Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
You are my everything


__ADS_3

Saat itu Jhon berjalan menuju ruangan kekasihnya dirawat, selama makan dia makan dengan cepat. Karena dia tidak ingin meninggalkan Samantha terlalu lama sendirian.


Setelah makan malam Alex Jackson Membawa Edward bersamanya kembali kehotel.


Jhon membujuk Edward agar mau mengikuti Alex Jackson dan berjanji akan membawa pria kecil itu kembali menemui ibunya besok pagi, dia tidak akan membiarkan Edward tidur dirumah sakit itu bersamanya.


Jhon membuka pintu ruangan itu dengan cepat, dia sudah tidak sabar menemani kekasihnya kembali.


Tapi matanya terbelalak saat melihat ruangan itu kosong, Samantha tidak ada diatas ranjangnya, kemana wanitanya?


Jhon berjalan dengan cepat menuju kearah ranjang, hanya ada alat yang tadinya terpasang ditubuh Samantha tergeletak diatas ranjang.


Jhon menyisir rambutnya kebelakang, frustasi. Kemana Samantha pergi?


Apa ada yang datang dan membawa Samantha saat mereka pergi?


Jhon segera memutar langkahnya, keluar dengan cepat dari ruangan itu. Dengan cepat pula pria itu meraih ponselnya, menghubungi Billy.


Dia juga berlari mencari perawat untuk bertanya apa ada yang membawa kekasihnya pergi?


Jhon berteriak disana, seperti orang gila. Seharusnya dia tidak meninggalkan Samantha sendirian.


Billy berlari keruangan itu dengan para medis bersamanya, mereka tidak percaya jika pasiennya tidak ada.


Saat para medis masuk kedalam ruangan itu, memang tidak ada siapa-siapa disana. Kemana pasien mereka?


Jhon menggeram marah, memaki para medis di luar sana. Bagaimana keamanan rumah sakit itu?


Bahkan keberadaan seorang pasien saja mereka bisa tidak tahu?!


Para medis kembali belari, mencari para security sedangkan Jhon kembali masuk kedalam ruangan itu, duduk diatas ranjang dan tampak frustasi.


Jhon juga telah memerintahkan Billy, mencari disetiap sudut rumah sakit. Jika memang ada yang membawa kekasihnya pergi, mungkin masih bisa dicari.


Dia juga meminta Billy mengecek setiap cctv yang terpasang dikoridor rumah sakit.


Jhon tertunduk lesu, mengacak-acak rambutnya. Siapa yang telah berani membawa Samantha darinya?


Jika sampai dia tahu maka akan dia jadikan makanan ikan piranha di sungai Amazon.


Tapi sebelum itu, dimana Samantha berada?


Suara air dikamar mandi membuatnya bangkit berdiri, mungkinkah?


Dengan cepat pria itu berjalan kearah kamar mandi, apa Samantha disekap oleh penculik didalam kamar mandi?


Apakah penculik itu masih bersembunyi disana? Itu yang ada didalam pikirannya.


Jhon menarik senjatanya, bersiap. Jika benar penculik bersembunyi disana maka akan langsung dia tembak mati.


Dengan pelan tapi pasti, Jhon mendekati kamar mandi dan menodongkan senjatanya didepannya, jarinya sudah siap menekan pelatuk senjatanya dan mengeluarkan isinya kapan saja.

__ADS_1


Dengan cepat Jhon menendang pintu kamar mandi hingga terbuka.


"Hei, who are you?"


Jhon begitu kaget saat melihat orang yang berada didalam kamar mandi, dengan cepat pria itu menurunkan senjatanya dan menyimpannya kembali.


"Baby."


Beberapa waktu yang lalu:


Saat itu didalam ruangan VIP yang sunyi, hanya terdengar alat pendeteksi jantung yang berbunyi.


Setelah kepergian Jhon dan orang tuanya beberapa waktu, Samantha membuka matanya dan melihat ruangan yang serba putih. Apa dia sudah mati?


"Edward." panggilnya.


Rasanya tadi dia mendengar suara pria kecilnya.


Tidak ada jawaban karena disana tidak ada siapa-siapa, dengan susah payah Samantha bangkit dari tidurnya berusaha duduk diatas ranjang.


Samantha memegangi bahunya yang terasa sakit dan melepaskan selang yang berada dihidungnya, selang itu adalah alat bantu pernafasan selama dia tidak sadarkan diri.


