Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Momy,i love you


__ADS_3

Rumah sakit St. Francis Medical Center Colorado 19.00 PM.


Saat itu Jhon telah tiba dirumah sakit dengan Edward. Pria itu segera masuk kedalam ruangan dimana Samantha dirawat.


Dan disana, tampat Alex Jackson beserta istrinya sedang menunggu dengan cemas.


"Apa Samantha belum sadar?" tanyanya.


Ana Jackson hanya menggeleng.


Jhon segera membawa Edward untuk mendekati Samantha yang masih terbaring tidak sadarkan diri.


"Daddy, what happen with mommy?" Edward melihat Jhon dengan tatapan penuh tanda tanya sedangkan Jhon diam saja, dia tidak tahu harus menjawab apa.


"Why mom's sleping?" Tanya Edward lagi.


Alex Jackson dan istrinya saling pandang, kenapa pria kecil yang sangat mirip dengan Frans itu memanggil Jhon dengan sebutan daddy?


"Edward, mommy hanya tertidur saja, apa kau mau membangunkannya?"


Edward mengangguk sedangkan Jhon mendekatkan Edward kewajah Samantha.


"Mommy, im here." ujar Edward.


Tangan kecilnya mengelus wajah ibunya yang tampak tidak berdaya.


"Wake up mom, lets go home with me and daddy." pintanya.


Ana Jackson memalingkan wajahnya dia tidak tahan mendengarnya, air matanya kembali mengalir, dia iba dengan Edward


"Mom, i miss you so much." Edward memeluk ibunya dan mencium wajah ibunya tapi ibunya diam saja tidak bereaksi sama sekali.


"Daddy, why momy didn't wake up?" tanyanya lagi


"I dont know."


"Dad, mom is dead?" tanyanya pula.


"No Edward, no! Mommy just sleeping." jawab Jhon dengan cepat.


"Jhon, hentikanlah." kata Alex Jackson.


Entah kenapa sampai sekarang Samantha belum sadarkan diri juga, apa putrinya telah menyerah?


"Aku rasa Samantha tidak?"


"Stop dad!" sela Ana Jackson dengan cepat dan air matanya kembali mengalir.


"Apa yang mau daddy katakan? Apa daddy mau mengatakan Samantha tidak ada harapan lagi untuk sadar?" tanyanya.

__ADS_1


"Bukan begitu Ana."


"Lalu apa? Selama aku masih hidup walaupun Samantha terbaring seperti ini aku akan selalu menunggunya sampai dia sadar!" kata Ana Jackson dengan pilu.


Jhon hanya menggeleng melihat sepasang suami istri itu, seharusnya disaat seperti ini mereka menguatkan putrinya agar cepat sadar tapi kenapa malah harus bertengkar?


"Tuan Alex, nyonya, hentikanlah! Apa kalian pikir Samantha akan senang melihat kalian selalu bertengkar disaat seperti ini?" tanyanya kesal.


"Ini baru lewat dua hari, apa kalian sudah menyerah? Apa kalian pikir Samantha tidak bisa mendengar pertengkaran kalian?" tanyanya lagi.


Alex Jackson mengusap wajahnya, sebenarnya dia hanya frustasi melihat keadaan putrinya. Jika saja bisa diganti, maka akan dengan senang hati dia menggantikan posisi putrinya saat ini.


Dia juga tidak tega melihat keadaan putrinya apalagi semua karena kesalahannya. Kenapa bukan dia saja yang ditembak oleh Frans?


"Sorry aku hanya merasa sangat frustasi." katanya.


"Tuan Alex, aku mengerti. Kau sudah sangat tua lebih baik beristirahatlah, jika kau terlalu stress tidak baik untuk kesehatanmu. Jangan sampai saat Samantha sadar malah kau yang pergi, apa kau mau hal itu terjadi?"


Alex Jackson menatap pria itu, memang yang dikatakan oleh Jhon sangat benar adanya.


"Kau tidak perlu kawatir, aku yang akan menjaga Samantha." ujar Jhon lagi.


"Tapi Jhon, aku tidak bisa merepotkan dirimu terus. Apalagi semua ini terjadi karena kebodohanku."


"Aku tahu kau sedang menyesal tapi percayalah padaku, selama aku disini, aku akan menjaganya dengan baik dan berusaha supaya Samantha cepat sadar."


