
Samantha sedang merebahkan diri disamping Jacob dan menepuk-nepuk bayinya agar terlelap.
Saat itu Jhon masuk kedalam kamar mereka.
"Baby, ponselmu berbunyi."
Jhon menghampiri istrinya yang berada diatas ranjang, merebahkan dirinya disamping istrinya dan memberikan ponselnya yang sedari tadi berbunyi.
Samantha mengambil ponsel yang diberikan oleh suaminya, siapa yang menghubunginya?
Samantha melihat ponselnya dan ternyata Amber.
"Amber, ada apa?" tanyanya.
"Sam, apa kau sibuk?" tanya Amber disebrang sana.
"Tidak, ada apa?"
"Apakah hari ini kau bisa menemaniku membeli perlengkapan bayi?" tanya Amber.
Pasalnya saat ini Amber sudah hamil tujuh bulan dan dia ingin mengajak sahabatnya membeli perlengkapan bayi.
"Bisa, aku akan menemanimu." Samantha menyetujui permintaan sahabatnya karena dia juga ingin refresing diluar.
"Benarkah?" Amber begitu senang mendengarnya.
"Yes."
Samantha meletakkan ponselnya setelah Amber mengakhiri pembicaraan mereka.
"Baby, mau kemana?"
Jhon yang sedari tadi mendengar percakapan istrinya sangat penasaran dibuatnya.
"Amber mengajakku pergi membeli perlengkapan bayi."
"Hei, kau tidak berniat mengajak Jacob bukan?"
"Tentu saja aku harus membawanya, memangnya kau mau menjaganya?"
"Baby, Jacob masih bayi, jadi lebih baik kau tidak membawanya kemana-mana."
Samantha membalikkan tubuhnya dan memainkan Jarinya didada suaminya.
"Jhon, bukankah kau harus pergi kekantor?" tanyanya.
Jhon memandangi istrinya dengan heran.
"Yes." jawabnya.
"Aku bosan dirumah jadi bolehkan aku membawa Jacob jalan-jalan keluar?"
"No baby."
"Why?" Samantha jadi kesal.
"Pokoknya aku tidak mengijinkanmu membawa Jacob keluar." Jhon tetap dengan pendiriannya.
"Jhon, please."
"Tidak!" jawab Jhon sambil menggeleng.
Samantha membalikkan tubunya kembali dan dia jadi kesal dengan suaminya, padahal dia hanya bosan saja dan ingin refresing diluar sana.
"Baby."
Jhon memeluk istrinya dan menciumi rambutnya.
Samantha diam saja, pura-pura tidur disamping Jacob.
__ADS_1
"Baby."
Jhon memanggil istrinya lagi tapi Samantha tak bergeming.
Jhon menarik nafasnya dengan berat dan mengusap lengan istrinya dengan pelan.
"Oke kau boleh pergi."
Samantha membuka matanya dan tersenyum senang.
"Are you sure?" tanyanya dengan gembira.
"Yes."
Samantha segera membalikkan tubuhnya kembali dan memeluk tubuh Jhon dengan erat.
"Thank you my hubby."
"Tapi?" ada tapinya.
"What?" tanya Samantha.
"Kau hanya boleh pergi sendiri dan tidak boleh membawa Jacob."
"What? Hei jika aku tidak membawanya lalu siapa yang akan menjaganya?"
"Me." jawab Jhon dengan percaya diri.
Samantha melihat suaminya dengan tidak percaya, yang benar?
"Are you kidding me?"
"Of course no, so, i will take care Jacob and Edward."
Samantha kembali melihat suaminya yang tampak begitu percaya diri.
"No Jhon, aku tidak percaya padamu."
Samantha mengigit bibirnya, sepertinya Jhon tetap tidak akan membiarkannya pergi
"Oke, aku akan pergi dan tidak akan membawa Jacob, aku percayakan Edward dan Jacob padamu." kata Samantha. Sebenarnya dalam hatinya sedikit bimbang.
Jhon tersenyum senang, mengurus dua anak tentu saja dia bisa apalagi Jacob masih bayi dan Ron bisa menjaga Edward nantinya.
Samantha segera bangun dari tidurnya dengan hati-hati supaya tidak membangunkan Jacob nantinya.
Setelah itu Samantha mengganti bajunya dan Jhonpun menghampirinya.
"Baby, jangan lama-lama." pesannya.
"Tentu tidak Jhon, hanya melihat perlengkapan bayi dan aku juga ingin membeli keperluan Jacob."
Jhon mencium pipi istrinya dengan mesra dan mengusap rambutnya.
"Percayalah padaku, aku pasti akan menjaganya dengan baik."
Samantha tersenyum dengan usil dan tiba-tiba muncul sebuah ide gila dikepalanya.
"Nikmati harimu tuan Smith." ujarnya.
