
California waktu setempat
Jet pribadi yang membawa Jhon telah mendarat dirumah pribadi keluarganya, Jhon sudah tidak sabar untuk kembali kerumah pribadinya dan tentu saja untuk menemui wanita pujaan hatinya.
Jhon turun dari Jet pribadinya dengan tidak sabar sedangkan Billy dan Frans Rional mengikuti pria itu.
Perjalan panjang dari New York menguras waktu mereka beberapa jam. Jhon masuk kedalam mobil yang telah disiapkan oleh anak buahnya dan dengan tidak sabar pria itu memerintahkan supir pribadinya segera membawanya pulang kerumah pribadinya.
Tapi sebelum itu, Jhon memerintahkan Billy menemani Frans Rional dirumah pribadi keluarganya dan mencarikan tempat untuk pria itu.
Mobil yang membawanya melesat dengan cepat, dia benar-benar sudah tidak sabar menagih janji kepada Samantha.
Saat mobil yang membawanya tiba, Jhon turun dari mobilnya dengan cepat dan masuk kedalam rumahnya dengan tidak sabar.
Para penjaga yang melihat kedatangan bosnya menunduk hormat.
Jhon membuka pintu kamarnya, dia kira Samantha ada disana tapi kemana wanitanya?
Jhon melangkah kearah kamar yang ditempati Edward dan didalam kamar itu ternyata Edward dan Samantha juga tidak ada. Kemana mereka? Apa belum kembali?
"Ron!!" teriaknya.
Ron langsung keluar dari dalam kamarnya saat mendengar teriakan Jhon dan langsung menghampiri tuan mudanya.
"Yes young master."
"Kemana mereka?" tanyanya dengan tidak sabar.
"Tuan muda, Edward tidur didalam kamarku. Dia menangis jadi aku membawanya kedalam kamarku dan menghiburnya."
"Menangis? Memangnya Samantha pergi kemana?"
"Young master, nona Samantha kembali kerumahnya."
Jhon terbelalak kaget, kembali kerumah? Untuk apa?
"Kenapa dia kembali? Apa dia mengatakan alasannya?" tanyanya.
"Sepertinya terjadi sesuatu dirumahnya dan tunggu sebentar, nona Samantha meninggalkan pesan."
Ron kembali kedalam kamarnya dan tidak lama kemudian pria itu kembali lagi dengan sebuah kertas ditangannya.
"Sebelum pergi, nona Samantha menuliskan ini dan memintaku memberikannya pada tuan muda dan Sebelum menuliskan ini, nona Samantha menerima sebuah panggilan dan meneriakkan nama Frans!"
Jhon sangat kaget mendengarnya dan wajahnya langsung menegang.
Frans? Apa yang dilakukan oleh pria itu?
Dengan nada tinggi dan penuh emosi Jhon berkata:
__ADS_1
"Ron kenapa kau membiarkannya pergi? Kau tahu bukan? Aku memerintahkan kau menjaga mereka dari pria yang bernama Frans!"
"Maaf tuan muda, aku telah bertanya pada nona Samantha tapi dia tidak memberitahuku apa yang telah terjadi. Aku juga sudah memintanya menunggu sampai tuan muda kembali tapi sepertinya nona Samantha sedang buru-buru."
Jhon melotot pada pelayan pribadinya yang sudah tua dan dengan tidak sabar Jhon meraih kertas yang masih berada ditangan Ron.
Jhon membuka kertas itu dengan cepat dan membaca isinya.
..."Jhon, jika kau telah kembali mungkin aku sudah berada di Colorado. Aku tidak tahu apa yang aku lakukan ini benar atau tidak tapi aku hanya punya waktu dua belas jam saja. Frans mengancam akan membunuh kedua orang tuaku jika aku tidak datang jadi maaf karena aku tidak menunggumu kembali, aku melakukan hal ini karena aku tidak punya banyak waktu."...
..."128 Hiterland trail, blue river. Setelah kembali carilah aku disana. Aku percaya padamu tapi jika saat kau datang aku sudah mati maka kau orang pertama yang akan aku datangi. Love you."...
Jhon mengusap wajahnya dengan kasara dan meremas kertas itu dengan erat.
"Bodoh, sedang dalam situasi seperti ini masih saja bercanda!" gumamnya.
Jhon tampak berpikir sejenak dan melihat pelayan pribadiny.
"Ron, apa kau memberikan kalung itu padanya?"
