Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
MP


__ADS_3

Saat itu pesta pernikahan masih berlangsung.


Setelah acara pengucapan sumpah telah selesai Edward berlari kearah Samantha dan memeluk ibunya.


Edward tampak menggemaskan dengan jas yang dipakainya dan selama Samantha melakukan prosesi pernikahan, Edward ada bersama dengan keluarga Jhon.


Saat melihat kedatangan ibunya, Edward ingin berlari menghampiri ibunya tapi Silvia melarang.


Saat berada didalam pelukan ibunya, Edward bahkan bertanya pada ibunya dengan menggemaskan.


"Mommy, apa yang kau lakukan dengan daddy? Apa kalian sedang bermain menjadi raja dan ratu?" tanya Edward dengan polosnya.


Samantha tersenyum dan mengusap kepala Edward dengan lembut.


"Yes honey and you are my little prince."


"Ar you sure mom?"


"Yes."


Samantha kembali mengusap kepala Edwars dan mencium wajahnya.


Silvia menghampirinya dan mengajak Edward untuk mengambil sebuah permen disana, mendengar itu Edward langsung mengikuti Silvia dengan ceria.


Dan saat ini, Samantha sedang berada dilantai dansa bersama dengan Jhon.


Dia telah mengganti pakaian pengantinnya dengan sebuah gaun malam berwarna merah yang memperlihatkan punggungnya yang terbuka.


Jhon memeluk istrinya dan mengusap punggung istrinya yang terbuka dengan lembut.


"Baby, aku sudah tidak sabar pesta pernikahan ini segera berakhir dan menerkammu diatas ranjang." bisiknya menggoda.


"Oh yah? Jadi apa yang akan kita lakukan setelah ini?"


"Apa kau mau kabur denganku?"


Samantha menatap suaminya dengan senyum diwajahnya.


"Jadi kita akan menjadi pengantin yang kabur?"


"Yes."


"Jika begitu, tunggu apa lagi? Lets go." ajak Samantha.


Jhon terkekeh dan menarik tangan istrinya, mereka menyelinap dari para tamu untuk pergi dari sana.


Sebelum pergi, Samantha melirik kearah Edward yang bermain dengan ceria bersama dengan Silvia.


Jhon menariknya masuk kedalam lift untuk membawa istrinya menuju kamar yang telah tersedia.


"Jhon, kita mau kemana?"


"Tentu saja kesarang cinta kita baby."


Mereka masuk kedalam sebuah kamar dimana diatas ranjang sudah ditaburi begitu banyak kelopak bunga mawar.


Jhon menutup pintu kamar itu dan menguncinya, dia tidak mau ada yang menggangu waktu mereka lagi.


Setelah itu, Jhon segera memeluk tubuh Samantha dan me*umat bibir istrinya.


"Jhon, apa kita tidak perlu mandi dulu?"


"No baby, setelah ini baru kita mandi."


Jhon mulai membuka dasinya dan membuangnya, pria itu bahkan membuka jas yang dipakainya dengan tidak sabar dan membuangnya pula.


Samantha tersenyum melihat suaminya itu yang sudah tidak sabar.


"Jhon."

__ADS_1


Jarinya mulai bermain didada pria itu yang masih ditutupi oleh kemeja.


"Apa kau sudah tidak sabar?"


"Of course baby."


Samantha mendekatkan bibirnya dan mengigit bibir suaminya itu dengan gemas.


"Malam ini, kau bisa melakukannya berapa ronde?" godanya.


Tangan Samantha mulai sibuk membuka kancing kemeja Jhon satu persatu.


"Baby, aku tidak akan membiarkanmu tidur." bisik Jhon ditelinganya.


"Oh yah? Aku tidak sabar menantikannya."


Jhon segera me*umat bibir istrinya begitu juga dengan Samantha, dia juga membalas ciuman suaminya.


Jhon mengangkat tubuh istrinya dan berjalan kearah ranjang sambil berciuman dengan liar.


Tangan Samantha tidak tinggal diam, tangannya terus mengelus dada suaminya yang tidak ditutupi apa-apa lagi.


Saat mereka tiba didekat ranjang, Jhon berniat menidurkan tubuh istrinya diatas ranjang tapi?


"Brrukkk...!"


Tubuh mereka jatuh diatas lantai karena Jhon tidak melihat saat itu mereka berada disisi ranjang.


Samantha begitu kaget sehingga wanita itu menarik suaminya dan mereka jatuh bersama-sama sehingga tubuh Jhon jatuh menimpa tubuhnya.


