
Kota Venesia Italia.
Saat itu, seorang wanita cantik turun dari bus yang dia tumpangi dan berlari kecil memasuki sebuah gedung yang ada dihadapannya.
Wanita itu ya Samantha.
Samantha memeluk dirinya karena cuaca begitu dingin dikota itu, dia terpaksa membawa Edward ke Venesia karena ancamaman Stela.
Ya, tiga bulan yang lalu Samantha harus dihadapkan dengan sebuah pilihan sulit, tapi walau begitu dia tetap harus memilih Edward dibandingkan dengan kebahagiaannya.
Stela memberikan Sebuah identitas palsu untuknya dan memerintahkan anak buah Gibson membawanya pergi dari Amerika.
Stela bahkan mengancamnya jika dia kembali lagi maka wanita itu akan membunuh Edward tanpa ragu. Edward adalah segalanya baginya dan dia tidak mau ambil resiko, Samantha percaya saat Jhon menyadari kepergiannya pria itu pasti akan mencarinya dan bisa menerima keputusannya.
Dengan Edward yang masih berada ditangan anak buah Gibson membuatnya tidak berdaya, Samantha terpaksa mengikuti mereka sampai ke Italia.
Setelah tiba di bandara Da Vinci, anak buah Gibson meninggalkannya tanpa apa-apa, bahkan dia tidak memiliki uang dan ponselpun tidak ada, karena semua itu memang tidak dia bawa.
Samantha hanya berdiri di bandara tanpa tahu harus melakukan apa dan dia juga tidak tahu harus pergi kemana.
Edward terus menangis dalam gendongannya karena Edward mengalami shock berat akibat perbuatan ibu kandungnya.
Pada saat Samantha sedang kebingungan di bandara tiba-tiba seorang wanita setengah baya terduduk didepannya sambil memegangi dadanya.
Tidak ada yang mau menolong wanita itu waktu itu, orang-orang yang lewat sibuk dengan urusan mereka masing-masing, karena Samantha iba melihat wanita yang hampir merenggang nyawa itu membuatnya dengan cepat berteriak disana dan meminta bantuan.
Beruntungnya wanita itu bisa diselamatkan dan sebagai rasa terima kasih pada Samantha, keluarga wanita itu menawarkan tempat tinggal dan pekerjaan padanya.
Tentu saja hal itu adalah keuntungan untuknya, disaat dia sedang kebingungan dan kesulitan ada orang baik yang mau membantunya.
Berkat keluarga itulah, Samantha bisa bertahan dikota itu.
"Mommy." Edward berlari saat melihat kedatangan ibunya.
Samantha tersenyum dan membuka tangannya untuk memeluk Edward.
Saat itu Samantha sedang menjemput Edward disuatu tempat, Edward sedang menjalani sebuah terapi karena Edward mengalami shock dan trauma hebat dengan apa yang dialaminya.
Dua bulan belakangan Edward ketakutan saat melihat orang-orang dan menyembunyikan diri dan selama dua bulan itu pula, Samantha menemani Edward tanpa memikirkan dirinya sendiri, dia kawatir hal itu akan mempengaruhi masa depan Edward.
Dengan bantuan seorang psikolog keadaan Edward semakin hari semakin membaik, dia sudah mau bermain dengan teman seusianya bahkan sudah tidak begitu takut lagi jika melihat orang asing didekatnya.
__ADS_1
"Sayang, apa kau masih takut dengan orang-orang?" tanyanya.
"No mom." jawab Edward dengan ceria.
Samantha tersenyum dan mengusap kepala Edward, dia senang melihat keadaan Edward yang sudah hampir pulih seperti sedia kala.
"It's good, jadi ayo kita pulang karena mommy harus kembali bekerja."
"Mom, where is daddy?"
Edward selalu menanyakan hal itu sejak mereka tiba di Italia.
Samantha diam sejenak, apa yang harus dia katakan?
"Sayang, apa kau rindu dengan daddy?"
"Of course mom."
"Momny too."
Samantha memeluk Edward dan menangis, dia juga sangat rindu dengan Jhon. Dia berharap Jhon tidak membencinya karena telah meninggalkan pria itu dimalam pernikahan mereka.
