Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
No more Secret.


__ADS_3

Sebelum mendengar cerita Samantha lebih lanjut, Jhon bangkit berdiri, memesan dua minuman hangat untuk mereka berdua.


Samantha memperhatikan kepegian Jhon dan entah kenapa malam ini dia bisa merasa tenang ada Jhon disana.


Walaupun dalam hatinya masih merasa kawatir tapi dia merasa Jhon dapat membantunya menjaga Edward.


Tidak menunggu lama, Jhon kembali membawa dua minuman hangat ditangannya. Jhon meletakkan minuman itu diatas meja dan kembali duduk disisi Samantha.


"Jadi, malam ini aku ingin mendengar semuanya darimu. Tentang ibu Edward dan apa yang telah dialami oleh Edward. Aku tidak ingin lagi ada rahasia diantara kita." katanya tanpa basa basi.


Samantha mengambil minuman hangat yang berada diatas meja dan memperhatikannya.


"Dari mana aku harus memulai?" tanyanya.


Samantha menarik nafasnya untuk memulai ceritanya.


"Hari itu, seorang wanita tiba-tiba menghentikan langkahku dan bertanya apa aku menemukan seorang bayi didepan rumahku? Saat itu aku langsung tahu, wanita itu pasti ibu Edward. Aku pikir dia tidak akan kembali lagi tapi disuatu pagi, wanita itu datang kembali dan terang-terangan menanyakan anaknya lagi. Apa kau tahu kenapa aku pindah rumah?"


Jhon diam saja, dia kembali teringat perkataan Billy bahwa Samantha begitu cerdik menyembunyikan diri dan pindah tiba-tiba.


"Pagi itu, waktu kau sudah pergi, ada dua orang pria tiba-tiba ingin menculik Edward. Aku tidak tahu kenapa? Tapi tiba-tiba juga ada orang yang menolong waktu itu. Aku tidak perduli mereka siapa tapi Edward?"


Samantha menghentikan ucapannya, melihat gelas ditangannya dan kembali teringat kenangan buruk yang dialami oleh Edward.


"Jhon, kau tidak tahu bagaimana perasaanku waktu itu, bagaimana aku begitu takut mendengar Edward hampir mati karena gagal jantung."


"Kenapa bisa begitu?" tanya Jhon dengan cepat.


"Penculik itu memberikan obat bius padanya, Edward masih terlalu kecil jadi obat itu sangat berbahaya untuknya."


Jhon mengepalkan tangannya, ternyata semuanya berhubungan dengan pria yang ditangkap oleh Billy waktu itu.


Dalam hatinya menyesal, menyesal terlambat mengutus orang untuk melindungi Edward dan Samantha dan menyesal pergi disaat yang tidak tepat.


Jhon ingin membuka mulutnya, ingin bertanya siapa yang telah berani melakukan itu tapi Samantha terlebih dahulu membuka suaranya.


"Apa kau tahu? Yang membuatku lebih marah adalah, saat aku tahu jika ibu kandung Edward yang melakukannya. Aku tidak asal menebak karena wanita gila itu pernah berkata akan menghabisi Edward. Sampai sekarang aku masih berpikir, kenapa putri Bill Lourent begitu gila?"


Jhon sangat kaget saat mendengarnya, putri Bill Lourent?


"Aku tidak takut menghadapi Putri Bill Lourent karena aku punya bukti untuk melawannya jika dia meminta Edward kembali tapi aku tidak menyangka dia begitu tega mau membunuh darah dagingnya sendiri!"

__ADS_1


"Tunggu!"


Jhon menyela ucapan Samantha, dia masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.


"Baby, jadi ibu Edward adalah Stela Lourent?" tanyanya.


"Benar! Kau pikir putri Bill Lourent ada berapa? Wanita jahat itu bahkan begitu licik seperti ayahnya."


Tiba-tiba Jhon tertawa, Samantha melihatnya dengan heran, apa ada yang lucu?


"Stela, ternyata kau punya rahasia sebesar ini. Pantas saja kau selalu menanyakan Edward padaku, awas saja nanti!" kata Jhon dalam hati.


"Sayang, kau tidak perlu kawatir. Aku pernah berkata akan membantumu untuk menendang ibu Edward maka sekarang, serahkan padaku. Aku akan mendendang Stela dengan senang hati."


"Jhon, apa kau mengenal Stela Lourent?" tanya Samantha heran.


"Baby, percaya atau tidak, Stela mantan tunanganku!"


"Mantan tunangan?" tanya Samantha.


"Benar, sampai kemarin dan sampai dia berani memberikan obat padaku!"


