
Setelah melihat hadiah yang dia dapat, Jhon mengajaknya keluar untuk membicarakan hari pernikahan mereka tapi dia ingin mandi terlebih dahulu.
Dia belum mandi dan rasanya sudah tidak tahan dan lagi pula, dia masih memakai baju semalam jadi sebelum keluar untuk membahas tentang pernikahannya lebih baik dia membersihkan diri terlebih dahulu.
Sebelum mandi, Samantha memandangi kalung yang melingkar indah dilehernya didepan cermin.
Kalung itu benar-benar indah bahkan dia rasa dia tidak berani memakainya, Samantha melepaskan kalung itu dengan hati-hati dan meletakkan kalung itu kembali kedalam kotaknya.
Hari ini dia sangat bahagia, Jhon benar-benar memberikan banyak kebahagiaan untuknya dan hari ini adalah ulang tahunnya yang paling indah dan tentunya dia tidak akan pernah melupakan apa yang terjadi hari ini sampai kapanpun juga.
Samantha tidak akan menyesali pertemuannya dengan Jhon, padahal dia hanya membantu pria itu tapi dia tidak menyangka mereka akan menempel begitu saja.
Samantha segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan setelah selesai, Samantha memakai pakaiannya dan segera keluar dari kamar untuk menemui kedua orang tuanya dan juga orang tua Jhon.
Diluar sana tampak Michael Smith masih berbincang dengan ayahnya, Samantha masuk kedalam dapurnya dan tampak ibunya sedang sibuk menyiapkan sesuatu dengan ibu Jhon.
"Mom, apa yang kalian lakukan?" tanyanya basa basi.
"Oh sayang, kami sedang menyiapkan makan siang."
"Dari mana bahan-bahan makanan ini?" tanya Samantha heran.
Seingatnya dia tidak pernah membeli bahan makanan yang begitu banyak.
"Entahlah." jawab ibunya.
"Dimana Jhon?"
"Sedang menidurkan Edward dikamarnya." jawab ibu jhon kemudian.
"Oke, aku tinggal ya."
Kedua wanita paruh baya itu mengangguk dan kembali berbincang dengan hangat, ini pertemuan pertama mereka tapi mereka sudah mulai tampak akrab.
Walaupun tangan mereka sibuk, tapi mulut mereka juga ikut sibuk.
Samantha melewati kedua pria yang masih berbincang diruang tamu dan masuk kedalam kamar Edward.
Didalam sana tampak Silvia dan Jhon sedang bercanda dan Edward sudah tertidur.
"Hai, apa aku mengganggu?" tanyanya.
"No baby."
Silvia segera bangkit berdiri dan berjalan kearahnya.
"Aku tidak akan menggangu." ucap Silvia dengan senyum diwajahnya.
Silvia segera keluar dari kamar dan pergi mencari ibunya diluar sana, dia segera bargabung dengan ibunya untuk membuat makanan.
"Baby, come here."
__ADS_1
Samantha tersenyum dan mendekati Jhon yang sedang berada diatas ranjang.
Dengan hati-hati Samantha naik keatas ranjang supaya tidak membangunkan Edward dan masuk kedalam pelukan pria itu.
"Baby, kau sangat wangi." ujar Jhon sambil menciumi rambutnya.
Samantha memejamkan mata, merasakan kehangatan tubuh pria itu.
"Jhon, terima kasih telah memberikan banyak kebahagiaan untukku."
"Baby, akulah yang sangat bahagia karena bisa mendapatkan wanita sepertimu"
Jhon memeluk Samantha dan membelai punggung Samantha dengan lembut.
"Baby."
"Hmm?"
"Dimana kita akan berbulan madu?"
"Pulau Maldives." jawab Samantha cepat.
"Kau ingin berbulan madu disana?"
"Yes, itu tempat impianku sejak dulu. Aku sangat berharap bisa berbulan madu disana saat aku menikah nanti."
"As you wish baby, aku akan segera mengaturnya."
"Sstttt..!"
Jhon langsung mencium bibir Samantha dan me*umatnya dengan lembut, Samantha memeluk leher Jhon dan membalas ciumannya. Dia sungguh bahagia Jhon begitu memanjakan dirinya.
Sedangkan diluar sana, dua orang pria yang tadinya berbicara dengan hangat tiba-tiba suasana menjadi menegang saat membahas pernikahan anak mereka nanti.
