
Samantha membuka pintu apartemennya tanpa curiga dan pada saat itu?
"Happy birthday" Sorak orang yang ada didalam sana.
"Oh my God!" Samantha begitu kaget dan memegangi dadanya.
Bagaimana tidak, di dalam sana tampak keluarga Jhon dan kedua orang tuanya sedang berkumpul.
"Mom, dad, kalian?" panggilnya tidak percaya.
Dia tidak bisa berkata apa-apa, kapan keluarganya datang? Samanta juga tidak bisa berkata apa-apa karena disana, tampak Michael Smith sedang duduk diatas sofa dan berbincang dengan ayahnya.
Sedangkan Silvia, Xiau Yu dan Ana Jackson sedang menyambut kedatangannya.
Jhon juga ada disana dengan Edward, pria itu tampak senang melihat kedatangan kekasihnya.
Samantha benar-benar bahagia dan tanpa terasa air matanya mengalir dari kedua matanya. jujur saja dia sendiri saja lupa dengan ulang tahunnya.
Edward berlari kearahnya dan memeluk kakinya.
"Mom, Happy birthday." Edwrad memberikan selamat untuk ibunya.
Samantha segera berjongkok dan memeluk Edward, dia benar-benar bahagia saat ini.
"Thank you honey."
"Mom, i have a gift for you." ucap pria kecil itu.
"Oh yah? Apa itu Sayang?" Samantha mengusap kepala Edward dengan lembut.
Edward mengeluarkan beberapa permen dari kantong celananya dan memberikannya kepada ibunya.
"This for you mommy."
Samantha tersenyum bahagia dan mengambil permen itu dari tangan mungil Edward.
"Oh my, thanks honey." ucapnya sambil mencium pipi Edward.
Silvia menghampiri Samantha dengan sebuah kue di tangannya.
"Kakak ipar, selamat ulang tahun." Silvia menyodorkan kue itu pada Samantha.
Samantha mengambil kue dari tangan Silvia dan segera meniup lilin yang ada diatasnya, tapi sebelum itu dia telah membuat sebuah harapan, dia berharap semoga hubungannya dengan Jhon dapat berjalan dengan lancar sampai kapanpun juga.
"Thanks Silvia, kenapa kalian bisa berkumpul disini?"
"Ini semua rencananya." ujar Xiau Yu sambil melirik kearah putranya.
Samantha melihat kearah Jhon dan tersenyum bahagia, dia berjalan kearah meja dan meletakkan kue yang dipegangnya disana.
Ana Jackson yang berdiri tidak jauh darinya berjalan menghampiri putrinya dan segera memeluknya.
"Samantha, selamat ulang tahun. Mommy sangat rindu denganmu."
"Mom, kapan kalian datang?" Samantha membalas pelukan ibunya.
__ADS_1
"Baru saja sayang, kami segera terbang kemari setelah mendapat jemputan mendadak."
Jhon segera melangkah menghampiri Samantha dengan senyum diwajahnya, sekarang adalah saat untuknya mengucapkan happy birthday untuk wanitanya.
"Baby, Happy birthday."
"Jhon, apa kau yang merencanakan ini?"
"Yes baby."
"Kenapa tidak bilang padaku?"
"Hei jika aku bilang maka tidak akan jadi kejutan bukan?"
"Apa pintu itu ulahmu?" tanyanya curiga.
"Yah, kau bisa memukul Billy nanti." jawabnya.
Samantha memeluknya dengan senyum diwajahnya.
"Thank you Jhon."
"Ssttss! Dont say that baby, and..?"
Jhon melepaskan pelukannya dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
Pria itu mulai berlutut di depan Samantha dan menyodorkan sebuah cincin di depan wanita itu.
Samantha menutup mulutnya, dia tahu apa yang akan Jhon lakukan dan dia sungguh tidak menyangka akan mendapat kejutan seperti itu di depan keluarganya.
"Samantha Jackson, dihadapan kedua orang tua kita aku akan melamarmu. So, will you marry me? To be my wife?"
Semua mata yang ada di sana tertuju pada Samantha sedangkan Samantha menangis bahagia dan dia berusaha menghapus air matanya.
"Yes, i will," Jawabnya sambil sambil mengusap air matanya.
