
Pagi itu dikediaman keluarga besar Smith.
Saat itu Michael Smith sedang berada diruang makan bersama dengan istri dan putrinya, mereka sedang memakan sarapan mereka dan mengobrol dengan ringan.
Mereka tidak tahu, jika Jhon pulang kesana tengah malam membawa Edward.
Selagi mereka menikmati makanan mereka tiba-tiba seorang anak kecil berlari dari tangga dan menghampiri mereka sambil memanggil ibunya.
Edward yang keluar dari kamar Jhon segera berlari kebawah dan sangat bingung melihat rumah besar itu.
Dia berlari menghampiri meja makan karena dia melihat ada beberapa orang disana.
"Mommy?"
Michael Smith, Xiau Yu dan Silvia begitu kaget melihat anak kecil yang tampak kebingungan melihat kearah mereka.
"Uncle, where's my mom?" tanya Edward pada Michael Smith.
"Anak siapa ini? Kenapa bisa ada disini?" tanya Michael heran.
Xiau yu segera bangkit berdiri dan menghampiri Edward yang tampak kebingungan.
"Sayang, dari mana kau datang?"
Edward segera menunjuk kelantai atas dan pada saat itu, semua saling pandang. Siapa yang membawa anak itu?
"Siapa namamu?" tanya Xiau Yu lagi.
"Edward."
"Edward, kenapa kau bisa datang dari atas?"
"Aku sedang tidur dengan daddy tapi saat aku terbangun aku tidak tahu ini dimana. Aunty, where's my mom?" tanya Edward lagi.
Michael langsung bangkit berdiri dan berteriak dengan kencang untuk memanggil putranya.
"Jhon!!"
Jhon masih tidur saat itu dan dia begitu kaget mendengar teriakan ayahnya, dia segera bangun dan tidak mendapati Edward dikamarnya.
Dengan cepat Jhon mamakai bajunya dan segera turun kebawah, disana tampak ayahnya sedang melotot kearahnya dan Edward tampak kebingungan didekat ibunya.
"Dad, kenapa pagi-pagi kau sudah berteriak?" tanyanya.
"Jhon, anak siapa ini?" tanya ayahnya.
"Oh, anak pacarku."jawabnya dengan santai.
Semua yang mendengar begitu kaget dan pada saat itu, Michael menggebrak meja didepannya dengan kencang.
Edward begitu kaget dan berlari kearah Jhon dan memeluk kakinya karena ketakutan.
"Jangan main-main denganku!" makinya.
"Aduh, sudah, sudah. kenapa pagi-pagi kalian sudah ribut? Kalian membuat anak itu ketakutan!" sela Xiau yu.
"Dad, aku tidak main-main karena ini memang anak pacarku."
Jhon segera menggendong Edward yang sedang ketakutan dibawah kakinya.
"Silvia, bisa kau bawa Edward pergi bermain?" pintanya.
Silvia bangkit berdiri dan menghampiri kakaknya.
"Baiklah, berikan padaku." katanya.
"Hai Edward, mau main denganku?" ajak Silvia.
__ADS_1
Edward memandangi Jhon sejenak dan segera mengangguk, Silvia segera mengambil Edward, menggendongnya dan membawanya masuk kedalam kamarnya.
Setelah kepergian Silvia, suasana disana kembali hening dan menegangkan.
"Jhon, aku tidak akan mengijinkan kau berhubungan dengan wanita yang sudah punya anak!" kata Michael Smith.
Jhon merapikan rambutnya yang berantakan karena habis bangun tidur.
"Daddy salah paham, dia cuma anak asuh pacarku." jelasnya.
"Anak asuh?"
"Benar."
"Pacarmu? Yang berani melemparkan bikini kearahku?" tanya Michael memastikan.
"Yah, seharusnya daddy sudah tahu!"
Michael kembali duduk diatas kursinya, dia kira putranya berhubungan dengan janda.
Xiau Yu tersenyum melihat keduanya dan setelah itu wanita itu menghampiri putranya.
"Kenapa kau tidak bilang pada
mommy jika kau sudah punya pacar?"
"Mom, apa aku harus laporan?"
"Dasar kalian ayah dan anak sama menyebalkan, aku hanya ingin bertemu dengannya!"
Jhon segera memeluk ibunya dan mencium pipinya.
"Aku akan membawanya tapi mom, maukan menjaga Edward untukku?" tanyanya.
"Kenapa harus mommymu yang menjaganya? Memangnya kemana pacarmu?" sela ayahnya.
"Jhon, aku tidak tahu apa yang sedang kau lakukan tapi Bill Lourent tiba-tiba mengajakku bertemu."
"Abaikan saja dia dad, aku yang akan menemuinya nanti."
Setelah berkata demikian, Jhon segera kembali keatas untuk mandi karena dia ingin segera menemui Samantha.
Sedangkan saat itu Samantha sedang duduk sendiri diapartemennya, suasana mendadak sepi karena tidak ada Edward.
Ayah dan ibunya baru saja pergi, mereka bilang harus segera kembali kerumah. Samantha tidak mau mencegah kedua orang tuanya karena dia malas berbicara dengan ayahnya.
