Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Smith Family 2


__ADS_3

Saat itu silvia membawa beberapa majalah fashion gaun pernikahan dan melihat-lihat gaun pernikahan dimajalah itu.


Dia dan ibunya sedang serius melihat gaun dari sana dan saling berdebat dihadapan Samantha, Samantha hanya bisa menahan kekesalan dihatinya dan rasanya ingin lari dari sana.


Jhon dan ayahnya telah pergi meninggalkan mereka untuk membicarakan sesuatu.


Samantha menahan hati nya, menahan emosinya yang siap meledak. Dalam hatinya masih kesal karena dia dijebak oleh keluarga itu.


"Kak, bagaimana menurutmu?" tanya Silvia.


Samantha memijit pelipisnya, dia sangat menyesal telah mengatakan mau untuk menikah dengan Jhon padahal dia belum siap.


"Silvia, bukankah waktu itu kau telah memintaku mencoba beberapa gaun?"


"Kak, gaun waktu itu jelek. Katakan gaun seperti apa yang kau suka, aku akan memanggil seorang perancang terkenal untuk membuatnya."


"Oh Tuhan, jangan sampai aku menikah dengan Jhon." katanya dalam hati.


"Pilih saja, terserah kalian." jawabnya pasrah.


Silvia kembali melihat-lihat beberapa gaun dimajalah itu dan kembali berdebat dengan ibunya.


Samantha memutar bola matanya malas, dalam hatinya kembali berkata:


"Aku benar-benar sudah gila mau berhubungan dengan Jhon!"


Sedangkan Saat itu, Jhon dan ayahnya sedang berbicara berdua diruangan tempat biasa Michael bekerja.


Setelah Samantha meneriakkan kesediannya menikah dengan Jhon, Michael Smith segera mengajak putranya untuk membicarakan hal serius berdua.


"Jhon, apa kau sudah yakin dengannya?" tanya Michael pada putranya.


"Of course dad." jawab Jhon dengan yakin.


"Aku tidak akan bertanya tentang latar belakangnya karena aku percaya padamu."


"Thanks dad, kau tidak perlu kawatir karena dia putri Alex Jackson."


"Alex Jackson?"


"Yes."


"Bagaimana kau bisa mengenalnya?"


"Yah, anggap saja kami berjodoh."


"Lalu bagaimana dengan Stela?" tanya ayahnya lagi karena dia tidak tahu jika putranya sudah memutuskan tali pertunangannya dengan Stela.


"Oh dad, dia hanya ja**ng dan aku telah memutuskan tali pertunanganku dengannya." jelasnya.


"Jhon, berhati-hatilah! Wanita yang sakit hati sangat mengerikan dan aku rasa Stela tidak akan menerima keputusanmu begitu saja."


"Aku tahu, terima kasih atas nasehat daddy."


"Ya sudah, sana temani dia sebelum adik dan ibumu membuatnya lari."


Jhon terkekeh mendengar perkataan ayahnya.


"Oh dad, istri dan putrimu bener-benar luar biasa." pujinya.


Michael hanya tersenyum mendengar perkataan putranya sedangkan Jhon keluar dari sana untuk menyelamatkan Samantha.


Jhon segera kembali ke ruangan tadi dan benar saja, disana tampang Samantha sudah terlihat kusut oleh perbuatan adik dan ibunya.


"Hey kalian, stop! Kalian bisa membuat calon istriku lari!"


"Sayang, kami hanya memilih gaun pernikahan untuknya. Benarkan?" tanya ibunya kepada Samantha.


Samantha mengganggu dan tersenyum terpaksa.


"Oke..oke..sudah cukup! Baby, ikut denganku."


Jhon segera menarik tangan Samantha dan membawanya.

__ADS_1


"Kakak menghancurkan kesenanganku saja!" omel Silvia


"Kesenangan? Jika bukan perempuan sudah aku habisi kau!" maki Samantha dalam hati.


"Jhon, setelah ini ayo makan siang bersama." kata ibunya sebelum mereka pergi dari sana.


"Oke mom." Jhon segera membawa Samantha menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya.


"Baby, maafkan ibu dan adikku." katanya setelah mereka berada didalam kamar.


Samantha membuang wajahnya, malas melihat wajah Jhon.


"Baby, look at me!"


Jhon memegangi dagu Samantha dan menatap matanya.


"Apa kau marah?"


"Menurutmu?"


"Oh baby, maafkanlah. Ibuku terlalu bersemangat karena ini pertama kalinya aku membawa seorang perempuan pulang kerumah."


" Are you sure?"


"Yes."


"Kau tahu, keluargamu sungguh luar biasa!" sindirnya.


Jhon tersenyum dan menarik Samantha dalam pelukannya.


"Ibu dan adikku sangat menyukaimu, makanya mereka bertingkah seperti itu."


"Oh yah? Lalu bagaimana dengan mantan tunanganmu?"


