Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Interview


__ADS_3

Samantha memandangi penampilannya dicermin karena hari ini dia akan pergi interview kesebuah perusahaan besar.


Sudah banyak lamaran yang dia kirim dan sebuah perusahaan besar menghubunginya dan memintanya melakukan interview hari ini.


Ini adalah kesempatannya karena perusahaan itu menawarkan gaji yang sangat tinggi.


Samantha memakai sepatu hak tingginya dan meraih tasnya, rambut panjangnya sengaja dia sanggul keatas supaya terlihat sopan.


Dengan kemeja putih dan rok ketat selutut yang dipakainya membuat penampilannya sudah seperti wanita karir saja.


Dengan cepat dia melangkah kearah dapur dan meraih roti yang berada diatas meja, dia sangat buru-buru supaya tidak terlambat mengikuti wawancara.


"Bibi Ann, aku pergi dulu ya!" teriaknya.


"Yes Sam." jawab Anne.


Edward sedang mandi saat itu dan Anne sedang menyiapkan seragam sekolah untuk Edward.


Samantha menaiki sebuah taxi dan tiba disebuah gedung pencakar langit dimana dia akan melakukan wawancara.


Dia menatap gedung itu sejenak dimana diatas gedung itu bertuliskan Smith crop dan sebuah lambang menghiasinya.


Samantha segera berlari dengan tergesa-gesa, sisa sepuluh menit lagi waktu interview dan jika dia terlambat sudah dipastikan kesempatannya hilang.


Banyak yang mengikuti interview disana dan dia berpikir jika dia sangat beruntung bisa terpanggil untuk melakukan interview.


Walaupun belum tentu diterima tapi dia akan melakukan yang terbaik agar HRD diperusahaan itu mempertimbangkannya.


Satu persatu calon karyawan yang mengikuti interview mulai dipanggil dan pada saat giliannya sudah tiba, Samantha menarik nafasnya sebelum masuk kedalam ruangan interview.


Dengan percaya diri Samantha masuk kedalam ruangan khusus untuk melakukan interview bagi para calon karyawan baru.


Dia yakin, dia pasti diterima dan bisa bekerja diperusahaan bergengsi itu.


Sedangkan diluar sana, Jhon melangkah masuk kedalam kantornya dan seperti biasa, Billy selalu mengikutinya dengan setia.


Saat hendak berjalan kelift pribadinya Jhon berpaspasan dengan para calon karyawan yang telah melakukan interview dan hendak keluar dari tempat itu.


"Kenapa begitu ramai?" tanyanya.


"Master, hari ini perusahaan sedang merekrut karyawan baru dan sepertinya mereka calon karyawan yang telah melakukan interview." Jelas Billy.


Jhon hanya mengangguk dan berjalan kearah liftnya sedangkan tidak jauh darinya tampak seorang wanita sedang berjalan sambil menundukkan kepalanya dengan lemas.


Billy berjalan terlebih dahulu dan membukakan pintu lift untuk bosnya sedangkan Jhon berjalan tanpa terlalu memperhatikan wanita itu.

__ADS_1


Setelah pintu liftnya terbuka Jhon dan Billy segera masuk kedalam, saat pintu lift akan menutup wanita yang dilihatnya tadi lewat dan menoleh padanya.


Mata Jhon terbelalak kaget dan dengan cepat dia menekan tombol lift untuk membuka pintu itu tapi sudah terlambat, lift yang dinaikinya mulai bergerak naik keatas.


Itu perempuan yang dicarinya, lalu kenapa ada dikantornya?


Samantha keluar dari ruangan interview dengan lemas, saat melakukan wawancara tadi dia sangat gugup dan salah menjawab pertanyaan HRD yang menginterviewnya


Kepercayaan dirinya langsung hilang dann dalam hatinya mulai ragu. Sepertinya dia tidak akan diterima disana.


Dia berjalan dengan lesu tanpa melihat arah depan, tapi saat suara pintu lift berbunyi Samantha menoleh sejenak.


Dia bukan melihat orang yang berada didalam lift itu tapi dia melihat pantulan dirinya dari pintu lift.


Samantha menurunkan sanggulan rambutnya, sepertinya keinginannya bekerja dikantor tidaklah mudah.


