
Frans meneguk brandy didalam gelas yang dia pegang dengan cepat, pria itu sedang memikirkan perkataan Stela yang sangat tidak dimasuk diakal.
Frans kembali teringat jawaban Stela tadi.
"Jika kau tidak bercanda, katakan padaku dimana anak itu berada?"
Sebelum menjawab pertahan Frans, Stela duduk diatas sofa dan merapikan penampilannya yang sedikit berantakan.
"Percaya atau tidak, anakmu ada bersama dengan Jhon." jawab Stela.
Frans memperhatikan Stela dan tidak lama kemudian, dia tertawa terbahak-bahak. Apa Stela pikir dia akan percaya dengan kebohongan yang diucapkan olehnya? Stela sungguh rubah yang pandai menipu.
"Apa kau kira aku akan percaya dengan perkataanmu?" tanya Frans saat dia sudah menghentikan tawanya.
"Kau kira aku berbohong?" Stela menatap Frans dengan tajam.
"Stela, kau benar-benar bodoh. Pikirkan pakai otakmu itu, untuk apa Jhon mengasuh anakku? Pria seperti itu bisa memiliki anak kapan saja jika dia mau. Apa kau pikir dia akan mengasuh anakku yang adalah musuhnya?"
Stela terdiam,tidak bisa menjawab pertanyaan Frans.
"Aku muak melihatmu dan sebaiknya kau pergi dari sini!"
Frans mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan sebuah kartu dari sana.
"Di kartu ini ada lima ratus ribu dolar, kau boleh mengambilnya."
"Terserah jika kau tidak percaya!" dengus Stela kesal.
Dia segera bangkit berdiri dan meraih kartu yang diberikan oleh Frans dan pergi.
Frans melihat kepergian dan menuang segelas brandy didalam gelas.
"Anakku ada bersama dengan Jhon? Sungguh kebohongan yang luar biasa!" ucap Frans dan dia kembali meneguk Brandy yang ada didalam gelas sampai habis.
Sementara itu diapartement.
Samantha terbangun karena merasaka tangan Jhon yang sedang mengusap-usap wajahnya.
Samantha membuka matanya dan tampak Jhon tersenyum melihatnya. Dia segera membalikkan tubuhnya karena dia malas melihat wajah Jhon.
"Baby, apa kau masih marah?" Jhon melingkarkan tangannya ditubuh Samantha dan memeluknya dengan erat sedangkan Samantha hanya diam saja.
"Sayang, maafkan, aku yang salah." Jhon mencium ujung Kepalanya Samantha dan dia harap Samantha mau memaafkannya.
"Kenapa kau masih berada disini?" tanya Samantha dengan dingin.
"Aku ingin meminta maaf padamu sayang tapi kau tidur. Apa aku tidak boleh menunggumu?"
"Sana pergi!" usirnya.
Jhon memejamkan matanya, dia harus bersabar menghadapi emosi Samantha.
Jika saja bukan karena cintanya pada Samantha dia juga tidak akan mau seperti ini.
"Baby, apa kau tidak mau memaafkan aku?"
Jhon memutar tubuh Samantha dan memandangi wajahnya.
"Sana pergi, jika tidak akan aku pukul kau sampai mati!" ancam Samanta dan dia menatap Jhon dengan tajam.
"Jadi kau ingin memukulku?"
Jhon segara duduk diatas ranjang dan menarik Samantha sehingga wanita itupun terduduk diatas ranjang.
"Mau apa kau?" tanya Samantha kesal.
__ADS_1
"Kau ingin memukulku bukan? Ayo cepat pukul aku! Aku akan menerima semua pukulanmu tanpa melawan sedikitpun supaya kau mau memaafkan aku."
Jhon menarik tangan Samantha dan menepuk-nepukkan tangan wanita itu ke wajahnya.
"Ayo cepat pukul." katanya dengan penuh semangat.
Samantha melihatnya dan menarik tangannya, tapi kemudian dia kembali menjatuhkan diri diatas ranjang.
"Apa kau tidak jadi memukulku?" Jhon melihanya dengan heran.
"Sudahlah, lupakan!" jawabnya malas.
Jhon segera kembali tidur disisinya, memeluknya dan menciumi wajahnya.
"Baby."
"Hm?"
"Jadi kau tidak marah padaku lagi bukan?"
"Jangan dibahas!" jawab Samantha singkat karena dia tidak mau memperpanjang masalah itu lagi.
Jhon terus menciumi wajahnya dan berbisik ditelinganya.
"Maaf."
"Uhhh...!"
