Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Jebakan Stela.


__ADS_3

Malam itu Stela begitu senang melihat kedatangan tunangannya, malam ini dia sudah menyiapkan semuanya untuk menyambut pria itu.


Jhon yang baru tiba sangat heran melihat hanya ada Stela disana.


"Jhon, akhirnya kau sudah datang." ucapnya dengan nada gembira.


"Stela, dimana ayahmu?" tanyanya.


"Honey, ayahku sedang keluar, sebenar lagi dia akan kembali."


Stela menarik tangan Jhon dan membawanya masuk kedalam. Dia membawa pria itu duduk diatas sofa dan duduk dengan manja dipangkuannya.


"Stela, jangan seperti ini!" Jhon mendorong tubuh Stela dari pangkuannya.


"Jhon, kenapa? Aku hanya ingin dekat denganmu saja."


"Jangan seperti ini, aku tidak suka!"


"Kenapa? Apa aku tidak boleh bermanja-manja dengan tunanganku?"


"Stela, aku tidak suka mengulangi ucapanku!"


Stela bangkit berdiri dan mendengus kesal.


"Baiklah, sambil menunggu kedatangan ayahku, aku akan menyiapkan makan malam."


Stela segera berjalan menuju dapurnya dan sesuai dengan rencana yang telah diatur oleh ayahnya, malam ini dia akan menjebak Jhon.


Sebenarnya dari awal ayahnya tidak akan datang, mereka hanya berpura-pura agar Jhon mau datang. Setelah itu dia akan membuat Jhon menjadi miliknya malam ini.


Stela mulai menyiapkan makanan dan meletakkannya diatas meja, dia juga menyiapkan sebotol anggur dan menuangkannya kedalam gelas.


Stela melihat keadaan karena dia takut Jhon tiba-tiba masuk dan melihat aksinya. Setelah merasa aman Stela memasukkan sesuatu kedalam minuman yang akan dia berikan pada Jhon.


Dia memasukkan semua obat itu sampai habis, bisa dia bayangkan setelah Jhon meminumnya, pria itu pasti tidak berkutik dan akan menjadi miliknya.


Setelah selesai, Stela segera keluar untuk menghampiri Jhon, tinggal satu langkah lagi dan Jhon akan segera berada diatas ranjangnya.


Dia juga telah menyiapkan sesuatu dibalik baju yang dipakainya, setelah Jhon terpengaruh oleh obat itu maka dia tinggal melepaskan bajunya untuk menggoda Jhon.


"Jhon, sepertinya ayahku tidak akan datang." katanya


Stela kembali menghampiri Jhon dan duduk disebelahnya.


Jhon mematikan ponsel yang dipegangnya, sedari tadi dia hanya berkutat pada benda itu sambil menunggu apa yang akan Stela lakukan.


Seperti yang dia duga, Stela pasti akan berkata demikian. Sepertinya dari awal Bill Lourent tidak akan pernah datang tapi dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Stela setelah ini.


"Kalau begitu aku akan pergi, aku sedang ada urusan. Lain kali aku akan menemui ayahmu!" katanya


Jhon segera bangkit berdiri hendak pergi dari sana tapi Stela langsung menahan tangannya.


"Honey, kenapa terburu-buru? Makanan sudah tersedia, bagaimana jika kita makan terlebih dahulu? Setelah itu barulah kau pulang." ajak Stela.

__ADS_1


"Tidak, aku sudah makan." tolaknya.


"Honey, please."


Stela memasang wajah memelas padanya, pokoknya apapun yang terjadi Jhon harus mau makan bersamanya.


Jhon menarik nafasnya tapi kemudian dia mengangguk menyetujui permintaan Stela.


Stela begitu senang dan segera menarik tangan Jhon menuju dapurnya, senyumnya terus mengembang dan dibalik senyum itu tersimpan rencana licik yang telah disiapkannya.


Jhon segera duduk dan melihat makanan yang telah disediakan oleh Stela dengan malas.


"Honey, makanlah makanan ini. Makanan ini sangat enak jika dimakan bersama anggur."


Stela mulai mengambilkan makanan itu dan meletakkannya diatas piring yang telah dia sediakan didepan Jhon.


"Stela, setelah ini aku harus pergi!"


"Tidak apa-apa honey, kau mau datang saja sudah membuatku senang tapi minumlah anggur ini!"


Stela menyodorkan gelas anggur didepan Jhon.


"Anggur ini sangat bagus, ayahku yang membawanya." dustanya.


Jhon melihat kearahnya dengan lekat tapi kemudian dia mengambil gelas anggur itu dari tangan Stela dan segera meminumnya.


"Bagaimana, apakah enak?" tanya Stela.


Dia pura-pura menanyakan itu dan berharap Jhon mau meneguk semua anggur yang berada didalam gelas itu sampai habis.


Dia segera meletakkan gelas anggur yang telah dia minum setengah kembali diatas meja.


Stela tersenyum senang, sebentar lagi obat itu pasti akan mulai bekerja.


