
Pagi itu, Edward telah bangun dan berlari dengan ceria menuju kamar ibunya. Dia sangat bersemangat untuk membangunkan ibunya seperti yang biasa dia lakukan.
Edward berlari dengan cepat, Annepun mengikutinya karena takut pria kecil itu tersandung dan terjatuh.
Edward membuka pintu kamar Samantha dengan tidak sabar, masuk kedalam dan memanggil ibunya.
"Mommy!"
"Edward, pelan-pelan." kata Anne.
Wanita paruh baya itu mengikuti Edward masuk kedalam kamar dan sangat kaget saat melihat Samantha dan Jhon tidur berdua tanpa memakai baju.
Anne tidak tahu jika Jhon tidur disana karena kemarin sebelum Edward bangun, Samantha telah bangun terlebih dahulu dan saat dia datang, wanita itu sudah duduk didapurnya.
"Oh my God!" Anne sangat tidak enak hati melihatnya.
Edward sudah naik keatas ranjang dan menepuk-nepuk wajah ibunya untuk membangunkannya sedangkan Anne segera berpaling dan keluar dari kamar itu, dia tidak enak hati melihat kedua orang itu.
"Mom, wake up!" Edward masuk kedalam pelukan Samantha dan mencium pipinya.
"Sayang, kenapa kau begitu senang hari ini?"
Samantha memeluk Edward dan mencium pipi pria kecil itu berkali-kali.
"Karena ada daddy." jawab Edward ceria.
Edward segera melepaskan pelukannya dan berpindah memeluk pria yang dia sangka ayahnya.
Jhon juga memeluk Edward dengan erat dan mengusap kepalanya dengan lembut, Edward benar-benar tampak bahagia dalam pelukan pria itu.
Samantha segera menarik selimut yang menutupi tubuhnya dan bangun dari atas ranjang. dia memunguti bajunya yang dilemparkan Jhon diatas lantai dan memakainya, setelah itu Samantha mencuci wajahnya dan keluar dari kamarnya.
Dia segera menuju kedapur untuk mengambil air hangat, disana tampak Anne sedang sibuk membuat bekal untuk Edward.
Anne melihat kedatangan Samantha dengan tidak enak hati.
Samantha mengambil air hangat dan duduk disana memperhatikan Anne yang sedang sibuk menyiapkan makanan.
"Sam, bagaimana hubunganmu dengan Jhon?" tanya Anne
"Seperti yang bibi lihat, aku jadian dengannya gara-gara kalah dalam sebuah permainan." jawabnya
"Permainan?"
Anne langsung mengerti karena tadi dia melihat mainan jumping pirates milik Edward ada dikamar Samantha. Kedua orang itu pasti bermain sambil melakukan suatu pertaruhan.
"Apa kau tidak keberatan?" tanya Anne lagi.
Samantha hanya menggeleng dan meneguk air hangatnya.
"Baguslah, berarti kau memiliki perasaan dengannya."
"Perasaan?" Samantha tidak yakin akan hal itu.
"Aunty, aku rasa dia hanya bermain-main saja denganku!" katanya
"Kenapa kau berpikir begitu?" tanya Anne heran.
"Entahlah, aku hanya tidak yakin saja dengannya!"
Anne mematikan api kompor dan segera duduk didepan Samantha.
"Sam, dengarkan aku baik-baik. Menurutku Jhon pria yang baik dan dia sangat serius denganmu."
"Kenapa bibi berkata begitu?"
"Kalau dia hanya bermain-main denganmu mana mungkin dia akan kembali lagi menemui kalian berdua? Jika dia ingin bermain-main pasti dia sudah lakukan waktu itu sebelum dia pergi. Dia bisa melakukan apapun karena kalian juga tinggal bersama."
__ADS_1
Samantha hanya diam mendengarnya dan tampak berpikir.
"Sam, kenapa kau ragu?" tanya Anne kemudian.
"Aku..aku hanya merasa dia tidak begitu serius, mungkin dia melakukan ini karena kasihan dengan Edward atau mungkin karena waktu itu aku telah menolongnya." jawab Samantha.
"Kau bodoh! Kenapa tidak kau tanyakan langsung padanya?"
Samantha menggeleng, mana mungkin dia menanyakan hal itu?
"Bukankah kau bilang ingin mencari pria yang bisa menerima Edward?"
Samantha mulai memandangi Anne dengan serius.
"Aku rasa Jhon adalah orangnya, aku lihat dia sangat menyayangi Edward dan kalau kau tidak punya perasaan padanya mana mungkin kau mau dicium olehnya dan tidur dengannya."
"Aku lihat waktu itu dipantai dan maaf, tadi aku mengejar Edward dan masuk kedalam kamarmu." kata Anne dengan tidak enak hati
Wajah Samantha langsung merona, malu karena Anne melihat mereka.
Anne segera bangkit berdiri, menyalakan api kompor kembali untuk membuat sarapan yang tertunda.
Samantha melihat air yang berada didalam gelas yang dipegangnya, dia sedang memikirkan apa yang sedang dikatakan oleh Anne.
"Aunty, apa menurutmu hubungan kami akan berhasil?" tanyanya.
"Kenapa kau bertanya demikian? Jika kau tidak mencoba bagaimana kau bisa tahu berhasil atau tidak? Suatu hubungan itu harusnya dijalani terlebih dahulu barulah kau bisa tahu berhasil apa tidak? Aku tahu apa yang kau kawatirkan tapi kau juga harus tahu, tidak semua pria itu sama." kata Anne lagi.
