hanya aku yang begitu mencintaimu dibandingkan Samantha Jackson." teriak Stela.


"Dia hanya ja*ang yang hadir diantara kita, dia merebutmu dariku! Tapi lihatlah, dia lebih memilih anak itu dan meninggalkanmu. Hanya aku, hanya aku yang mencintaimu dengan tulus." teriak wanita itu lagi dengan putus asa.


"Kau bilang mencintaiku tapi kau berhubungan dengan siapa saja seperti ja*ang dan asal kau tahu saja, hanya Samantha Jackson wanita paling tulus yang pernah aku jumpai bahkan dia rela mengorbankan kebahagiaannya demi melindungi anakmu dari kejahatanmu!" jawab Jhon dengan dinginnya.


Stela tertunduk lesu, bagaimanapun Jhon telah melihatnya berhubungan dengan Gibson.


"Last chance, katakan padaku dimana istriku berada!" ujar Jhon lagi.


Stela mengigit bibirnya, dia tidak akan pernah mengatakannya sekalipun dia mati.


"Too bad, Billy, do it!" perintah Jhon.


Setelah berkata demikian pria itu melangkah pergi meninggalkan Stela dan tentunya Billy menjalankan tugasnya untuk menyiksa wanita itu.


Stela berteriak histeris saat Billy dan anak buahnya mulai melakukan apa yang diperintahkan oleh bosnya, hari itu adalah akhir dari Stela, wanita itu mati dengan mengenaskan karena obsesi dan kebodohannya.


Setelah pergi dari sana, Jhon kembali keapartemen istrinya, selama tiga bulan dia tinggal disana bahkan pria itu membeli apartemen itu.


Bisa saja Samantha membawa Edward pulang sewaktu-waktu karena semua barang Samantha masih ada disana.


Bahkan semua surat penting istrinya masih ada disana dan selama dia tinggal disana, Jhon menemukan surat adopsi Edward beserta surat palsu yang ditulis oleh Stela juga sebuah amplop berisi uang lima puluh ribu dolar.


Tidak hanya itu, Samantha juga meninggalkan kalung yang memiliki alat pelacak yang diberikannya waktu itu didalam lemarinya. Seandainya Samantha memakai kalung itu mungkin dia tidak akan kesulitan melacak keberadaan istrinya.


Dari sebab itulah, Jhon membeli apartemen itu karena dia berharap istrinya akan kembali kesana.


Lagi pula Samantha pernah memintanya untuk percaya padanya jika terjadi sesuatu dengan hubungan mereka, maka dia memutuskan akan tetap mempercayai wanitanya sampai dia menemukannya nanti.


Jhon sedang berdiri dibawah guyuran air shower saat itu, pria itu memejamkan matanya, mengingat setiap moment yang dia lewatkan dengan Samantha ditempat itu.


Sudah tiga bulan dan dia sudah sangat rindu dengan wanitanya, anak buahnya sudah menyusuri dataran Amerika tapi tidak juga menemukan keberadaan Samantha.


Jhon mandi dengan cepat karena setelah ini dia harus pergi ke Italia.


Dan tidak lama kemudian, Billy datang ketempat itu untuk menjemput bosnya. Hari ini bosnya itu harus berangkat ke Itali untuk menghadiri sebuah undangan dari rekan bisnisnya yang ada disana.


Pria itu telah menjalankan tugas yang diperintahkan bosnya, melempar Stela kekolam buaya.


Billy mengetuk pintu apartemen itu dan tampak bosnya sudah siap, tanpa mengulur waktu lagi merekapun segera berangkat ke Italia.

__ADS_1


__ADS_2