Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
It's you


__ADS_3

Hari itu, Jhon sedang bersiap disebuah kamar hotel yang dia sewa di Italia untuk menghadari pesta dari seorang rekan bisnisnya.


Begitu pesawat pribadinya mendarat, pria itu memesan sebuah hotel untuk menginap satu malam disana.


Jhon sedang menyisir rambutnya dan merapikannya, seandainya ada Samantha bersamanya pasti akan sangat menyenangkan.


Jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam saat itu, Billy mengetuk pintu kamar bosnya dan tidak lama kemudian Jhon keluar dari kamar itu.


Kedua pria itu melangkah bersama, keluar dari hotel itu untuk bersiap menuju tampat pesta.


Sementara itu ditempat lain, Zack sudah menjemput Samantha. Mereka langsung menuju ketempat pesta, Zack ingin membawa Edward kerumahnya tapi Samantha menolak karena Edward lebih nyaman dengan pengasuh yang dibayarnya.


Mereka tiba ditempat pesta tepat pada jam tujuh malam dan para tamu disana sudah berbaur untuk menikmati perjamuan itu.


Zack menggandeng tangan Samantha masuk kedalam dan pada saat itu Zack menyalami rekan bisnisnya dan mulai berbincang.


"Zack, boleh aku duduk disana saja?" pinta Samantha sambil menunjuk kesebuah tempat duduk yang tersedia untuk para tamu undangan.


"Baiklah, jangan jauh-jauh nanti aku kesulitan mencarimu." jawab Zack.


Samantha tersenyum dan mengangguk, sambil mengangkat sedikit gaun yang dia kenakan, Samantha berjalan melewati para tamu undangan yang ada dan duduk disana.


Samantha hanya termenung memperhatikan para tamu yang datang, itulah alasan kenapa dia tidak suka mengikuti pesta, karena dia tidak bisa minum jadi dia tidak bisa menikmati pesta itu.


Sedangkan dipintu masuk tampak dua orang pria berjalan dengan gagah, Jhon dan Billy baru saja tiba ditempat itu.


Pesta itu sudah dimulai beberapa saat lalu, begitu Jhon tiba, pria itu langsung menjadi pusat perhatian dan langsung didekati oleh para pembisnis yang ingin bekerja sama dengannya.


Jhon menyalami satu persatu para pembisnis yang mendekatinya dan mulai berbicara dengan mereka.


Sementara itu, Samantha sudah sangat merasa bosan berada disana, dia segera bangkit berdiri ingin mengambil makanan yang ada.


Samantha melewati kerumunan orang tanpa melihat sekitarnya dan berjalan kearah pastry yang dilihatnya.


Dan pada saat itu tanpa sengaja Jhon melihat wanita bergaun biru lewat didepannya, Jhon terbelalak kaget melihat wanita itu.


"Baiklah, boleh aku permisi?" pintanya pada orang-orang yang sedang berbicara dengannya.


Dia ingin mengejar wanita yang baru saja dilihatnya dan jangan sampai dia kehilangan wanita itu.


Dengan cepat pula Billy mengambil alih situasi yang ada disana untuk menggantikan bosnya.


Jhon segera meninggalkan orang-orang itu, melewati para tamu undangan untuk mengikuti wanita bergaun biru yang dilihatnya tadi.


Langkahnya terhenti saat melihat wanita itu berdiri didepan pastry dan mengambil makanan yang ada disana.


Jhon berjalan dengan cepat untuk menghampiri wanita itu yang sedang berdiri membelakanginya.


Tidak perlu dia lihat lagi karena dia sangat hapal dengan wanita itu.


"Baby."

__ADS_1


Samantha begitu kaget, kue yang dipegang oleh Samantha langsung jatuh dari tangannya.


Tidak perlu dia lihat, dia sangat tahu siapa yang memanggilnya dan dari suaranya saja dia sudah tahu, dan lagi pula hanya satu pria saja yang memanggilnya dengan sebutan itu.


Dengan cepat Samantha membalikkan tubuhnya melihat kearah pria yang berdiri didepannya.


"Jhon."


Samantha menutup mulutnya dan air matanyapun langsung mengalir dari kedua matanya.


Tanpa banyak bicara Jhon menghampirinya, menarik tangan Samantha dan memeluk wanita itu dengan erat.


