Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Bermain dipantai.


__ADS_3

Pagi itu Edward sudah terlihat tidak sabar karena hari ini dia akan pergi bermain kepantai dengan ibunya.


Dia berlari masuk kedalam kamar ibunya dengan ceria dan naik keatas ranjang.


"Mommy, wake up."


Edward menggoyang-goyang tubuh Samantha agar ibunya itu cepat bangun dari tidurnya.


"Sayang, ini masih terlalu pagi." gumam Samantha disela-sela tidurnya.


"Tapi mommy, aku sudah tidak sabar."


Edward turun dari atas ranjang dan berlari keluar tapi tidak berapa lama dia kembali lagi sambil membawa sebuah pelampung berbentuk bebek yang telah ditiup oleh Anne untuknya.


"Lets go, mom." rengeknya lagi.


Samantha segera menarik Edward dalam pelukannya dan menciumi pipi Edward berkali-kali.


"Putra mommy kenapa begitu tidak sabar?"


"Tentu, aku ingin membuat istana pasir yang besar untuk mommy nanti."


"Jadi, kita akan tinggal diistana pasir itu?"


"Yes, aku akan membuatkan istana yang besar agar kita tidak perlu pindah rumah lagi nanti." ujarnya dengan penuh semangat.


Samantha hanya tertawa dan mengusap kepala Edward. Istana yang besar?


Dari kecil dia tinggal dirumah yang besar, apapun yang dia inginkan selalu diberikan oleh kedua orangtuanya dan dia selalu mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Tapi Edward?


"Sayang, apa kau ingin tinggal dirumah yang besar?" tanyanya.


"No mom, aku hanya ingin bersama dengan mommy." jawab Edward.


Samantha tersenyum dan membelai kepala Edward dengan penuh kasih sayang.


"Mom, kenapa daddy tidak pernah pulang?" tanya Edward tiba-tiba.


Samantha menahan nafasnya, sudah lama Edward tidak bertanya demikian dan dia tidak tahu harus menjawab apa.


"Sayang, apa kau begitu rindu dengan daddy?"


"Of course mom." jawab Edward.


Samantha menarik nafasnya dengan berat, jujur dia tidak ingin Edward bertemu dengan Jhon lagi, tapi apa yang harus dia katakan pada Edward?


"Honey, bagaimana jika kita segera bersiap-siap?" katanya mengalihkan pembicaraan.


"Horeee!"


Edward begitu gembira dan tidak memikirkan lagi pertanyaannya. Dia segera turun dari atas ranjang dan berlari keluar dari kamar sambil membawa pelampung bebeknya.


Samantha melihat jam diponselnya, pukul sepuluh pagi. Pantas saja Edward sudah tidak sabar.


Dia segera pergi mandi dan setelah selesai Samantha mengambil barang-barang yang dia perlukan nanti dan segera keluar dari kamarnya.


Edward dan Anne telah menunggunya diluar dan Edward terlihat bersemangat dan senyum terus mengembang diwajahnya.


"Aunty, apa semua perlengkapan Edward sudah lengkap?" tanyanya.

__ADS_1


"Sudah Sam, begitu bangun tidur Edward langsung menyiapkan semua mainan dan keperluan yang mau dia bawa." jawab Anne.


"Wow, good job. Are you ready honey?"


"Yes, mom!" jawab Edward.


Mereka segera berangkat menaiki sebuah taxi untuk menuju kepantai, tapi sebelum itu Samantha mengajak Edward untuk makan terlebih dahulu.


Hari ini dia akan memanjakan Edward, karena dia kasihan dengan Edward. Hidup pria kecil itu tidak seberuntung dirinya, tapi dia akan berusaha memberikan seluruh cintanya untuk Edward.


Matahari sudah tinggi saat mereka sudah tiba dipantai, saat sudah memakai sunblock, Edward segera berlari ketepi pantai, membawa mainannya dan mulai bermain pasir disana.


Samantha meletakkan barang-barang yang dibawanya diatas pasir dan segera menghampiri Edward.


Anne hanya melihat mereka dan menjaga barang bawaan mereka.


Dipantai itu sedang banyak pengunjung karena memang hari libur, Edward tertawa ceria saat air laut menyapu dan menghancurkan istana pasir yang dibuatnya.


Samantha membantunya dan tersenyum senang saat melihat Edward begitu ceria, mereka kembali membuat istana pasir ditempat yang lebih jauh dari bibir pantai.


Mereka bermain sampai tidak menyadari jika disekitar mereka sudah sepi dan orang-orang tidak terlihat lagi.


Anne berlari kearahnya dengan ketakutan.


"Sam..Sam..sepertinya terjadi sesuatu." katanya ketakutan.


