Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Let's play


__ADS_3

Australia waktu setempat.


Saat itu Bill Lourent dan Gibson sedang membicarakan sesuatu disebuah rumah mewah yang sekaligus menjadi markas besar milik Gibson.


Disana terdapat seratus lebih anak buah Gibson yang berjaga-jaga siap menerima perintah kapan saja dan menjaga tempat itu.


Gibson sedang merencanakan hendak menyeludupkan senjata kembali dan meminta bantuan Bill Lourent.


Tidak hanya itu, Gibson juga berencana menyeludupkan ratusan kilo kokain dan beberapa obat terlarang ke Amerika, dia juga meminta Bill Lourent mengatur semuanya.


Bill Lourent begitu senang karena mendapat kepercayaan dari sahabatnya itu dan tentu saja semua kepercayaan yang dia dapat berkat performa putrinya.


"Jadi, kapan kau bisa mulai memimpin anak buahku untuk menyeludupkan obat-obatan itu?" tanya Gibson pada sahabatnya.


"Mungkin beberapa hari lagi dan aku akan melakukannya dengan baik."


"Pastikan itu karena kali ini aku tidak mau ada kegagalan seperti yang sudah terjadi sebelumnya."


"Pastikan Jhon Smith dan anak buahnya tidak mengetahui rencana kita ini." kata Gibson lagi.


"Kau tidak perlu kawatir Gibson, Jhon Smith tidak akan mengusik rencana kita lagi karena aku yakin dia sudah tidak bisa berkutik lagi."


Bill Lourent tersenyum dengan licik, dia yakin saat ini putrinya pasti sudah berhasil mendapatkan pria itu kembali.


"Bagus jika begitu, aku percaya padamu dan saat semuanya berhasil maka kita akan bagi hasil lima puluh persen untukmu dan lima puluh persen untukku." ujar Gibson senang.


Bill Lourent betul-betul senang, setidaknya dia tidak perlu memusingkan uang sekarang.


Mereka terus menyusun rencana untuk melancarkan aksi mereka nanti dan pastinya rencana mereka harus berhasil.


Pada saat itu Stela kembali dan tersenyum dengan puas, saat wanita itu kembali Gibson menarik tangan Stela dan membawanya masuk kedalam kamarnya sedangkan Bill Lourent kembali kedalam kamarnya pula.


Dilihat dari wajah putrinya, sepertinya rencananya berjalan dengan baik.


Tapi mereka tidak tahu diluar sana dua orang pria dan para anak buahnya sudah datang untuk menghancurkan mereka.


Jhon dan Michael turun dari mobil mereka dan melihat sebuah bangunan yang ada didepannya mereka.


Billy dan para anak buahnya juga sudah bersiap dibelakang mereka.


Billy membawa anak buahnya dengan bersenjatakan lengkap, misi mereka membunuh setiap musuh yang terlihat dan harus kembali hidup-hidup dan tentu saja dia sudah mendapat perintah dari bosnya untuk mencari Samantha dan Edward disetiap tempat itu.


Jhon dan ayahnya masih berdiri disitu, didepan gerbang rumah sekaligus markas Gibson.


"Dad, bagaimana jika kita memainkan sebuah game?" ajaknya tiba-tiba.


"Game?" tanya ayahnya.


"Kita mainkan sebuah permainan siapa diantara kita yang paling banyak membunuh musuh nantinya."


"Lalu?"

__ADS_1


"Jika kau menang, aku akan memijitkan kakimu." ujarnya lagi.


Michael Smith melihat kearah putranya, pijit kaki?


Sepertinya itu penawaran yang sangat menarik dari putranya.


Sebagai seorang ayah tentu itu hal yang sangat luar biasa karena putranya ingin memijitkan kakinya.


"Jika daddy kalah?"


Jhon tersenyum pada ayahnya.


"Daddy harus menggantikan aku selama satu bulan dikantor." katanya.


"Deal." jawab ayahnya dengan cepat.


Jhon dan Michael langsung menarik dua buah senjata dari balik baju mereka secara bersamaan.


"Let's play." ajak Michael Smith.


Mereka mulai melangkah dengan gagah, Billy dan para anak buahnya berjalan didepan mereka.


Dengan cepat anak buah mereka mendobrak gerbang didepannya dan menodongkan senjata didepan mereka siap menembak musuh yang terlihat.


Saat itu Anak buah Gibson yang berjaga didepan markas sangat kaget dibuatnya, mereka tidak menyangka akan ada penyerangan tiba-tiba.


