
Saat tembakan itu terjadi, Stela sedang melayani Gibson didalam kamarnya.
Stela sedang duduk diatas tubuh Gibson dan sibuk menggoyangkan bokongnya dan pada saat terdengar bunyi letusan senjata api Stela menghentikan gerakannya.
"Gibson, suara apa itu?"
"Jangan perdulikan dan terus lanjutkan, palingan itu hanya penyusup yang cari mati." ujar Gibson.
"Tapi?" kata Stela dengan ragu.
"Stela, anak buahku ada ratusan orang diluar sana, siapa yang bisa mengalahkan anak buah Gibson ini." ujar Gibson lagi dengan percaya diri.
Stela tersenyum dan kembali menggerakkan bokongnya. Benar, siapa yang bisa mengalahkan Gibson?
Pada saat mereka sedang menikmati surga didunia itu, tiba-tiba pintu kamar itu didobrak dari luar sana.
Stela dan Gibson terbelalak kaget saat melihat dua orang pria yang berdiri didepan pintu.
"Jhon and Michael Smith." ujar Stela dan Gibson secara bersamaan.
Stela langsung melepaskan diri dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang telanjang.
"Jhon, kenapa dia ada disini?" tanyanya dalam hati.
Wajah Stela langsung pucat dan tubuhnya bergetar ketakutan.
Habislah sudah, Jhon melihatnya dalam keadaan sperti itu, pasti pria itu akan membencinya dan tidak mau kembali dengannya lagi.
"Hei, apa yang kau lakukan disini?" teriak Gibson.
Kenapa pria itu ada disana?
Apa Jhon Smith mengetahui rencananya lagi?
"Ck...ck...ck...Gibson, kau sungguh cari mati!" kata Jhon dengan kesal.
"Kurang ajar, lagi-lagi kau ingin mengagalkan rencanaku?" ujar Gibson.
"Rencana? Sepertinya kau punya rencana yang tidak bagus lagi!"
"Jhon Smith, seharusnya kau mati ditangan pembunuh bayaran yang aku bayar waktu itu!" teriak Gibson marah.
Ya, pembunuh yang menembaki Jhon sampai membuat pria itu hilang ingatan adalah pembunuh bayaran yang Gibson bayar untuk membunuh Jhon pada saat itu.
"Oh, jadi mereka orangmu? Tapi sayang sekali mereka sudah mati!"
"Hei, apa maksudnya?" sela Michael Smith, kenapa dia tidak tahu permasalah ini.
"Dad, itu sudah lama dan tidak perlu dibahas."
"Apa maksudmu tidak perlu dibahas? Apa ba**ngan ini pernah mencoba membunuhmu?" tanya ayahnya penuh kemarahan.
Beraninya pria itu mencoba membunuh putranya.
"Yah." jawab Jhon malas.
"Gibson, kau benar-benar!!"
Michael Smith mengarahkan senjatanya pada Gibson.
"No Michael, jangan bunuh aku." pinta Gibson.
"Aku bukan orang yang suka bernegosiasi!"
"Door..!"
__ADS_1
Michael menarik pelatuk senjatanya dan dalam sekejap mata Gibson langsung jatuh diatas ranjang dengan bersimbah darah.
Stela berteriak histeris melihat Gibson yang mati didekatnya.
"Siapa yang berani menyentuh keluargaku, maka akan mati!" kata Michael dengan dinginnya.
"Oh my dad, aku belum berterima kasih padanya." ujar Jhon.
"Untuk apa?"
"Karena berkat dia, aku bisa bertemu dengan istriku."
Pada saat yang bersamaan Billy datang membawa Bill Lourent bersamanya dan mendorong pria itu masuk kedalam kamar itu.
Bill Lourent tersungkur diatas lantai dan ketakutan saat melihat Gibson yang sudah mati bersimbah darah diatas ranjang.
Sedangkan putrinya tampak memeluk selimut dan bergetar ketakutan diujung ranjang.
Yang lebih membuatnya kaget lagi, tidak hanya Jhon tapi Michael Smith juga ada disana.
"Dad, mereka berdua adalah bagianku." ujar Jhon dengan dinginnya sambil menatap kedua orang itu.
"Jhon, Michael tolong maafkan kami." pinta Bill Lourent sambil bergetar ketakutan.
Pria tua itu merangkak diatas lantai hendak mendekati Jhon dan ayahnya, Bill Lourent menyentuh sepatu Jhon tapi dengan cepat Jhon menendang pria tua itu hingga terjungkal kebelakang.
"Billy, apa kau menemukan istriku dan Edward?" tanya Jhon pada asistennya.
