
Acara pernikahan itupun telah berakhir, para tamu undanganpun telah membubarkan diri.
Saat itu Jhon sedang berbicara kepada asistennya Billy mengenai rencana bulan madunya besok.
Karena dia telah mengatur akan pergi berbulan madu dengan Samantha ke Maldives island sesuai keinginan istrinya.
Jhon memerintahkan Billy untuk menggantikannya menjalani tugasnya dengan baik selama dia pergi.
Saat dia sedang memberikan perintah pada asistennya, tampak Silvia berlari tergesa-gesa kearahnya.
"Kak, apa kau melihat Edward?" tanya adiknya itu dengan panik.
Pasalnya sedari tadi Silvia sudah mencari Edward kemana-mana dan tidak menemukannya.
Bahkan saat para tamu undangan telah pergi dia masih belum menemukan Edward.
"Silvia, apa maksudmu?"
"Kak, tadi aku berbincang sejenak dan meninggalkan Edward tapi sampai sekarang aku tidak menemukannya." jelas Silvia.
Wajah Jhon langsung menegang, apa maksud dari perkataan adiknya?
"Billy segera cari kesemua tempat!" perintahnya.
Dengan cepat Billy memanggil anak buah yang berjaga disana untuk menyusuri semua tempat itu untuk mencari Edward.
Semua mulai panik dan ikut mencari seorang anak kecil ditempat yang luasnya berhektar-hektar.
Jhon segera berlari kearah lift, siapa tahu Samantha turun kebawah dan membawa Edward bersamanya.
Dengan cepat dia melangkah keluar saat lift yang dinaikinya tiba ditempat kamar pengantin mereka.
Jhon membuka kamar dengan tidak sabar dan dia berharap Edward ada disana dengan Samantha tapi ternyata tidak ada siapa-siapa.
"Baby?"
Jhon berjalan kearah kamar mandi, dia berharap Samantha dan Edward ada disana tapi lagi-lagi tidak ada, dia mulai panik sekarang, dengan cepat dia berlari keluar dari kamarnya.
Jhon berlari mencari asistennya, Edward tidak ada, Samantha yang baru saja dia tinggalkan pun tidak ada, kemana perginya mereka?
Jhon mulai memaki para anak buah yang dia tempatkan untuk berjaga disana, bagaimana penjagaan mereka?
Ditempat itu juga banyak security dan keluarganyapun sibuk dengan para tamu.
Tapi memang disana sedang banyak orang karena tamu undangan ratusan orang, jadi siapa yang bisa disalahkan?
"Billy, ikut denganku." perintahnya.
Keluarganya menunggu dengan cemas, begitu pula dengan Alex Jackson dan istrinya.
__ADS_1
Mereka telah berusaha mencari tapi tidak menemukan Edward.
Mereka segera menghampiri Jhon saat melihat pria itu disana.
"Jhon, apa kau menemukannya?" tanya ibunya dan dia tampak khawatir.
"No mom, Samantha juga tidak ada ditempatnya."
"Apa kau bilang?" tanya Alex Jackson dan isrrinya dengan serempak.
"Guys, kembalilah untuk beristirahat. Aku akan mencarinya bersama dengan Billy."
"Tapi Jhon?"
"Mom, trust me." katanya meyakinkan.
Dia yakin Samantha tidak mungkin pergi begitu saja membawa Edward, apalagi dimalam pernikahan mereka.
Apalagi saat meninggalkan Samantha tadi, istrinya itu terlihat baik-baik saja. Pasti telah terjadi sesuatu.
Jhon mengusap wajahnya frustasi, seharusnya dia tidak meninggalkan istrinya tadi dan dia berharap Samantha dan Edward dalam keadaan baik-baik saja.
Michael Smith menepuk pundak istrinya.
"Silvia, bawa ibumu untuk beristirahat dan bawa juga tuan Alex dan istrinya untuk beristirahat. Aku dan Jhon akan mencari mereka." kata pria itu.
Silvia mengangguk dan membawa ibunya, sesuai perintah ayahnya Silvia juga mengajak Alex Jackson dan istrinya untuk beristirahat.
"Jhon, aku akan membantumu dan sebaiknya kita mengecek cctv ditempat ini terlebih dahulu."
"I know dad."
Kedua ayah dan anak itu pergi untuk melihat cctv yang ada ditempat itu.