Dia juga berharap Jhon tidak marah dengannya karena dia memutuskan lebih memilih Edward dari pada dirinya.
Saat tiba, disana sudah menunggu seorang pengasuh yang dia sewa untuk menjaga Edward dan selama Edward menjalani terapi Samantha memutuskan menjemput Edward sendiri untuk menghindari hal-hal yang tidak dia inginkan.
Setelah mengantar Edward kembali Samantha segera kembali ketempatnya bekerja, keperusahaan milik Alfredo.
Sebagai ucapan terima kasih keluarga Alfredo mempekerjakan Samantha diperusahaan mereka.
Mereka memperlakukan Samantha seperti keluarga karena berkat bantuan wanita itulah,bJill Alfredo dapat diselamatkan.
"Sam, apa malam ini kau punya waktu?"
Zack Alfredo pewaris tunggal
perusahaan Alfredo masuk kedalam ruangannya.
"Ya, apa ada yang bisa aku lakukan?" Samantha bangkit berdiri saat melihat kedatangan pria itu.
"Apa kau bisa menemaniku menghadiri sebuah pesta malam ini?" tanya Zack.
__ADS_1
"Sorry, aku tidak terlalu suka dengan pesta." tolaknya.
"Ayolah, temeni aku, aku akan meminta ibuku untuk menjaga anakmu." pinta Zack.
"Hei, kau sudah punya tunangan, ajak saja dia."tolak Samantha lagi.
"Sam, tunanganku sedang sakit jadi bisakah kau menemaniku menggantikannya?" pinta Zack lagi.
Samantha menarik nafasnya dengan berat, tidak mungkin dia menolak permintaan sederhana dari orang yang telah banyak membantunya.
"Oke fine, jam berapa?"
Zack langsung tersenyum senang.
"Jam tujuh malam." jawab Zack dengan cepat.
"Baiklah, aku akan menemanimu tapi tidak bisa lama karena jam setengah sembilan aku harus pergi kesuatu tempat."
"Oke my sister, bersiaplah nanti sore aku akan menjemputmu." ujar Zack.
Samantha mengangguk dengan senyum diwajahnya, karena Semantha mau menemaninya, Zack keluar dari sana.
Setelah kepergian Zack, Samantha melihat cincin yang melingkar dijari manisnya.
Hanya itu yang dia punya karena waktu itu dia telah melepaskan semuanya.
Samantha meraih ponselnya, menekan sebuah nomor disana, dia ingin mencoba menghubungi Jhon tapi dia ragu, apa yang pria itu lakukan saat ini?
Jika dia menghubungi Jhon, suaminya pasti akan datang dan menjemputnya dan pada saat itu, jika Stela tahu maka wanita itu pasti akan membunuh Edward tanpa ragu.
Sungguh dia takut akan hal ini, dia tahu Stela tidak main-main dengan ucapannya dan dia tidak mau Edward jadi korban karena cinta segita tiga diantara mereka.
Samantha masih menatap layar ponselnya dan dia tampak bimbang, apa dia harus menghubungi Jhon atau tidak?
Dia tidak berani memutuskan karena selama tiga bulan belakangan keadaan Edward membuatnya frustasi dan dia tidak mau pria Edward mengalami hal seperti itu lagi.
Dia juga tidak memberi kabar pada keluarganya karena bisa saja kedua orang tuanya memberitahukan keberadaannya pada Jhon.
Entah apa yang harus dia lakukan sekarang, setelah keadaan Edward membaik apa dia perlu menghubungi Jhon?
Jujur dia sangat rindu dengan Jhon, dia sangat merindukan suaminya. Apa yang Jhon lakukan saat ini? Apakah Jhon juga merindukannya?
__ADS_1
Samantha menarik nafasnya dengan berat dan meletakkan ponselnya kembali keatas meja, lebih baik dia kembali bekerja dan nanti dia akan memikirkan kembali apa yang harus dia lakukan.
Saat ini menyelesaikan pekerjaannya lebih penting karena nanti sore, dia harus menemani Zack pergi kepesta.