"Sorry master, aku sudah mencari kesemua tempat tapi mereka tidak ada." jawab asistennya.
Mendengar itu, Stela semakin ketakutan, apa Jhon tahu kepergian istrinya karena ulahnya?
Jhon menarik pelatuk senjatanya dan mengarahkan benda itu pada Bill Lourent.
"Aku tidak tahu dimana istrimu." teriak Bill Lourent.
"Jawab, jika tidak akan aku lubangi kepadamu!" ancam Jhon.
"Aku tidak tahu! Stela, kau kemanakan mereka?" teriak Bill Lourent lagi.
"Aku juga tidak tahu." jawab Stela dengan cepat.
"Jhon, kenapa kau mencari istrimu dan anakku kesini?" tanyanya.
"Anakku? Sepertinya kau tahu sesuatu tentang anak itu."
Stela langsung menutup mulutnya, sepertinya dia sudah salah bicara.
"Jika kau tidak ingin melihat ayahmu mati maka cepat katakan!"
"Jhon aku tidak tahu." jawab Stela.
"Aku beri kau satu pilihan, katakan dimana istriku berada maka aku akan sedikit bermurah hati pada kalian."
"No Jhon, aku sungguh tidak tahu." dusta Stela lagi.
"Aku hitung sampai tiga, jika tidak?"
Jari Jhon mulai sedikit menekan pelatuk pistol yang diarahkannya ke Bill Lourent.
"Three."
Dia mulai menghitung.
"Stela cepat katakan dimana mereka berada." teriak Bill Lourent ketakutan.
__ADS_1
"No dad." teriak Stela pula.
"Two." Jhon kembali menghitung.
"Stela!!!" Bill Lourent kembali berteriak.
"I dont know!!" teriak Stela lagi.
"Too bad, wrong choice." ujar Jhon.
Tanpa basa basi lagi pria itu menekan pelatuk pistolnya dan dengan cepat pula timah panas yang ada didalam pistol itu melesat keluar dan mengarah kearah Bill Lourent.
Bill Lourent menahan nafasnya dan?
"Brruukkk...!"
Pria itu jatuh keatas lantai dengan sebuah lubang dikepalanya.
"Daddy!!" teriak Stela histeris saat melihat ayahnya mati bersimbah darah diatas lantai.
Dia tidak menyangka Jhon benar-benar akan menembaki ayahnya.
"Sekarang giliranmu!" Jhon mengarahkan senjata itu kearah Stela.
"No Jhon, aku sungguh tidak tahu dimana istrimu berada." kata Stela dengan ketakutan.
"Jhon, segera selesaikan jika tidak polisi akan datang." saran Michael Smith pada putranya.
"I know dad."
Jhon menarik senjatanya kembali dan menyimpannya.
"Billy, tangkap si ja*ang itu dan bawa kemarkas, dia akan menerima ganjarannya." perintahnya.
"Siap master."
"Jhon, tolong ampuni aku." teriak Stela saat anak buah Jhon mulai menangkapnya.
Jhon hanya diam saja, dia akan memberikan hukuman pada Stela sampai wanita itu mengatakan dimana Samantha dan Edward berada.
"Ayo kita pergi, istrimu tidak ada disini." ajak ayahnya.
Jhon mengikuti langkah ayahnya untuk keluar dari sana, didalam hatinya berharap istrinya dan Edward dalam keadaan baik-baik saja.
Dan jauh didalam hatinya dia percaya Samantha pasti membawa Edward dan bersembunyi disuatu tempat.
Setelah Stela dibawa oleh anak buahnya, kedua ayah dan anak itupun keluar dari sana.
Mereka berjalan keluar dari gerbang markas Gibson dan pada saat itu, Jhon mengangkat tangannya yang terkepal tapi tidak lama kemudian, pria itu membuka tangannya dan?
"Duuaaaarrrrr..!!!!"
Markas Gibsonpun meledak, hancur berkeping-keping dan terbakar karena Billy menekan sebuah tombol yang Dibawanya sedari tadi. Sesuai dengan perintah bosnya, Billy meletakkan beberapa bom disana.
Michael Smith begitu kaget dan membalikkan badannya melihat kearah markas Gibson yang terbakar.
Pria itu hanya menggeleng melihat perbuatan putranya.
"You, crazy boy."
Jhon hanya tersenyum mendengar penuturan ayahnya.
"I win dad." ujarnya.
Setelah semua itu, mereka pergi membawa Stela untuk mengintrograsi wanita licik itu agar dia memberitahukan dimana Samantha dan Edward berada.
__ADS_1