Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Jujurlah padaku.


__ADS_3

Keesokkan harinya, pagi ini Stela sudah datang kerumah Jhon.Dia harus menemui pria itu untuk meminta maaf atas perbuatannya semalam.


Stela berharap Jhon ada dirumahnya tapi ternyata pria itu tidak ada. Hanya ada Ron disana dan pria itu melarangnya masuk karena Jhon sedang tidak ada.


Tidak ingin berputus asa Stela segera menuju kekantor tunangannya, jika tidak ada dirumah kemungkinan pria itu ada disana.


Dia ingin menghubunginya tapi Stela takut Jhon tidak mau menjawab panggilannya dan tidak mau menemuinya.


Hari ini dia harus meminta maaf bagaimanapun caranya, apapun yang terjadi dia tidak boleh kehilangan Jhon dan membuat ayahnya dalam masalah.


Saat sudah tiba dikantor tunangannya, Stela segera menuju keruangan Jhon, dia berharap kali ini pria itu ada disana.


Stela segera membuka pintu ruangan itu tapi ternyata Jhon juga tidak ada, dia mulai putus asa, apa yang harus dia lakukan?


Mungkin sebaiknya dia menunggu disana sampai Jhon datang dan dia berharap saat Jhon datang, Jhon mau memaafkan perbuatannya. Lagi pula dia tidak punya pilihan selain menunggu tapi dia akan mencoba menghubungi tunangannya itu.


Sementara itu, Jhon terbangun saat mendengar ponselnya yang berbunyi, dia melihat Samantha sudah tidak berada disampingnya lagi.


Jhon meraih ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya dan setelah melihatnya dia melemparkan kembali ponselnya karena dia enggan menjawab panggilan itu.


Jhon kembali memejamkan matanya tapi ponselnya kembali berbunyi, dia sangat kesal dan segera menjawab panggilan yang menyebalkan itu.


"Stela, apa kau mau mati!" makinya.


"Honey, maaf. Aku ingin berbicara padamu." jawab Stela dari sebrang sana.


Dia sangat senang Jhon mau menjawab pangillannya, tadinya dia takut menghubungi Jhon tapi dia tidak punya pilihan.


"Aku sibuk, jangan ganggu!"


"Honey, dengar. Aku mau minta maaf."


"Setelah apa yang kau lakukan?" tanya Jhon kesal.


Stela hanya diam saja, tidak berani menjawabnya.


"Jhon, bagaimana jika kita bertemu hari ini?" pinta Stela.


Dia harus berusaha bertemu dengan Jhon dan meminta maaf dengan apa yang telah dia lakukan semalam.


"Jangan ganggu aku!!!" Jhon menekan setiap ucapannya dan setelah itu Jhon segera mematikan ponselnya dan melemparkan benda itu kembali diatas ranjang.


Dia tahu Stela pasti akan mencarinya hari ini dan sudah dipastikan, Stela pasti akan merengek dan meminta maaf atas perbuatannya semalam.


Jhon tidak akan langsung memaafkan perbuatan Stela begitu saja, dia berencana akan memberi pelajaran pada Bill Lourent dan putrinya.


Pria itu kembali memejamkan matanya sedang berpikir apa yang harus dia lakukan pada mereka agar kedua orang itu jera dan tidak berani menjebaknya lagi.


Saat itu, Samantha masuk kedalam kamarnya dan melihat Jhon yang masih berada diatas ranjang, dia pikir pria itu masih tidur jadi Samantha menghampirinya untuk membangunkannya.


"Jhon, bangun!"


Samantha mengulurkan tangannya untuk menyentuh Jhon tapi pria itu segera menangkap tangannya dan menarik tangan Samantha hingga wanita itu jatuh diatas tubuhnya dan memeluknya dengan erat.


"Baby, apa kau begitu rindu padaku?" godanya.


"Apa? Untuk apa aku rindu denganmu?"

__ADS_1


Jhon terkekeh dan mengusap kepala Samantha dengan lembut.


"Jhon, bagaimana kakimu?"


"Apa kau mengkawatirkanku?"


"Bukan begitu, aku takut lukamu akan infeksi. Kenapa tidak kerumah sakit saja?"


"Jangan kawatir baby, luka seperti ini tidak akan membuatku mati!"


Samantha mengigit bibirnya, kesal dengan jawaban Jhon. Padahal dia sangat kawatir, tapi pria itu tidak melihat kekawatirannya.


"Aku juga tidak perduli kau mati apa tidak, tapi jangan mati dirumahku!" katanya kesal.