"Baby, mereka bahkan tidak pernah mau bertemu dengannya."


Jhon mendekatkan wajahnya dan mulai mencium wajah Samantha.


"Hm?"


"Apa perkataanmu tadi serius?"


"Yang mana?"


"Menikah denganku!"


"No!"


"What?"


"Baby, jangan bercanda! Kau tidak bisa menarik kembali ucapanmu!"


"Asal kau tahu, aku mengatakan itu karena kasian pada ibumu yang menangis. Tapi ternyata? Apa ibumu mantan artis?" tanyanya.


"Bukan, ibuku hanya orang biasa."


"Benarkah? Seharusnya ibumu jadi seorang artis karena aktingnya sangat hebat sampai bisa mendapatkan piala Oscar!"


Jhon terkekeh dan mengusap kepala Samantha dengan lembut.


"Sayang, percayalah padaku. Aku akan selalu menjagamu dan Edward."


"Terima kasih, aku tidak butuh!" jawab Samantha dengan cepat.


"Oh baby, kau sangat menyebalkan!"


Jhon segera mengangkat dagu Samantha dan mel*mat bibirnya sedangkan Samantha memejamkan matanya, membalas ciuman Jhon. Sebenarnya dalam hatinya masih kesal, tapi? Ya sudahlah! Sepertinya bagaimanapun dia tidak akan lepas dari Jhon.


Jhon melepaskan bibirnya dan menatap Samantha dengan lekat.


"Apa kau sudah siap menjadi nyonya Smith?" tanyanya.


Samantha tersenyum dan mendekatkan wajahnya, dia juga berbisik ditelinga Jhon.

__ADS_1


"Dalam mimpimu Mr Smith!"


"Bhukkk!!"


Samantha meninju perut Jhon dengan sekuat tenaga dan pada saat itu Jhon langsung memegangi perutnya karena tidak menduga Samantha akan memukulnya.


"Baby, kau!!"


"Itu balasan karena kalian telah menjebakku!" katanya dengan puas.


"Baby, awas kau ya!"


Jhon segera menarik tangan Samantha dan menggendongnya.


"Jhon mau apa?!"


"Tidak, apa perasaanmu sudah membaik sayang?" tanyanya.


"Hm." jawab Samantha dan dia memeluk leher Jhon dengan erat.


"Jika belum kau bisa memukulku sampai kau puas." ucap Jhon.


"Sudahlah, anggap aku memang sudah gila mau berhubungan denganmu."


"Sayang, aku tidak akan membuatmu menyesal karena mau berhubungan denganku."


Samantha tersenyum dan membenamkan wajahnya dileher Jhon.


"Jhon, kalian benar-benar menyebalkan."


"Seperti yang ayahku bilang, selamat datang dikeluargaku yang menyebalkan."


Senyum Samantha kembali mengembang diwajahnya, walaupun keluarga Jhon sangat menyebalkan tapi dia bisa melihat, mereka semua orang yang sangat baik.


"Nyonya Smith, bagaimana jika kita turun makan."


"Jangan panggil aku nyonya Smith."


Jhon menurunkan Samantha dari gendongannya dan mencium wajahnya.


"Baby, sebentar lagi kau akan menjadi nyonya Smith."


Diam-diam Samantha kembali tersenyum, dalam hatinya sangat senang. Dia berharap tidak akan ada yang mengganggu hubungan mereka.


Mereka berdua keluar dari kamar itu dan segera menuju kemeja makan, disana tampak keluarga Jhon telah menunggu kedatangan mereka dan Edward yang sedang duduk dengan manis sambil memakan makanannya.


Mereka berbicara dengan hangat dan Samantha mengutarakan niatnya untuk membawa Edward pulang hari ini.


Semula keluarga Jhon menolak,


karena mereka sudah jatuh hati dengan Edward tapi Samantha tidak enak hati dan tetap ingin membawa Edward pulang.


"Sayang, kenapa kalian tidak menginap saja?" Pinta Xiau Yu kepada putranya sebelum melepas kepergian mereka.


"Aku mau mom tapi calon menantumu tidak mau." jawab Jhon.


"Kenapa?"


"Maaf aunty, mungkin lain kali karena aku juga tidak membawa apa-apa kemari."


Xiau yu menarik nafasnya kecewa.


"Sayang sekali, padahal aku ingin berbincang-bincang denganmu."


"Lain kali aku akan datang lagi." hibur Samantha.


"Tentu sayang, kau harus sering datang."


Samantha tersenyum dan memeluk ibu Jhon, setelah itu mereka masuk kedalam mobil untuk kembali keapartemennya.


Sebelum mobil yang membawa mereka mulai berjalan, Samantha dan Edward melambaikan tangannya pada keluarga itu.


Sedangkan saat itu didepan pintu apartemen Samantha, lagi-lagi seorang pria bersandar didaun pintu dan menunggu kedatangan Samantha.

__ADS_1


__ADS_2