Mereka melihat setiap cctv yang ada disetiap ruangan, saat terlihat seorang wanita dengan pakaian pelayan mendekati Edward, Jhon segera meminta menghentikan putaran video itu.
"Itu dia, perjelas wajahnya." perintahnya.
Dengan cepat Billy memperjelas wanita yang mendekati Edward dan wanita itu membawa Edward pergi.
"Stela!!!"
Jhon menggengam tangannya dengan erat saat melihat wajah wanita itu, walaupun Stela menyamar menjadi seorang pelayan dan memakai rambut palsu tapi dia dapat mengenali wajahnya.
"Kurang ajar, seharusnya aku membunuhnya waktu itu!!" katanya kesal.
"Bukankah aku sudah katakan padamu? Wanita yang sakit hati sangat mengerikan." ujar ayahnya.
"Sorry dad, aku terlalu ceroboh? Seharusnya waktu itu aku langsung menghabisi mereka."
__ADS_1
"Ini pelajaran untukmu, saat kau ingin menghabisi seseorang maka tidak perlu ragu, habisi saat itu juga."
Jhon hanya bisa terdiam mendengar perkataan ayahnya, memang semua salahnya karena sudah lalai menjaga Samantha dan Edward.
"Jhon, Stela tidak mungkin berani melakukan itu jika dia tidak mendapatkan pendukung yang kuat." kata ayahnya lagi.
"Maksud daddy?"
Michael Smith menunjuk pada sebuah video.
"Lihat, istrimu dibawa oleh seseorang."
Jhon melotot saat melihatnya, tidak lama kepergiannya meninggalkan Samantha tampak seorang pria berpakaian pelayan mengetuk pintu kamar mereka dan tidak lama kemudian pria itu menodongkan pistol kearah istrinya yang berdiri didepan pintu.
Dia juga melihat Samantha yang tidak berdaya mengikuti pria itu, siapa yang berani melakukan hal demikian?
Jhon menggenggam tangannya dengan erat, dia kira Stela tidak akan menyentuh Samantha lagi apalagi dia sudah lama menghilang, tapi tidak dia sangka, ternyata menghilangnya Stela untuk mencari sekutu.
Tapi kali ini, dia tidak akan melepaskan Stela dan siapapun orang yang berani membantu Stela membawa Samantha dan Edward pergi, tidak akan dia biarkan.
Tanpa diperintah lagi, Billy memanggil manajer tempat itu untuk meminta penjelasan, siapa pria yang telah membawa Samantha pergi?
Manager disana menjelaskan bahwa pria itu adalah pegawai baru yang baru saja bekerja, manager disana juga memberikan data-data pria itu.
Dengan cepat Jhon meraih data-data pria itu yang diberikan oleh manager disana dan melihat wajah pria itu dengan teliti.
"Anak buah Gibson." ujarnya.
"Apa kau bilang?" tanya ayahnya.
"Dad,lihatlah tanda dipelipis pria ini, ada sebuah tato disana dan ini adalah tanda yang dimiliki oleh setiap anak buah Gibson." jelasnya.
"Sekarang sudah jelas bahwa anak buah Gibson yang menculik istrimu dan Edward karena Gibson adalah sahabat baik Bill Lourent. Mungkin saja saat ini istrimu dan Edward dibawa kemarkas mereka."
"So dad?" Jhon tersenyum dengan licik.
"Are you ready to action?"
Micheal Smith melihat kearah putranya itu dan tersenyum, sudah lama dia tidak melakukan ini sejak menyelamatkan istrinya dan rasanya darahnya kembali mendidih.
"Of course, aku akan membantumu menendang mereka."
"Billy." panggil Jhon.
"Yes master."
"Siapkan anak buah dan senjata, kita langsung berangkat ke Australia untuk menghajar Bill Lourent dan Gibson, kita akan membasmi mereka sampai keakar-akarnya. Tapi ingat, tangkap Stela hidup-hidup." perintahnya.
"Siap master."
__ADS_1
Micheal Smith dan putranya segera keluar dari sana, mereka bersiap-siap untuk pergi ke Australia. Mereka akan menghabisi Bill Lourent dan tentu saja beserta dengan sekutunya Gibson.
Billy menelan ludahnya dan mengikuti mereka, siapapun yang berani melakukan hal ini maka dipastikan akan habis ditangan ayah dan anak itu.