Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Semua ini bukan kesalahanmu


__ADS_3

Setelah selesai memeriksa keadaan Samantha, merekapun kembali kerumah yang diberikan oleh keluarga Alfredo pada Samantha.


Jhon ingin membawa Samantha kehotel tempatnya menginap karena dia sudah tidak sabar ingin memberikan hukuman pada istrinya tapi Samantha menolak, alasannya tidak ada yang menjaga Edward.


Pengasuh yang dia bayar tidak mau jika sampai menginap jadi Samantha harus pulang untuk menemani Edward.


Selama diperjalanan, Jhon memerintahkan Billy untuk mengambil pakaiannya nanti yang berada dihotel dan membawakannya untuknya.


Dan selama diperjalanan itu tak henti-hentinya Jhon mengusap perut istrinya yang masih rata, memeluknya dan mencium wajah istrinya.


Kekesalannya pada istrinya selama tiga bulan langsung hilang saat dia tahu bahwa dia akan menjadi seorang ayah.


Samantha hanya membiarkan apa yang suaminya lakukan, dia hanya memejamkan matanya dipelukan suaminya. Bahkan saat Jhon membuang sepatu hak tinggi mahalnya Samantha diam saja, alasannya Jhon takut Samantha tersandung dan terjatuh karena itu sangat berbahaya untuk anak mereka.


Mobil yang membawa mereka tiba disebuah rumah, walaupun rumah itu tidak besar tapi terlihat nyaman dengan lingkungan yang nyaman pula.


Mereka turun dari mobil dan Jhon langsung memerintahkan Billy untuk mengambil pakaiannya.


Billypun segera pergi untuk menjalankan perintah bosnya.


"Baby, rumah siapa ini?" Jhon menatap rumah yang ada didepannya itu.


"Jhon, rumah ini pemberian keluarga Alfredo untukku." ujarnya.


"Hei, kenapa mereka begitu baik sampai memberikan sebuah rumah untukmu." Jhon semakin penasaran.


"Entahlah, mereka bilang untuk balas budi." ujar Samantha.


"Apa kau melakukan hal baik lagi?"


"Yah, aku hanya menolong orang yang kesulitan didepanku."


Jhon tersenyum dan memeluk pinggang istrinya.


"Baby, kau itu terlalu baik, sebab itulah aku sangat mencintaimu."


"Aku akan membantu siapapun yang mengalami kesulitan Jhon dan jangan terlalu berlebihan"


Samantha segera menarik tangan suaminya untuk masuk kedalam rumah itu.


"Ayo masuk, kakiku sakit." ujar Samantha.


Pasalnya dia tidak memakai alas kaki karena sepatu hak tingginya sudah dibuang oleh Jhon.


Saat Samantha membuka pintu rumahnya tampak Edward masih bermain dengan pengasuh yang dia bayar untuk menunggu kepulangannya.


"Hai honey, what are you doing?"


Edward menghentikan kegiatannya saat mendengar panggilan ibunya dan mengangkat kepalanya, wajahnya langsung terlihat ceria saat melihat seorang pria yang berdiri disisi ibunya.


"Daddy." Edward berteriak dengan penuh semangat.


Dia segera bangkit berdiri dan berlari kearah Jhon.


Jhon sedikit membungkuk, membuka kedua tangannya dan menangkap Edward yang berlari kearahnya.

__ADS_1


"Daddy, i miss you so much." Edward masuk kedalam pelukan Jhon, memeluk pria itu dan menangis.


"Daddy miss you to Edward."


Jhon mengusap punggung Edward untuk menenangkan tangisannya.


Samantha tersenyum penuh kebahagiaan melihat kedua pria itu dan pada saat itu, pengasuh Edward meminta ijin untuk pulang karena sudah malam.


"Daddy, i'm scare." dalam Edward dalam pelukannya.


"Edward, daddy ada disini jadi kau tidak perlu takut lagi." hiburnya.


"Daddy, bibi itu sangat jahat." ucap Edward.


Jhon melihat Samantha dan istrinya itu hanya mengangguk.


"Hei, ceritakan pada daddy apa yang telah bibi itu lakukan."


Jhon membawa Edward dan duduk diatas sofa, pria itu mengusap air mata Edward dan mencium wajahnya.


"Ayo ceritakan pada daddy."


Edward mengangguk dan mulai menceritakan apa yang telah dialaminya.


Walaupun sudah tahu tapi Jhon mendengar cerita Edward dengan antusias bahkan menghiburnya.


