Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Smith family


__ADS_3

Saat itu Samantha sedang mengikuti Jhon untuk pergi kerumah keluarganya, bukan hanya ingin menjemput Edward tapi dia juga harus bertemu dengan keluarga Jhon dan mau mengucapkan terima kasih karena telah menjaga Edward.


Samantha begitu gugup, karena ini pertama kalinya dia akan bertemu dengan ibu Jhon dan dia harap keluarga Jhon mau menerimanya.


"Jhon, apa penampilanku sudah oke?" tanyanya.


"Baby, jangan gugup seperti itu! Penampilanmu sudah perfect." jawab Jhon.


"Are you sure?" tanya Samantha memastikan.


"yes."


Samantha memalingkan wajahnya dan memandangi jalanan yang mereka lalui, dalam kepalanya sedang membayangkan seperti apa rupa ibu Jhon.


"Jhon, seperti apa keluargamu?"


Jhon memegangi tangannya dan mengusapnya.


"My family is a good person, honey."


"I know."


"So?"


"Aku hanya merasa gugup saja."


Jhon tersenyum dan menarik Samantha agar bersandar dibahunya.


"Sayang, tenang saja. Keluargaku tidak menggigit."


Samantha tersenyum dan perkataan Jhon membuatnya sedikit tenang. Selama diperjalanan Samantha terus bersandar dibahu Jhon sedangkan Jhon mengelus-elus kepalanya dengan sayang.


Saat mobil yang membawa mereka sudah tiba disebuah rumah, yah, tidak perlu ditanya yang pasti besar. ( kalau kecil gubuk 🤭)


Jhon segera turun dari mobilnya dan Samantha mengikutinya.


"Lets go baby."


Jhon mengulurkan tangannya kepada Samantha dan Samantha segera menyambut uluran tangannya.


Mereka berjalan dengan bergandengan tangan masuk kedalam rumah itu dan pada saat itu, seorang pelayan pribadi berdiri Didepan pintu dan menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang tuan muda."


Jhon mengangguk dan segera membawa Samantha masuk kedalam rumahnya, mereka berjalan menuju kesebuah ruangan, ruangan dimana Jhon dan keluarganya biasa berkumpul.


Dia tahu, keluarganya pasti sedang ada disana karena tadi Jhon telah memberi tahu ibunya jika akan pulang membawa pacarnya.


Diruangan itu, tampak Silvia sedang memegang sebuah majalah fashion dan berbincang dengan ibunya sedangkan ayahnya sedang bercanda dengan Edward yang duduk diatas pangkuannya.


"Hai Guys."


Sapaan Jhon membuat semua mata tertuju padanya.


"Mommy." teriak Edward saat melihat kedatangan Samantha.


Edward segera turun dari pangkuan Michael dan berlari kearah Samantha.


Samantha menunduk dan membuka tangannya dan dengan cepat Edward masuk kedalam pelukkannya.


"Oh my boy, i miss you." Samantha memeluk Edward dengan erat dan menciumi wajahnya.


"Kenapa kau lama sekali?"


Xiau Yu segera bangkit berdiri dan menghampiri putranya.


"Sorry mom."

__ADS_1


Samantha segera menurunkan Edward dan melihat wanita itu, sungguh jauh dari bayangannya. Dia kira ibu Jhon perempuan keturunan inggris ternyata ibu Jhon orang asia tulen.


Pantas saja wajah Silvia terlihat oriental.


"Selamat siang nyonya Smith." sapanya.


"Jadi ini Samantha?" tanya Xiau yu.


Samantha mengangguk.


"Oh Tuhan, kau sangat cantik."


Xiau Yu segera memeluk tubuh Samantha dengan hangat, senyum Samantha mengembang dan membalas pelukan ibu Jhon.


"Ternyata ibu Jhon sangat ramah tidak seperti kedua anaknya yang menyebalkan." katanya dalam hati.


Xiau Yu melepaskan pelukannya dan segera menarik tangan Samantha untuk membawanya kearah sofa.


Samantha melihat kearah Michael Smith dengan tidak enak hati, gara-gara kejadian bikini itu, sampai sekarang masih membuatnya malu.


"Selamat siang tuan Smith." sapanya dengan ragu.


Michael hanya mengangguk dan memperhatikan sekilas.


"Hai kakak ipar." Sapa Silvia.


Silvia melambaikan tangannya dan tersenyum manis padanya.


Samantha hanya membalas senyumannya dan mengikuti ibu Jhon duduk diatas sofa.