"Terima kasih Jhon, kau sunguh pria yang baik. Jika Samantha telah sadar, aku tidak akan pernah menghalangi hubungan kalian berdua."


Ayah mertua? Alex Jackson sangat senang mendengarnya.


Alex Jackson mengusap bahu istrinya dan melihat kearah Edward. Anak itu memang sangat mirip dengan Frans tapi entah kenapa dalam hatinya tidak membenci anak itu saat melihatnya, walaupun tidak bisa dipungkiri didalam hatinya, jika dia memang masih membenci Frans.


"Hei, what's your name?"


Alex Jackson menghampiri Edward dan membawa Edward dalam gendongannya.


Edward melihat kearah Jhon, merasa bingung karena tidak tahu siapa yang menggendongnya.


Jhon mengangguk sebagai isyarat untuk Edward.


"My name is Edward." jawabnya.


"Mau pergi beli permen dengan grandpa?"


"Are you my grandpa?" tanya Edward.


"Yes. So, do you want?" tanya Alex Jackson lagi.


Edward mengangguk dengan senang sedangkan Alex Jackson keluar dari ruangan itu membawa Edward dalam gendongannya.

__ADS_1


Ana Jackson tersenyum senang melihat kepergian suaminya ,saat Samantha sadar nanti, dia pasti akan bahagia melihatnya.


"Jhon, bagaimana jika koma yang dialami Samantha ini lama, apa kau akan menunggunya?" tanya Ana Jackson tiba-tiba.


Jhon melihat ibu Samantha, apa maksudnya?


"Nyonya Jackson, jangan berkata demikian. Aku yakin Samantha akan cepat sadar."


"Aku tahu, ini hanya jika! Aku harap kau tidak menghabiskan waktumu untuk menunggu putriku sadar."


"Kau tidak perlu kawatir, aku tahu apa yang harus aku lakukan."


Ana Jackson menarik bibirnya, tersenyum senang. Putrinya benar-benar beruntung bertemu dengan pria itu.


"Baiklah, aku akan menemui si tua bodoh itu. Aku senang akhirnya dia mau menerima putra dari orang yang dibencinya."


Jhon mengangguk dan melihat Ana Jackson berjalan keluar dari ruangan itu dan setelah itu dia meraih tangan Samantha dan memandangi wajahnya.


"Baby, ada apa denganmu?"


Jhon mengusap tangan Samantha dan mencium punggung tangannya dan pada saat itu, perkataan Ana Jackson kembali terngiang dikepalanya. Bagaimana jika Samantha tidak sadar juga, apa dia bisa menunggunya?


Satu atau dua tahun bisa dia tunggu, bahkan lima tahunpun akan dia tunggu. Tapi jika lebih dari itu?


Jhon mengusap wajahnya dengan kasar, jika Samantha baru sadar sepuluh tahun kemudian apa dia masih bisa bertahan?


Jhon menunduk dan berbisik ditelinga Samantha.


"Sayang, cepatlah sadar. Aku dan Edward sangat merindukanmu. Apa kau tega melihat Edward sedih kehilangan dirimu? Dia tidak punya sosok ibu selain dirimu, apa kau tega melihatnya tumbuh tanpa cintamu?" saat mengatakan hal itu, tanpa terasa air matanya kembali menetes dan dengan cepat Jhon menyekanya.


"Baby, kami semua menunggumu kembali. Jika kau mendengar suaraku maka cepatlah sadar. Aku sudah tidak sabar melihat senyummu dan mendengar makianmu. Bukankah kau bilang akan melakukan apapun untuk Edward? Jadi cepatlah sadar." Jhon mengusap wajah Samantha dan menciumnya.


"Sayangku, i love you." bisiknya lagi.


Saat itu Alex Jackson kembali lagi bersama istrinya, pria tua itu masih setia menggedong Edward dalam gendongannya.


"Jhon, apa kau sudah makan malam?" tanyanya.


Jhon melihat mereka dan menggeleng.


"Bagaimana jika kita keluar makan." ajaknya.


Jhon melirik kearah Samantha sejenak.


"Baiklah." jawabnya.


Sebelum mereka keluar dari sana, Edward mencium wajah Samantha dan berbisik pelan ditelinga ibunya.


"Momy, i love you."

__ADS_1


Setelah itu mereka keluar untuk makan malam, meninggalkan Samantha sendirian didalam ruangan itu.


__ADS_2