Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Mengulur waktu


__ADS_3

Anak buah Frans mendorong tubuh Samantha dengan kasar hingga masuk kedalam rumahnya.


Samantha mengepalkan kedua tangannya berusaha menahan kekesalan dihatinya.


Didalam tampak kedua orang tua bersama pelayannya diikat, diancam dengan pistol dikepala mereka dan tampak tidak berdaya.


Samantha segera berlari menghampiri orang tuanya dan air matanyapun jatuh begitu saja kerena tidak sanggup melihat keadaan kedua orang tuanya.


Alex Jackson dan istrinya sangat kaget melihat putrinya juga tertangkap oleh Frans.


"Mom, dad. Are you alright?" tanyanya.


"Honey, kenapa kau datang?" tanya ibunya.


"Mom, aku tidak punya pilihan."


"Sam, padahal aku sudah melarangmu, sekarang kau juga tertangkap maka habislah kita bertiga." kata ibunya sambil menangis.


Samantha memeluk kedua orang tuanya dan berbisik pelan.


"Mom, dad, tenang saja. Aku akan berusaha mengulur waktu selama mungkin."


"Untuk apa Sam? Hanya memperlama kematian kita." kata ayahnya.


"Dad, percayalah padaku."


"Yak, cukup acara reuni keluarganya! Skarang, ayo kita selesaikan semua ini!" sela Frans.


Samantha bangkit berdiri dan menatap pria itu dengan tajam.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan?"


"Oh Samantha, aku sangat senang jika kau benar-benar datang sendiri."


"Jangan basa-basi, cepat katakan!"


"Seandainya kau tidak menolak pertunangan kita mungkin aku tidak akan melakukan ini, mungkin aku tidak akan membunuhmu tapi kau bisa menjadi budak nafsuku!"


"Apa maksud perkataanmu?"


"Samantha, aku mendekati ayahmu demi satu tujuan. Seharusnya kau tahu?"


Samantha melihat kearah ayahnya, tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


"Frans, kau sudah berjanji bukan akan melepaskan kami jika putriku sudah datang? Maka tepati janjimu!" teriak Alex Jackson.


"Hahhahahahahha!" Frans dan anak buahnya tertawa terbahak-bahak.


"Hei, kau melupakan sesuatu pria tua. Yang aku inginkan bukan kedatangan putrimu saja tapi yang aku inginkan seluruh kekayaanmu."


"Hah?" Samantha mulai mengerti sekarang.


"Akan aku berikan tapi lepaskan kami." kata Alex Jackson dengan cepat.


"Stop dad!" sela Samantha.


Ternyata Frans mendekati ayahnya hanya untuk merebut kekayaan ayahnya? Dia sendiri bahkan tidak berani meminta apapun pada ayahnya.


Samantha teringat kembali dengan cerita Jhon, sepertinya Frans sedang malakukan taktik lamanya.


"Samantha, kita tidak punya pilihan. Apalah artinya semua kekayaan yang kita punya jika kita semua mati."


"Bagus!" sela Frans.


"Maka sekarang?"


Frans mengangkat tangannya dan pada saat itu, seorang anak buahnya memberikan map padanya. Map itu telah dia sediakan sebelumnya agar semuanya nanti terlihat seolah-olah Alex Jackson menyerahkan semua kekayaan yang dia miliki tanpa paksaan untuk Frans.


Setelah dia mendapatkan apa yang dia mau, maka dia akan menghabisi mereka semua.

__ADS_1


"Tanda tangani ini dan setelah itu kalian akan aku lepaskan."


Frans bangkit berdiri mendekati Alex Jackson dan meletakkan map itu didepannya, dia juga meminta anak buahnya membuka ikatan pria tua itu.


"No dad, jangan lakukan! Dia tetap akan membunuh kita setelah kau menanda tanganinya." cegah Samantha.


"Samantha, kalian tidak punya pilihan. Segera tanda tangani dan aku akan melepaskan kalian!"


"Apa benar akan terjadi demikian?"


Samantha menyilangkan kedua tangannya didepan dada dan menatap tajam kearah Frans.


"Pembunuh berdarah dingin sepertimu apa akan menepati janji?" tanyanya.


"Tentu sayang, aku selalu menepati janji."


Samantha tertawa mendengar penuturan Frans.


"Frans Rional, oh tidak! Frans Leonardo, kau ingin menjalankan taktik lamamu lagi bukan?"


Frans terbelalak kaget, bagaimana Samantha bisa tahu nama aslinya?


"Samantha, dari mana kau tahu namaku?" tanyanya dengan penuh emosi.


Dia tidak akan terima jika perempuan itu sampai tahu siapa dirinya yang sebenarnya dan menghinanya.


Frans bangkit berdiri dan dengan cepat berjalan kearah Samantha, dia menjambak rambut Samantha dengan kasar dan mengangkat wajahnya.


"Katakan padaku, dari mana kau tahu masalah ini?" tanyanya.


Samantha memejamkan matanya sedangkan satu tangannya memegangi rambutnya yang dijambak oleh Frans.


"Seharusnya kau mengetahuinya Frans Leonardo!"


Frans menatap Samantha dengan tajam, dia mulai menebak mungkin Jhon yang mengatakan ini semua pada Samantha.


Frans melepaskan tangannya dari rambut Samantha dan mendorong wanita itu dengan kasar. dia masih menatap Samantha dengan tajam dan kemudian pria itu kembali duduk diatas kursi.


"No dad!" Ana Jackson menggeleng kearah suaminya.