Samantha terdiam sejenak tapi kemudian dia segera bangkit berdiri. Samantha segera berjalan kembali menuju kamarnya, bukannya dia tidak mau menerima Jhon tapi dia takut, takut dihianati seperti dulu.
Seorang pria yang sangat dia cintai pergi begitu saja, menghianati cintanya dengan wanita lain. Itu sebabnya dia tidak begitu mau membuka hatinya untuk pria manapun, karena dia tidak mau lagi sakit hati untuk kedua kalinya.
Samantha masuk kedalam kamarnya dan melihat Edward yang begitu ceria bercanda dengan Jhon, dia begitu bahagia melihatnya, padahal dulu sebelum Jhon hadir dalam hidupnya Samantha bertekad membesarkan Edward sendiri, seandainya tanpa menikah pun dia tidak keberatan.
Tapi semenjak Jhon hadir, hidupnya berubah drastis karena pria gila itu.
"Mommy, daddy bilang mau mengajakku naik pesawat terbang." jawab Edward dengan gembira.
Samantha mengangkat Edward dan mendudukkannya diatas pangkuannya.
"Benarkah? Apa mommy boleh ikut?" tanyanya.
"Tentu saja mom, aku akan jadi pilot dan membawa mommy keliling dunia."
"Pilot? Sayang, mommy akan menantikannya"
Samantha memeluk Edward dan mencium wajahnya sedangkan Jhon tersenyum melihat kedua orang itu, terkadang Samantha tertawa ringan mendengar celotehan Edward yang begitu menggemaskan.
"Daddy?" panggilan Edward membuyarkan lamunannya.
"Bolehkah aku mengajak aunty Ann?" tanyanya.
"Kau mau mengajak aunty kemana sayang?" Anne muncul dari balik daun pintu yang terbuka.
Edward segera turun dari pangkuan Samantha dan berlari menghampiri Anne.
"Aunty, aku ingin menjadi pilot, apakah bibi mau ikut denganku keliling dunia?" tanyanya dengan gembira.
"Tentu, tapi sekarang, pilot kecil harus mandi dulu!" Anne membawa Edward dan menutup pintu kamar itu.
Samantha tersenyum melihat kepergian Edward karena Edward terlihat bahagia semenjak kedatangan Jhon kembali.
"Baby, apa yang kau pikirkan?"
Jhon menarik Samantha sehingga wanita itu bersandar didadanya.
"Tidak, aku hanya senang melihat Edward begitu bahagia."
__ADS_1
"Kau tahu? Edward sangat beruntung ditemukan olehmu. Jika dia dibesarkan oleh orang tua yang tidak mencintainya mungkin kehidupannya tidak akan seperti saat ini."
"Kau benar, aku sangat ingin menendang ibu yang telah membuangnya!"
"Katakan padaku jika kau ingin menendangnya, aku akan membantumu dengan senang hati."
Samantha tertawa, selama Edward aman dan Stela lourent tidak mencari masalah maka dia tidak akan membalas perbuatan yang telah wanita itu lakukan terhadap Edward.
Samantha membalikkan tubuhnya dan menatap Jhon dengan lekat.
"Terima kasih Jhon, kau telah memberikan sedikit kebahagiaan untuknya."
"Apa yang kau katakan? Sedikit? Aku akan memberikan banyak kebahagiaan untuknya dan untukmu."
Samantha tersenyum, perkataan Anne kembali terngiang dikepalanya.
"Jhon, aku telah memikirkannya."
"Apa?"
"Aku akan menjalani hubungan serius denganmu."
Jhon terbelalak kaget, ada apa dengan Samantha hari ini?
"Are you serious?"
Samantha mengangguk dan tersipu malu.
"Oh baby, aku benar-benar senang mendengarnya."
"Tapi ingat, tidak ada perselingkuhan. Jika kau menyukai wanita lain dikemudian hari, tinggalkan aku baik-baik." pinta Samantha.
"Tidak akan sayang, tidak akan pernah."
Jhon memeluk Samantha dengan erat, dia begitu senang mendengarnya.
Samantha tersenyum didalam pelukan Jhon, apa keputusannya sudah benar?
Samantha mengangkat kepalanya menatap Jhon dengan lekat, kemudian Samantha mendekatkan wajahnya ke wajah Jhon dan mulai berbisik ditelinga pria itu.
"Jhon."
"Hm!"
Samantha memainkan tangannya didada Jhon dan mengelus bulu halus yang ada di dadanya yang terbuka.
Jhon memejamkan matanya, menikmati sentuhan tangan Samantha didadanya.
"Jhon."
"Yes baby, apa yang kau inginkan?" tanyanya.
"Apa kau mau sebuah ciuman dariku?" Samantha balik bertanya.
"Yes baby, of course i want!"
Samantha melebarkan senyumnya dan meniup telinga Jhon.
Jhon menahan nafasnya, ingin rasanya dia membalikkan keadaan itu tapi dia ingin melihat apa yang ingin Samantha lakukan.
"Bersiaplah!"
Samantha meremas bulu halus didada Jhon dan langsung menariknya, Jhon berteriak kesakitan dan memegangi dadanya tapi pada saat itu Samantha langsung melepaskan diri dan berlari keluar dari kamarnya.
"Samantha!!! Akan aku balas kau!" teriak Jhon didalam kamar.
Sedangkan Samantha, kabur kekamar Edward. Dia sangat puas dapat membalas perbuatan Jhon yang telah membuatnya tidur tidak memakai baju dan membuatnya malu karena dilihat oleh Anne.
__ADS_1