Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Bermanjalah pada ku


__ADS_3

Dibawah guyuran air shower yang dingin, sepasang kekasih sedang berciuman dengan liar.


Mereka berpelukan dan sibuk meraba tubuh pasangan mereka dengan liar, baju mereka? Tidak perlu ditanya, sudah terlempar entah kemana.


Samantha memeluk leher Jhon dengan erat, membalas permainan lidah Jhon yang berada didalam mulutnya.


Dibawah guyuran air shower, mereka berciuman begitu lama disana.


"Jhon." gumam Samantha disela-sela ciumannya.


"Yes baby?"


"Jhon, apa kau begitu menginginkan diriku?" tanyanya.


"Baby, bukankah kau sudah tahu? Aku sangat menginginkanmu!"


Samanta tersenyum dan menciumi wajah Jhon dengan mesra.


"Lakukanlah, aku milikmu." bisiknya.


Jhon sangat kaget mendengarnya dan memandangi wajah Samantha dengan serius, apa Samantha tidak asal berbicara?


"Kau yakin?" tanyanya memastikan.


"Tentu, aku mengatakan ini dalam keadaan sadar."


"Oh Baby, habislah kau malam ini! Aku tidak akan membiarkanmu tidur dan aku akan membuatmu mengerang nikmat dibawah kendaliku jadi jangan menyesali keputusanmu!" bisiknya ditelinga Samantha.


Jhon kembali menciumi bibir Samantha dan mereka kembali berciuman dengan liar.


Dalam hati Samantha berkata: Dia tidak akan pernah menyesal menyerahkan dirinya pada Jhon karena dia tahu Jhon begitu tulus mencintainya.


Mereka kembali tenggelam dalam ciuman sedangkan nafas mereka sudah memburu dan Jhon benar-benar sudah tidak tahan.


Tangan Jhon tidak tinggal diam, sudah sibuk membelai tubuh Samantha.


"Ugh, Jhon!" Samantha mendesah dibalik ciuman mereka sedangkan Jhon terus dengan aksinya.


Bibirnya mulai mencium leher Samantha dan meninggalkan tanda disana sedangkan jari jemarinya mulai memainkan dada Samantha yang mulai menantang.


Samantha mengerang dan meremas rambut Jhon, dia sungguh menikmati sentuhan tangan dan bibir Jhon.


Jhon kembali mel*mat bibir Samantha dan menjelajahi rongga mulutnya jangan lidahnya, Samantha membalas permainan lidah Jhon dan desahan terus terdengar disela sela ciuman mereka karena sentuhan tangan Jhon.


Samantha mengernyitkan dahinya disela-sela ciuman mereka karena disela pahanya terasa sesuatu yang hangat mengalir.


Dengan cepat Samantha mendorong tubuh Jhon dan melepaskan ciuman mereka.


"Tunggu!"


"No baby, aku tidak mau menunggu lagi."


Jhon kembali memeluk Samantha dan mel*mat bibirnya.


"Hm!"


Samantha memukul-mukul bahu Jhon karena sesuatu yang hangat itu kembali mengalir disela pahanya.


"Jhon, tunggu!" pintanya.


"Baby, kau tidak bisa mengelak lagi."


"Bukan begitu!"

__ADS_1


Samantha melepaskan diri dari pelukan Jhon dan melihat pahanya, benar saja dugaannya, ternyata dia sedang datang bulan.


Jhon juga melihatnya dan tidak percaya.


"Sory Jhon, bukan hari keberuntunganmu."


"No baby, jangan katakan?"


Jhon tidak sanggup melanjutkan ucapannya karena hancur sudah harapannya.


Samantha meraih botol sabun yang berada didekatnya dan memberikan botol sabun itu pada Jhon.


"Hari ini kau boleh menghabiskan sabunku!"


"What?"


"Jika kurang katakan padaku."


Samantha tersenyum manis dan mencium bibir Jhon sekilas.


"Sory." katanya tidak bersalah.


Samantha keluar dari kamar mandi, dia harus segera membersihkan diri dan memakai pembalut.


Sedangkan Jhon, masih berdiri disana tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


Padahal tinggal sedikit lagi?


"Oh Gosh. Kenapa harus disaat seperti ini!" makinya kesal.


Jhon melihat adiknya yang masih hmm? Kemudian dia melihat botol sabun yang diberikan Samantha padanya.


"Damt! Lagi-lagi berakhir seperti ini! Seharusnya aku melakukannya dengan cepat tadi." sesalnya.


Jhon menarik nafasnya putus asa, sepertinya sabun akan menjadi mainan barunya mulai sekarang.


