Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Apa kau tidak rindu padaku?


__ADS_3

Samantha masih berdiri didepan pintu kamar dan hanya mengedarkan pandangannya dikamar yang remang-remang itu.


Dia masih bingung dengan pekerjaannya dan apa yang harus dia lakukan. Dalam hati Samantha sedikit menyesal, seharusnya dia membaca isi kontrak itu terlebih dahulu sebelum datang bekerja supaya dia tahu apa sebenarnya yang harus dia lakukan.


Samantha melihat kearah ranjang dan di sana tampak seorang pria sedang tidur dengan posisi tertelungkup.


Sambil menarik nafasnya dengan berat, Samantha berjalan kearah jendela. Dia menarik horden jendela dan mengoceh dengan pedas tapi pelan.


"Apanya yang sekretaris? Pekerjaan ini tidak beda jauh dengan seorang pelayan. Seumur hidupku baru kali ini melihat pekerjaan sekretaris seperti ini dan sialnya kenapa harus aku yang mengalaminya?"


Saat horden sudah mulai sedikit terbuka Samantha melirik kearah ranjang sejenak.


Dia melihat pria yang tidur itu masih tidak bergerak, Samantha yakin jika pria itu masih tertidur pulas dan tidak akan mendengar ocehannya.


"Tuan muda apa? Sudah tua bangka dipanggil tuan muda. Dasar orang kaya sinting! Apa mereka menipuku dengan posisi Sekretaris? Jangan-jangan aku harus menjadi pengasuh situa bangka yang tidur bagaikan mayat ini selama lima tahun!" ocehnya lagi.


Jhon mendengar ocehan Samantha dan tersenyum, dia sudah terbangun sedari tadi dan hanya pura-pura tidur saja. Dia ingin lihat apa yang akan dilakukan oleh Samantha.


"Seharusnya aku curiga dengan gajinya, seharusnya aku membaca isi kontrak itu terlebih dahulu," sesalnya.


Samantha menarik horden sampai selesai, dia berdiri terpaku disana karena dari kamar itu dia dapat melihat hamparan laut yang luas.


Samantha menarik nafasnya sejenak dan setelah itu, dia memutar langkahnya dan berjalan menuju kearah ranjang.


Dia melihat pria yang masih tertidur di atas ranjang dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Dalam hatinya sedikit bimbang, apa yang harus dia lakukan sekarang?


"Tuan Smith, bangun!" panggilnya.


Tapi tidak ada reaksi apa-apa karena pria itu masih tidur dengan pulas, Samantha mulai kesal, dia tidak ahli saat membangunkan orang dan dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


"Tuan Smith, ini sudah siang. Bisa anda bangun?" pintanya lagi tapi Jhon masih pura-pura tidur.


Samantha semakin kesal karena pria itu benar-benar tidak bereaksi. Dia mendecak dengan kesal dan kembali mengoceh.


"Oh my, apakah aku harus menyiramkan air padanya?"


Sertinya mau tidak mau dia harus mendekati pria itu untuk membangunkannya.


Dia mulai mendekati ranjang dan menarik selimut yang menutupi tubuh bosnya, Samantha begitu kaget karena pria itu tidur dengan setengah telanjang.


"Oh Tuhan, aku sangat rindu bekerja direstoran." katanya pelan.


Samantha mulai mengulurkan tangannya dan menggoyang tubuh bos barunya itu.

__ADS_1


"Tuan Smith, tolong bangun. Ini hari pertamaku bekerja dan tolong jangan mempersulit a..?"


Tiba-tiba saja pria itu membalikkan badannya dan menarik tangannya, Samantha begitu kaget dan tubuhnya langsung terjatuh di atas tubuh Jhon.


Jhon melingkarkan tangannya di pinggang Samantha dan memeluknya dengan erat.


"Tuan Smith, apa maksudnya ini?"


Samantha benar-benar kesal. Apa maksud bos barunya melakukan hal seperti itu?


"Sayang, aku dengar semua ocehanmu," bisik Jhon ditelinganya.


Samantha menahan nafasnya saat mendengar suara yang sangat familir ditelinganya dan dengan cepat Samantha mengangkat tubuhnya dan menahan tubuhnya menggunakan kedua tangannya.


