
Selama bosnya pergi berbulan madu, Billy sedang menyusun recana pernikahannya dengan Amber.
Saat Billy kembali dari Italia, pria itu langsung menuju kerumah Amber dan melamar kekasihnya. Tentu saja hal itu membuat Amber begitu kaget karena dia tidak menyangka akan dilamar begitu cepat tapi wanita itu menerima lamaran Billy karena dia juga sudah yakin akan pria itu.
Tentu saja Billy meminta cuti pada Michael Smith yang menggantikan putranya dikantor selama putranya pergi berulan madu untuk mempersiapkan pernikahan mereka.
Dan pada saat bosnya kembali dari bulan madu, persiapan pernikahannya sudah hampir selesai dan berkat kerja kerasnya menyiapkan pernikahannya selama dua bulan, inilah hari pernikahan yang dinantikan oleh Billy dan Amber.
Billy sedang bersiap menjemput pengantinnya dengan senyum mengembang diwajahnya.
Sementara itu dikediaman pribadi Jhon, dia sedang sibuk memakai pakaiannya untuk menghadiri pernikahan asisten pribadinya yang setia.
Jhon sedang sibuk mengancingkan kemejanya satu persatu dan pada saat itu Samantha masuk kedalam kamar mereka dan memeluk suaminya dari belakang.
Wanita itu baru saja selesai memakaikan pakaian Edward karena mereka akan ngajak Edward pergi bersama.
"Jhon, are you ready?"
"Almost complete baby."
Jhon membalikkan tubuhnya dan memeluk istrinya, dia memperhatikan istrinya dari atas sampai kebawah dan mulai mengelus perut Samantha yang sudah membesar.
Walau begitu, Samantha terlihat semakin cantik dimasa kehamilanannya apalagi dengan gaun merah panjang yang memperlihatkan bahunya yang terbuka membuat penampilan Samantha emakin menawan.
"Baby, you look so beautiful." puji Jhon pada istrinya.
Samantha tersenyum dan mengusap wajah tampan suaminya.
"You look so handsome too my hubby." pujinya pula.
"Oh yah, apa kau jatuh cinta padaku kerena ketampananku?" godanya.
"Kau terlalu percaya diri!" tepis Samantha dengan cepat.
Jhon terkekeh dan mencium wajah istrinya dengan mesra.
"Jadi, apa yang kau sukai dariku?"
Samantha melihat suaminya dan melingkarkan tangannya dileher Jhon, Samantha mendekatkan wajahnya kewajah suaminya dan berbisik ditelinganya.
"I like you just they way you are! I like your handsome face, i like you because you're a rich man but what i like the most is your madness."
( Aku menyukaimu apa adanya! Aku menyukai wajah tampanmu, aku menyukaimu karena kau pria kaya tapi yang paling aku sukai adalah kegilaanmu.)
"Oh my, baby."
Jhon memeluk istrinya itu dengan erat dan mengusap punggungnya.
Samantha tersenyum dalam pelukan suaminya, memang yang dia sukai dari suaminya adalah kegilaannnya sampai dia sendiri menjadi gila karena pria itu.
"But i hope, my boy not crazy like you." kata Samantha lagi
(Tapi aku berharap, anakku tidak gila sepertimu.)
Jhon kembali terkekeh dan mencium wajah istrinya dengan mesra.
__ADS_1
"Baby, i love you." bisiknya.
"I love you too my crazy man."
Jhon mulai mencium bibir istrinya itu dan Samanthapun menyambut bibir suaminya, membalas ciuman suaminya.
"Mommy, daddy." Edward masuk kedalam kamar dan dia sudah tampak siap.
Samantha dan Jhon melepaskan ciuman mereka dan melihat kearah Edward.
"Yes honey."
"Mom, are you ready?" tanya Edward dengan tidak sabar.
"Yes honey, wait a minute."
Samantha membantu suaminya memakaikan kancing kemejanya yang tertunda dan memakaikan sebuah dasi kupu-kupu dileher suaminya, sekarang kedua prianya tampak begitu tampan.
Setelah selesai merekapun berangkat pergi ketempat pernikahan Billy dan Amber.
Billy dan Amber memilih tempat pernikahan mereka di Ojai Valley Inn and Spa.
Ojai Valley Inn and Spa merupakan sebuah resort di kawasan Lembah Ojai yang terletak di 905 Century Club Road, Ojai, California.
Tempat ini selain sering dijadikan sebagai salah satu tempat resepsi terbaik, resort bergaya Kolonial Spanyol ini juga memiliki latar belakang pegunungan Topa Topa yang sangat indah.
Keistimewaan Ojai bisa terlihat dari beberapa ruang resepsinya yang termasuk mewah, seperti ruang ballroom, taman aroma theraphy dan vila pribadi.
