Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Perlawanan Samantha


__ADS_3

Colorado 07.00 PM


Saat itu pesawat yang ditumpangi oleh Samantha telah mendarat, dengan cepat wanita itu turun dari pesawat dan melangkah keluar.


Karena tidak membawa apa-apa membuat Samantha bisa keluar dengan cepat, sudah beberapa jam berlalu dan dia semakin kehabisan waktu.


Jika sampai dua belas jam dia belum tiba dirumahnya maka habislah kedua orang tuanya.


Samantha menyetop sebuah taxi dan meminta supir taxi mengantarnya kembali kerumahnya dan selama diperjalanan Samantha telah memikirkan apa yang harus dia lakukan.


Dia juga berharap Jhon telah kembali dan membaca pesan yang dia tinggalkannya.


Sebelum sampai dirumahnya, Samantha meminta taxi yang dia tumpangi berhenti. Dia menebak, kemungkinan Frans tidak sendiri.


Selama dia bisa melawan, maka akan dia lakukan. Dia tidak akan mau muncul begitu saja didepan Frans Leonardo dan menyerahkan diri tanpa perlawanan.


Jika itu dia lakukan maka sia-sia sabuk hitam yang dia dapatkan dengan susah payah.


Samantha mendekati rumahnya dengan hati-hati dan mengintip dari pagar rumahnya untuk melihat kedalam sana, benar saja dugaannya, beberapa orang pria sedang berjaga-jaga didepan rumahnya.


Samantha melirik jam dipergelangan tangannya, masih ada beberapa jam lagi sampai batas waktu yang diberikan oleh Frans.


Samantha menaiki tembok yang menjadi penghubung pagar rumahnya yang tidak terlalu tinggi dengan hati-hati dan setelah itu, dia bersembunyi diantara pepohonan yang menjadi penghias taman yang ada didepan rumahnya.


Keadaan lampu taman yang temaram membuatnya lebih mudah menyembunyikan diri supaya tidak dilihat oleh lawan. Sebelum masuk kedalam rumahnya, Samantha harus melewati beberapa anak buah Frans yang berjaga disana.


Para pria yang berdiri didepan rumahnya tampak sedang waspada, tapi mereka tidak tahu jika Samantha sudah ada disana.


Dengan pelan-pelan Samantha berjongkok menyelinap diantara pepohonan, mendekati jendela yang berada disamping rumahnya karena disana tidak terlihat anak buah Frans berada.


Dengan hati-hati Samantha melihat kedalam dan dari sana dia dapat melihat beberapa orang didalam rumahnya, tapi dia tidak bisa melihat keadaan ayah dan ibunya.


Samantha berbalik, menjauhi jendela. Tidak jauh dari sana terdapat sebuah gudang kecil tempat ibunya menyimpan perkakas untuk menanam bunga.


Dengan hati-hati pula Samantha mendekati gudang itu dan membuka pintunya dengan pelan.


Samantha menyalakan lampu kecil yang tergantung disana, beruntunglah gudang itu tidak memiliki jendela sehingga tidak akan terlihat dari luar sana jika dia menyalakan lampu.


Samantha mengedarkan pandangannya, mencari sesuatu disana. Dia harus memiliki senjata ditangannya untuk menghadapi anak buah Frans.


Dia harus berhati-hati, bisa saja mereka memegang pisau ditangannya. Dia tidak mau mati sia-sia sebelum menyelamatkan kedua orang tuanya.

__ADS_1


Disana tampak sebuah tongkat yang tergeletak diatas lantai dan dengan cepat Samantha meraih tongkat itu untuk memukul lawannya nanti.


Tapi sebelum itu, dia mengambil tali dan lakban yang ada didalam kotak perkakas ayahnya.


Benda-benda itu akan dia gunakan untuk mengikat lawan yang pingsan nanti.


Samantha kembali keluar dari gudang itu dan kembali menyelinap diantara pepohonan, dia mulai mendekati seorang pria yang sedang menghisap rokoknya dan berdiri sendirian.


Pria itu tampak mengusap tangannya yang dingin karena hembusan angin malam.


Dengan hati-hati Samantha mendekatinya dan dengan cepat pula Samantha memukul pelipis pria itu.


"Uggghhhh...."


Pria itu langsung tidak sadarkan diri sedangkan Samantha mengedarkan pandangannya kembali karena dia kawatir jika ada yang melihat.