Sebelum mereka dapat melakukan sesuatu anak buah Jhon sudah menembaki mereka.


"Dor...dor...dor...!"


Suara tembakan itu membuat seluruh anak buah Gibson waspada, merekapun mulai mengambil senjata mereka untuk menembaki musuh yang ada.


Jhon memerintahkan anak buahnya untuk berpencar, sedangkan pria itu dan ayahnya berjalan dengan gagah sambil menembaki musuh yang terlihat didepan mereka.


Dalam beberapa saat saja, ditempat itu menjadi arena baku tembak.


"Dad, berapa yang sudah kau dapatkan?"


"Twenty" jawab ayahnya.


Saat itu kedua ayah dan anak itu sedang berdiri berlawanan arah sambil menempelkan punggung mereka.


Michael Smith mengisi peluru senjatanya kembali yang telah kosong dan pada saat itu seorang anak buah Gibson menodongkan senjatanya hendak menembak kearahnya.


Jhon yang melihat itu langsung menembaki anak buah Gibson itu.


"Dor..!" anak buah Gibson langsung ambruk kelantai karena Jhon menembaki kepalanya.


"Be careful dad, jika daddy mati apa yang akan aku katakan pada mommy nanti." ujarnya.


"Aku tidak akan mati semudah itu!" jawab Ayahnya.

__ADS_1


Jhon tersenyum mendengar perkataan ayahnya.


"So, are you ready to play again dad?"


"Of course."


Setelah senjatanya terisi kembali Michael dan putranya kembali melangkah dan menembaki anak buah Gibson yang terlihat, ayah dan anak itu saling melindungi supaya tidak ada yang bisa menembaki mereka.


Sambil menembaki anak buah Gibson mereka sembari menghitung berapa orang yang telah mereka tembaki karena bagi mereka itu adalah arena tempat permainan mereka berlangsung.


Tidak perlu butuh waktu lama, banyak anak buah Gibson mati bersimbah darah karena perbuatan mereka sedangkan sisa lainnya ditembaki oleh anak buahnya dan Billy.


Mereka berjalan dengan cepat untuk mencari bos disana, dan para anak buah Jhon mulai mengecek setiap ruangan yang ada.


Pada waktu tembakan itu terjadi, Bill Lourent yang sedang berada dikamarnya sangat kaget saat mendengar suara tembakan diluar sana, pria itu mengintip dan melihat terjadi baku tembak antara anak buah Gibson dan dia tidak tahu dengan anak buah siapa.


Bill Lourent bukannya langsung melarikan diri tapi pria tua itu mengambil uang yang dia punya dengan tergesa-gesa, setidaknya dia harus lari sambil membawa uang itu.


Baru saja Bill Lourent membuka pintu kamarnya tiba-tiba seorang pria berdiri didepan pria itu dan menodongkan pistol didahinya.


"Billy."


Wajah Bill Lourent langsung pucat melihat pria itu.


"Tidak mungkin?" kata Bill Lourent tidak percaya.


"Tuan Bill, sebaiknya ikut denganku!"


Bill Lourent mengangkat tangannya dan menjatuhkan tas uangnya keatas lantai.


"Jhon ada disana? Habislah sudah!"


Dengan wajah lesu pria itu langsung diseret oleh Billy untuk menemui bosnya.


Sedangkan saat itu Jhon dan ayahnya tiba disebuah kamar dengan para anak buah dibelakang mereka.


Itu kamar terakhir yang belum anak buahnya masuki dan Jhon sangat yakin Gibson pasti ada disana.


Tanpa basa basi lagi Jhon menendang pintu kamar itu dengan kencang hingga terbuka.


"Bruaaakkk!!!"


Sontak saja Gibson dan Stela yang sedang melakukan hubungan intim langsung terperanjat kaget.


Stela terbelalak kaget begitu juga Gibson saat melihat dua orang pria berdiri didepan pintu kamar.


"Jhon and Michael Smith." kata mereka secara bersamaan.


Para anak buah Jhon masuk kedalam kamar itu, mengepung mereka dan menodongkan senjata pada Gibson dan juga Stela.


Stela langsung melepaskan diri dan menutupi tubuhnya yang telanjang dengan selimut.

__ADS_1


Wanita itu bergetar ketakutan dan wajahnya langsung pucat saat melihat Jhon berdiri disana dengan tatapan penuh kemarahan.


Habislah sudah riwayatnya.


__ADS_2