
Samantha melihat penampilannya dicermin untuk terakhir kalinya, malam ini dia harus menemui pria yang bernama entah siapalah itu, dia malas mengingatnya.
Tentu saja dia pergi menemui pria itu untuk menolak perjodohan mereka.
Samantha keluar dari kamarnya dan melihat kedua orang tuanya yang sudah rapi pula.
"Mom, dad, apa kalian mau pergi?" tanyanya.
"Sayang, kami akan pergi sebentar untuk memenuhi undangan teman daddymu tapi tenang saja, nanti kami akan kembali lagi." jawab ibunya.
"Bisa kita bisa bicara sebentar?" tanya Samantha.
"Apa penting?" tanya ibunya pula.
"Yah, aku rasa." jawabnya.
"Nanti saja setelah kami pulang." sela ayahnya.
"Apa kalian buru-buru?" tanyanya.
"Samantha, jangan mengulur waktu! Segera temui Frans karena dia sudah menunggumu direstoran."
"Dad, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dan ini penting, apa salah?" tanya Samantha dengan kesal.
"Bicarakan nanti!" jawab Alex Jackson pula.
Samantha mendengus kesal, setelah memakai mantel dan sepatu bothnya Samantha segera keluar dari apartemennya dengan kesal.
Padahal dia ingin membicarakan masalah Edward pada ayah dan ibunya, dia tidak mau menyembunyikan lagi masalah ini, dia ingin mengatakan semuanya, tentang Edward dan tentang hubungannya dengan Jhon.
Tapi ayahnya lebih mementingkan pria bernama Frans itu! Apa perlu dia hajar pria itu sampai babak belur?
Diluar begitu dingin, salju mulai turun karena memang sudah musimnya. Samantha menaiki sebuah taxi untuk sampai kerestoran yang telah dikatakan oleh ayahnya.
Samantha memperhatikan salju dari taxi yang dinaikinya, entah memgapa dia rindu, rindu Edward dan Jhon!
Direstorant, seorang pria tampan sedang duduk sendiri, menunggu wanita yang akan menjadi tunangannya.
Demi menemui wanita itu, dia bahkan menyewa restorant itu hari ini. Frans tidak mau suasana diantaranya dan Samantha Jackson terganggu dengan kehadiran orang lain.
Frans menghisap rokoknya dalam-dalam sambil melirik jam dipergelangan tangannya, dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Samantha.
"Aduh, kenapa saljunya begitu tebal!" terdengar suara seorang wanita dipintu masuk.
Frans memalingkan wajahnya dan tampak seorang wanita cantik sedang membersihkan salju yang berada dirambutnya.
Frans terpana, walaupun dia telah melihat wanita itu direstorant tapi kali ini Samantha kelihatan berbeda.
Seorang pegawai restorant menghampiri Samantha dan mengambil mantel yang dilepaskannya dan setelah itu pegawai lain menuntun Samantha menuju kesebuah meja dimana pria bernama Frans itu berada.
Frans mematikan rokoknya dan segera bangkit berdiri, dia berjalan menghampiri wanita yang akan ditunangkan dengannya.
Samantha menahan nafasnya saat melihat pria yang sedang berjalan kearahnya dan sedang memperhatikannya dengan seksama.
__ADS_1
Pria yang mirip Edward, pria yang dia temui sewaktu dulu bekerja direstoran. Kebetulan gila macam apa ini?
"Apa kau Frans?" tanyanya basa basi.
Samantha tersenyum pada Frans dan mengulurkan tangannya, dia melakukan hal itu supaya terlibat sopan dan tidak mempermalukan kedua orang tuanya.
"Samantha Jackson, apa kau tidak ingat padaku?"
Frans menyambut tangan Samantha dan menggegam tangannya yang halus beberapa saat.
Samantha segera menarik tanganya dari genggaman Frans, jujur saja dia tidak mau tangannya digenggam terlalu lama oleh pria itu.
"Maaf aku tidak ingat, maaf juga telah membuatmu menunggu." katanya basa basi.
"Tidak apa-apa untuk wanita cantik sepertimu."
"Terima kasih."
Mereka berjalan menuju meja dan duduk berhadapan, Samantha diam saja karena dia tidak tahu harus berbicara apa.
Suasana begitu hening diantara mereka berdua, Frans hanya memperhatikannya dan mengesap wine didalam gelas yang dipegangnya tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Oh, aku benci situasi seperti ini!" maki Samantha dalam hati.