"Jika begitu habiskan saja." katanya.


"Tidak, aku harus pergi!"


Jhon bangkit berdiri tapi tiba-tiba kepalanya pusing dan tubuhnya mulai terasa panas. Dia kembali terduduk dan melotot pada Stela yang tersenyum kearahnya.


"Stela, apa yang kau berikan padaku?"


Stela bangkit berdiri dan mulai melepaskan pakaian yang dipakainya. Dibalik pakaiannya dia sudah tidak memakai apa-apa, dia memang sengaja melakukannya supaya Jhon semakin tergoda melihat tubuhnya.


"Sepertinya obatnya sudah bereaksi, Jhon malam ini jadilah milikku."


Stela mendekatinya dan mulai membelai wajah tampannya, dia juga meraih tangan Jhon dan meletakkan tangan pria itu didadanya. Wanita itu mulai mendekatkan bibirnya untuk menciumi Jhon.


"Stela, beraninya kau!" makinya dengan nafas yang mulai terasa berat.


Jhon menarik tangganya dari dada Stela dan menggenggamnya dengan erat untuk menahan diri dari obat yang mulai bereaksi sedikit demi sedikit.


Stela tidak perduli, wanita itu mulai membuka kancing baju yang dipakai Jhon dan mulai membelai dadanya.

__ADS_1


Dengan cepat Jhon segera mendorong tubuh Stela, dia tidak boleh berlama-lama berada disana sebelum reaksi obat itu semakin mempengaruhinya.


Pria itu segera bangkit berdiri dan berjalan keluar dengan susah payah tapi Stela segera memeluknya dari belakang dan kembali membelai dadanya.


"Honey, kenapa kau mau pergi dalam keadaan begini? Bukankah lebih baik kita menghabiskan malam ini bersama dikamarku." katanya menggoda.


Jhon mengepalkan tangannya dengan erat dan dia sedang berusaha menahan diri dari pengaruh obat itu dan dari godaan Stela.


"Stela, beraninya kau memberikan obat padaku! Setelah ini kau akan menanggung akibatnya!" ancamnya.


"Sayang, aku tidak yakin dengan ancamanmu. Setelah ini kau pasti menjadi milikku, aku akan hamil anakmu dan mau tidak mau kau harus menikahiku."


Jhon tertawa dengan kencang, jadi begitu rencananya? Dengan cepat dia membalikkan badannya dan mendorong tubuh Stela hingga wanita itu jatuh diatas lantai.


"Dengar baik-baik! Jangan meremehkan aku dengan obat ini! Sepertinya kau menganggap remeh ancamanku, maka lihatlah nanti apa yang akan aku lakukan pada ayahmu!" ancamnya lagi.


Wajah Stela langsung pucat saat mendengarnya.


"Tidak, jangan!" pintanya ketakutan.


"Satu hal yang harus kau tahu, perempuan yang aku inginkan bukan dirimu, tapi orang lain. Walaupun kau memberikan obat seperti apapun, aku tidak akan pernah menyentuhmu!"


Setelah berkata demikian Jhon segera keluar dari tempat itu meninggalkan Stela yang tampak marah dan kesal.


Stela mengepalkan tangannya, wanita mana yang Jhon maksud? Kenapa dia tidak tahu sama sekali jika Jhon punya wanita lain?


Jhon segera memerintahkan supir pribadinya untuk menuju kesuatu tempat, dia memang sengaja jatuh dalam perangkap Stela maka dengan demikian dia punya alasan untuk menendang wanita itu dari hidupnya.


Tapi obat itu? Semakin lama reaksi obat itu semakin terasa, dia berusaha menahan diri selama didalam mobil dan memerintahkan supirnya untuk membawa kendaraan itu dengan cepat.


Sedangkan saat itu, Samantha keluar dari kamar Edward setelah Edward telah tertidur. Dia menutup pintu kamar itu dengan pelan agar Edward tidak terganggu.


Samantha merenggangkan otot tangannya dan berjalan menuju kamarnya, langkahnya terhenti saat mendengar suara ketukan dari arah pintu.


Dia merasa heran, siapa yang datang malam-malam seperti ini?


Sebelum membuka pintu itu, dia mengintip dari lubang pintu untuk melihat siapa yang datang.


"Jhon?" gumamnya saat melihat orang yang berdiri diluar sana.


Samantha segera membuka pintu rumahnya dan tampak Jhon langsung menerobos masuk kedalam.


"Jhon, ada apa malam-malam kemari?"


Samantha memperhatikan pria itu yang tampak aneh dan menutup pintu rumahnya kembali.


"Baby, apa Edward sudah tidur?" tanya Jhon dengan suara yang semakin berat.


Samantha mengangguk. Ada apa dengan pria ini?


"Dimana kamarmu?" tanyanya lagi.


Samantha menunjukkan jarinya kearah kamarnya dan pada saat itu, Jhon tiba-tiba memeluknya dan mengangkat tubuhnya.

__ADS_1


"Baby, aku butuh bantuanmu!"


__ADS_2