Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Pengakuan Samantha.


__ADS_3

Jhon menarik selimut untuk menutupi tubuh Samantha dan Edward. Setelah membawa mereka kerumahnya, Samantha segera membawa Edward tidur.


Tentunya Samantha menolak tidur dikamarnya karena Samantha lebih memilih membawa Edward tidur dikamar lain.


Bahkan saat itu, Samantha sudah terlelap disamping Edward karena kelelahan.


Jhon kembali memandangi kedua orang itu dan sebelum keluar dari kamar, Jhon mencium wajah Samantha dan Edward sejenak.


Pria itu tidak langsung masuk kekamarnya dan dia lebih memilih duduk diatas sofa dan meminum sebotok wisky disana.


Dalam kepalanya sedang memikirkan banyak hal, dia memang bisa menikahi Samantha saat itu juga tapi itu bukan solusinya, dan lagi pula Samantha tidak akan mau menikah dengannya dalam situasi seperti ini.


Hal itu tidak bisa menjamin keselamatan Edward selama Stela masih ada, bisa saja wanita itu bertemu dengan Frans dan mengatakan yang sebenarnya.


Jika itu terjadi, dia berharap Frans tidak akan mempercayai ucapan Stela.


Ditambah Stela yang menghilang begitu saja, entah apa yang sedang direncanakan oleh wanita itu.


Dia tidak mau ada yang menggangu Samantha dan Edward setelah nanti mereka menikah.


Jhon termenung dan kembali teringat dengan pesan ayahnya.


"Jhon, berhati-hatilah. Wanita yang sakit hati sangat mengerikan dan aku rasa Stela tidak akan menerima keputusanmu begitu saja."


Jhon mengusap wajahnya dan kembali meneguk wisky yang berada ditangannya. Sepertinya dia tidak bisa menunda waktu lebih lama lagi untuk menemui Frans Rional.


Pria itu masih duduk disana, sendirian dan memikirkan apa yang harus dia lakukan sepanjang malam.


Saat tengah malam, Samantha terbangun karena merasa haus. Karena menggendong Edward menuruni anak tangga membuatnya sangat lelah.


Tangan dan kakinyapun masih terasa sakit dan karena begitu lelah membuatnya langsung tertidur disisi Edward.


Samantha bangkit dari tidurnya dan keluar dari kamar itu. Dia berjalan kearah dapur dan mengambil minuman disana.


Saat hendak kembali kekamarnya Samantha melihat Jhon sedang duduk sendiri, wanita itu segera menghampiri Jhon dan pria itu tampak sedang mengangkat kepalanya sambil memejamkan matanya.


"Jhon." panggilnya.


Jhon langsung tersadar mendengar penggilan Samantha, dia segera membuka matanya dan melihat Samantha sedang berdiri didepannya.


"Baby, kenapa kau bangun?"


"Jhon, apa kau mabuk?"


"No."


Samantha melihat sebotol wisky yang telah kosong diatas meja.


"Lalu, apa yang kau lakukan disini?"


Jhon hanya menggeleng dan memperhatikannya.


"Come here baby!"


Jhon mengulurkan tangannya dan Samantha menerima tangannya, dengan cepat Jhon menarik tangan Samantha dan mendudukkan wanita itu diatas pangkuannya.


"What's wrong with you?" tanya Samantha.


Selama ini dia tidak pernah melihat Jhon minum dan entah kenapa malam ini pria itu terlihat berbeda.


"Baby."


"Hmm..."


Samantha melingkarkan tangannya dileher Jhon dan memeluknya dengan erat.


"Jika suatu saat kau harus memilih, ziapa yang akan kau pilih, aku atau Edward?" tanyanya.


Samantha mengernyitkan dahinya, kenapa Jhon menanyakan hal seperti itu?

__ADS_1


"Kenapa kau bertanya demikian?"


"Yah?"


"Kau mabuk?" tanya Samantha lagi.


Jhon memeluk Samantha dan membenamkan wajahnya didada wanita itu.


"No baby, aku tidak akan mabuk hanya karena sebotol minuman."


"Jhon."


"Yes honey."


"Kenapa kau tidak tidur?"


"Mau tidur denganku?"


"Hm." jawabnya sambil mengangguk.


Jhon segera bangkit berdiri membawa Samantha dalam gendongannya, selama menuju kamarnya mereka tidak henti-hentinya berciuman.


Setelah tiba didalam kamarnya, Jhon segera membawa Samantha menuju ranjangnya dan mereka masih sibuk mel*mat bibir satu sama lain dan sibuk membelitkan lidah satu sama lain.


