
Saat tengah malam, Jhon membuka matanya dan dengan hati-hati mengangkat tangan Edward yang melingkar dipinggangnya.
Jhon menggeser tubuhnya dengan hati-hati pula agar Edward tidak terbangun, Edward mengeliat saat merasakan gerakan disampingnya dan dengan cepat Jhon langsung menepuk-nepuk Edward agar kembali terlelap.
Setelah merasa aman, Jhon segera bangun dari tidurnya, dia segera melangkah mendekati Samantha yang tidur disisi lainya.
"Baby."
Jhon duduk disisi ranjang dan mengusap wajah Samantha agar istrinya itu terbangun.
"Jhon, jangan ganggu." kata Samantha disela-sela tidurnya.
"Baby, wake up." Jhon berbisik pelan dan mulai mencium wajah istrinya.
"Jhon, what happen?"
"Sssttttt...baby, jangan berisik."
Samantha membuka matanya yang masih mengantuk dan melihat suaminya.
"What?" tanyanya.
"Ssttt..pelan-pelan, mau main denganku?" bisik Jhon ditelinganya.
Samantha tersenyum dan memeluk leher Jhon dengan erat.
"Main apa?" godanya.
"Main itu, kau tahu?"
"Apa?" Samantha terkekeh.
Jhon segera bangkit berdiri sedangkan Samantha bangun dari tidurnya dan duduk disisi ranjang dengan hati-hati.
Samantha melirik kearah Edward yang sudah tertidur dengan lelap, setelah itu Samantha mengulurkan kedua tangannya kearah suaminya.
"Gendong aku." pintanya.
Jhon terkekeh dengan pelan, dia sangat senang Samantha bermanja dengannya.
Jhon langsung mendekati istrinya dan menggendongnya, Samantha bergelayut manja pada suaminya sedangkan kedua kakinya melingkar erat dipinggang Jhon dan kedua tangannya memeluk leher suaminya dengan erat pula.
Jhon menggendong istrinya dan berjalan keluar dari kamar, dia menutup pintu Kamar Edward dengan pelan pula. Jhon membawa Samantha menuju kesebuah kamar yang ditunjuk oleh istrinya.
Selama berjalan menuju kamarnya, Samantha tak henti-hentinya mencium wajah dan leher suaminya, dia bahkan meninggalkan tanda merah dileher suaminya.
Jhon semakin tidak tahan dibuatnya, apalagi dia sudah menahan hasratnya begitu lama sejak malam pernikahan mereka dan malam ini dia tidak mau gagal.
Begitu masuk kedalam kamar mereka berdua mulai berciuman dengan liar, dengan hati-hati Jhon membawa Samantha duduk disisi ranjang dan Samantha duduk diatas pangkuannya.
"Baby."
Jhon mencium wajah istrinya sedangkan tangannya sudah masuk kedalam baju Samantha dan membelai punggungnya.
"Hmmm.." Samantha memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan dan bibir suaminya.
__ADS_1
Jhon menghentikan ciumannya dan menatap wajah istrinya dengan lekat.
"Baby, i miss you so much."
Samantha tersenyum dan mendekatkan bibirnya kebibir suaminya.
"I miss you too my hubby."
Mereka kembali berciuman melepaskan kerinduan yang telah mereka tahan selama tiga bulan.
Rasanya kata-kata saja tidak cukup untuk mengobati rasa kerinduan diantara mereka.
Jhon kembali memasukkan tangannya kedalam baju Samantha, dia mulai mengusap-ngusap punggung istrinya kembali dengan lembut.
"Jhon." gumam Samantha disela-sela ciuman mereka.
Jhon melepaskan bibirnya dan dengan pelan pria itu mulai mengangkat baju yang dipakai oleh Samantha, melepaskannya dan membuangnya.
"Baby, you make me crazy."
"You make me crazy too Jhon." balas Samantha.
"So, we are crazy couple."
"I think so."
Mereka kemudian tertawa bersama-sama.
"Baby."
"I love you Jhon and i hope you not leave me."
"Baby, i will not leave you and i will always love you forever."
Samantha tersenyum bahagia begitu pula dengan Jhon.
Jhon merebahkan tubuh istrinya diatas ranjang dan mengusap perutnya dengan lembut.
