Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
pindah rumah


__ADS_3

Hari ini Samantha pindah kerumah baru karena dia telah menemukan tempat yang baru dan lebih aman.


Selagi Edward dirumah sakit dia mulai mencari rumah baru dan dia memutuskan untuk pindah kesebuah apartemen karena disana lebih aman untuk Edward.


Setelah Ewdard sembuh, dia membawa Edward kehotel selama dia membersihkan apartemen yang akan mereka tinggali. Disana Anne dapat mejaganya sementara Samantha sibuk mengambil barang-barangnya dirumah lama dan membawanya keaparteman baru yang akan mereka tempati.


Untuk berjaga-jaga, Samantha tidak membawa Edward kembali kerumah itu lagi, dia takut orang-orang Stela masih disana untuk mengincar Edward kembali.


Saat itu Edward berlari masuk kedalam kamarnya dan tampak begitu senang.


"Mommy, apakah ini kamar untukku?" tanya Edward dan dia masuk kedalam kamar yang akan ditempatinya.


"Benar sayang, apa kau suka?" Samantha masuk kedalam kamar itu dan meletakkan mainan Edward.


"Tentu aku suka mommy tapi kenapa kita harus pindah?" tanya Edward dengan polos.


Edward tidak begitu ingat dengan kejadian yang menimpanya, dia hanya berkata ada dua orang pria yang mau menangkap bibi Ann dan dia berusaha melindunginya.


Waktu Edward menceritakan itu Samantha dan Anne tertawa, Samantha sangat bersyukur jika Edward bisa cepat pulih dan sudah baik-baik saja.


"Sayang, rumah itu sudah jelek dan harus dibongkar. Jadi kita harus segera pindah, apa kau tidak suka?"


"Tidak mommy, aku suka tempat ini tapi bagaimana jika daddy kembali untuk menemui kita?" tanya pria kecil itu.


Samantha menarik nafasnya dan dia harus berusaha menjelaskan hal ini pada Edward.


"Sayang, daddy tidak akan kembali lagi." katanya dengan berat hati


"Kenapa?" wajah Edward mulai terlihat sedih.


"Tunggu kau besar baru mommy akan ceritakannya padamu, sekarang kau belum mengerti jadi jangan sedih, oke?"Samantha mengusap-usap rambut Edward dan menghiburnya


"Aku sudah besar mom." jawab Edward.


"Oh ya? Apa kau sudah bisa mengalahkan mommy?" tanya Samantha


Edward berlari kearahnya dan melayangkan tendangan kecil didepan Samantha.


"Bagaimana, apa aku sudah bisa mengalahkan mommy?" tanyanya sambil memasang kuda-kudanya.


Samantha terkekeh, dia segera menggendong Edward dan mendudukkan Edward diatas ranjang.


"Belum sayang, tunggu tubuhmu sudah besar dan sudah tinggi melewati tinnggi mommy."


"Besar seperti daddy?" tanya Edward sedangkan Samantha mengangguk.

__ADS_1


"Mommy, kenapa kita tidak mencari daddy saja?" tanya Edward lagi.


"Tidak sayang, mommy tidak tahu dimana daddy berada saat ini." Samantha mengusap kepala Edward dengan lembut.


"Aku tahu!" ucap Edward dengan cepat.


"Oh ya? Kau tahu dari mana?"


"Mommy, daddy bekerja disebuah gedung yang tinggiiiii..sekali!" kata Edward dengan semangat sambil mengangkat kedua tangannya.


Samantha langsung menatap Edward dengan heran, apa Edward tidak asal bicara?


"Kau;tahu dari mana?" tanyanya.


Edward langsung menutup mulutnya dengan tangan kecilnya saat teringat janjinya dengan Jhon.


"Edward! Kau menyembunyikan sesuatu dari mommy?" tanya Samantha lagi.


Edward hanya menggeleng, dia tidak berani memandangi Samantha karena takut ibunya itu akan marah.


"Sayang, coba kau beri tahu mommy, apa daddy yang mengatakan itu padamu?" tanya Samantha lagi.


Dia sangat penasaran, memang selama Jhon tinggal dirumahnya dia tidak tahu apa saja yang dilakukan oleh pria itu.


"Maaf mommy, aku sudah berjanji dengan daddy."bkata Edward.