Kedua orang tua mereka sangat senang melihat anak mereka yang tampak bahagia.
Jhon segera bangkit berdiri dan menyematkan cincin berlian itu dijari manis kekasihnya, setelah itu Samantha langsung masuk kedalam pelukannya kembali.
"Baby."
"Jhon, thank you so much."
Jhon tersenyum dan menciumi wanitanya, mereka berciuman tanpa perduli dengan mata yang melihat kearah mereka.
"Aduh, dulu aku sangat ingin dilamar seperti itu." ujar Xiau Yu.
"Ehem!" sela Michael Smith kemudian.
Jhon dan Samantha melepaskan ciuman mereka, Samantha tersipu malu dan menyembunyikan wajahnya di dada Jhon.
"Baby, ada hadiah lain untukmu di dalam kamar." bisik Jhon ditelinganya
"Benarkah? Apa itu?"
__ADS_1
"Ayo."
Jhon segera menarik tangan Samantha dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.
Di atas ranjang, tampak begitu banyak hadiah yang telah tersusun rapi dan tentunya semua itu untuknya.
Samantha mengikuti Jhon dengan senyum diwajahnya, Jhon membawanya dan mendudukkan Samantha di atas pangkuannya.
Jhon mengambil sebuah kotak yang dia letakkan di atas ranjang, dia membuka kotak itu dan mengeluarkan isinya
Sebuah kalung yang sangat indah, selama beberapa hari Jhon sibuk mencari hadiah yang cocok yang akan dia berikan untuk kekasihnya.
A Heritage in Bloom, kalung yang nilainya setara dengan Rp 2,8 triliun.
Kalung ini dibuat oleh seorang pengrajin di Cina yang merancang karya agung yang disebutnya “A Heritage in Bloom”.
Kalung ini terdiri dari 11.551 batu permata berbentuk bulat, oval dan markis yang tersusun indah, ratusan giok putih dan giok hijau serta berlian putih sebesar 383,4 karat.
Lapisan bawah bandulannya menampilkan berlian bulat besar serta dua buah kupu-kupu bertatahkan berlian putih sebagai penyeimbangnya. Sedangkan bagian belakang kalung membentuk kelelawar kembar yang juga bertatahkan berlian, kupu-kupu dan kelelawar melambangkan keberuntungan.
Jhon segera memakaikan kalung itu di leher Samantha.
"Jhon ini?" Samantha tidak percaya melihat kalung yang begitu indah dan melingkar di lehernya.
"Why? You don't like it?"
"No, not like that! Aku hanya merasa Kau terlalu berlebihan."
"Tidak Sayang, ini sangat pantas untukmu."
"Tapi Jhon?"
"Sssttt...Baby, apapun akan aku belikan jika itu untukmu dan lihatlah, kau tambah cantik menggunakan benda ini." pujinya.
Samantha begitu bahagia dengan setiap kejutan yang diberikan oleh Jhon, sungguh dia tidak bisa berkata apa-apa lagi karena kebahagiaan memenuhi hatinya. Samantha melingkarkan tangannya di leher Jhon dan memeluk pria itu dengan erat.
"Thank you Jhon, aku sangat bahagia karena kejutan yang kau berikan, thanks."
"Baby."
"Hmm.."
Samantha mengangkat kepalanya, menempelkan dahi mereka dan menantap mata pria yang dicintainya itu.
"Jhon, i love you so much." bisiknya.
"I love you too baby."
Mereka kembali berciuman dengan mesra, sungguh Samantha tidak pernah menyangka jika dia akan dilamar dengan romantis dan dia juga tidak menduga jika Jhon akan memberikan kejutan seperti ini untuknya.
"Thank you Jhon," bisik Samantha saat Jhon melepaskan bibirnya.
"Stts Baby, setelah ini kita akan menyiapkan pernikahan kita tapi hari ini kita nikmati waktu kita."
"Hm...." Samanta mengangguk sedangkan Jhon mencium pipinya.
__ADS_1
Mereka mulai melihat hadiah yang ada di atas ranjang dan Samantha benar-benar bahagia, bukan karena hadiah yang dia dapat tapi karena sebentar lagi dia dan Jhon akan menikah.