"Baby, I miss you so much." bisik Jhon ditelinganya.


Samantha memejamkan matanya, melingkarkan tangannya ditubuh suaminya dan memeluknya dengan erat.


"Jhon." panggilnya lagi.


Dia masih belum percaya jika pria itu ada disana.


"Yes baby."


"It's you?" tanyanya tidak percaya.


"Yes."


"Baby, do you miss me?"


"I miss you Jhon, i miss you so much"


Jhon melepaskan pelukannya, melihat wajah Samantha dan mengusap air matanya.


Pria itu mulai mendekatkan bibirnya dan mencium bibir istrinya. Samantha memejamkan matanya, membalas ciuman pria itu dan memeluknya dengan erat.


Mereka melepaskan ciuman itu saat sudah kehabisan nafas.


"Jhon, kenapa kau ada disini?" tanya Samantha.


Jhon memegangi wajah Samantha dan menatap mata istrinya dalam-dalam.


"Baby, itu tidak penting! Yang paling penting kenapa kau ada disini dan kenapa kau tidak mencariku selama tiga bulan ini?"


"Sorry Jhon, aku?" Samantha kembali menangis.


Apa Jhon bisa menerima keputusannya?


"Baby, katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" Jhon kembali mengusap air matanya yang mengalir.


"Sory Jhon, aku terpaksa meninggalkanmu karena aku tidak punya pilihan."


"Aku tahu, tapi kenapa kau tidak mencariku?"

__ADS_1


Jhon menatap mata Samantha dalam-dalam, ingin mendengar penjelasannya.


"Aku, aku hanya takut dengan ancaman Stela! Dia berkata akan membunuh Edward jika aku kembali padamu."vjelasnya.


"Kenapa kau harus takut dengan ancaman Stela? Apa kau tidak percaya padaku?"


Samantha melepaskan diri dari pelukan Jhon dan menatap pria itu.


"Aku bukannya tidak percaya padamu, aku sangat percaya padamu."


"Lalu kenapa kau pergi begitu saja? Kau juga tidak mencariku selama tiga bulan ini! Jika kau percaya padaku, kau pasti akan mancariku!"


Jhon menekan perkataannya karena dia kesal dengan istrinya.


"Aku hanya terlalu takut untuk?"


"Kenapa kau harus takut?" Jhon memotong ucapan istrinya.


"Apa aku tidak boleh merasa takut? Aku ini manusia biasa Jhon, aku akan merasa takut saat aku harus takut, sedih saat aku harus sedih dan kau tidak tahu apa yang terjadi dengan Edward selama tiga bulan belakangan ini! Bagaimanapun aku ini seorang wanita, apa kau pikir aku tidak punya rasa takut?"


"Aku takut kehilanganmu tapi aku juga takut akan kehilangan Edward, seandainya Stela tidak mengancamku aku pasti tidak akan pergi meninggalkanmu."


Samantha memejamkan matanya berusaha menahan emosinya, kenapa kepalanya terasa pusing sekarang?


"Baby, ayo ikut denganku, kita bicarakan baik-baik ditempat lain." ajak Jhon.


Sangat tidak nyaman berbicara ditempat itu karena mereka mulai menjadi pusat perhatian.


Samantha memegangi kepalanya yang semakin terasa pusing, padahal dia tidak minum apa-apa disana.


Apa cake yang dia makan tadi mengandung alkohol?


Jhon melihat istrinya yang terihat aneh.


"Baby, apa kau baik-baik saja?" tanyanya kawatir.


"Tidak apa-apa, aku hanya sakit kepala." jawabnya.


"Sakit kepala? Apa kau minum?"


"No Jhon, kau tahu bukan aku tidak bisa minum alkohol. Entah mengapa akhir-akhir ini aku memang suka merasa pusing."


Jhon berjalan menghampirinya dan menggendong tubuh Samantha, Samantha berteriak kecil dan memeluk leher suaminya dengan erat.


"Jhon, apa yang kau lakukan?"


Samantha sangat malu karena orang yang ada disekitar mereka melihat kearah mereka.


"Baby, you must come with me."


"Where?"

__ADS_1


"Hospital."


Tidak menunggu lagi, Jhon membawa Samantha pergi dari sana.


__ADS_2