"Baby, apakah bulananmu sudah?" bisiknya ditelinga Samantha.


"Sorry Jhon."


Jhon menarik nafasnya dengan panjang dan segera melepaskan Samantha, dia duduk disisi ranjang dan tampak frustasi.


Samantha melihatnya dan segera memeluknya dari belakang.


"Jhon, kau marah?"


"No baby, aku hanya tidak sabar menjadikanmu milikku secepatnya."


"Aku milikmu Jhon, aku milikmu."


Jhon mengusap wajahnya dan kembali memeluk Samantha.


"Jika kau mau, kita bisa melakukannya dalam keadaanku yang seperti ini." katanya.


"Tidak sayang, aku tidak segila itu!"


"Jadi, maukah kau bersabar sampai bulananku ini selesai?"


"Sayangku, aku akan sabar menunggu sampai pernikahan kita."


Samantha tersenyum dan membelai rambut Jhon dengan lembut.


"Jhon, i love you."


Jhon terbelalak kaget, sekian lama menunggu Samantha mengatakan perkataan itu akhirnya malam ini terucap juga dari bibirnya.


"What do you say baby?" tanyanya memastikan.


"I love you Jhon." ucap Samantha lagi.


"Are you serious?"


Samantha mengangguk sedangkan Sebuah senyuman menghiasi wajahnya.


Jhon segera membaringkan Samantha dan memandangi wajah wanita itu.


"Please, say it again." pintanya.


Samantha tersenyum dan memegangi wajahnya.


"I love you so much Jhon."

__ADS_1


"Oh sayang, aku sangat bahagia mendengarnya. Asal kau tahu, aku juga sangat mencintaimu."


"I know, karena kau duluan yang jatuh cinta padaku."


"Apa? oh baby, kau masih bisa menggodaku saat seperti ini."


Jhon segera membaringkan diri disisi Samantha dan memeluknya.


"Sekian lama, wkhirnya kau katakan juga." bisiknya.


"Apa?"


"Pernyataan cintamu! Seharusnya aku merekamnya untuk diperlihatkan kepada anak kita kelak."


"Apa? Aku tidak mau!"


"Baby, kau itu lain dimulut lain dihati."


Samantha tersenyum dan memeluk Jhon dengan erat.


"Jhon, apa kau pernah punya pacar?"


"Of course i have."


"Berapa mantan pacarmu?"


"Entahlah, aku malas menghitungnya."


"Kau, playboy!" kata Samantha dengan cepat.


"Baby, banyak yang mengejarku, apa aku harus melewatkannya?"


"Huh!" Samantha mendengus kesal.


"Apa kau pernah melakukannya?" tanyanya lagi.


"Oh baby, kenapa kau bertanya demikian?"


"Yah, ingin tahu saja."


"Tentu pernah sayang, aku bukan pria munafik."


"Apa kau pernah melakukannya dengan Stela?"


"Kenapa kau banyak bertanya malam ini?" tanya Jhon penasaran.


"Aku telah memutuskan berhubungan serius denganmu, apa aku tidak boleh tahu semua tentangmu?"


Senyum Jhon langsung mengembang diwajahnya, apa dia yang sedang mabuk atau Samantha?


Tapi dia sangat senang mendengar pernyataan Samantha dan malam ini akan dia jawab semua pertanyaan Samantha.


"Asal kau tahu sayang, aku memang punya banyak mantan pacar. Aku memang sudah melakukan hal itu dengan beberapa mantan pacarku tapi aku tidak pernah melakukannya dengan Stela, dan asal kau tahu saja?"


Jhon mengusap wajah Samantha dan mencium wajahnya.


"Wanita satu-satunya yang aku cintai cuma kau, aku bisa menendang para mantanku kapan saja tapi aku tidak bisa kehilanganmu.bKau satu-satunya wanita yang ingin aku nikahi, walau apapun yang terjadi nanti, kau akan tetap menjadi milikku."


Samantha tersenyum mendengar perkataan Jhon.


"Apa kau puas dengan jawabanku honey?"


Samantha mengangguk didalam pelukan Jhon sedang sebuah senyuman menghiasi wajah Jhon, tak henti-hentinya Jhon membelai rambut Samantha dengan penuh kasih sayang.


"Sayang, sebaiknya kita tidur karena besok aku ada rapat."


Samantha mengangkat kepalanya dan mencium bibir Jhon sejenak.


"I love you Jhon."

__ADS_1


"I Love you too baby."


Mereka saling pandang sesaat dan setelah itu mereka berciuman dengan mesra sebelum mereka tidur.


__ADS_2