"Sayang, kita tidak punya pilihan. Walaupun aku mati nanti tapi setidaknya kalian selamat."


Ana Jackson hanya bisa menangis, mereka memang tidak punya pilihan.


"Cepat!" teriak Frans.


Alex Jackson mulai mengambil bolpoin dan meraih map itu.


"Lepaskan istri dan putriku terlebih dahulu!" pintanya.


"Hei kau pria tua, tidak ada tawar menawar denganku!"


Samantha mengepalkan tangannya dan dengan cepat berjalan kearah ayahnya, Samantha meraih map itu dan merobeknya didepan Frans.


"Sekalipun kami semua mati tapi jangan harap kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan."


Frans terbelalak dan kembali bangkit berdiri, dengan penuh emosi Frans kembali menghampiri Samantha dan memukul pelipis wanita itu dengan gagang pistol yang berada ditangannya.


"J*lang sialan!" makinya.


"Samantha!!" teriak ayah dan ibunya bersamaan saat melihat Samantha tersungkur diatas lantai. Samantha memegangi pelipisnya dan darah segar mulai mengalir dari sana.


"Jangan main-main denganku!" teriak Frans dan dia menembakkan senjata.


"Dorrr!!!!"


Peluru dari pistol yang ditembakkan oleh Frans mengenai pelayan dan pelayan itupun langsung mati ditempat.


Ana Jackson berteriak dan memalingkan wajahnya, tidak berani melihat kejadian itu.

__ADS_1


"Ini peringatan dan jangan membuat kesabaranku habis!" kata Frans kesal.


Samantha tersenyum dan bangkit berdiri, walaupun harus menahan sakit dipelipisnya tapi dia akan berusaha mengulur waktu sampai Jhon tiba.


"Apa yang akan kau lakukan? Surat itu sudah robek. Lalu apa yang akan kau kakukan?" tanyanya.


Frans melotot pada Samantha, dia juga tidak menyangka Samantha akan merobek surat itu.


Samantha menarik bibirnya, tersenyum senang. Sekarang Frans tidak akan mendapatkan apa yang dia inginkannya.


"Frans, sekalipun kau membunuh kami kau tidak akan mendapatkan seperespun uang ayahku."


"Hei jangan menggertak, aku yang pegang kendali disini." jawab Frans cepat.


"Coba saja, apa kau ingin melakukan permainan seperti yang kau lakukan tiga tahun lalu?" tanya Samantha.


Wajah Frans menegang, sepertinya Samantha sudah banyak tahu tentang dirinya.


"Jangan asal bicara kau!" makinya.


"Frans, kau ingin membunuh ayah dan ibuku? Silahkan! Kau juga ingin membunuhku? Juga silahkan! Tapi jangan menghabisi pelayanku yang tidak bersalah."


Samantha melihat kearah pelayannya yang mati bersimbah darah sedangkan temannya yang lain ada yang pingsan dan ada yang bergetar ketakutan.


"Membunuh kalian itu hal mudah!" jawab Frans cepat.


"Benar! amaka lakukanlah. Setelah membunuh kami apa yang akan kau dapatkan? Aku jamin kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan. Kau tidak akan melakukan seperti taktik lamamu bukan?"


Samantha kembali menyilangkan kedua tangannya didepan dada dan menatap Frans dengan angkuh.


"Aku berani bertaruh kau tidak akan bisa muncul menjadi diriku nantinya seperti yang kau lakukan dulu, menjadi Samantha Jackson, kecuali?"


Frans melotot kearah Samantha, perempuan itu begitu pintar memancing emosinya.


"Kau mengoperasi seluruh tubuhmu dan menjadi diriku!" hinanya lagi.


Frans begitu marah mendengar perkataan Samantha dan dengan cepat Frans kembali menghampiri Samantha dan menampar wajahnya.


"Sepertinya kau sudah banyak tahu dari ba**ngan itu!"


Samantha memegangi wajahnya yang terasa panas.


"Kaulah yang ba**ngan! Sekalipun kau membunuh kami tapi lihatlah nanti, saat Jhon tahu maka dia tidak akan mengampunimu!"


"Hahahahahaha!" Frans dan anak buahnya kembali tertawa terbahak-bahak.


"Ba**ngan itu tidak ada disini, bagaimana dia bisa tahu?"


Frans melihat Samantha dari atas sampai kebawah dengan lekat.


"Tapi sepertinya akan sangat menyenangkan jika membuatnya hancur melihat wanitanya aku nodai!"


Samantha menelan ludahnya dengan kasar, apa yang ingin Frans lakukan?


"Pegang dia!" perintah Frans pada anak buahnya.


Para anak buah Frans menangkap kedua tangan Samantha dan mendorong tubuh Samantha diatas meja.


"Frans, jangan pernah berani menyentuhku!" teriak Samantha.


"Oh ya? Aku jadi tidak sabar untuk menyentuhmu!"


"Siapkan ponsel, rekam dengan jelas. Aku akan mengirimkannya pada ba**ngan itu. Aku sudah sangat tidak sabar melihat kehancurannya!"


Frans melonggarkan dasi yang dipakainya dan mulai mendekati Samantha sedangkan Samantha mulai ketakutan, jangan sampai Frans menodainya.


"Jhon, kenapa kau begitu lama?" tanyanya dalam hati.


Sedangkan saat itu, jet pribadi Jhon baru saja mendarat. Dia berharap dia tidak terlambat dan dia berharap, Samantha baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2