Ditambah ayahnya yang tidak percaya padanya membuat hatinya tambah kesal.
Samantha menekuk kakinya dan memeluknya, entah apa yang mau dia lakukan. Ini akhir pekan dan dia tidak bekerja, Edward sedang bersama Jhon apa dia harus pergi kesana?
Samantha merenung disana dan mulai mengantuk. Karena begitu kesal pada ayahnya membuatnya kurang tidur.
Sedangkan saat itu Jhon telah tiba diapartemen Samantha. Jhon berjalan dengan cepat untuk segera menemui wanitanya.
Saat tiba, Jhon membuka pintu apartemen Samantha yang tidak dikunci dan masuk kedalam. Didalam sana tampak Samantha sedang duduk diatas sofa, memeluk dirinya dan menyembunyikan wajahnya.
Jhon segera menghampiri Samantha dan duduk disisinya.
"Baby, kau sungguh orang yang tidak berhati-hati."
Samantha kaget dan mengangkat kepalanya, dia juga kaget melihat Jhon sudah duduk disampingnya.
"Jhon, kapan kau masuk?" tanyanya.
"Lihat, bahkan kau tidak dengar saat aku masuk. Bagaimana jika yang masuk adalah seorang penjahat? Seebagai seorang wanita kau harusnya bisa berhati-hati."
"Maaf, aku sangat mengantuk."
__ADS_1
"Mengantuk? Apa kau tidak tidur?"
"Aku tidak bisa tidur gara-gara situa bangka itu." katanya putus asa.
Jhon memperhatikan pipi Samantha yang tampak memerah dan bengkak, dengan cepat Jhon meraih dagu Samantha dan melihatnya dengan teliti.
"Apa yang terjadi dengan wajahmu?" tanyanya.
"Kena pukul!"
"Baby, apa ayahmu yang memukulmu?"
"Siapa lagi? Aku sangat benci dengannya! Jka saja bukan ayahku sudah aku pukul dia sampai mati!" jawab Samantha kesal.
"Stttts...baby, jangan berbicara seperti itu terhadap ayahmu." Jhon menarik Samantha dan memeluknya.
"Katakan padaku, apa yang terjadi?" tanyanya.
"Ayahku, ayahku tidak percaya dengan semua ucapanku. Dia tetap memintaku untuk menjalin hubungan dengan Frans! Aku sudah bilang aku berpacaran denganmu tapi dia bilang aku berbohong dan asal menyebut namamu saja!"
"Begitu? Ada lagi?" tanya Jhon.
"Jhon, seberapa hebatnya dirimu sampai ayahku tidak percaya?" tanya Samantha penasaran.
Jhon tersenyum dan mengelus kepalanya dengan lembut.
"Mana aku tahu sayang, apa kau kira yang menggunakan nama Jhon Smith cuma aku? Seharusnya kau tanyakan pada ayahmu Jhon mana yang dia maksud hebat. Dan lagi pula aku tidak hebat seperti yang kau kira, bahkan sampai sekarang aku belum bisa mendapatkan hatimu." jawabnya.
"Benar, apa hebatnya pria menyebalkan sepertimu!" sela Samantha.
Jhon hanya terkekeh dan mengcium ujung kepalanya.
"Entah kenapa ayah dan ibuku begitu kaget saat aku menyebut nama Jhon Smith, seolah-olah mereka mengenalnya. Jhon, apa kau begitu terkenal?" tanya Samantha lagi.
"Baby, jangan bertanya padaku karena aku bukan artis! Sudah aku katakan yang punya nama Jhon Smith bukan cuma aku, bisa saja yang ada dipikiran orang tuamu adalah orang lain saat kau menyebut namaku."
"Kau sungguh menyebalkan!" dengus Samantha kesal.
Jhon tersenyum dan menciumi wajah Samantha yang memerah.
"Dimana ayah dan ibumu? Aku mau bertemu."
"Mereka sedang menuju bandara untuk kembali kerumah."
"Pulang? Kenapa kau tidak mengantar mereka?" tanya Jhon heran.
"Aku malas!" jawabnya asal.
"Baby, jangan seperti itu. Jam berapa penerbangan mereka?"
"Mungkin satu jam lagi."
"Oh baby, segeralah ganti bajumu dan ikut aku."
"Untuk apa?" tanya Samantha penasaran.
"Untuk bertemu orang tuamu biar mereka percaya."
"Tapi?"
"Sudah sana sebelum kehabisan waktu."
Jhon menarik tangan Samantha hingga wanita itu berdiri dari duduknya, setelah itu Jhon mendorong tubuh Samantha dengan pelan menuju kamarnya untuk ganti baju.
Setelah Samantha masuk kedalam kamar, Jhon segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Billy.
"Billy, segera bawa orang kebandara dan halangi Alex Jackson dan istrinya. Tahan mereka supaya tidak naik kepesawat." perintahnya.
__ADS_1
"Aye...aye..bos!" Jawab Billy dan dia segera menjalankan perintah.