Dirasa aman, dengan cepat Samantha mengikat pria itu dengan tali yang dia siapkan dan menutup mulut pria itu dengan lakban pula.


Saat itu dia terlihat begitu bodoh karena menyusup dirumah sendiri.


Setelah selesai Samantha kembali menyelinap dan mendekati pria lainnya, dia juga melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan pada pria tadi.


Memukulnya sampai pingsan, mengikat pria itu dengan tali dan melakban mulut mereka. Semua itu dia lakukan dengan perhitungan yang matang.


Tapi dia tidak akan menyerah karena lebih baik melawan dari pada langsung menyerahkan diri.


Samantha memejamkan matanya, menggenggam tongkat ditangannya dengan erat. Dia kembali menyelinap mendekati pria yang berjaga didekat pintu.


Dengen penuh perhitungan Samantha memukul pelipis pria itu menggunakan tongkat yang berada ditangannya dengan kencang.


"Aaakhh!" Pria itu menjerit sebelum pingsan dan jeritannya memancing teman lainnya yang berada disana.


"Hei, what wrong?" tanya teman pria itu.


Samantha sangat gugup dan langsung menyembunyikan diri.


Teman pria yang dia pukul tadi mengajak beberapa teman lainnya untuk melihat keadaan.


Mereka segera mendekati temannya yang berteriak dan begitu kaget mendapati teman mereka pingsan.


"Ada penyusup, waspada!" teriak salah seorang lainnya.

__ADS_1


"Oh sial, situasi ini semakin sulit." maki Samantha dalam hati.


"Bos, sepertinya ada penyusup." lapor seorang anak buah Frans melalui ponselnya.


Frans langsung bangkit berdiri saat mendapat laporan dari anak buahnya.


"Siapa?" tanyanya dengan cepat.


"Tidak tahu!" jawab anak buahnya.


"Cari sampai ketemu dan bawa kehadapanku!" perintah Frans.


Para anak buah Frans mulai waspada, mereka mulai berpencar ditaman itu dan mereka juga sangat kaget mendapati dua orang teman mereka pingsan dan terikat dengan tali.


Frans sudah gusar menunggu dan segera meraih ponselnya untuk menghubungi Samantha. Tinggal beberapa jam lagi dan wanita itu belum muncul juga.


Dia juga sudah bosan dan sudah tidak sabar untuk mengakhiri permainan itu secepatnya supaya semua milik keluarga Jackson jatuh ketangannya.


Frans segara menekan ponselnya untuk menghubungi Samantha sedangkan diluar sana, Samantha yang sedang bersembuyi begitu kaget karena ponselnya yang berbunyi. Para anak buah Frans langsung melihat kearah datangnya suara dan dengan cepat mereka berlari menghampiri Samantha.


"Ketemu." ujar salah seorang anak buah Frans saat melihat Samantha.


"Damn." maki Samantha.


Samantha bangkit berdiri dan segera melayangkan kakinya kedagu pria itu dan dalam sekejap mata saja, mulai terjadi perkelahian ditempat itu.


Frans langsung melangkah keluar saat mendengar keributan diluar sana, diluar sana Frans melihat para anak buahnya babak belur dihajar oleh seorang perempuan.


"Wow wanita tangguh, aku sudah menungumu." ujarnya.


Samantha melotot pada pria itu dan dengan cepat Samantha berjalan kearah Frans. Ingin rasanya dia memukul Frans sampai mati.


"Lepaskan ayah dan ibuku!" teriaknya.


"Jangan buru-buru sayang, sebaiknya kau menurut jika tidak mau kedua orang tua itu mati!"


Salah satu anak buah Frans mengeluarkan sepucuk pistol dan menodongkan pistol itu dikepala Samantha.


"Frans, aku tidak akan mengampunimu!"


"Samantha, kau tidak akan bisa melakukan apapun padaku! Bawa dia kedalam." perintah Frans.

__ADS_1


Samantha dipaksa mengikuti Frans masuk kedalam rumahnya dengan sepucuk pistol yang ditodongkan oleh anak buah Frans dikepalanya.


Samantha tidak punya pilihan dan dengan terpaksa dia mengikuti pria itu. Dia berharap dalam hati, semoga Jhon cepat datang.


__ADS_2