Tidak lama kemudian pria itu keluar dari dalam kamar mandi dengan tampang kusut, Jhon segera mengambil pakaiannya dan memakainya dengan cepat.


Samantha sedang duduk disisi ranjang, mengeringkan rambut panjangnya dan memperhatikannya.


"Jhon."


Jhon tidak menjawab panggilan Samantha karena sedang tidak mood.


"Apa kau marah?" tanya Samantha.


Jhon hanya melotot kearah Samantha ,ini sudah kesekian kalinya dan lagi-lagi gagal!


Samantha bangkit berdiri dan berjalan kearahnya.


"Jadi kau marah?"


"Baby, jangan dekat-dekat padaku jika tidak aku akan memaksamu dalam keadaan sperti itu!" ancamnya.


Samantha menghentikan langkahnya dan melihat wajah Jhon yang tampak serius.


"Ya sudah!" jawabnya.


Samantha memutar langkahnya dan berjalan kearah pintu, sebaiknya dia keluar saja dari sana.


"Mau kemana?" Pertanyaan Jhon menghentikan langkahnya.


"Keluar, kau tidak mau dekat denganku bukan?"

__ADS_1


"Oh damn! Kau paling pintar membuatku kesal"


Jhon melangkah menghampirinya dan memeluknya dari belakang.


"Jadi apa kau masih marah?" tanya Samantha lagi.


"Yah, aku kesal padamu!"


"Sory, aku lupa jika hari ini jadwal bulananku."


"Sudahlah, lupakan! Lain kali akan aku ingat!"


Samantha tersenyum dan segera membalikkan tubuhnya, dia juga lupa dengan tanggal bulanannya dan dia tidak bermaksud membuat Jhon seperti itu.


"Sekali lagi maaf." ucapnya dan dia memeluk Jhon dengan erat


"Baby, jangan di ungkit lagi. Aku benar-benar sedang tidak mood." jawabnya.


"Jhon."


"Hm?"


Samantha mengangkat kepalanya dan mencium wajah Jhon dengan mesra.


"Apa kabar Edward? Aku sangat rindu dengannya."


"Baby, Edward baik-baik saja, dia sedang bersama keluargaku saat ini."


"Boleh besok aku tidak bekerja? Aku ingin menjemput Edward disekolah." tanyanya.


Jhon memegangi wajah Samantha dan menatap matanya dalam-dalam.


"Baby, kau tidak perlu bekerja lagi karena mulai sekarang aku yang akan bertanggung jawab atas semua kebutuhanmu dan Edward."


"Apa? Aku tidak mau!" tolak Samantha.


"Aku tahu kau akan mengatakan ini, jadi pekerjaanmu hanya diam dirumah, menemaniku dan memberikan semua waktumu untukku dan Edward."


"Tapi?"


"Sayang, kau ini pacarku dan aku ingin kau mengandalkanku dalam semua hal jadi bermanjalah padaku."


Samantha menatap Jhon sekilas tapi kemudian dia mengangguk, Jhon tersenyum dan memeluknya dengan erat. Walaupun keinginannya untuk menjadikan Samantha menjadi miliknya belum terwujud tapi cepat atau lambat Samantha pasti akan menjadi miliknya, hanya miliknya!


"Jhon, aku lapar."


"Me to." jawab Jhon cepat.


"Jika begitu aku akan membuat makanan."


"No baby, bagaimana jika kita makan diluar." ajaknya.


Samantha kembali mengangguk dan sebelum mereka saling melepaskan pelukan mereka, Jhon dan Samantha berciuman dengan mesra.


Setelah itu Samantha mengambil mantel dan tasnya, mereka berdua keluar dari apartemen itu dengan mesra pula.


Sementara itu ditempat lain, Frans melemparkan ponselnya keatas lantai setelah menjawab sebuah panggilan yang masuk diponselnya.


Frans mengepalkan tangannya, dia sangat marah karena dipermalukan dan dipermainkan seperti itu.


Ya, baru saja Frans menerima telephone dari Alex Jackson, pria tua itu berkata pada Frans bahwa dia membatalkan perjodohan putrinya dengan Frans.


Frans menyalakan rokoknya dengan tidak sabar, dia masih kesal kepada Samantha yang telah berani mempermalukannya direstorant.

__ADS_1


Tapi sekarang? Alex Jackson membatalkan pertunangan mereka!


"Ayah dan anak sama saja, awas kalian!" ucapnya sedangkan api kebencian terpancar dari matanya.


__ADS_2