Mereka kembali berciuman, semula mereka berciuman dengan ringan bahkan Jhon mencium wajah istrinya tanpa henti karena dia sangat rindu dengan istrinya.
Samantha menikmati setiap ciuman yang diberikan oleh suaminya bahkan saat Jhon mencium bibirnya dan memasukkan lidahnya untuk menjelajahi rongga mulutnya, Samantha membalas permainan lidah suaminya dan dalam sekejap mata saja, ciuman mereka menjadi liar dan tangan merekapun tidak tinggal diam.
Samantha memasukkan tangannya kedalam baju Jhon dan membelai dada pria itu, begitu pula dengan Jhon, jarinya sibuk bermain diujung dada istrinya.
Samantha mengerang dibalik ciuman mereka, jujur saja, walaupun baru dua kali mereka melakukan hal itu tapi reaksi tubuhnya sudah sangat merindukan sentuhan tangan Jhon.
Dengan tidak sabar, Jhon membuka semua pakaiannya dan melemparkannya diatas lantai.
"Sayangku." Jhon berbisik ditelinga Samantha dan menyelipkan anak rambut istrinya dibelakang telinganya.
Samantha menahan nafasnya saat Jhon mengigit telinganya dengan lembut, pria itu sungguh-sungguh memperlakukannnya dengan begitu lembut.
Tangan Jhon mulai merayap melewati perutnya dan pria itu mulai menciumi dadanya.
Samantha mengerang pelan saat lidah Jhon bermain didadanya dan tangan Jhon sudah masuk kedalam celana yang masih dipakainya.
__ADS_1
Samantha mengigit bibirnya menikmati sentuhan suaminya, Jhon terus mencium dadanya, menikmatinya secara bergantian dan setelah selesai, bibirnya mulai turun kebawah dan menciumi perut Samantha berkali-kali.
"Engh, Jhon!" Samantha meremas rambut suaminya.
Jhon mulai membuka celana Samantha yang menjadi satu-satunya penghalang dan membuka kedua kaki istrinya.
"Jhon." gumam Samantha saat Jhon memainkan lidahnya disana.
Erangan terus lolos dari bibir Samantha dan tangannya sibuk meremas rambut suaminya.
Samantha melengkungkan tubuhnya yang bergetar hebat karena merasakan kenikmatan yang diberikan oleh suaminya.
Jhon mengangkat kepalanya, tersenyum melihat wajah istrinya yang memerah dengan nafas yang sudah memburu.
Pria itu menyeka bibirnya dan kembali menciumi bibir Samantha.
"Baby."
"Hm?"
Jhon mulai membuka kedua kaki Samantha dan berbisik ditelinganya
"Baby, i love you."
Samantha menahan nafasnya saat Jhon mulai menyatukan tubuh mereka, Samantha memeluk leher Jhon dengan erat saat pria itu mulai menggerakkan tubuhnya.
Jhon benar-benar memperlakukan istrinya dengan lembut karena itu adalah waktu mereka yang sangat berharga dan dia tidak akan melewatkannya, tidak henti-hentinya pria itu membisikkan cinta ditelinga istrinya dan hal itu membuat Samantha dipenuhi dengan kebahagiaan.
Saat mencapai puncak kenikmatan mereka mengerang dengan nikmat secara bersama-sama.
Jhon tersenyum puas dan mengusap wajah istrinya, begitu pula dengan Samantha, wanita itu benar-benar bahagia.
"Baby, apa setelah ini kita akan pergi berbulan madu?"
Jhon sudah melepaskan dirinya dan tidur disisi istrinya, Jhon memeluk tubuh Samantha dan mengusap-usap perut istrinya dengan lembut.
"Apa perlu?"
"Itu terserah kau baby."
Samantha tersenyum dan mencium wajah suaminya.
"Apa tidak terlalu terlambat untuk kita berbulan madu?" tanyanya.
"Tidak ada yang terlambat baby dan aku ingin kita pergi berbulan madu selama sebulan."
"What? Untuk apa sampai sebulan?" tanya Samantha heran.
"Tentu saja untuk bercinta denganmu setiap hari tanpa gangguan."
"Dasar kau pria gila, mesum!"
"I'm crazy because of you baby."
Samantha tersenyum dan memeluk suaminya dengan erat,begitu juga dengan Jhon, dia begitu bahagia dan memeluk istrinya dengan erat pula.
__ADS_1