
Pagi itu, Billy berjalan ketempatnya bekerja dengan senyum mengembang diwajahnya.
Pria itu tampak begitu senang seperti orang yang kelebihan vitamin. Para karyawan yang melihat pria itu sungguh merasa heran, ada apa dengannya?
Ya jelaslah, setelah membawa Amber pulang kerumahnya dan .....ehem....taulah ya apa yang terjadi selanjutnya.
Billy masuk kedalam ruangan bosnya, siap menerima perintah dari bosnya. Suasana hatinya sedang bagus dan dia akan melakukan pekerjaannya dengan senang hati hari ini.
Jhon melihat Billy dibuat heran, ada apa dengan asisten pribadinya itu?
"Hei, ada apa denganmu?" tanyanya.
"Tidak ada apa-apa master." jawab Billy dengan senyum diwajahnya.
Jhon hanya menatapnya sesaat dan kembali membaca dokument yang dipegangnya.
"Apa jadwalku hari ini?"
"Mr X ingin bertemu denganmu saat jam makan siang."
"Setelah itu?"
"Setelah itu kau harus menghadiri rapat dikantor cabang."
Jhon hanya mengangguk dan masih sibuk membaca dokument yang dipegangnya.
"Billy."
"Yes master."
"Malam ini aku ingin kau menjalankan rencanaku."
"Malam ini?"
"Yes!"
"Apa yang master inginkan,akan aku kerjakan."
"Bagus, ingat bukan kau harus menjadi pencuri?"
Billy menelan ludahnya, dia lupa dengan masalah ini karena sibuk mengejar cintanya.
"Apa yang harus aku curi dan dimana master?"
"Kau harus?"
Jhon mulai mengatakan apa yang harus Billy lalukan sedangkan Billy menggangguk dan pada saat malam telah tiba, Samantha keluar dari kamar Edward setelah Edward sudah tertidur dengan pulas.
Entah kenapa hari ini Jhon tidak datang keapartemennya, tidak biasanya pria itu melakukan hal seperti ini.
Samantha mengunci pintu rumahnya dan masuk kedalam kamarnya.
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam dan dia sudah mulai mengantuk.
Samantha masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan setelah itu dia naik keatas ranjang untuk tidur.
Samantha menarik selimut dan pada saat itu terdengar suara pintu apartemennya ditutup dari dalam.
Samantha tersenyum senang, tidak perlu dilihat karena dia sudah tahu siapa yang datang.
Pintu kamarnya terbuka dan tampak Jhon sedang berdiri disana dan tersenyum saat melihatnya.
"Baby, do you miss me?" tanya pria itu.
"Yes."
Jhon segera menutup pintu kamar dan melangkah dengan cepat menghampiri kekasihnya.
Jhon naik keatas ranjang dan mengecup bibir kekasihnya dengan lembut.
"Dari mana saja? Kenapa baru pulang?"
"Hmm, itu? Aku sibuk." jawabnya beralasan.
Samantha menyunggingkan bibirnya dan memeluk Jhon dengan erat.
__ADS_1
"Apa kau sudah makan?"
"Yes."
"Mandi?"
"Mau mandi denganku?"
"No!"
"Baby."
"Hm?"
"Aku mengantuk."
"Me too."
Jhon memeluk kekasihnya dengan erat, sebenarnya dia tidak mengantuk dan hanya pura-pura saja.
Samantha memejamkan matanya karena dia memang sudah mengantuk.
"Jhon." gumamnya disela-sela tidurnya.
"Yes baby."
"I love you."
Jhon tersenyum dan mencium dahi Samantha sedangkan tangannya bermain dirambut Samantha.
"Me too." Jawab pria itu sambil menciumi dahi kekasihnya lagi yang sudah tertidur.
Pada saat tengah malam, Billy melakukan rencana yang sudah diatur oleh bosnya. Dia harus jadi pencuri, maksudnya pura-pura jadi pencuri.
Kembali tadi pagi, saat Billy menanyakan apa yang harus dia lakukan.
"Apa yang harus aku curi dan dimana master?" tanya Billy.
"Kau harus pura-pura jadi pencuri dirumah kekasihku."
"What? For What master?" tanya Billy kebingungan.
"kenapa tidak master ajak saja langsung?"
"Billy, jika dia mau aku tidak akan merencanakan ini."
Billy menelan ludahnya dengan kasar.
"Tapi master, Ms Samantha jago bela diri, bagaimana jika?"