Samantha melingkarkan tangannya dileher Jhon dan memeluknya dengan erat.
Jhon mendekatkan bibirnya dan mel*mat bibir Samantha dengan cepat sedangkan Samantha memejamkan matanya, membalas ciuman Jhon.
"Jhon.." gumam Samantha dibalik ciuman mereka.
Samantha memasukkan tangannya kedalam baju kaus yang dipakai oleh Jhon dan mulai mengelus dadanya.
Samantha tersenyum mendengar perkataan Jhon.
"Kau bisa menidurinya lagi, dikamar mandi." jawabnya.
Jhon segera menangkap tangan Samantha dan menariknya.
"Sayang, jika kau coba-coba membangunkannya maka aku tidak akan tanggung akibatnya dan aku tidak mau lagi berakhir dikamar mandi untuk kesekian kalinya.'
Samantha tersenyum dan memeluk Jhon dengan erat.
"Maaf." katanya.
Jhon tercengang mendengar nya, apa tidak salah?
"Sayang, kenapa kau meminta maaf padaku?" tanyanya.
"Yah, aku rasa memang aku yang salah jadi maaf telah membuatmu kawatir dan maaf tidak memberimu kabar."
"Oh baby, kau tidak perlu meminta maaf padaku. Akulah yang salah telah memarahimu terlebih dahulu tanpa mendengar penjelasan darimu terlebih dahulu."
Jhon memeluk Samantha dengan erat, dia sangat senang kesalahan pahaman mereka dapat terselesaikan.
Samantha memejamkan matanya, menikmati kehangatan tubuh Jhon yang memeluknya.
"Sayang, apa bahumu masih sakit?"
Jhon teringat dengan bahu Samantha yang dia cengkram dengan erat.
"Oh bener sekali, kau benar-benar keterlaluan!"
__ADS_1
Samantha menarik kerah baju yang dipakainya dan memperlihatkan bahunya. Disana bekas cengkraman tangan Jhon tampak membiru dikulit putihnya.
Jhon melihatnya bekas jari jemarinya dan sangat merasa bersalah.
"Maaf sayang, maafkan aku."
Jhon mulai mengusap-usap bahu Samantha yang tampak membiru.
Samantha bangkit dari tidurnya dan duduk diatas ranjang sedangkan Jhon juga mengikutinya, dia ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Samantha.
"Maaf? Coba kau lihat!"
Samantha membuka bajunya tanpa ragu dan memperlihatkan kedua bahunya yang membiru.
Jhon menelan ludahnya karena matanya tertuju pada kedua bukit kembar Samantha yang tidak ditutupi apa-apa dan tampak menantang.
"Oh baby, aku melihatnya dan sungguh indah!"
"Hah?"
Samantha melihat kearah Jhon yang menatap dadanya dengan serius.
"Dasar mesum, aku memintamu melihat bahuku, bukan dadaku!" katanya kesal dan dengan cepat Samantha menutupi dadanya dengan bajunya.
"Baby, kau yang membuka bajumu begitu saja. Apa aku harus melewatkan pemandangan ini?" tanya Jhon menggoda
"Sialan!" maki Samantha kesal.
Jhon terseyum dan mengusap-usap kedua bahunya.
"Sayang, aku benar-benar minta maaf. Aku pasti akan menebus kesalahanku jadi maafkan aku."
"Dengan apa?" tanya Samantha dengan cepat.
Jhon tampak berpikir sedangkan Samantha melihatnya dengan serius.
"Kau boleh memintaku melakukan apapun." jawab Jhon dan pada saat itu, Samantha tersenyum dengan licik.
"Kau yang bilang ya." ucapnya dengan seringgai diwajahnya.
"Tapi ingat, jangan meminta hal yang aneh."
"Terserah aku dong."
Samantha melemparkan senyuman manis kearah Jhon, rasanya sudah tidak sabar membalas perbuatan pria itu.
"Tapi sebelum itu?"
Jhon mendorong tubuh Samantha dan men**dihnya.
"Aku sudah tidak sabar menyentuh dadamu ini."
Jhon segera menarik baju yang menutupi dada Samantha dan mulai membelainya.
Samantha memejamkan matanya, menikmati sentuhan tangan Jhon didadanya.
"Baby, kau paling pintar membangunkan adikku." bisiknya ditelinga Samantha
"Jhon jangan coba-coba!"
"Mau mandi denganku?" tanyanya.
"Aku sudah mandi!"
"Ayolah!"
__ADS_1
Jhon segera bangkit dari atas ranjang, membawa Samantha dalam gendongannya dan menuju kamar mandi.