Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Frans yang menyebalkan.


__ADS_3

Samantha masih diam saja karena dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan dan dia juga masih tidak percaya Frans bisa ada disana.


"Untuk apa kau datang kemari?" tanyanya dengan cepat


"Samantha, aku datang untuk mencarimu, aku kesini untuk mengajakmu pergi supaya kita bisa mengenal satu sama lain." jawab Frans.


"Aku tidak mau mengenal dirimu!" jawab Samantha cepat.


"Tapi aku mau, aku ingin mengenalmu lebih jauh." jawab Frans.


"Dari mana kau tahu rumahku?" tanya Samantha lagi


"Tentu saja dari ayahmu, apa kau pikir aku seorang penguntit?"


Samantha mengenggam kunci yang dipegangnya dengan erat, kenapa ayahnya begitu bodoh memberikan alamat rumahnya tanpa bertanya padanya terlebih dahulu?


"Aku sibuk, tidak punya waktu!" jawabnya.


"Oh ayolah, aku telah menunggu seharian jadi jangan membuatku kecewa."


"Tidak ada yang memintamu menungguku!" jawab Samantha asal.


"Bagaimana jika kita pergi makan siang?"ajak Frans.


"Tidak, aku sudah makan!" tolaknya.


"kopi?" tawar Frans lagi.


"Tidak butuh!"


"Oh ayolah, hanya makan siang dan setelah itu aku akan mengantarmu kembali."


"Jangan membuang waktumu, aku sibuk!"


Samantha segera membalikkan tubuhnya dan hendak membuka pintu rumahnya kembali tapi dengan cepat Frans meraih kunci dari tangannya dan merebutnya.


"Kembalikan!" Samantha semakin kesal.


"Jika kau mau pergi makan siang denganku maka akan aku kembalikan." jawab Frans dengan santai.


"Kau! Sepertinya tidak bisa mengerti jika tidak aku pukul!"


Samantha melayangkan tinjunya kewajah Frans tapi dengan cepat Frans langsung menghindar.


Tidak putus asa Samantha melayangkan kakinya tapi lagi-lagi Frans menghindari tendangannya.


"Samantha, kau benar-benar menarik, ternyata perkataan ayahmu jika kau jago bela diri bukan isapan jempol belaka."


"Hah?" Samantha tidak percaya mendengarnya.


"Tua bangka bodoh! Kenapa hal seperti ini pun harus dia katakan pada Frans? Pantas saja dia bisa menghindari seranganku!"maki Samantha dalam hati.


"Kurang ajar, aku paling benci pria pemaksa seperti mu! Kembalikan kunci rumahku dan pergi dari sini!" usirnya.

__ADS_1


Frans sangat kesal mendengar penolakan Samantha yang begitu jelas tapi dia tidak akan menyerah sampai disitu, dia pasti akan mendapatkan apa yang di inginkannya.


Frans segera menangkap kedua tangan Samantha dan menghimpit tubuh wanita itu kedinding.


"Samantha, jangan mempermalukan diri sendiri! ikutlah denganku dan kita hanya makan siang. Aku mengajakmu dengan baik-baik jadi sebaiknya jangan membuatku malu dan marah jika kau tidak ingin aku bawa paksa dan aku lemparkan keatas ranjangku!" ancamnya.


Samantha menelan ludahnya, sepertinya Frans mengatakan itu dengan serius. Tapi dia tidak akan mau mengikuti pria itu begitu saja.


"Jika kau tidak mau maka aku akan pergi membawa kunci rumahmu!" kata Frans lagi.


Setelah berkata demikian Frans melepaskan tangan Samantha dan berjalan pergi menuju lift sambil membawa kunci rumah Samantha ditangannya.


"Hei kembalikan kunciku!" teriak Samantha.


Frans hanya bersiul sambil memutar-muat kunci dijarinya.


"Ambil jika kau bisa." jawabnya.


Samantha mengepalkan tangannya, padahal dia ingin pulang mandi dan melanjutkan tidurnya tapi pria ini!


"Semua ini gara-gara kebodohan daddy!" makinya lagi dalam hati.


Samantha mulai berpikir, lebih baik mengalah untuk saat ini dari pada celaka kemudian!


Bagaimanapun dia butuh kunci rumahnya, akhirnya dengan berat hati Samantha mengikuti Frans demi kunci rumahnya.