Samantha menurunkan kakinya, duduk disisi ranjang, dia sangat ingin kekamar mandi.


Samantha mencabut jarum infus yang berada ditangannya dan beberapa alat dari tubuhnya, setelah itu dia bangkit berdiri dan mulai berjalan kearah kamar mandi dengan hati-hati, dia tidak bisa menunggu sampai ada yang datang karena sudah tidak tahan.


Saat telah selesai Samantha berdiri didepan cermin dan melihat dirinya, melihat pelipisnya yang terluka karena dipukuli oleh Frans.


Samantha membuka bajunya, melihat bahu kanannya yang ditutupi perban dan masih terasa sakit. Sepertinya dia mendapatkan beberapa jahitan disana.


Samantha juga mengusap perutnya yang ditendang oleh anak buah Frans, untunglah lebam diperut dan wajahnya sudah mulai memudar.


Samantha memakai bajunya kembali dan berdiri begitu lama didepan cermin memperhatikan dirinya, setelah itu dia mencuci wajahnya.


Samantha begitu kaget saat pintu kamar mandi terbuka, dengan refleks Samantha mengangkat kedua tangannya saat melihat senjata tertodong didepan matanya.


"Jhon, kau ingin membunuhku ya?" maki Samantha saat melihat pria yang berdiri didepannya.


Tanpa basa basi Jhon melangkah dengan cepat menghampiri wanita yang sangat dia rindukan itu dan memeluknya dengan erat.


"Baby."


"Jhon, sepertinya kau ingin aku mati!" Samantha memukul bahu Jhon karena pria itu menyakiti bahunya yang terluka.


"Ssttttss! Sayang, jangan berkata demikian."


Jhon membenamkan wajahnya dibahu Samantha dan memejamkan matanya. Dia sangat bahagia melihat wanitanya yang sudah sadarkan diri.


"Jhon, are you oke?"


Samantha mengangkat tangannya dan membelai kepala pria itu dengan lembut.

__ADS_1


"Baby, kau bisa membuatku mati kapan saja."


"Apa maksudmu?"


"Apa kau tidak tahu aku sangat panik saat melihatmu tidak ada! Aku kira kau diculik."


"Sorry Jhon, aku hanya ingin kekamar mandi."


"Bagaimana keadaanmu sayang?"


"Seperti yang kau lihat."


"Sayangku, berjanjilah padaku jika kau tidak akan bertindak sendiri dikemudian hari. Aku sungguh tidak bisa kehilanganmu."


"Sorry telah membuatmu kawatir."


Jhon mengusap wajah Samantha dan mencium wajahnya yang masih tampak sedikit membiru, dia sangat senang Samantha sudah sadar dari komanya.


"Baby."


"Hm?"


Jhon menciumi bibir Samantha untuk melepaskan kerinduannya sedangkan Samantha memejamkan matanya dan membalas ciuman Jhon.


"Baby, i miss you so much." bisiknya.


"I miss you to Jhon, maaf selalu membuatmu kawatir dan melibatkanmu dalam permasalahanku."


"Dont say that, baby. You are my everything."


"I know."


Jhon tersenyum senang, dia memeluk Samantha kembali dan membelai rambutnya. Dia tidak akan pernah membuat Samantha mengalami hal seperti itu lagi.


"Apa urusanmu sudah selesai?" tanyanya.


"Yes."


Jhon segera mengangkat tubuh Samantha dan menggendongnya keluar dari dalam kamar mandi.


"Baby, i love you." bisiknya.


"Me too."


Jhon kembali menciumi bibir kekasihnya, Samantha melingkarkan tangannya dileher Jhon dan membalas ciuman pria yang dicintainya itu.


Sedangkan saat itu, Billy kembali dengan tergesa-gesa. Dia sudah mengecek cctv tapi tidak terlihat ada yang membawa Samantha keluar dari ruangan itu.


Billy membuka pintu ruangan itu dengan cepat, dia ingin masuk kedalam tapi langkahnya terhenti saat melihat bosnya sedang berciuman dengan wanita yang berada didalam gendongannya.


Billy tersenyum senang dan menutup pintu ruangan itu kembali, pria itu mengusap rambutnya dengan pelan dan melangkah pergi

__ADS_1


"Master, setelah ini aku ingin cuti untuk mencari kekasih." gumamnya.


__ADS_2