"Tuan Jackson, apa maksud dari perkataanmu?" tanya Michael Smith, suaranya sudah terdengar sedikit kesal.
"Seperti yang aku katakan tadi, aku ingin pernikahan putriku diadakan di Colorado." jawab Alex Jackson.
"Tidak bisa, pernikahan putraku harus diadakan disini." Michael Smith mulai kesal.
Jhon putra satu-satunya, tentu dia ingin pernikahan putranya diadakan disana.
"Tidak bisa, Samantha putriku satu-satunya tentu aku ingin putriku menikah ditempat kelahirannya." Alex Jackson tambah tidak mau kalah.
"Hei, Jhon juga putraku satu-satunya! Seharusnya akulah yang menentukan tempat mereka menikah dan aku ingin mereka menikah disini! Aku juga sudah menentukan tanggal pernikah mereka nanti jadi kau tidak perlu ikut campur!"
Alex Jackson tidak senang mendengarnya dan dia tidak mau kalah karena dia tetap ingin pernikahan putrinya diadakan di Colorado dan dia juga yang akan menentukan tanggalnya.
"Michael Smith, jangan asal bicara! Aku ingin pernikahan putriku diadakan di Colorado pada tanggal dua puluh lima." jawab Alex Jackson dengan cepat.
"Tidak bisa! Putraku harus menikah pada tanggal dua puluh delapan." Michael Smith semakin tidak mau kalah.
__ADS_1
Mereka saling pandang dan pada saat itu sebuah ide muncul dikepala Alex Jackson.
"Baiklah, kau menentukan tempatnya dan aku menentukan tanggalnya." usul Alex Jackson.
"Tidak, aku tidak akan menerima usulanmu itu! Pokoknya aku ingin Jhon menikah disini pada tanggal dua puluh delapan nanti."
"Tanggal dua puluh lima." Alex Jackson bangkit berdiri.
"Dua puluh delapan. teriak Michael Smith dan dia juga bangkit berdiri.
Jadilah kedua orang tua itu mendebatkan hal yang tidak jelas dan saling menatap satu sama lain dengan tajam.
Ana Jackson dan Xiau yu yang berada dibelakang langsung berlari keluar begitu juga dengan Silvia, mereka ingim melihat keadaan diluar sana.
Begitupun dengan Jhon dan Samantha, mereka segera keluar dari kamar Edward saat Mendengar teriakan Michael Smith.
Semua merasa sangat heran, ada apa dengan kedua pria tua itu?
"Dad, what going on?"
Ana Jackson menghampiri suaminya yang masih menatap tajam kearah Michael Smith.
"Michael?" panggil istrinya.
"Tidak apa-apa sayang, kami hanya membicarakan tanggal pernikahan Jhon nanti ." jelas Michael.
"Lalu?" tanya istrinya penasaran.
"Aku ingin putra kita menikah disini pada tanggal dua puluh delapan tapi tuan Alex keberatan."jelasnya.
"Tidak bisa, aku ingin putriku menikah di Colorado pada tanggal dua puluh lima." jelas Alex Jackson tidak mau kalah.
"Wow...wow...Stop!" sela Jhon.
"Dad, tuan Alex, yang akan menikah itu aku dan Samantha, kenapa kalian yang harus menentukan tempat dan tanggalnya? Dan siapa bilang aku mau menikah ditanggal itu?" ucap Jhon.
"Jhon, apa maksudmu?" tanya ayahnya.
"Dad, pokoknya aku tidak mau menikah pada tanggal dua puluh lima atau dua puluh delapan!"
"Kenapa?" tanya Michael Smith dan Alex Jackson bersamaan.
"Karena itu tanggal bulanannya." Sambil melirik kearah Samantha.
"Pokoknya aku tidak mau malam pernikahanku terganggu." katanya lagi.
Tanggal bulanan? Gelak tawa langsung memenuhi ruangan sedangkan wajah Samantha langsung merah padam. Dengan pelan Samantha membuka kamar Edward dan masuk kembali kedalam, lebih baik dia bersembunyi disana.
Samantha menutupi wajahnya yang memerah dengan kedua tangannya.
"Jhon dasar pria gila!" makinya dalam hati.
__ADS_1
Sedangkan diluar sana maish dipenuhi gelak tawa, suasana yang semula begitu menegangkan menjadi cair karena perkataan Jhon.