Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Hukuman


__ADS_3

Saat itu Jhon membaca sebuah pesan yang masuk kedalam ponselnya dan pesan itu dari asistennya Billy.


"Bos, hari ini ada rapat dan nona Stela ingin bertemu denganmu!" ini isi pesan dari Billy.


Jhon melemparkan ponselnya diatas ranjang, setelah puas menciumi Samantha barulah dia melepaskan wanita itu dan mandi.


Jhon meminta Samantha menyiapkan makanan, tapi sepertinya dia harus menahan Samantha dirumah itu agar tidak pergi kekantor dan bertemu dengan Stela.


Dia tidak ingin Samantha bertemu dengan Stela dan mengetahui hubungan mereka, jika Samantha sampai tahu sudah dipastikan wanita itu pasti akan menjauh darinya.


Jhon berpikir sejenak, sepertinya dia harus mengerjai Samantha lagi dan pastinya wanita itu pasti akan marah tapi itu tidak masalah, karena Samantha tidak akan bisa pergi darinya.


Sedangkan didalam dapur, terdengar suara pisua dan makian Samantha disana.


"Brakkk!!"


Samantha memotong daging ayam yang berada didepannya dengan penuh emosi.


"Awas kau Jhon, akan aku bunuh kau!"


Samantha memotong daging ayam itu sambil memaki.


"Apa-apaan dengan pekerjaan ini, apa dia anggap aku pembantu?"


Setelah dapat melarikan diri dari kamar Jhon, Samantha malah diminta membuat makanan. Dia sudah protes tapi Jhon bilang itu adalah pekerjaannya hari ini.


Samantha benar-benar kesal, bukan saja bibirnya yang diciumi Jhon sampai kebas tapi dia juga harus menyiapkan makanan.


Bahkan bahan makanannya sudah disediakan oleh Ron, sepertinya hal itu sudah direncanakan sebelumnya oleh pria itu.


"Dasar iblis, penipu! Akan aku potong kau seperti ayam ini!" makinya.


"Apa kau berani?" Jhon sudah berdiri dibelakangnya dan tersenyum kearahnya.


Samantha meraih leher ayam yang baru dipotongnya dan menggenggam leher ayam itu dengan erat hingga leher ayam itu hingga patah ditangannya.


"Tuan Smith, aku mau berhenti! Aku tidak perduli dengan gaji tinggimu itu!" katanya kesal.


"Boleh saja." jawab Jhon dengan santai.


"Kau cukup mengganti lima kali lipat dari hasil gajimu selama lima tahun."


"Apa?" Samantha sangat kaget dan dia mulai menghitung.


Gajinya satu tahun lima milyar, lima milyar dikali lima, lalu hasilnya dikali lima lagi. Oh no?


"Kau gila ya!" teriaknya.


Samantha melemparkan kepala ayam yang dipegangnya kearah Jhon.


"Ups" Jhon segera menghindar dan berjalan kearahnya dengan cepat.


"Sayang, apa hukumannya kurang?" Jhon mulai berjalan mendekatinya.


"Jangan mendekat, atau aku potong kau seperti ayam ini!" Samantha mengancam Jhon dengan pisau yang sedang dipegangnya.


Jhon tidak takut sedikitpun, pria itu semakin mendekatinya, menangkap tangannya dan memeluk pinggangnya.


"Hari ini aku akan menghukummu membersihkan rumah ini." bisiknya ditelinga Samantha.


"Apa? Jhon, pekerjaanku apa sih?" tanyanya.


"Sekretaris pribadiku bukan?"

__ADS_1


"Lalu kenapa aku harus membersihkan rumahmu? Memangnya kau tidak punya pembantu?"


"Itu hukuman karena kau telah berani memakiku tadi dan lagi pula semua pembantuku sedang cuti." jawab Jhon dengan santai.


"Kau gila ya! Rumah sebesar ini kau suruh aku bersihkan sendiri?"


"Baby, sebaiknya kau jangan banyak melawan atau kau mau mencuci semua mobil yang ada digarasi?"


Samantha hanya terdiam, membersihkan rumah plus mencuci mobil?


Bisa dipastikan dia tidak akan pulang hari itu juga.


"Huh! Kau menjebakku! Hidupku sungguh sial bertemu denganmu!" dengusnya kesal.


Samantha membalikkan badannya dan kembali melampiaskan amarahnya pada ayam yang ada diatas meja.


Jhon hanya tersenyum dan memeluknya dari belakang, dia bahkan mencium pipi Samantha dengan mesra.


"Masaklah yang enak, aku akan pulang saat makan siang." katanya.


"Lepaskan! Aku bukan istrimu!"


Samantha menyingkirkan tangan Jhon dari pinggangnya.


"Jadi kau mau jadi istriku?"


Samantha memutar bola matanya.


"Never!" jawabnya cepat.


"Bagus, sebab itulah aku penasaran denganmu. Jangan lupa tugasmu sayang dan saat aku kembali semua sudah harus selesai."


"Sana pergi!"usirnya.


Jhon mengelus ujung kepalanya sejenak dan setelah itu dia pergi dari sana untuk menemui Stela.