Setelah berkata demikian Samantha mengecup bibir suaminya, mengambil mantelnya dan tasnya. Dia melangkah keluar dari kamar itu untuk pergi menemani Amber.
Tapi sebelum itu Samantha telah meninggalkan asinya untuk Jacob dan berpesan banyak hal pada suaminya dan Jhon hanya mendengarkan penjelasan istrinya tanpa menyimak dengan serius perkataan istrinya karena dia pikir:
"Ah, Jacob masih bayi, apa susahnya?"
Sebelum pergi, Samantha melihat Ron berdiri didepan pintu rumah mereka.
"Ron." panggilnya.
__ADS_1
"Ya nyona." jawab Ron.
"Setelah menjemput Edward..?" Samantha melihat sekelilingnya sebelum melanjutkan perkataannya.
Ron jadi heran dibuatnya tapi kemudian Samantha membisikkan sesuatu ditelinga Ron.
"Aduh, nyona muda, ini?" Ron ragu mendengarnya.
"Aku yang tanggung jawab." kata Samantha dengan yakin.
"Tapi nyona, nanti tuan muda akan marah." ujar Ron lagi.
"Tidak akan Ron, nikmatilah waktumu dengan yang lainnya."
Ron menelan ludahnya tapi dengan berat hati Ron mengangguk juga, memang sudah lama dia tidak pernah menikmati waktunya diluar sana.
Samantha segera pergi dari sana Setelah Ron menyetujui perkataannya.
Samantha pergi menemui Amber disebuah mall yang ada dikota itu untuk membeli perlengkapan bayi, dia juga membeli beberapa perlengkapan untuk Jacob dan beberapa pakaian bayi. Dia sudah ahli kerena pengalamannya dulu waktu membelikan perlengkapan untuk Edward sewaktu Edward masih bayi.
Samantha sangat menikmati waktunya bersama dengan Amber, apalagi tidak membawa anak. Sudah lama dia tidak merasakan itu semenjak dia menemukan Edward dan sekarang dia merasa seperti gadis lagi walaupun ujung-ujungnya membeli perlengkapan bayi juga tapi dia sangat happy.
Sementara itu dikediaman keluarga Smith.
Eward telah pulang dari sekolah dijemput oleh Ron.
Sesuai dengan perkataan Samantha, Ron pergi menikmati waktunya bersama dengan para pelayan yang ada disana.
Mereka tidak meminta ijin lagi dengan Jhon karena Samantha mengatakan tidak perlu memberitahukan hal itu pada Jhon, tujuan Samantha ya untuk mengerjai suaminya yang menyebalkan.
Jhon kelabakan dibuatnya, setelah Edward pulang, Edward langsung menunjukkan keiri hatiannya saat melihat ayahnya cuma menempel pada adik kecilnya.
Edward membuat ulah dengan melompat-lompat diatas ranjang sehingga membuat Jacob kaget dan menangis dengan kencang.
Tidak hanya itu, Edward juga berteriak dan mengisengi adik kecilnya sampai menangis. Sikap yang tidak pernah ditunjukkan Edward keluar sudah karena dia iri hati pada adiknya.
Jhon semakin kelabakan saat Jacob hendak meminta susu dan harus menggantikan popok Jacob.
Padahal Samantha sudah memberi tahunya tadi, tapi?
"Oh my God, seharusnya aku mendengarkan istriku tadi." sesalnya dalam hati.
"Daddy, aku sakit perut." kata Edward.
"What?"
Jhon semakin bingung karena dia sedang menggendong Jacob untuk menghentikan tangisannya.
Pria itu segera keluar dan memanggil Ron tapi tidak ada jawaban, rumahnya tampak sepi tidak ada siapa-siapa, kemana Ron dan para pembantunya?
"Ron!!!!" teriaknya dengan kencang tapi teriakannya membuat Jacob yang berada digendongannya kaget dan kembali menangis sedangkan Edward merengek dibawah kakinya.
"Waduh!!"
Jhon tertunduk lesu dan berharap dalam hati:
"Please, somebody help me."
Jhon harus melewati masa itu selama dua jam sampai istrinya kembali dan Jhon langsung terkapar disisi kedua pria kecil yang sudah tertidur.
Samantha kembali kerumah dan tersenyum melihat ketiga prianya sudah tertidur dengan pulas.
Samantha duduk disisi ranjang dan mencium wajah suaminya.
"Apa waktumu menyenangkan sayang?" tanyanya saat Jhon membuka matanya dan melihatnya.
"Oh my, baby, aku menyerah. Mulai sekarang kau boleh membawa Jacob kemanapun kau pergi." katanya.
Samantha terkekeh dan mencium bibir suaminya.
__ADS_1
"Rasakan." katanya dalam hati.
Sementara Ron menikmati waktunya hari itu dengan pembantu lainnya.