"Setelah ini aku harap kita tidak akan bertemu lagi!" katanya kesal.


Frans hanya tersenyumbsedangkan Samantha menekuk wajahnya sampai mereka tiba direstorant.


"Apa yang mau kau makan?" tanya Frans


"Sudah aku bilang aku sudah makan!"


"Ayolah, sudah sampai disini jadi makanlah walaupun sedikit."


"Aku tidak butuh!" Samantha menekan perkataannya.


"Minum?"


Samantha hanya diam saja, malas menjawab pertanyaan Frans.


Frans mengangkat tangannya, memanggil seorang waiters dan memesan beberapa makanan. Dia juga memesan sebotol wine untuk mereka.


"Sam, boleh aku tahu apa kesukaanmu?"


"Jangan sok akrab denganku dan sebaiknya kau kembalikan kunciku!" jawab Samantha dengan dingin.


"Aku akan mengembalikannya jika kau menjawab pertanyaanku dan makan denganku." Frans memaksa.


"Kau tahu, aku paling benci pria pemaksa sepertimu!"


Frans hanya tersenyum kearah Samantha.

__ADS_1


"Benar-benar seorang wanita yang menarik." batinnya.


"Apa yang kau suka? Apa yang kau lakukan setiap hari? Pakaian apa yang kau suka? Makanan apa yang kau suka? Katakan padaku apa yang kau sukai dan tidak?" Frans melemparkan begitu banyak pertanyaan padanya.


Samantha menarik nafasnya, demi kuncinya dia harus melewati itu semua.


"Aku akan menjawab semua pertanyaanmu dengan satu jawaban saja! Asal kau tahu, yang paling tidak aku sukai adalah Kau!" jawabnya sambil menekan perkataannya.


"Asal kau tahu juga, yang paling aku sukai adalah tidak bertemu denganmu didalam hidupku!" katanya lagii


Frans menatap Samantha dengan serius tapi kemudian pria itu tertawa terbahak-bahak sampai semua mata yang ada direstoran itu tertuju pada mereka.


"Kau tahu, tanpa kau sadari kau semakin membuat aku tertarik padamu."bkatanya disela-sela tawanya.


"Apa?"btanya Samantha tidak percaya.


"Kau benar-benar pria aneh! Aku sudah menjawab pertanyaanmu jadi sekarang kembalikan kunciku!" katanya kesal.


"Belum, makan dulu bersamaku."


Saat itu makanan yang dipesan oleh Frans sudah tersaji diatas meja, Frans menuangkan wine kedalam gelas dan memberikannya pada Samantha.


Samantha menerima wine dari tangan Frans dengan tidak niat, jangan sampai pria itu memaksanya meminum wine itu karena dia tidak bisa.


Dia hanya mengikuti keinginan Frans, memakan makanan yang telah tersedia diatas meja dengan cepat karena Samantha sudah tidak sabar ingin pergi dari sana.


"Boleh besok kita bertemu lagi?" tanya Frans


"Tidak bisa, aku sibuk!"


"Dimana kau bekerja sekarang? Aku sudah mencarimu direstorant tapi mereka bilang kau sudah berhenti."


Samantha meletakkan sendok yang dipegangnya dengan kasar.


"Frans, cukup sudah basa basi nya dan kembalikan kunciku segera!" pintanya.


"Jawab dulu pertanyaanku, dimana kau bekerja sekarang? Setelah itu maka aku akan mengembalikan kuncimu!"


Samantha berusaha menahan diri agar emosinya tidak meledak disana.


"Dengar baik-baik, aku bekerja di club malam dan melayani beberapa pria hidung belang, jika kau ingin bertemu denganku maka datangnya keclub malam."


"Jadi aku bisa memanggilmu untuk satu malam?"


"Sangat bisa, carilah aku di club malam jika mau!"


"Baiklah, aku akan mengembalikan kuncimu." Frans mengeluarkan kunci rumah Samantha yang dia simpan dalam saku celananya dan menyodorkan benda itu kearah Samantha.


Dengan cepat Samantha ingin meraih kunci itu tapi Frans segera menariknya kembali.


"Satu hal yang aku lupa, mari minum wine ini dulu."


Frans mengangkat gelas wine didepannya ingin bersulang dengan Samantha.

__ADS_1


Samantha menelan ludahnya, meraih gelas wine itu dengan ragu. Jika dia minum, maka habislah dia!


__ADS_2