
Australia waktu setempat.
Disebuah hotel, tampak seorang wanita cantik sedangkan duduk diatas pria tua dan mendesah dengan nikmatnya.
Ya, wanita cantik itu adalah Stela.
Setelah mendapat uang dari Frans Leonardo, Stela dan ayahnya langsung pergi ke Australia.
Bukan tanpa alasan mereka pergi kenegara itu, Bill Lourent mengajak putrinya untuk menemui seorang teman lamanya.
Pria itu adalah orang yang sangat membenci keluarga Smith sampai saat ini.
Setelah kehancuran perusahaannya, Bill Lourent memutuskan untuk membalas perbuatan mantan calon menantunya itu.
Tapi untuk melakukan aksi balas dendam, tentu dia perlu mendapat bantuan yang sebanding dengan pria itu.
Dengan mengikuti saran ayahnya, Stela mendekati teman ayahnya yang terbilang sudah berusia.
Tapi untuk mendapatkan kepercayaan pria itu dia sudah berkali-kali menjual tubuhnya dan melayani pria tua itu.
Dengan syarat yang diberikan Gibson pada Stela membuat dia terpaksa melakukannya dan tentu itu semua untuk membalas perbuatan Jhon dan wanita yang telah merebut pria itu darinya.
Gibson seorang pemimpin organisasi gelap yang berada di Australia.
Gibson begitu membenci Jhon karena pria itu pernah menggagalkan rencana penyeludupan senjata yang dilakukan oleh anak buahnya.
Sampai saat ini, kebenciannya semakin bertambah besar.
Stela dan Bill Lourent memanfaatkan kebencian pria tua itu dan menghasutnya, mereka melakukan itu supaya Gibson mau membantu mereka nanti.
"Tuan Gibson, apa kau puas dengan pelayananku?" tanya Stela sambil memaju mundurkan bokongnya.
Gibson mengerang nikmat, tangannya mencengkram bokong Stela dan meremas-remasnya.
"Stela, kau sungguh hebat! Pelayananmu selama ini sangat membuat aku puas." pujinya.
Stela tersenyum senang, sepertinya pria tua itu sangat puas akan dirinya.
"Tuan Gibson, katakan apa yang kau mau! Stela akan menuruti permintaanmu dengan senang hati." ucap Stela sambil mendesah.
"Cukup puaskan aku setiap malam." pinta Gibson.
"Nnnggghhhh!" Stela menggigit bibirnya saat mereka mencapai puncak kenikmatan itu.
Stela membaringkan diri disamping Gibson sedangkan jari jemarinya bermain diatas dada Gibson.
__ADS_1
"Tuan Gibson, bolehkah Stela meminta sesuatu padamu?"bpintanya.
"Katakan padaku, Gibson ini pasti akan menuruti semua keinginanmu." jawab Gibson tanpa ragu.
Stela tersenyum senang dan mengecup bibir pria tua itu.
"Bisakah meminjamkan anak buahmu padaku?" pintanya lagi
"Stela, kau bisa memerintahkan mereka sesuka hatimu." jawab Gibson.
"Benarkah?" tanyanya.
"Tentu saja, apalagi jika kau bisa memberikan seorang pewaris untukku, tentu kau bisa meminta apapun yang kau mau." jawab Gibson.
Stela tersenyum dengan licik didalam pelukan Gibson, didalam hatinya berkata:
"Aku sudah pernah punya anak, tentu aku akan punya anak lagi dengan mudah nantinya dan saat aku mengandung anak Gibson, kehidupanku akan berubah!"
"Tuan Gibson, kau tidak perlu kawatir. Sebentar lagi aku akan memberikan seorang putra untukmu jadi percayalah padaku."
"Aku sangat senang mendengarnya." jawab Gibson.
Gibson kembali meraba tubuh mulus Stela, tangannya kembali mengelus area sensitifnya.
Stela memejamkan matanya, dia harus menahan diri dan harus menerima semua itu, dia harus rela tubuhnya digunakan pria tua itu.
Setelah melayani pria tua itu sampai puas, Stela keluar dari sana untuk menemui ayahnya.
