Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Kematian Frans Leonardo


__ADS_3

Saat Billy masih menarik lidah Frans, Jhon menatap Frans yang ketakutan dan pada saat itu, dia berubah pikiran dan rasanya tidak menyenangkan jika lidah Frans diambil begitu saja.


"Billy, aku berubah pikiran." ucapnya.


Mendengar perkataan Bosnya Billy langsung menghentikan niatnya, pria itu segera menjauhi Frans dengan tang yang masih berada ditangannya.


"Master, setelah ini apa yang mau kau lakukan?" tanya Billy penasaran.


"Yah, kita lihat saja sampai Frans Rional datang. Bukankah tidak menyenangkan jika dia tidak bisa berbicara lagi?"


Seluruh tubuh Frans Leonardo bergetar ketakutan, hampir saja dia kehilangan lidahnya.


"Jhon, tolong beri kesempatan padaku. Aku tidak akan mengganggumu dan Samantha Jackson lagi." pintanya.


"Benarkah?"


Frans Leonardo mengangguk dengan cepat, dia berharap Jhon bisa mengampuninya sehingga dia bisa bertemu dengan putranya dan mengambilnya.


Sekarang hanya satu harapannya, bisa tetap hidup dan bisa bersama dengan putranya.


"Sudah aku katakan nyawamu milik Frans Rional."


"Tidak Jhon, tolong lepaskan aku sebelum Frans Rional datang. Aku mohon padamu, aku hanya ingin bersama putraku."


"Jadi kau ingin merebut putramu dari Samantha Jackson?"


"Tentu saja, dia putraku.jadi maafkan aku dan tolong segera lepaskan aku." teriak Frans Leonardo.


"Frans, kau benar-benar pria bodoh. Aku tidak akan pernah melepaskanmu jika kau ingin merebut anak itu dari Samantha Jackson."


"Buat apa aku hidup jika aku tidak bisa mengambilnya?" teriak Frans Leonardo lagi.


Frans Leonardo kembali menatap layar televisi, pria kecil itu benar-benar sangat mirip dengannya.


Sebagai ayahnya tentu dia akan mengambil anaknya kembali apapun dan bagaimanapun caranya akan dia lakukan.


Dalam hatinya mulai menyesali perbuatannya, seandainya tiga tahun lalu dia tidak mempercayai ucapan Stela begitu saja, seandainya dia tidak memanfaatkan kebaikan keluarga Rional padanya.


Frans Leonardo tertunduk lesu, karena ambisinya untuk menjadi kaya secara instan telah membuatnya seperti ini.


Seharusnya dia tidak membunuh keluarga Rional dan merebut semua hak milik Frans Rional.


Frans Leonardo kembali menyesal, semua ini gara-gara ambisinya dan dendam tidak jelas yang dipendamnya.


Selama ini Jhon tidak pernah mengusiknya walaupun pria itu tahu bahwa dia sangat membencinya.


Seharusnya waktu itu dia tidak menembak Samantha dan mendengar peringatan Jhon, dia sangat menyesal dengan apa yang telah dia lakukan.


Seharusnya dia tidak membangunkan singa yang sedang tidur itu.


"Jhon, untuk satu kali ini saja aku mohon padamu. Lepaskan aku, aku hanya ingin hidup dan mengambil anakku. Aku akan membawanya pergi jauh dan tidak mengusik kalian lagi." pintanya.


"Sepertinya kau tidak mengerti dengan situasi ini Frans."

__ADS_1


Jhon menunduk didepan Frans dan berbisik ditelinga pria itu.


"Asal kau tahu, anakmu menganggapku sebagai ayahnya jadi jika kau ingin mengambilnya maka kau menantangku!"


Frans Leonardo menahan nafasnya, tidak mungkin?


"Kau jangan bercanda denganku!" kata Frans Leonardo tidak percaya.


"Apa aku sedang terlihat sedang bercanda? Sepertinya aku harus menyiapkan video lainnya untukmu, itupun jika kau masih hidup."


"Dia anakku, kenapa kau merebutnya juga dariku!!" teriak Frans Frustasi.


"Ck...ck..lihatlah kebodohanmu tidak juga hilang walaupun kau sudah diambang kematian. Karena kebodohanmu itulah kau sampai ditipu oleh Stela. Asal kau tahu, anakmu yang menganggap aku ayahnya dan seharusnya kau bersyukur aku mau menerimanya sekalipun dia anakmu." ujarnya.


"Hahahaha..!" Frans tertawa frustasi, entah dia harus senang atau sedih.