"Oh my God, Jhon!! Sakit." keluh Samantha kesal.


"Oh my, Baby, i'm sorry." Jhon segera bangkit berdiri dan menarik tangan istrinya.


"Are you crazy? Oh my God!" gerutu Samantha Sambil mengusap-usap punggungnya dan kepalanya yang sakit.


Jhon mendekati istrinya dan mengusap punggung dan kepala istrinya.


"Sorry." ucapnya lagi.


Mereka saling pandang sesaat dan tidak lama kemudian tertawa terbahak-bahak.


"Kau benar-benar menyebalkan." gerutu Samantha kesal.


"Sorry baby, apa masih sakit?"


Jhon memeluk istrinya itu dan kembali mengusap punggungnya.


"Yah."


"Jadi, apa bisa kita lanjutkan?"


Samantha mengangguk.


Jhon kembali me*umat bibir istrinya dan membuka gaun yang dikenakan oleh Samantha dengan cepat.


Dengan cepat pula Jhon menidurkan Samantha diatas ranjang, pria itu membuka celananya dan naik keatas ranjang.


Mereka kembali berciuman dan sibuk meraba tubuh pasangan mereka dengan liar, saat itu mereka benar-benar sudah tanpa sehelai benangpun.


Samantha memeluk leher Jhon dengan Erat, membalas permainan lidah Jhon yang berada didalam mulutnya.


Samantha mulai mendesah karena tangan Jhon sibuk bermain didadanya.


Jhon melepaskan bibirnya, menciumi leher Samantha.


Samantha memejamkan matanya dan membelai kepala Jhon dengan pelan.


"Jhon." gumamnya.

__ADS_1


"Yes..baby?"


Jhon kembali mencium bibir Samantha dan tangannya mulai merayap turun.


Samantha mencengkram bahu Jhon dengan erat saat jari pria itu mulai bermain disana.


"Jhon." gumamnya disela-sela kenikmatan karena sentuhan jari suaminya.


"Oh baby, ini belum seberapa."


Jhon membuka kaki istrinya dan?


Samantha menahan nafasnya tapi kemudian wanita itu mengigit bibirnya, menikmati setiap sentuhan pria itu.


Nafasnya semakin memburu dan rasanya dia sudah tidak tahan, tubuhnya pun mulai bergetar karena geli yang dia rasakan.


"Jhon, hurry up." pintanya dengan nafas yang tersengal-sengal.


Jhon tersenyum saat melihat wajah istrinya yang sudah dibakar api gairah.


Pria itu kemudian menuduk dan me*umat bibir istrinya kembali.


"Are you ready?" bisiknya.


Samantha mengangguk dan melingkarkan tangannya dileher Jhon.


"Ingat, pelan-pelan."


"Of course baby."


Jhon segera mengangkat satu kaki Samantha dan Ehhemmm?


Samantha mengigit bibirnya saat milik Jhon mulai menerobos kedalam sana, dia mulai berteriak kecil saat milik Jhon merobek selaput daranya.


"Jhon sakit." gumamnya.


Air matanya pun mengalir dari ujung matanya.


"Sorry baby." Jhon diam disana tidak melakukan apapun dan hanya mengusap air mata istrinya, Jhon mencium wajah istrinya yang tampak menahan sakit karena perbuatannya.


"Are you oke?" bisiknya.


Samantha mengangguk dan memeluk leher Jhon dengan erat.


"I'm oke."


Dengan pelan Jhon mulai bergerak, semula pelan-pelan saja tapi kemudian? Ya gitu deh.


Nafas mereka memburu memenuhi kamar yang sunyi itu, ini pertama kalinya untuk Samantha dan Jhon benar-benar memperlakukannya dengan lembut.


Rasa sakit yang dia rasakan tidak begitu terasa lagi karena perlakuan Jhon padanya.


Mereka terus berciuman dengan liar dan mendesah dengan panjang saat mencapai puncak kenikmatan.


Setelah selesai Jhon memandangi wajah istrinya itu menciumnya.


"Apa aku menyakitimu sayang?"


Dia sudah merebahkan diri disamping istrinya dan mengusap-usap punggung Samantha dengan lembut.


Samantha hanya menggeleng dan membenamkan wajahnya di dada suaminya.


"Baby, i love you so much."


"I know."


Samantha tersenyum bahagia begitu pula dengan Jhon.


Sedangkan dibawah, pesta pernikahan mereka masih tetap berlangsung tanpa pengantinnya disana.

__ADS_1


__ADS_2