Samantha melihat mereka dengan senyum diwajahnya, dia segera meninggalkan mereka dan masuk kedalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya.


Tapi tidak lama kemudian Samantha keluar lagi, Samantha melihat kedua pria itu masih berbicara disana dan dia hanya tersenyum.


Samantha berjalan kearah dapurnya untuk membuat segelas susu untuk Edward. Dia mengaduk susu didalam gelas dalam diam sambil berpikir, setelah ini, apakah akan ada yang menggangu kebahagiaan mereka lagi? Jujur saja dia tidak mau Edward mengalami hal itu lagi karena dia iba dengan Edward.


Jhon yang mengikutinya tersenyum melihat istrinya sedang sibuk membuat segelas susu dan hanya mengaduk susunya dalam diam.


Jhon segera memeluk Samantha dari belakang dan mencium ujung kepalanya.


"Jhon, dimana Edward?"


"Sedang merapikan mainannya."


"Apa yang dia katakan padamu?" tanya Samantha penasaran.


"Yah, dia bilang Stela mengajaknya bermain dengan sebuah pisau."


Samantha hanya terkekeh dan mengaduk susu didalam gelas kembali.


"Lalu?"


"Dia bilang lehernya sakit dan berdarah apa benar?"


Samantha mengangguk dalam pelukannya, memang waktu itu pisau yang ditodongkan Stela menggores leher Edward.


"Sory baby, semua ini kesalahanku."


Samantha melepaskan dirinya, memutar tubuhnya dan mengusap wajah suaminya.

__ADS_1


"Jhon, semua ini bukan kesalahanmu."


"Aku tahu, tapi aku sudah lalai untuk menjaga kalian berdua."


"Aku tidak pernah menyalahkanmu Jhon, kita ini hanya manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan jadi kau tidak perlu menyalahkan dirimu."


Jhon tersenyum dan mengusap wajah istrinya.


"I'm promise baby, mulai saat ini kalian tidak akan mengalami hal seperti itu lagi." janjinya.


Samantha tersenyum dan memeluk suaminya.


"Kau tahu? Kebahagiaan terbesarku adalah bisa bersamamu dan Edward. Maaf selalu membuatmu mengalami kesulitan karena aku."


"Ssstttt...baby, jangan berkata demikian. Bukankah kita ini sudah suami istri? Maka mulai sekarang, segala suka dan duka akan kita lalui bersama."


"I love you Jhon." bisik Samantha dalam pelukannya.


"I love you too baby."


Samantha mengangkat wajahnya sedangkan Jhon memegangi dagunya,mereka saling pandang sesaat dan untuk kemudian mereka mulai berciuman.


Mereka melepaskan ciuman itu dan tak henti-hentinya Jhon menciumi wajah istrinya.


"Baby, malam ini terimalah hukumanmu." bisik Jhon ditelinganya.


Samantha memejamkan matanya, menikmati perlakuan romantis suaminya.


"Aku sudah tidak sabar menantikannya."


Jhon kembali tersenyum, kemudian mereka kembali berciuman.


"Mommy, daddy."


Edward masuk kesana saat dia sudah selesai merapikan mainannya.


Jhon dan Samantha melepaskan ciuman mereka saat mendengar panggilan Edward dan dengan cepat Samantha meraih gelas susu yang dia buat tadi.


"What's wrong honey?"


Samantha mendekati Edward dan memberikan gelas susu itu padanya.


"I am sleppy." ujar Edward sambil mengucek matanya yang sudah mengantuk.


"Oke, jika begitu habiskan susumu dan setelah itu jangan lupa sikat gigi."


Edward segera meneguk susu yang diberikan ibunya tadi sampai habis dan setelah itu dia memberikan gelas kosong yang berada ditangannya kepada ibunya.


Samantha kembali mengambil segelas air putih dan memberikannya pada Edward, setelah minum Edward segera berlari kearah Jhon dan tentu saja pria itu langsung menggendong Edward.


"Daddy, i want sleeping." pinta Edward.


"Lets go." ajak Jhon dengan penuh semangat karena dia sudah tidak sabar memberikan hukuman untuk istrinya.


"But tonigh, i want sleeping with you and mommy." ucap Edward.

__ADS_1


"Eh, waduh."


Jhon langsung melihat kearah Samantha sedangkan Samantha hanya tertawa. Sepertinya mereka harus bersabar.


__ADS_2