Ketika sudah tiba dikantor, Jhon masuk kedalam kantornya dengan perasaan puas. Senyum terus mengembang diwajahnya karena pagi ini dia sangat puas mengerjai Samantha.


Dia sudah tidak sabar untuk pulang dan melihat wanita itu lagi karena dia ingin selalu dekat dengannya.


Billy segera menghampirinya saat melihat kedatangan bosnya.


"Master, sepertinya kau mendapat vitamin yang sangat cukup hari ini." katanya.


"Benar!" jawab Jhon sedangkan senyumnya semakin mengembang diwajahnya.


Mereka berjalan bersama dan masuk kedalam ruangannya dan Stela telah menunggu mereka sedari tadi, dia langsung bangkit berdiri dan berlari masuk kedalam pelukan Jhon.


"Honey,bkemana saja kau selama ini? Aku sangat rindu ingin bertemu denganmu."


"Stela, untuk apa kau datang kemari?"


"Aku rindu denganmu honey, sudah beberapa hari kita tidak bertemu."


"Master, rapatmu dimulai jam sembilan." sela Billy yang ada disampingnya.


"Kau dengar itu Stela? Aku ada rapat! Jika tidak ada urusan sebaiknya kau pulang."


"Jhon, aku benar-benar rindu padamu." kata Stela.


Jhon hanya diam, andaikan perkataan itu keluar dari bibir Samantha mungkin dia akan sangat senang mendengarnya.


"Selain itu aku ingin bertanya sesuatu padamu." kata Stela lagi.

__ADS_1


"Mau tanya apa?"


"Jhon, mengenai anak yang kau bawa waktu itu?" Stela sedikit ragu menanyakannya.


Dia sudah putus asa mencari anak itu, bahkan pria yang dibayarnya tidak pernah kembali lagi. Petunjuk satu-satunya yang dia punya hanya Jhon pria itu pasti tahu keberadaan anaknya.


Jhon melihat kearahnya dengan curiga. Kenapa Stela selalu meributkan anak itu sejak melihatnya?


"Ada apa dengan anak itu?" tanyanya.


"Hmmm..tidak, tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin tahu kapan kau akan membawanya lagi kemari. Kau tahu? Aku sangat suka dengan anak-anak dan aku ingin bermain dengannya, kelak jika kita punya anak maka aku bisa mengurusnya sendiri." jawabnya beralasan.


"Nanti aku akan membawanya tapi setelah mendapat ijin dari ibunya."


"Benarkah?" tanya Stela penuh dengan semangat.


Jhon hanya mengangguk dan menatap Stela dengan curiga.


"Terima kasih honey, kalau begitu aku akan pergi dan tidak akan mengganggu rapatmu."


Stela mengecup bibirnya dan segera pergi dari ruangan itu dengan puas. Saat bertemu dengan anak itu nanti maka dia akan membawa anak itu pergi dari sana.


Itulah rencananya, sebelum Frans dan Jhon mengetahui semua rahasianya dia akan melenyapkan anak itu terlebih dahulu dan Jhonlah yang akan mempertemukannya dengan anaknya.


Setelah menyelesaikan rapat, Jhon segera kembali kerumahnya. Dia sudah sangat ingin melihat apa yang dilakukan oleh Samantha, bisa dia bayangkan, Samantha pasti membersihkan rumahnya sambil menggerutu kesal.


Jhon segera masuk kedalam rumahnya dan seperti biasa Ron menyambut kedatangannya.


"Dimana dia?" tanyanya.


Ron menunjuk kearah dapur.


Jhon mengangguk dan melangkah dengan cepat dan dimeja makan tampak Samantha sedang tertidur sambil menyembunyikan wajahnya.


Jhon menarik kursi disebelahnya dengan pelan dan duduk disisinya. pria itu tersenyum dan membelai kepalanya.


Samantha tersadar saat merasakan sentuhan tangan Jhon dan segera mengangkat Kepalanya, dengan mata yang masih mengantuk Samantha melihat kearah pria itu.


"Oh, kau sudah kembali."


"Kenapa tidur disini?"


"Jangan ganggu aku, kau menyiksaku seharian dan aku sangat lelah." jawabnya malas.


"Tidur dikamar saja." tawar Jhon.


"Tuan Smith, jangan sok baik. Aku sudah selesai bolehkah aku pulang?"


"Tidak sayang, ini masih jam kerja."


Samantha menarik nafasnya dan menyembunyikan wajahnya kembali.


"Kalau begitu jangan ganggu aku!" katanya kesal.


"Sam, boleh aku tanya sesuatu?"


"Hmmm?"Jawab Samantha dengan malas.


"Siapa ayah Edward? Apa kau mengenal Frans?"


Samantha mengangkat kepalanya dan menatap Jhon dengan lekat.


"Untuk apa kau tahu?"btanyanya.

__ADS_1


"Jawab Saja, apa kau mantan istrinya Frans?" tanya Jhon lagi.


Samantha diam saja dab mereka saling menatap satu sama lain dalam diam. Jhon sungguh penasaran dan sangat ingin tahu jawaban Samantha.


__ADS_2