"Apa apa?" Samantha melihat Anne dengan heran.


Anne menunjuk kebeberapa orang pria berjas hitam yang berbaris membelakangi mereka.


Samantha melihat sekelilingnya yang sudah terlihat sepi, tidak ada orang lagi disekitar mereka selain para pria yang memakai jas hitam itu.


"Apa ada artis terkenal yang sedang bermain dipantai?" tanyanya.


"Lupakan, sebaiknya kita pergi dari sini." ajaknya.


"Kau mau pergi kemana sayang?" sebuah suara yang sangat dia kenal terdengar dibelakang.


"Daddy!" teriak Edward saat melihat kedatangan Jhon dan segera berlari kearah pria itu.


Jhon melebarkan tangannya dan membawa Edward masuk kedalam pelukannya.


Samantha dan Anne bangkit berdiri dan melihat kearah mereka.


"Jhon, buat apa dia disini?" tanya Samantha dalam hati.


"Wah, tuan Jhon lama tidak bertemu." sapa Anne.


"Aunty Ann, kau tambah cantik dibanding terakhir kita bertemu." pujinya.


Anne tersipu malu mendapat pujian itu.


"Jhon, kenapa kau ada disini?" tanya Samantha.


"Baby, bukan lkah kau yang mengajakku bermain kepantai?"


"What? Kapan aku mengajakmu?" tanya Samantha lagi.


"Dan apa-apaan orang itu, mereka pasti orangmu bukan?" sambil menunjuk kearah pria para pria yang berada disana.

__ADS_1


"Ah, itu? Abaikan saja sayang." jawabnya santai.


"Daddy, kemana saja? Kenapa tidak pulang?" tanya Edward yang sedari tadi berada dalam gendongannya.


"Hmm..maaf sayang, daddy banyak urusan."bohongnya.


Edward memeluk leher Jhon dengan erat.


"Daddy, jangan tinggalkan aku dan mommy lagi." pinta Edward dan dia mulai menangis dalam pelukan Jhon.


Samantha iba melihatnya tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Samantha memalingkan wajahnya, berusaha menahan air matanya.


Jhon melihat kearahnya, dia tahu Samantha sedang berusaha menahan air matanya.


"Tidak akan lagi sayang, daddy tidak akan meninggalkan kalian lagi." katanya.


"Benarkah?" Edward mulai menghapus air matanya.


"I promise." kata Jhon meyakinkan.


Wajah Edward kembali ceria, dia segera turun dari gendongan Jhon dan segera mengajak Anne menemaninya membuat istana pasirnya yang tertunda.


Anne mengikuti Edward dan melihat kedua orang itu dengan penuh tanda tanya.


Jhon mendekati Samantha dan melingkarkan tangannya dipinggang Samantha.


"Baby, apa kau menangis?"


"Tidak!"


Samantha melepaskan diri dan berjalan kebibir pantai, matanya menerawang jauh entah apa yang dipikirkannya.


Jhon mengikutinya dan mulai kesal melihat bikini yang dipakainya.


Pria itu melepaskan kemeja santai yang dipakainya dan segera memakaikannya ketubuh Samantha.


"Jhon, apa maksudmu orang-orang itu? Kau menggangu waktu santai orang lain." Samantha mulai membuka suaranya.


"Maaf, tidak bermaksud begitu."


Jhon mengangkat tangannya dan para anak buahnya langsung pergi dari sana.


"Kenapa kau datang? Dari mana kau tahu aku dan Edward disini?"


Jhon diam saja, memang dia meminta anak buahnya mengikuti Samantha dari pagi supaya dia tahu kemana Samantha membawa Edward hari ini.


"Jhon, aku sudah bilang jangan menemui Edward. Kenapa kau muncul lagi didepannya dan memberikan harapan padanya?" tanya Samantha lagi.


Jhon segera menarik Samantha dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat.


"Baby, kau tidak bisa menahanku untuk tidak menemuinya. Mau hari ini, besok ataupun nanti aku pasti akan datang untuk menemuinya."


"Kenapa?"


"Karena dia bagian darimu, jadi seperti dirimu, Edward sangat berharga untukku."


Samantha mengangkat kepalanya dan menatap Jhon dengan lekat.


"Apa maksud dari perkataanmu?"

__ADS_1


"Baby, aku sangat menyayangi Edward sama seperti dirimu jadi biarkan dia berpikir aku ayahnya."


Jhon segera mengangkat dagu Samantha dan menciumi bibirnya, Samantha memejamkan matanya dan melingkarkan tangannya dileher Jhon, mereka berciuman disana sedangkan Anne memperhatikan mereka dengan senyum diwajahnya.


__ADS_2