Samantha tercengang, apakah Stela Lourent adalah rubah yang mau ditendang oleh Jhon?


"Kurang ajar!" makinya.


Jhon melihatnya dengan heran.


"Ada apa?"


"Beraninya kau Jhon. Kau sudah punya tunangan tapi masih menggodaku. Kau anggap aku ini wanita apa?" tanyanya kesal.


"Baby, Stela hanya tunangan yang tidak aku inginkan. Aku bertunangan dengannya karena suatu tujuan!"


Samantha memalingkan wajahnya, tidak mau melihat Jhon.


"Dengar!"


Jhon memegang dagu Samantha dan menatap matanya dengan lekat.


"Aku tidak punya perasaan dengan Stela karena yang aku cintai dan aku inginkan cuma dirimu, bukan Stela. Aku bukan orang yang suka bermain-main dan harus berapa kali aku katakan bahwa aku serius denganmu dan jika kau tidak percaya, aku bisa menikahimu hari ini juga!"

__ADS_1


Samantha memalingkan wajahnya, dia tahu Jhon sedang tidak membohonginya.


"Jhon, apa gara-gara ini Stela mau membunuh Edward?"


"Tidak mungkin sayang, dia tidak tahu wanita yang aku cintai adalah dirimu. Aku kira dia melakukan ini demi suatu tujuan!"


"Jhon, maukah mengabulkan permintaanku?" tanya Samantha.


"Katakan apa yang kau inginkan, apapun akan aku lakukan untukmu."


"Tolong bawa Edward dan jagalah dia. Aku takut Frans tiba-tiba datang mencariku karena dia bilang akan bertemu lagi denganku."


Jhon mengusap wajah Samantha yang tampak kawatir.


"Tentu sayang, aku akan menjaganya untukmu tapi ingat, kau harus menjaga jarak dari Frans, hindari dia jika perlu."


Samantha mengangguk dan memeluk Jhon dengan erat. Dia bisa tenang sekarang dan yang harus dia lakukan hanya perlu menceritakan Edward dan hubungannya dengan Jhon kepada kedua orang tuanya.


"Baby, aku sangat senang kau mau menceritakan semua ini padaku. Berarti tidak ada lagi rahasia diantara kita."


Samantha mengangkat kepalanya dan mengecup bibir Jhon dengan mesra, setelah itu dia kembali memeluk Jhon dengan erat.


"Terima kasih Jhon, aku tidak tahu harus membalas kebaikan dengan cara apa?"


"Cukup berikan cintamu untukku, itu lebih berharga lebih dari apapun."


Samantha tersenyum dalam pelukan Jhon, walaupun dia belum mengatakan isi hatinya tapi suatu hari nanti akan dia katakan pada waktu yang tepat.


Setelah semuanya sudah jelas dan teka teki terpecahkan, Jhon dan Samantha keluar dari restoran fast food itu. Jhon melingkarkan tangannya dipinggang Samantha dengan erat, sedangkan Samantha menempel padanya dengan mesra. Setiap orang yang melihat mereka akan merasa iri, dua pasangan yang begitu serasi.


Jhon juga mengantar Samantha pulang keapartemennya dan selama didalam mobil, Samantha memeluk Edward yang tertidur dengan erat.


Dalam hatinya berat untuk melepaskan Edward tapi Samantha tidak punya pilihan lain demi melindungi Edward.


Jhon Memperhatikan Samantha yang masuk kedalam Lift untuk menuju kamar apartemennya, setelah pintu lift itu tertutup, Jhon segera memerintahkan supirnya untuk pulang. Pulang kerumah kelurganya karena disana Edward akan lebih nyaman karena ada ayah, ibu dan adiknya.


Selama diperjalanan Jhon berpikir, sepertinya masalah ini tidak lah mudah. Frans bukan orang yang gampang untuk dihadapi dan sepertinya dia harus mencari sekutu yang pas untuk melawan Frans Leonardo.


Jhon mengambil ponselnya dan menghubungi Billy asisten pribadinya.


"Billy, utus seseorang ke New York untuk menyelidiki apakah Frans Rional, apakah dia masih hidup atau tidak! Aku juga ingin kau menyelidiki dengan siapa Stela berhubungan sebelum menjadi tunanganku. Aku juga ingin kau menghancurkan Bill Lourent, pastikan kali ini dia hancur, hancur sehancur hancurnya." perintahnya.

__ADS_1


"Siap bos." jawab Billy disebrang sana.


Walaupun Billy tidak tahu kenapa bosnya itu memerintahkan hal itu, sebagai anak buah yang setia, Billy pasti akan melaksanakan perintah bosnya.


__ADS_2