Saat itu Billy terlihat gagah dan Amber tak kalah cantiknya dibandingkan pengantin lainnya.
Begitu pula dengan Jhon dan Samantha, sepasang suami istri itu baru tiba saat Billy sudah berdiri didepan altar yang sudah tersedia untuk menyambut pengantinnya.
Jhon menggandeng tangan istrinya supaya melangkah dengan hati-hati ditempat itu, dia tidak mau istrinya itu terjatuh nantinya, sedangkan Samantha menggandeng Edward disampingnya.
Mereka menyaksikan kedua pasangan itu saat mengucapkan sumpah janji dihadapan para pendeta dan merekapun memberikan tepuk tangan untuk kedua pasangan yang baru saja sah menjadi suami istri.
"Baby, apa kau lelah?"
Jhon melihat istrinya tampak sudah tidak nyaman dengan high heel yang dipakainya.
"Yes."
"Jika begitu kau duduk saja."
Jhon membawa istrinya kesebuah kursi yang ada untuk para tamu undangan.
Samantha mengangguk dan membawa Edward yang sedang memegang es cream untuk duduk bersamanya.
Jhon duduk dihadapan istrinya, mengangkat kaki istrinya dan mulai memijat-mijat kakinya.
"Apa kau mau pulang?" tanyanya.
"No Jhon,vacara ini belum selesai bahkan Amber belum melempar bunganya." jawab istrinya.
"Begitu?"
__ADS_1
Jhon melihat kearah Amber yang sudah siap melempar bunga dan para gadis lajang sudah berkerumun dibelakang pengantin untuk menangkap bunga itu nanti.
"Tunggu disini."
Jhon segera menurunkan kaki istrinya dan berjalan pergi mendekati para kerumunan itu, Samantha melihat Suaminya dengan heran, mau apa?
Amber sudah siap melempar bunganya dan para gadis sudah tidak sabar dibelakangnya, Mc pun mulai menghitung dari tiga dan pada saat itu, bunga yang dipegang oleh Amber langsung terlempar kebelakang.
Para gadis mulai melihat arah jatuhnya buket bunga dan mulai berkerumun hendak menangkapnya tapi pada saat itu?
"Huupp!" seorang pria tampan dengan tubuh yang lebih tinggi dari para gadis yang ada disana menangkap buket bunganya.
Ya pria itu si Jhon, dia menangkap buket bunga itu karena dia mengira istrinya menginginkannya.
Setelah mendapatkan bunga itu, Jhon segera berjalan kembali kearah istrinya sedangkan para gadis hanya gigit jari melihatnya begitu juga dengan Billy dan Amber, mereka berdua tampak bingung. Billy bertanya dalam hati, mau apa bosnya menangkap bunga itu? Jangan bilang bosnya mengharapkan hadiah dari mereka.
"Baby, ini untukmu." Jhon kembali pada istrinya dan memberikan buket bunga itu.
"Jhon, kenapa kau merebut bunga ini dari para gadis disana?"tanya Samantha heran.
"Aku tidak merebutnya baby."
"Lalu?"
"Ssttt...bukankah kau menginginkan buket bunga ini?"
Samantha memijit pelipisnya sejenak tapi kemudian Samantha mengambil buket bunga itu dari tangan suaminya dan tersenyum padanya.
"Jhon, kau tahu?" Sambil menciumi aroma bunga itu.
"What?"
"Disetiap tradisi pernikahan, barang siapa yang mendapatkan bunga yang dilemparkan oleh pengantin berarti orang itu berikutnya yang akan menikah." jelas istrinya.
"Eh?" Jhon tidak tahu hal ini, bahkan dia tidak mengerti kenapa istrinya melemparkan bunga yang dipegangnya waktu pernikahan mereka.
"Are you kidding me?"
"No." Samantha menggeleng.
"Oh my, baby. Berikan padaku, aku tidak mau menikah lagi dan aku juga tidak mau kau menikah lagi."
Samantha terkekeh mendengar perkataan suaminya.
Jhon hendak meraih buket bunga itu dari tangan istrinya tapi dengan cepat Samantha memberikan bunga itu pada Edward yang sedang makan es cream disisinya.
"Honey, pergilah pada uncle Billy sambil membawa bunga ini."
"For what mom?" tanya Edward kebingungan.
"Uncle Billy akan memberimu hadiah dan menangislah disana sampai kau mendapatkan sebuah mobil sport."
"Baby!!!" Jhon menekan perkataannya.
Samantha tertawa melihat suaminya.
__ADS_1
"Just kidding honey." ucapnya dan dia kembali tertawa sedangkan Edward membawa buket bunga yang diberikan oleh ibunya ke uncle Billy.