"Apa kau bodoh! Lakukan dengan benar, kau cukup merusak kunci pintunya dan membuat sedikit keributan! Jangan sampai ketahuan dan lagi pula jika wajahmu dipukul satu kali oleh seorang perempuan tidak akan membuatmu menjadi jelek."
"Siap master." jawab Billy dengan berat hati.
Jadilah, pria itu si Billy harus pura-pura menjadi pencuri.
Dengan sebuah kunci cadangan yang diberikan oleh bosnya, pria itu membuka pintu apartemen itu dengan pelan.
Tugasnya, merusak handle pintu dan membuat sedikit keributan.
Dengan sebuah palu yang dibawanya, Billy mengetok handle pintu itu dari dalam dengan kencang.
"Brraakkkk!!"
Samantha begitu kaget dan langsung terbangun dari tidurnya saat mendengar suara yang begitu keras diluar sana. Suara apa itu?
"Jhon."
Samantha menguncang tubuh kekasihnya yang sedang tertidur disampingnya.
Jhon hanya diam saja dan dia tidak bergeming sama sekali.
"Braakkk!!" kembali terdengar suara didepan sana.
"Jhon." panggil Samantha lagi.
__ADS_1
"Ada apa baby?"
"Kau dengar? Jangan-jangan ada pencuri."
"Aku tidak dengar!" katanya pura-pura.
"Ck.."
Samantha berdecak kesal dan segera bangkit berdiri, dengan cepat Samantha berjalan keluar dan membuka pintu kamarnya.
Matanya terbelalak kaget saat melihat pintu apartemennya yang telah terbuka dan dengan cepat pula Samantha berjalan menuju kearah pintu itu dan melihat kondisi handle pintu yang sudah rusak parah.
Jhon Mengikutinya dari belakang dengan Santai, pria itu hanya melihat kearah Samantha yang mulai panik.
"Jhon ada pencuri."
"Oh ya?"
"Edwrad."
Samantha langsung berlari kearah kamar Edward, dia takut pencuri itu menculik Edward.
Samantha langsung lega saat melihat pria kecil itu yang terbangun karena suara tadi.
"Sayang, apa kau baik-baik saja?"
"Mom, suara apa tadi?"
"Tidak ada apa-apa sayang."
Samantha memeluk pria kecil itu dan menenangkannya.menggendongnya sampai pria kecil itu tertidur kembali.
Setelah itu Samantha keluar sambil menggendong Edwrad. Jhon tidak ada disana karena pria itu masuk kedalam kamar untuk menghubungi Billy
Jhon memerintahkan Billy untuk menjalankan rencana selanjutnya.
Setelah itu Jhon keluar lagi melihat Samantha diluar sana yang tampak kebingungan.
"Baby, apa ada yang hilang?"
"Tidak ada, dirumahku mana ada yang bisa dicuri." jelas Samantha.
"Maling bodoh." jawab Jhon dengan santai.
"Benar, tapi kenapa harus merusak pintu rumahku?"
"Jadi bagaimana sekarang?"
"Entahlah." jawab Samantha kebingungan.
Dia tidak perduli dengan barang yang hilang karena memang tidak ada benda penting dirumahnya, tapi masalahnya bagaimana mereka bisa tidur kembali dengan kondisi pintu yang rusak?
Bagaimana jika pencuri itu kembali lagi?
Jhon tersenyum simpul dan menghampirinya, dengan cepat pria itu mengambil Edward yang tertidur digendongan Samantha.
"Sebaiknya kalian kerumahku dulu."
"Apa boleh?"
"Tentu saja sayang, aku tidak akan membiarkan kalian tidur dalam kondisi seperti ini karena sangat berbahaya jika pencuri itu kembali lagi."
Samantha mengangguk setuju, benar yang dikatakan oleh Jhon,vsangat berbahaya bagi mereka jika sampai pencuri itu kembali lagi.
"Aku akan membereskan barang terlebih dahulu."
"No baby, kau bisa mengambilnya besok."
"Tapi?"
"Sudahlah, aku akan memerintahkan anak buahku untuk berjaga disini."
Tanpa rasa curiga sedikitpun, Samantha mengikuti Jhon kembali kerumah pribadinya.
Dia tidak menyangka jika ada pencuri malam ini, bagaimana keamanan apartemen itu?
__ADS_1
Mungkin besok dia harus complain pada keamanan disana.
Saat melihat kepergian bosnya, Billy yang masih berada disana dengan anak buahnya langsung kembali kedalam apartemen itu untuk melanjutkan rencana selanjutnya.