
Samantha keluar dari dalam kamar mandi dan mengelap rambutnya yang basah, setelah melakukan itu Samantha hendak membersihkan diri tapi Jhon mengikutinya mandi bersama.
Ya tahu lah ya, acara mandi yang tadinya cuma sebentar saja jadi satu jam gara-gara perbuatan Jhon karena mereka kembali bermain dengan liar didalam kamar mandi.
Samantha mengambil baju yang telah disediakan oleh Jhon untuknyabdan saat itu Jhon keluar dari dalam kamar mandi dan memeluknya dari belakang.
"Baby, are you oke?"
"Yes."
Saat yang bersamaan ponsel Jhon berbunyi dan dengan cepat pria itu menjawab panggilan yang masuk kedalam ponselnya.
"Jhon, dimana kalian?" tanya ayahnya.
"Kenapa?"
"Hei, ini pesta pernikahan kalian dan kalian menghilang begitu saja?" kata ayahnya kesal.
"Sorry dad, kami hanya beristirahat." dustanya.
"Ya sudah, cepatlah kau kemari." perintah ayahnya.
"Oke."
Jhon mematikan ponselnya dan kembali menghampiri Samantha.
"Baby, aku harus kembali kepesta tapi kau beristirahat disini saja."
Samantha mengangguk dan memberikan pakaian suaminya yang telah dipungutnya.
Setelah memakai pakaiannya Jhon mengecup bibir istrinya sejenak dan keluar dari kamar itu.
Selang Tidak berapa lama kepergian Jhon, pintu kamar diketuk dari luar.
"Room service." terdengar suara seorang pria dari luar sana.
Samantha sangat heran, padahal dia tidak memesan apa-apa. Apa Jhon memesankan sesuatu untuknya?
Tanpa rasa curiga Samantha membuka pintu dan matanya langsung terbelalak kaget saat sebuah pistol tertodong didepan matanya.
Beberapa waktu lalu di Australia sebelum acara pernikahan.
Stela melempar majalah yang sedang dipegangnya diatas lantai setelah melihat sampul majalah yang memperlihatkan wajah Jhon dan seorang wanita yang telah merebut pria itu darinya, disana juga tertera jika mereka akan segera menikah.
Stela sangat marah dan kesal dibuatnya, dia mulai membanting barang-barang yang ada didekatnya untuk melampiaskan amarahnya.
"Hei, what happen with you?" tanya ayahnya saat melihat putrinya yang dipenuhi dengan amarah.
"Dad, lihatlah, Jhon akan menikah."
Bill Lourent mengambil majalah yang dilemparkan oleh putrinya diatas lantai, pria itu membaca berita tentang pernikahan Jhon dan langsung terbelalak kaget.
"Putri Alex Jackson." gumamnya.
"Apa daddy mengenalnya?" tanyanya penasaran.
"Tentu, sedari dulu aku benci dengan pria ini. Dia selalu menjadi pesaing bisnisku. Apa kau tahu kenapa aku mendekati Michael Smith? Aku mendekatinya agar bisa mengalahkan pria ini nantinya."
"Sialan, ayah dan anak selalu menggangu kita." umpat Stela kesal.
"Dad, apa yang harus kita lakukan?" tanyanya.
Bill Lourent berpikir sejenak.
__ADS_1
"Bunuh mereka semua dihari pernikahan itu."
"No dad, Jhon milikku! Aku tidak mau dia mati." sela Stela dengan cepat.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan?"
Stela melipat kedua tangannya dan mulai berpikir, sejak awal Jhon adalah miliknya dan wanita itu yang telah merebut Jhon darinya.
Stela tersenyum dengan licik saat telah mendapatkan sebuah ide gila dikepalanya.
"Dad, aku ada ide. Aku akan kembali ke California untuk menghadari acara pernikahan mereka." katanya sambil tersenyum dengan licik
Stela membujuk Gibson untuk meminjamkan anak buahnya dan Gibson memberikan beberapa anak buahnya untuk Stela.
Dan pada saat acara pernikahan itu berlangsung, wanita licik itu ada disana.
Dia bisa masuk kesana dengan cara berpura-pura menjadi seorang pramusaji dan tentu saja Stela menyamar agar tidak ada orang yang mengenalinya.
Dia bisa ada disana juga berkat anak buah Gibson yang diutusnya terlebih dahulu.
Dengan bantuan anak buah Gibson, rencananya berjalan dengan mulus karena tidak ada yang melihat kehadirannya diantara ratusan tamu undangan yang ada disana.
Saat upacara pernikahan itu berlangsung Stela menatap kearah Samantha yang sedang bersama seorang pria kecil yang berada dipelukannya dengan penuh kebencian, gaun pernikahan yang mewah, tiara dan kalung yang begitu indah, seharusnya semua itu miliknya dan seharusnya dia yang berdiri disamping Jhon.
Stela menggenggam tangannya dengan erat, menyelinap dari para tamu undangan dan mencari kesempatan yang ada untuk menjalankan rencananya.
Tentu saja incarannya adalah pria kecil yang ada dipelukan Samantha karena dia akan memanfaatkan anaknya.