Matanya terbelalak kaget melihat pria yang sedang tersenyum dibawahnya dan dia tidak bisa berkata apa-apa karena dia begitu shock melihat Jhon.


"Hai sayang, kenapa diam saja. Apa sudah selesai mengocehnya?"


"Jh..Jhon?" katanya dalam hati.


Dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Jhon menariknya dan membalikkan tubuh Samantha sehingga posisi mereka menjadi terbalik.


Samantha hanya diam saja melihat pria itu, padahal dia pikir Jhon sudah pergi entah kemana dan mereka tidak akan bertemu lagi tapi dia sungguh tidak menyangka mereka akan bertemu dalam keadaan seperti itu.


"Apa kau begitu terpana melihatku sehingga mulutmu yang pedas itu tidak bisa bersuara lagi?" tanya Jhon lagi.


Samantha memejamkan matanya sejenak dan berusaha bersikap tenang. Bagaimanapun Jhon adalah bos barunya sekarang dan dia akan berusaha bersikap sopan.


"Maaf, anda siapa ya?" tanyanya pura-pura tidak kenal.


"Apa? Apa kau lupa denganku?" tanya Jhon tidak percaya.


"Maaf, aku sedang hilang ingatan!" jawab Samantha asal.


Jhon menatapnya dengan lekat tapi kemudian dia tertawa, dia tahu Samantha hanya pura-pura saja.


"Sayang, kau selalu memberi kejutan baru untukku." ucapnya.


Samantha hanya menatap Jhon dalam diam. Kenapa dari semua orang yang ada dimuka bumi ini, malah harus pria ini yang jadi bosnya?


"Tuan Smith, bisa kau minggir?" pintanya.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Posisi kita bisa membuat orang salah paham."


"Biarkan saja, tidak ada yang melihat kita."


"Tuan Smit, kau!"


Samantha menghentikan ucapannya karena Jhon telah membungkam bibirnya.


Samantha begitu kaget dan mencoba mendorong tubuh Jhon, tinjunya sudah terkepal siap untuk memukul wajah pria itu tapi Jhon menahannya dengan erat.


Pria itu seolah-olah tahu apa yang akan dilakukan oleh Samantha dan tentu saja dia tidak akan membiarkan Samantha memukulnya


"Jangan memanggilku tuan Smith, aku tidak suka." bisiknya disela-sela ciumannya


"Jhon, cari mati ya!" maki Samantha saat Jhon telah melepaskan bibirnya.


"Aha...akhirnya kau ingat, bukannya tadi kau bilang kau sedang hilang ingatan? Kalau begitu aku akan menciummu lagi untuk merefres ingatanmu."


"Damn." maki Samantha dalam hati.


Jhon kembali menciumi bibirnya dan Samantha berusaha memberontak tapi Jhon memegang kedua tangannya dan menahan tubuhnya.


Jhon menciumi bibir Samantha begitu lama karena dia sangat rindu dengannya, Jhon melepaskan bibirnya saat mereka hampir kehabisan nafas.


Dia menatap Samantha dengan lekat dan membelai wajah wanita itu dengan lembut.


"Aku sangat rindu padamu, apa kau tidak rindu padaku?" tanyanya.


"Tidak! Untuk apa aku rindu dengan orang aneh sepertimu?"


"Sayang, kau benar-benar tidak berubah dan sepertinya kau tidak membaca surat perjanjian itu!"


"Apa maksudmu?"


"Aku dengar semua ocehanmu tadi! Kau bilang aku tua bangka dan kalau tidak salah dengar kau juga bilang aku ini mayat! Kau sungguh berani menghina dan memaki bosmu ini, sayang!"


"I...itu..!" Samantha mulai salah tingkah, dia tidak menyangka Jhon dapat mendengar semua ocehannya. Tapi yang membuatnya lebih kaget ternyata Jhon adalah bosnya.


"Baby, sepertinya kau benar-benar tidak membaca isi surat kontrak itu maka hari ini bersiap-siaplah menerima banyak hukuman dariku."


Jhon tersenyum ke arahnya saat mengatakan itu sedangkan Samantha hanya bisa menelan ludahnya. Dalam hatinya mulai bertanya-tanya, sebenarnya apa isi dari surat kontrak itu?

__ADS_1


__ADS_2