Saat itu Bill Lourent ada disebuah club malam untuk bersenang-senang dengan beberapa wanita penghibur yang ada disana.
"Dad, ada yang ingin aku bicarakan!"
Bill Lourent melihat kedatangan putrinya itu dengan heran.
"Ada apa?"
"Aku telah mendapat kepercayaan dari Gibson, dia telah mengijnkan aku untuk memakai anak buahnya jadi aku ingin meminta bantuan daddy."
"Apa yang kau inginkan?"
"Dad, aku ingin kau mengirim beberapa anak buah Gibson ke California." pintanya.
"Untuk apa Stela?"
"Tentu saja untuk memata-matai Jhon dan wanita ja*lang itu. Aku tidak akan membiarkan mereka bisa bersama dan aku akan menyingkirkan setiap wanita yang mendekati Jhon."
__ADS_1
"Sudahlah Stela, nanti disaat yang tepat kita akan membunuh mereka! Sekarang belum ada peluang untuk kita, walaupun Gibson sangat membenci Jhon tapi sampai sekarang pria tua itu tidak berani mengusiknya."
"Sebaiknya kita pikirkan langkah apa yang harus kita lakukan dan aku harap, kau melupakan Jhon."kata Ayahnya lagi.
"Tidak bisa, dari awal dia milikku! Maka aku akan memastikan tidak akan ada satu wanitapun didunia ini yang bisa memilikinya wanita j*lang itu sekalipun!"
"Memangnya siapa wanita j*lang yang kau maksud?" tanya Bill Lourent penasaran.
Dia sungguh penasaran dengan wanita yang selalu disebut-sebut oleh putrinya.
"Entahlah, aku tidak mengenalnya. Wanita itu yang telah menemukan anak sisupir itu dan dia juga yang merebut Jhon dariku."
Bill Lourent mengesap wine yang sedang dipegangnya dan menatap putrinya dengan lekat.
"Berhentilah berharap dan sebaiknya kau segera melahirkan seorang pewaris untuk Gibson dengan begitu kau akan mendapat masa dewan yang baik pula."
"Of course dad, setelah aku melahirkan anaknya maka pada saat itu aku akan membunuhnya dan pada saat itu juga semua miliknya akan menjadi milik anakku." ucap Stela dengan seringai diwajahnya.
"Kau memang putri yang pintar." puji Bill Lourent.
Mereka tertawa bersama, Bill Lourent menuangkan segelas brandy untuk putrinya, kemudian kedua ayah dan anak itu bersulang untuk rencana mereka.
Gibson yang sudah tua, tidak memiliki sanak saudara, bahkan pria tua itu tidak menikah dan memiliki keturunan.
Jika pria tua itu mati pada saat Stela mengandung anaknya maka siapa yang akan mendapatkan harta milik pria itu?
Stela meneguk brandy didalam gelas dengan cepat dan tersenyum dengan liciknya.
Tentu saja yang mendapat keuntungan adalah dirinya dan pada saat itu, dia akan kembali dengan Jhon.
Tapi sebelum itu dia harus mendapatkan kesempatan untuk menyingkirkan wanita itu bersama dengan anaknya.
Dia tidak akan membiarkan wanita itu hidup nyaman terlalu lama dan menikmati apa yang seharusnya menjadi miliknya.
Jhon dan semua kekayaan yang dia punya seharusnya miliknya dan akan dia pastikan, semua itu kembali menjadi miliknya lagi dan akan dia singkirkan wanita yang merebut miliknya cepat atau lambat.
"Bersulang untuk rencana kita dad." Stela mengangkat gelas Brandy keatas dan Bill Lourent melakukan hal yang sama.
Mereka mengadukan gelas mereka hingga berbunyi dan menimbulkan suara dentingan kecil.
"Untuk rencana kita." ucap Bill Lourent dan mereka meneguk Brandy yang ada didalam gelas sampai habis.
Stela menyeringgai dengan licik dan berkata dalam hati:
"Jhon tunggu aku kembali, pada saat itu kau pasti akan menjadi milikmu!"
__ADS_1
Dan hari itu, Stela meminta ayahnya mengirimkan anak buah Gibson ke California untuk memata-matai Jhon dan wanita yang telah merebut pria itu darinya.