"Frans, bisa kita berbicara serius sekarang?" tanyanya dengan kesal karena dia sudah tidak tahan dan dia merasa berada satu ruangan dengan Frans benar-benar bisa membunuhnya.
"Bicara apa?"
"Aku menolak perjodohan ini!" kata Samantha dengan cepat.
"Kenapa?" tanyanya.
Samantha menarik nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Frans.
"Aku tidak suka bertunangan dengan orang yang tidak aku sukai dan lagi pula kau bukan tipeku!"
Frans diam sesaat, memperhatikan Samantha dengan serius.
"Jadi, seperti apa tipemu?"
"Buat apa kau tahu?"
"Yah, mungkin aku bisa merubah diriku agar aku bisa jadi seperti yang kau inginkan."
Samantha melihat Frans dengan lekat, apa maksudnya?
"Kau tidak akan bisa, aku suka pria yang menyebalkan!" jawabnya.
"Selain itu?"
"Tidak ada, aku suka pria yang menyebalkan, jahil dan menyebalkan!" jawabnya lagi.
Frans memperhatikannya dan kemudian tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Ternyata kau begitu lucu!" katanya.
"Apa?" Samantha tidak percaya mendengarnya.
"Samantha, jangan buru-buru. Kita baru bertemu dan bahkan kita belum mengenal satu sama lain. Bagaimana jika kita makan terlebih dahulu?"
"Terima kasih atas tawaranmu Frans tapi aku sudah makan." tolaknya.
"Minum?" tawar Frans lagi.
"Frans, aku bukan orang yang suka basa basi. Kedatanganku kesini untuk menolak perjodohan ini dan aku kesini karena tidak ingin mempermalukan ayahku. Oh ya, aku dengar dari ayahku, katanya kau orang yang hebat?" tanyanya.
"Yah, bisa dibilang begitu." jawab Frans.
"Bagus, lebih baik dengarkan saranku. Orang hebat sepertimu tidak cocok denganku!"
"Kenapa?" tanya Frans dengan serius.
"Aku bukan wanita baik-baik seperti yang kau dengar dari ayahku. Aku ini single mother!" jawab Samantha
Frans terbelalak kaget, apa Samantha serius dengan ucapannya? Dia sungguh tidam percaya karena Alex Jackson tidak pernah mengatakan hal ini.
"Samantha, tidak perlu mengatakan ini untuk menipuku! Aku tahu kau belum pernah menikah!"
"Apa kau pikir aku harus menikah terlebih dahulu baru bisa punya anak? Aku katakan padamu, aku sudah tidur dengan banyak laki-laki, bahkan aku tidak bisa mengingat lelaki mana yang menjadi ayah dari anakku. Jadi demi reputasi hebatmu itu lebih baik jangan berhubungan dengan wanita sepertiku jika kau tidak mau menyesal dikemudian hari."
Samantha sengaja mengatakan ini supaya Frans jijik dengannya dan langsung membatalkan pertunangan mereka.
Dia pun tidak mau mengambil resiko dengan pria yang mirip Edward ini.
"Aku tidak keberatan!" jawab Frans kemudian.
"Hah?" Samantha tercengang, reaksi Frans diluar keinginannya.
"Wanita dewasa bermain-main diluar sana untuk memenuhi hasratnya itu wajar. Bukan saja kau, aku rasa kebanyakan orang juga melakukannya dan lagi pula aku suka anak-anak." kata Frans lagi.
Samantha langsung bangkit berdiri karena dia tidak tahu harus berkata apa lagi.
"Aku rasa pertemuan ini cukup sampai disini, aku telah menolak pertunangan ini jadi aku harap kita tidak bertemu lagi!"
Samantha hendak melangkah pergi tapi Frans menghentikan langkahnya.
"Samantha, aku tahu kau sengaja mengatakan ini. Kita pasti bertemu kembali karena kau wanita yang sangat menarik bagiku dan aku suka padamu."
Samantha tercengang, tidak percaya.
"Maaf, aku sudah punya pacar jadi tolong jangan mengganggu kehidupanku!"
Setelah berkata demikian, Samantha langsung pergi meninggalkan Frans disana.
Frans menatap kepergian Samantha dengan serius, dia tahu Samantha berbohong padanya. Tapi jangan panggil dia Frans jika dia tidak bisa mendapatkan apa yang di inginkannya.
Frans mengambil rokok dan menyalakannya, matanya masih setia mengekori Samantha yang berjalan dengan cepat keluar dari restoran itu.
__ADS_1
Setelah Samantha tidak terlihat lagi, Frans mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.