Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Permintaan Billy


__ADS_3

Suasana hening, Jhon meletakkan dokumennya dan menatap asisten pribadinya dengan tajam.


Apa maksud Billy ingin meminjam Samantha? Apa Billy mengira kekasihnya sebuah barang yang bisa dipinjam kapan saja?


"Billy, jangan main-main denganku!"Jhon tampak kesal.


"Master, aku hanya ingin meminjam Ms Samantha."


"Apa kau sudah bosan hidup!!"


Jhon bangkit berdiri, kesal dengan permintaan asisten pribadinya itu.


"Master jangan salah paham, aku cuma ingin meminta bantuan Ms Samantha." jelasnya.


"For what?"


"Eh itu?" Billy sangat malu mengatakannya.


Jhon melotot pada pria itu, menunggu jawaban darinya. Beraninya Billy ingin meminjam calon istrinya!!!


"Master, aku tidak bisa mengatakannya tapi aku sangat membutuhkan bantuan Ms Samantha." jelas Billy.


Dia sangat malu mengutarakan keinginannya jika dia ingin meminta bantuan Samantha untuk mengenalkan dirinya pada sahabat pacar bosnya itu.


Sebagai lelaki tentu dia sangat gengsi, jika sampai bosnya tahu pasti pria itu akan menertawainya habis-habisan.


"Tidak bisa." tolak Jhon.


"Master, sekali ini saja."


Jhon kembali duduk diatas kursinya dan kembali melihat dokument yang telah dia letakkan diatas meja.


"Master, please. Ini untuk masa depanku juga hidup dan matiku." pinta Billy dengan wajah serius.


Hidup dan mati?


Sepertinya Billy sangat serius dengan permintaannya.


Jhon menatap Billy yang tampak serius dan menarik nafasnya dengan berat, tidak tahu bantuan apa yang Billy inginkan dari Samantha tapi dia juga tidak tega melihat pria yang sudah mengabdi lama dengannya itu.


"Oke fine, you win. Aku akan meminjamkan kekasihku padamu tapi ingat batasanmu!" ujarnya.


Senyum Billy langsung mengembang diwajahnya.


"Are you serious master?" tanyanya memastikan.


Jhon mengangguk.


"Master, aku sangat berterima kasih."


"Sana pergi." usir Jhon.


"Yes master."


Billy keluar dari ruangan bosnya dengan senyum mengembang diwajahnya. Dia sangat senang bosnya mau mengabulkan permintaannya.


Billy mengangkat kedua tangannya dan meletakkannya dibelakang kepalanya, pria itu bersiul dengan gembira menjauhi ruangan bosnya.


Saat sore hari Samantha sedang berada didapur, dia sedang memasak makanan untuk Edward sedangkan Edward sudah menunggu dimeja makan dengan sendok dan garpu berada ditangannya.


"Sayang, apa kau sudah lapar?"


"Of course mom." jawab Edward dengan ceria.


Samantha tersenyum dan meletakkan makanan yang telah selesai dia masak dihadapan Edward.


Mata Edward berbinar senang dan mulai memakan makanan itu dengan lahap.


"Sayang, pelan-pelan itu panas."


Edward mengangguk dan mulai meniup-niup makanan yang disendoknya dengan cepat.


Samantha mengusap kepala Edward dan duduk didepannya untuk makan.


Saat itu Jhon dan Billy sudah tiba diapartemen Samantha, Billy mengikuti bosnya untuk mengutarakan niatnya untuk meminta bantuan Samantha.

__ADS_1


Jhon masuk kedalam dan tampak Samantha sedang makan dengan Edward.


"Baby, apa yang sedang kalian makan?"


Samantha memalingkan wajahnya, tampak Jhon dan Billy sedang berdiri tidak jauh darinya.


"Daddy." Edward sangat senang melihat kedatangan pria itu.


Edward ingin berlari kearahnya tapi Samantha melarang dan meminta Edward menghabiskan makanannya terlebih dahulu.


"Untuk apa kalian datang?" tanyanya.


"Sayang, ada yang mau Billy bicarakan denganmu."


Jhon berjalan menghampirinya dan mengecup pipinya.


"Billy?"


Samantha melihat kearah pria itu.


"Apa yang mau kau bicarakan?" tanyanya.


"Ms, kita bisa membicarakan ini setelah kau selesai makan."


Billy berjalan pergi, tidak enak hati melihat kemesraan bosnya dengan kekasihnya.


Samantha jadi merasa sangat heran dibuatnya.


"What happen with him?"


"I dont know." jawab Jhon sambil mengangkat kedua bahunya.