Jhon mengikuti mereka dengan membawa Edward dalam gendongnnya dan duduk disisi Samantha.


"Samantha, kenapa kau baru datang kerumah kami hari ini?" tanya Xiau Yu.


"Ah..itu...? Jhon tidak pernah mengajakku." katanya beralasan.


"Benarkah?"


"Jhon, bisa kau jelaskan padaku nanti?"


"Good girl, kau memojokkanku didepan keluargaku." kata Jhon dalam hati.


"Mom, aku terlalu sibuk memanjakkannya sampai lupa membawanya kemari." jawab Jhon asal.


Hah? Apa maksud perkataan Jhon?


"Hhmm!" Samantha berdehem pelan untuk mengalihkan pembicaraan.


"Maaf telah merepotkan nyonya Smith dengan menitipkan Edward disini." dia mencoba mengalihkan pembicaraan.


"No problem honey, aku sangat senang ada anak kecil lagi dirumah dan jangan panggil aku nyonya." jawab Xiau Yu.


"Kak, kapan kalian akan menikah?" tanya Silvia tiba-tiba.


Samantha langsung melotot kearah Silvia yang telah melontarkan pertanyaan itu.


Sedangkan Jhon melirik kearah Samantha sejenak.


"Yah, jika dia sudah bersedia." jawabnya.


"Apa kau tidak mau menikah dengan putraku?" tanya Xiau yu.


Semua mata tertuju kearahnya, menunggu jawaban darinya kecuali Edward, dia tidak mengerti dan sedang memainkan mainannya diatas lantai.


"Bagus, satu keluarga memojokkanku sekarang." gerutu Samantha dalam hati


"Baby, kau maukan menikah denganku?"

__ADS_1


Samantha diam saja, tidak bisa menjawab pertanyaan Jhon.


"Apa kau tidak mau menikah dengan putraku?" Xiau yu mengulangi pertanyaannya.


"Tidak bukan begitu!"


"Jadi?"


"Aku rasa tidak perlu terburu-buru." jawabnya beralasan.


"Baby, apa kau tidak mau menikah denganku?" tanya Jhon lagi.


Samantha melotot kearah Jhon! Padahal dia hanya ingin menjemput Edward dan mengucapkan terima kasih pada ibunya karena telah menjaga Edward, tapi kenapa suasana disana jadi seperti lamaran saja?


"Itu.?"


Semua masih setia menunggu jawaban darinya.


"Jhon, awas kau nanti!" makinya dalam hati.


"Baby, apa kau ragu?" tanya Jhon memastikan.


"Tidak, aku?"


"Hm?"


Samantha tidak tahu harus menjawab apa karena ini pertanyaan yang tidak dia duga sama sekali.


"Baby?" Jhon menekan pertanyaan nya karena sudah tidak sabar menunggu jawaban dari Samantha.


"Kak, lihatlah, dia tidak mau menikah denganmu." sela Silvia.


"Jhon, aku sangat sedih. Padahal aku pikir kau telah menemukan pendamping yang tepat." Xiau Yu berpura-pura menangis dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kak, kenapa kau membuat mommy menangis?" sela Silvia lagi.


"No, bukan seperti itu. Sorry mom."


Samantha tercengang, dia benar-benar tidak enak hati. Samantha menelan ludahnya saat Michael Smith melotot kearahnya.


"Tidak, bukan begitu." Samantha mencoba menghibur ibu Jhon.


"Padahal aku sudah sangat berharap, aku sudah tidak sabar memiliki seorang menantu, tapi?" kata ibu Jhon lagi dan dia masih pura-pura menangis.


Samantha sangat merasa bersalah melihat ibu Jhon.


"Hancur sudah harapanku." kata Xiau Yu lagi disela tangisannya.


Samantha segera bangkit berdiri karena dia sudah tidak tahan dengan situasi disana, dia juga merasa sangat bersalah karena telah membuat ibu Jhon menangis.


"Aku akan menikah dengannya." teriaknya.


Senyum Jhon langsung mengembang diwajahnya.


"Benarkah?" Xiau yu membuka tangannya dan tersenyum kearahnya.


Samantha kembali tercengang, mana air matanya?


"Mom, aktingmu sangat hebat." puji Silvia


"Sayang, aku belajar dari kalian berdua." kata Xiau Yu.


Samantha melotot tidak percaya dan kembali terduduk dengan lemas.


"Damn, aku dijebak!" katanya dalam hati.


"Welcome to my family."celetuk Michael dan mereka tertawa bersama-sama sedangkan Samantha memendam kekesalan didalam hati.

__ADS_1


__ADS_2