"Entah kenapa aku memang sangat membencimu, kenapa kau selalu merebut apapun yang aku milikki."


Jhon memijit pelipisnya, entah kenapa Frans selalu menganggap dia merebut apapun yang pria itu punya.


Walaupun dia seperti itu tapi dia tidak akan mengusik lawannya jika mereka tidak mengusik ketenangannya, dia bukan orang yang suka mencari keributan tapi Frans?


Entah kenapa pria itu begitu bodoh!


"Sudahlah, percuma berbicara denganmu." kata Jhon dengan malas.


"Jhon kembalikan putraku, aku mohon padamu." pinta Frans.


"Kalau aku tidak mau?"


Jhon tertawa mendengar ancaman Frans.


"Lelucon yang bagus." ujarnya.


"Kau tidak akan bisa lolos dari sini karena aku yang akan membunuhmu." Frans Rional yang sudah datang berjalan dengan cepat kearah pria itu dan melemparkan tatapan penuh kebencian pada Frans Leonardo.


"Akhirnya kau datang juga, aku sudah bosan menunggumu."


"Sorry Jhon." jawab Frans Rional.


"Sana selesaikan permasalahanmu dengannya, dia milikmu sekarang."


"Terima kasih kau mau bersabar tidak membunuhnya dan memberikan nyawanya untukku."


Jhon hanya melambaikan tangannya memberi tanda pada Frans Rional jika dia sudah bisa membalas perbuatan Frans Leonardo terhadap keluarganya.


Frans Rional berdiri didepan Frans Leonardo yang tampak sudah babak belur, sepertinya pria itu baru saja mendapatkan siksaan yang keji dari Jhon.


"Frans Rional, dasar sampah. Kau tidak akan bisa membunuhku!"


"Kita lihat saja."


Frans Rional mengeluarkan pistol yang dia bawa saat mengikuti Jhon. Senjata itu masih berada ditangannya karena dia ingin membunuh Frans Leonardo dengan benda itu, membalas setiap apa yang diterima oleh keluarganya.

__ADS_1


"Aku akan membalas setiap luka yang diterima oleh keluargaku."


Frans Rional menodongkan pistol didepan Frans Leonardo dan menekan pelatuk senjata itu siap mengeluarkan isinya.


"No Frans, no!" teriak Frans Leonardo.


"Dor!" Frans Rional menembak paha kanan Frans Leonardo.


"Itu untuk ibuku." ujarnya.


Frans Leonardo hanya berteriak menerima timah panas dipahanya.


"Frans Rional, Jhon tolong lepaskan aku!" mohon Frans Leonardo.


Jhon hanya diam saja, membiarkan Frans Rional membalas pria itu sesuka hatinya.


"Tidak akan."


"Dor!" Frans Rional kembali menembak perut Frans Leonardo.


"Ini untuk kematian ayahku!" ujar Frans Rional.


Frans Leonardo kembali menjerit menerima timah panah itu kembali.


"Dan ini."


Frans Rional menodongkan pistolnya dikepala Frans Leonardo.


"Ini untuk adikku yang telah kau perkosa, untuk pelayan pribadiku yang mati dan untuk semua penderitaanku selama tiga tahun ini." ujarnya.


Frans Leonardo menatap wajah anaknya dilayar televisi, sekarang dia sangat menyesal dan berharap dia tidak mati.


"Tidak..Frans Rional, ampuni aku." pinta Frans Leonardo.


"Waktu itu ayahku juga memohon seperti itu tapi kau tidak mengindahkannya."


"Jhon tol?"


Sebelum Frans Leonardo menyelesaikan ucapannya, Frans Rional telah menarik pelatuk senjatanya menembaki kepala Frans Leonardo.


Frans Leonardo langsung mati penuh dengan penyesalan.


Pada saat kematian Frans Leonardo, Frans Rional menitikkan air matanya, akhirnya dia bisa membalas kematian seluruh keluarganya.


Dendam yang sudah dia simpan selama tiga tahun akhirnya terbayar sudah.


"Jhon terima kasih." Frans Rional segera mengembalikan senjata yang dipegangnya kepada Billy.


"Sudahlah, dia memang pantas mati!"


Frans Rional hanya mengangguk dan melihat kearah Frans Leonardo yang sudah tidak bernyawa.


"Billy, bereskan mayatnya." perintah Jhon.

__ADS_1


"Baik Master."


Setelah berkata demikian, Jhon segera pergi dari sana.


__ADS_2