Setelah selesai makan, Jhon dan Samantha duduk didepan Billy sedangkan Edward sedang bermain tidak jauh dari mereka.


"Billy, apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Samantha tanpa basa basi.


"Itu Ms?" Billy menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.


"Ya?"


Billy tidak bisa mengatakannya karena Jhon sedang duduk didepannya.


Suasana hening diantara mereka, Samantha menatap Billy dengan penuh tanda tanya begitu juga Jhon.


Sedari tadi Jhon sangat penasaran apa yang mau Billy bicarakan kepada kekasihnya.


Beberapa menit telah berlalu, Samantha mulai kesal dan bangkit berdiri.


"Kau membuang waktuku!!"


Samantha hendak meninggalkan kedua pria itu tapi Billy menghentikan langkahnya.


"Ms, dont go." pintanya.


"Billy, katakan apa yang ingin kau bicarakan? Jangan diam seperti ini dan membuatku kesal."


"Billy!!" Jhon menekan perkataannya, dia juga mulai kesal dengan asisten pribadinya itu.


Billy menelan ludahnya, sudah seperti ini dia tidak boleh menyerah.


"Oh biarlah mereka menertawakan aku." katanya dalam hati.


"Ms, bisakah kau mengenalkan wanita tadi padaku?" tanyanya.


"Hah?"


Samantha kembali duduk ditempatnya.


"Maksudmu Amber?" tanyanya.


Billy langsung mengangguk.


"Apa kau menyukainya?"


"Yes Ms dan aku ingin meminta Ms Samantha menjodohkan aku dengannya jika dia belum punya kekasih."

__ADS_1


Samantha dan Jhon saling pandangbtapi kemudian mereka tertawa. Ternyata itu yang mau Billy bicarakan.


"Billy, aku tidak menyangka?" kata Jhon disela-sela tawanya.


"Apa kau jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Amber?" sela Samantha.


Billy kembali mengangguk dan menahan malu.


Mereka berdua kembali tertawa, ternyata Billy sedang jatuh cinta.


"Sialan!" maki Billy dalam hati.


Tapi dia hanya bisa mengumpat dalam hati.


"Master, Ms, bisa kalian berhenti tertawa." pintanya.


"Oke sorry, sorry. Kami tidak akan menertawakanmu lagi." kata Samantha.


"Baby, sepertinya kau harus menjadi cupid untuk Billy."


"Apakah aku cocok jadi cupid?"


"I think so."


Samantha terdiam sejenak dan membayangkan dirinya menjadi seorang cupid tapi tidak lama kemudian Samantha kembali tertawa sambil memegangi perutnya.


"Jhon, kau terlalu berlebihan! Aku tidak cocok jadi cupid."


"Oh sialan, kedua orang ini benar-benar serasi!" maki Billy dalam hati.


"Jadi Ms, apakah kau bisa mengenalkanku padanya?" tanya Billy.


Dia mulai kesal dengan kedua orang itu tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Of course, tunggu disini."


Samantha berlalu pergi untuk mengambil ponselnya dan menghubungi Amber.


"Billy, apa kau tidak bisa sendiri?" tanya Jhon setelah kepergian Samantha.


"Master, aku butuh bantuan Ms Samantha karena aku belum mengenalnya." jelas Billy.


"Dasar kau!!"


Tidak lama kemudian, Samantha kembali lagi dan duduk disisi Jhon.


"Aku telah mengajaknya bertemu tapi besok lusa." jelasnya.


Senyum Billy langsung mengembang diwajahnya.


"Tapi ada satu masalah." kata Samantha lagi.


"Masalah apa Ms?" tanya Billy dengan cepat.


"Lusa aku harus menemani Edward karena ada acara dari sekolahnya dan aku tidak bisa."


Wajah Billy langsung terlihat murung dan dia merasa kecewa.


"Tapi jika ada yang menggantikan aku mungkin aku bisa menemanimu menemui Amber." kata Samantha lagi.


Billy langsung melihat kearah Jhon begitu juga dengan Samantha.


"Hei kenapa kalian melihat kearahku?"


"Master, please!" pinta Billy.


"Billy, kan bisa lain kali!"


"Master, jika ada kesempatan harus dimanfaatkan, jika lain kali maka kesempatan itu akan hilang."


"Pintar kau ya!!"


"Jadi, bisakan master?"


Jhon menggeleng.

__ADS_1


"Master, setelah ini aku akan menggantikanmu menyikat kamar mandi dengan senang hati." bujuk Billy.


"Billy!" Jhon tampak kesal sedangkan Samantha hanya tertawa melihat kedua orang itu.


__ADS_2