Bukan karena pendidikannya tapi karena pengalamannya yang minim. Samantha menarik nafasnya kecewa.


"Mungkin aku harus melamar diperusahaan yang lebih kecil." pikirnya dalam hati.


Di lift.


Jhon mengetukkan sepatunya dilantai lift dengan kesal, ingin rasanya dia menghancurkan pintu lift itu saat itu juga.


Jika ada bazoka ditangannya mungkin sudah dia lakukan.


Dia sangat kesal! Sangat kesal!


Padahal tadi itu Samantha dan dia tidak tahu kenapa wanita itu ada dikantornya.


"Master." panggil Billy.


Dia tidak tahu kenapa bosnya itu tiba-tiba berubah.


"Billy, apa kau sudah menemukan mereka?" tanyanya.


"Maaf master, belum." jawabnya.


Jhon berpikir sejenak tapi kemudian dia teringat dengan perkataan Billy bahwa hari ini perusahaannya sedang merekrut karyawan baru.


Apakah mungkin?


"Billy, aku ingin melihat semua surat lamaran yang dibawa oleh calon karyawan yang melakukan interview hari ini." pintanya.


"Untuk apa bos?" tanya Billy heran.

__ADS_1


Tidak biasanya bosnya melakukan itu, itukan semua pekerjaan HRD.


"Kau bawa saja, semuanya! Aku ingin semua sudah ada diatas mejaku dalam waktu sepuluh menit dan ingat, jangan sampai ada yang tertinggal." perintahnya.


Billy mengangguk, pria itu segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi bagian HRD.


Sepuluh menit kemudian, setumpuk surat lamaran sudah menumpuk diatas mejanya.


Jhon mulai melihat satu persatu surat lamaran itu dan selang beberapa menit dia mulai kesal, kertas yang semula dia simpan dengan rapi mulai dia buang kelantai.


Begitu banyak surat lamaran membuat kepalanya pusing.


"Master, punya siapa yang anda cari?" tanya Billy.


Jhon memutar kursinya, dia paling tidak sabar melihat surat lamaran seperti itu satu persatu.


"Coba kau cari, apakah Samantha Jackson melamar pekerjaan disini?"


Billy tercengang, tapi kemudian dia mengangguk dan mulai melihat-lihat surat lamaran itu.


Tidak berapa lama akhirnya Billy menemukan surat yang di inginkan bosnya dan dengan cepat Billy segera memberikan surat lamaran milik Samantha pada bosnya.


"Segera perintahkan seseorang bawa semua surat ini keluar, aku pusing melihatnya!" perintahnya.


Jhon berjalan kearah jendela dan tersenyum melihat surat lamaran yang berada ditangannya.


"Ternyata tidak perlu bersusah payah mencarimu, akhirnya kau datang padaku" katanya.


Jhon mulai melihat surat lamaran milik Samantha, tidak ada tertera jabatan yang diincar wanita itu.


Sebuah alamat baru dan nomor ponsel Samantha tertera disana. Dia tidak akan langsung kealamat itu atau menghubunginya karena jika dia lakukan maka Samantha akan curiga. Dia akan menahan rindunya untuk beberapa saat lagi dan membawa Samantha berada di sisinya.


Jhon melayangkan pandangannya keluar jendela, dia teringat kembali hari-hari menyenangkan yang dia lalui bersama Samantha.


Pria itu segera kembali ketempat duduknya dan meletakkan surat lamaran milik Samantha diatas meja.


"Billy, hubungi HRD untuk menerima Samantha Jackson. Aku punya posisi bagus untuknya."


Billy mengangguk dan mengambil surat lamaran milik Samantha, pria itu segera keluar dari ruangan bosnya untuk memberitahukan hal itu pada bagian HRD.


Jhon tersenyum dan mulai memainkan jarinya di keyboard komputernya.


Dia sangat yakin Samantha pasti akan menerima tawaran yang dia berikan, otaknya mulai sibuk merancang perjanjian dan syarat-syarat apa saja yang akan dia berikan jika Samantha bekerja dengannya.


Jhon terlihat bersemangat dan terkadang tersenyum dengan usil melihat ide yang ditulisnya sendiri.

__ADS_1


"Baby, aku akan membalas setiap perbuatanmu padaku." ucapnya dalam hati.


__ADS_2