"Baby, ucapanmu sungguh jahat!"


"Jhon, dengar! Aku akan mengantarmu kerumah sakit jadi jangan mengabaikan luka seperti ini, nanti infeksi."


"Kenapa? Apa kau begitu kawatir padaku?"


"Ya! Aku sangat kawatir padamu!" jawab Samantha kesal.


Jhon membalikkan tubuh Samantha dan melihat wajahnya dengan serius, jarang sekali wanita itu berkata jujur, tapi kenapa hari ini sangat aneh?


"Baby, kenapa kau begitu kawatir?"


"Apa dalam hatimu sudah tumbuh sedikit cinta untukku?" tanyanya menggoda.


Samantha mengepalkan tangannya, kenapa Jhon bertanya demikian?


"Oh come on, katakan kau mencintaiku!"


"Aku belum cukup gila sampai harus jatuh cinta padamu!"


Jhon tersenyum dan membelai rambut Samantha yang panjang.


"Baby, jujurlah padaku. Seperti apa tipe pria yang kau sukai?" tanyanya.


Samantha menatap Jhon dengan serius.


"Yang jelas bukan sepertimu!" jawabnya asal.


Jhon kembali terkekeh dan mencium wajahnya.


"Sayang, aku anggap akulah tipe pria yang kau sukai."


"Jangan terlalu percaya diri nanti kau akan menyesal."


"Kenapa aku harus menyesal?"


"Karena aku tidak menyukaimu!"


Mereka saling pandang sesaat tapi kemudian Jhon tertawa.


"Baby, aku tahu seorang Samantha Jackson tidak akan mudah mengakui perasaannya."


"Apa kau bi?"

__ADS_1


Sebelum Samantha menyelesaikan ucapannya, Jhon telah membungkam bibirnya.


Jhon menciumnya begitu lama sampai Samantha hampir kehabisan nafas, Jhon melepaskan bibirnya dan kembali bertanya:


"Apa kau benar-benar tidak punya perasaan sedikitpun untukku?"


"No!"


"Jadi kenapa diam saja saat aku menciummu, kenapa kau juga selalu membalas ciumanku?"btanyanya.


Samantha memalingkan wajahnya, tidak mau melihat tatapan mata Jhon yang melihatnya dengan serius. Dia juga tidak tahu kenapa bisa melakukan hal itu dengan Jhon?


"Hmm....kita ini sesama orang dewasa, jadi aku hanya bermain-main saja dengan mu!" dustanya.


"Sayang, aku tahu kau bukan orang seperti itu! Bukankah kau bilang kau wanita terhormat yang tidak akan bermain dengan sembarang orang? Jadi aku yakin kau tidak sedang bermain-main denganku."


Samantha menggigit bibirnya, jawaban apa yang Jhon harapkan darinya?


"Jhon, aku?"


"Ssstttt..!"


Jhon kembali menciumi bibir Samantha dengan mesra, dia ingin melihat reaksi wanita itu.


Semula Samantha hanya diam saja, tapi kemudian dia memejamkan matanya menerima ciuman Jhon dan mencoba mencari jawaban dalam hatinya lewat ciuman itu.


Dia bukanlah orang yang mudah berhubungan dengan siapa saja tapi pria ini, pria yang sedang menciuminya ini sungguh berbeda.


Samantha mengangkat tangannya, memeluk pria yang sedang menciuminya itu dengan erat. Dia malas memikirkannya, apa dia cinta apa tidak? Yang penting dia menikmati saat ini.


Setelah beberapa menit mereka berciuman, Jhon melepaskan bibirnya dan mengecup pipi Samantha dan berbisik ditelinganya.


"Baby, katakan kau cinta padaku."


Samantha hanya diam saja, memejamkan matanya dan menikmati sentuhan bibir Jhon diwajahnya.


"Baby, cepat katakan!" pinta Jhon lagi.


Pria itu mengelus wajah Samantha dan menggigit telinganya dengan lembut.


Samantha menahan nafasnya, menahan geli ditelinganya.


"Jhon,aku?"


"Yes, tell me you love me."


"Aku?"


"Hm?"


Jhon menciumi lehernya dan menghisapnya sehingga meninggalkan bekas merah disana.


"Uhh...aku...aku sedang cuci baju!"


Samantha segera mendorong tubuh Jhon dan bangkit berdiri, dia segera berlari keluar dari kamar itu dan memegangi wajahnya yang memerah.


Jhon melihat kepergian Samantha dengan senyum mengembang diwajahnya.

__ADS_1


__ADS_2