Saat Jhon dan Samantha menyelinap dari para tamu, Stela melihat mereka, dengan cepat Stela memerintahkan seorang anak buah Gibson yang juga menyamar menjadi pramusaji disana untuk mengikuti kedua orang itu.
Setelah beberapa saat menunggu, Jhon keluar dari kamar dan anak buah Gibson langsung berpura-pura menjadi seorang service room yang ada disana.
Samantha menahan nafasnya saat seorang pria menodongkan pistol didepan wajahnya.
"Ikut deganku jika tidak mau anak itu mati!"
Apa anak yang dimaksud pria itu adalah Edward?
Ya, saat itu Stela telah menculik anaknya sendiri. Saat dia menculik Edward, Edward sedang bermain sendiri tanpa pengawasan. Silvia meninggalkan Edward sendiri karena dia sedang berbincang dengan seseorang.
Stela membujuk anaknya dan berbohong jika akan membawanya ketempat Samantha, Karena begitu polosnya Edward mengikuti Stela dan pada saat itu Stela membawa anaknya pergi dari sana.
"Apa maksudmu anak?" tanya Samantha pada pria yang menodongkan senjata didepan wajahnya.
"Jangan banyak bertanya, ayo ikut."
Dengan terpaksa Samantha mengikuti pria itu dan dia dibawa melewati jalan lain agar tidak ada yang melihat mereka.
Dengan sebuah senjata tertodong dikepalanya membuat Samantha tidak bisa melakukan apapun.
Pria itu membawa Samantha tiba disuatu tempat dan saat tiba Samantha terbelalak kaget karena Stela menempelkan sebilah pisau dileher anaknya sendiri.
Wanita itu memegang Edward dan tampak beberapa pria berdiri disisinya dengan senjata yang diarahkan ke Samantha.
"Mommy!" teriak Edward saat melihat kedatangannya dan dia tampak ketakutan.
Edward menangis dan berusaha memberontak dari pegangan ibu kandungannya.
"Stela Lourent, apa yang kau lakukan?"
Samantha ketakutan saat melihat pisau tajam yang berada dileher Edward.
"Oh ternyata kau mengenalku, Samantha Jackson!"
__ADS_1
Stela melemparkan tatapan penuh kebencian kearah Samantha.
"Mommy!" teriak Edward lagi dengan ketakutan.
"Stop!! i'm your mother!" teriak Stela marah.
"Stela, hentikan, dia masih kecil dan tidak tahu apa-apa."
"I dont care, aku memang ibunya dan aku berhak melakukan apapun padanya."
"Apa hakmu?" tanya Samantha kesal.
Wanita yang telah membuang anaknya itu masih berani membicarakan hak didepannya?
"Hei, walaupun aku membuangnya tapi aku juga meninggalkan uang untuknya! Kau pasti menggunakan uang itu untuk keperluannya dan tentu saja aku berhak memperlakukan anak ini sesuka hatiku." kata Stela.
"Uang? Sepeserpun aku tidak memakai uang lima puluh ribu dolarmu itu! Jika kau mau akan aku ambilkan uangmu itu dan akan aku lemparkan uang itu kewajahmu!" teriak Samantha.
Dia sangat panik melihat Edward yang ketakutan ditangan Stela.
Inilah alasannya kenapa selama ini dia tidak pernah mau memakai uang itu apapun yang terjadi pada Edward.
"Aku tidak perduli karena itu bukan tujuanku!"
"Lalu apa tujuanmu?"
"Aku ingin kau meninggalkan Jhon."
"Tidak bisa, dia suamiku sekarang." jawab Samantha cepat.
"Dari awal pria itu milikku dan kau merebutnya dariku, seandainya tidak ada anak ini!!"
Stela menekan pisau yang dipegangnya dileher Edward sehingga menggores kulit Edward.
"Mom, it's hurt." teriak Edward sambil terus menangis.
"Berhenti berteriak, aku ibumu, bukan dia!" teriak Stela kesal.
Edward menatap Stela dengan ketakutan dan terus menangis.
"Stela, jangan lakukan itu, dia anakmu." pinta Samantha sambil menangis pula.
"Dia anak yang tidak aku inginkan dan seharusnya aku membunuhnya sedari dulu." kata Stela dengan kejam.
"Mommy." panggil Edward dengan pilu.
Samantha tidak berdaya, hatinya pilu melihat Edward.
"Cepat kau putuskan, kau pilih Jhon atau anak ini?!" Stela kembali menekan pisau yang dipegangnya dileher Edward.
"Stela, please, lepaskan Edward." pintanya dengan pilu.
"Jangan bernegosiasi denganku!" bentak Stela.
"Berikan itu padaku." pinta Stela pada anak buah Gibson yang ada disana.
Dengan cepat anak buah Gibson memberikan sebotol cairan ketangan Stela.
"Aku beri kau waktu sepuluh detik, jika tidak memutuskan?"
Stela menyiramkan sedikit cairan itu diatas aspal dan saat itu juga aspal itu langsung mengeluarkan asap.
"Kau tahukan apa yang akan terjadi jika aku menyiramkan cairan ini diwajah anak ini bukan?"
__ADS_1
Samantha memejamkan matanya, siapa yang harus dia pilih? Jhon atau Edward?
Sungguh saat ini dia sedang berada didalam situasi yang sangat sulit.