Edward masih membungkan mulut kecilnya sedangkan Samantha menghembuskan nafasnya dengan berat. Bagaimanapun dia tidak bisa memaksa Edward.


"Ya sudah, jika kau tidak mau cerita tidak apa-apa. Mommy tidak akan memaksa."


Samantha berpikir, toh pria itu tidak akan kembali lagi.


Saat itu Anne masuk kedalam dan mendekati mereka.


"Sam, apa kau tidak pergi untuk bekerja?" tanyanya.


Samantha menggeleng, sejak kejadian itu dia tidak pergi kerestoran lagi. Dia sudah menghubungi manajer restoran itu dan mengundurkan diri.


Bahkan dia telah berhenti mengajari anak-anak karate, Samantha sedikit sedih tapi harus dia lakukan demi keselamatan Edward.


"Aku sudah berhenti aunty." katanya.


"Apa kau tidak mencoba mencari pekerjaan lain?" tanya Anne.


"Tentu saja sudah, aku sudah mengirimkan beberapa lamaran kebeberapa perusahaan. Aku tidak bisa bekerja direstoran lagi karena biaya sewa apartemen ini sangat mahal." jelasnya.

__ADS_1


"Baguslah, aku senang mendengarnya.Tapi Sam?" Anne ragu menanyakan.


"Apa aunty?"


"Kenapa kau menanggung semuanya sendirian? Apa tuan Jhon tidak membantumu?" tanya Anne dengan tidak enak hati.


Samantha memijit pelipisnya dan melirik kearah Edward yang sedang membongkar mainannya.


Sepertinya mau tidak mau dia harus mengatakan kepada Anne yang sebenarnya supaya wanita itu tidak menanyakan hal yang sama terus menerus.


"Aunty, jangan salah paham pada kami. Aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa!" akhirnya dia bisa mengatakan itu pada Anne dengan berat hati.


Mata Anne terbelalak kaget.


"Maksudmu Sam?" tanyanya.


"Aubty, dia hanya orang yang aku tolong, tidak lebih. Edward hanya salah paham padanya dan memanggilnya daddy dan kami berdua tidak ada hubungannya sama sekali seperti yang aunty kira." jelasnya.


Anne menatap Samantha dengan lekat, dia kira pria itu suaminya ternyata dia salah.


Pantas saja wanita itu selalu melakukan apapun sendirian, selalu menanggung beban sendirian dan tidak mengatakan apa yang telah Edward alami pada Jhon.


Dia kira Samantha melakukan itu karena Jhon selalu meninggalkannya dan Edward.


"Maafkan aku Sam, aku kira dia suamimu." Anne merasa tidak enak hati.


"Tidak apa-apa aunty, semua orang yang melihat mungkin akan berpikir demikian karena Edward memanggilnya daddy. Tapi tolong aunty rahasiakan hal ini pada Edward, aku tidak ingin hatinya terluka. Nanti jika Edward sudah mengerti maka dia akan tahu kebenarannya dengan sendirinya. Tapi saat ini biarkan dia menganggap pria itu sebagai ayahnya." pintanya.


Anne mengangguk dan mengerti dengan maksudnya.


Dalam hati Anne sangat kagum dengan Samantha yang berusaha membahagiakan Edward, bahkan Samantha tidak mengusir pria itu demi menjaga perasaan Edward.


"Maaf atas kesalah pahamanku Sam." katanya.


"Tidak apa-apa aunty, lagipula pria itu telah pergi. Lambat laun Edward juga akan lupa dengannya dan seiring berjalannya waktu mungkin aku akan menikah dan memberikan sosok ayah yang sebenarnya untuk Edward." katanya lag.


Anne tersenyum dan mengusap punggung Samantha dengan lembut.


"Kau ibu yang sangat baik, aku berharap kau dapat menemukan pria yang baik pula yang dapat menerima Edward."


"Terima kasih aunty, tentu saja aku akan mencari pria seperti itu. Mereka harus menerima paket lengkap seperti kami." katanya.


Anne tertawa mendengar ucapannya.


"Benar sekali. Buy one get one." katanya.

__ADS_1


Mereka kemudian tertawa dan perasaan Samantha sedikit lega karena sudah bisa menggatakan kebenarannya pada Anne tantang hubungannya dengan Jhon.


Tapi tentang hubungannya dengan Edward? Dia tidak akan mengatakan pada siapapun juga.


__ADS_2