"Of course young master."
Ya kalung itu memang dipasang alat pelacak didalamnya. Jhon takut selama dia pergi Samantha dan Edward diculik oleh Frans jadi sebelum pergi, Jhon menitipkan kalung itu.
Jika terjadi sesuatu dengan Samantha dan Edward, maka dengan mudah dia bisa menemukan mereka berdua.
Jhon meraih ponselnya dan menghubungi Samantha, tapi ponsel wanita itu tidak bisa dihubungi.
"Sudah berapa jam dia pergi?" tanyanya.
"Mungkin tiga atau empat jam yang lalu tuan muda."
Empat atau tiga jam? Kemungkinan Samantha masih didalam pesawat.
"Ron, bawa Edward kerumah keluargaku dan titipkan disana." perintahnya.
"Baik tuan muda."
Jhon kembali keluar dari rumahnya dengan cepat, dia tidak boleh menunda jika terlambat maka mayat Samantha yang akan dia dapat.
Pria itu kembali kemobilnya dan memerintahkan supir pribadinya untuk kembali kerumah pribadi keluarganya.
Selama diperjalanan Jhon memerintahkan Billy menyiapkan jet pribadinya yang lain. Matanya juga setia menatap layar ponselnya, melihat lokasi Samantha berada.
Saat tiba, dengan cepat pula Jhon masuk kedalam rumah pribadi keluarganya. Disana Billy dan Frans Rional menunggunya, Mereka tidak mengerti kenapa pria itu kembali lagi.
"Master, apa ada yang tertinggal?"
"Billy, sekarang kita harus ke Colorado. Tapi sebelum itu?"
__ADS_1
Jhon melangkah memasuki sebuah kamar sedangkan Billy dan Frans Rional mengikutinya dari belakang.
"Master, apa yang telah terjadi?"
"Frasn Leonardo telah bergerak lebih cepat dari yang aku kira. Pria ini!! Rasanya aku sudah tidak sabar menginjaknya! Frans, apa kau siap untuk balas dendam?"
"Tentu saja, aku sungguh sudah tidak sabar." jawab Frans Rional yang berjalan dibelakangnya.
Jhon menekan beberapa nomor akses yang ada disamping rak buku, nomor akses itu untuk membuka sebuah ruangan rahasia yang ada dibalik rak buku. Billy tau itu ruangan apa, sepertinya bosnya sangat serius sekarang.
Saat pintu itu terbuka, Frans Rional melotot tidak percaya. Siapa pria ini? Kenapa bisa banyak senjata disana?
"Master, apa perlu aku membawa ini?"
Billy menimang-nimang sebuah bazoka ditangannya.
"Apa kau mau menghancurkan rumah kekasihku?" tanyanya.
"Aku pastikan mengenai sasaranku dengan tepat!" jawab Billy sambil terkekeh.
Mereka sibuk mengambil senjata tapi Frans Rional berdiri didepan pintu tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Sebelum aku ikut denganmu untuk balas dendam, jawab pertanyaanku, siapa kau sebenarnya?"btanyanya.
"Aku? Yah?" jawab Jhon malas.
Apa dia perlu menjelaskan siapa dirinya pada pria itu?
"Frans, aku tidak punya banyak waktu! Jika terlambat mungkin Frans Leonardo akan mengulangi kejahatannya seperti waktu menghabisi keluargamu jadi, ambillah senjata yang kau inginkan, tapi ingat jangan bawa bazoka!"
Billy kembali terkekeh mendengar penuturan bosnya.
"Baiklah, sepertinya menarik mengikuti orang sepertimu. Jika aku sudah menghabisi Frans Leonardo,bmaka aku bersumpah akan mengikutimu dengan setia."
"Good."
Frans melihat sesuatu yang ada didinding dan menghampirinya.
"Mungkin aku akan membawa ini." katanya.
Jhon dan Billy melihat senjata yang diambil oleh Frans.
"Pilihan yang bagus." kata mereka berdua.
Setelah selesai mereka keluar dari tempat itu. Jhon berjalan didepan sedangkan Billy dan Frans Rional mengikutinya.
Mereka berjalan kearah pesawat pribadi yang telah siap dan beberapa anak buah sudah siap disana menunggu mereka.
"Baby, tunggulah sampai aku datang! Aku harap kau tidak bertindak gegabah." ucapnya dalam hati.
__ADS_1