Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Billy


__ADS_3

Stela melemparkan setiap barang yang dia temui didekatnya Karena dia benar-benar marah.


Pagi ini dia sangat kaget saat melihat berita diponselnya, orang yang dia bayar untuk menculik anaknya malah tewas ditembak oleh beberapa orang yang tidak dikenal.


Yang lebih membuatnya marah adalah pria yang satunya nya lagi belum kembali sampai saat itu juga.


"Dasar sampah! Hanya menculik satu anak kecil saja tidak becus!" teriaknya.


Stela menarik nafasnya, padahal dia ingin segera melenyapkan anak itu. Dia tidak akan membiarkan anak itu hidup lebih lama dan membuat siapapun tahu dengan rahasianya.


Tapi orang yang dia bayar malah mati dan yang satunya lagi entah hilang kemana


"Sialan! Aku tidak menyangka perempuan ini punya pengawal! Tapi tidak mungkin, pasti ada orang yang melindungi mereka."


Stela berpikir sejenak dan pada saat itu wajahnya langsung pucat, tidak mungkin bukan?


Stela langsung meraih kunci mobilnya, dia harus bertemu dengan Jhon. Dia curiga jika tunangannya itu yang melindungi mereka karena Jhon terlihat dekat dengan anak itu.


Setelah tiba dikantor Jhon, Stela hendak masuk kedalam tapi dia langsung ditahan oleh dua orang bodyguard yang berdiri didepan pintu.


Stela sangat kesal, padahal kedua pria itu tidak pernah ada disana sebelumnya.


"Hei..kalian mau cari mati ya! Apa kalian tidak tahu siapa aku?" teriaknya marah.


Tapi kedua pria itu tidak bergeming, mereka masih setia berdiri didepan pintu dan tidak membiarkan Stela masuk.


"Dasar baj*ngan! Jhon keluar kau, aku ingin berbicara denganmu!" teriaknya dari luar sana.


Suasana yang begitu tenang ditempat itu tiba-tiba menjadi ramai, para karyawan yang penasaran mulai berkerumun didepan pintu untuk melihat apa yang terjadi.


Saat mendengar keributan itu Billy segera berjalan keluar.


"Bubar....bubar...!" teriaknya.


Para Karyawan membubarkan diri dan kembali ketempat mereka masing-masing.


"Nona Stela, tolong jangan membuat keributan disini!" katanya.


Dengan amarah tertahan Stela melotot pada Billy.


"Billy, dimana Jhon? Kenapa kedua orang ini menahanku dan tidak memperbolehkan aku masuk!" tanya Stela.


Billy diam saja, dia telah mendapat perintah dari bosnya untuk menahan Stela dan tidak boleh membiarkan wanita itu masuk kedalam sebelum dia kembali.

__ADS_1


Karena itulah dia menempatkan dua orang pengawal didepan pintu untuk menahan Stela agar wanita itu tidak masuk kedalam dan membuat onar.


"Maaf nona Stela, anda dilarang masuk!" jawab Billy.


"Billy, kau tahukan aku siapa bosmu? Seharusnya kau tidak melakukan ini padaku jadi biarkan aku lewat untuk menemui Jhon atau aku akan adukan ini padanya dan kau tahu bukan? Sekalipun kau asistennya dia tidak akan segan-segan untuk memotong kepalamu!" ancam Stela.


"Maaf nona, justru ini perintah dari master!" kata Billy lagi.


Justru jika dia tidak mengikuti perintah bosnya maka kepalanya yang akan melayang.


"Apa?" Stela terbelalak kaget.


Apa maksudnya? Kenapa Jhon memperlakukannya seperti anjing liar?


"Billy, biarkan aku berbicara dengannya." pintanya.


Billy menggeleng, dia tetap dengan pendiriannya.


"Billy, kau akan menyesal nanti!" teriak Stela


"Nona Stela, jangan mempermalukan diri anda disini! Sebaiknya anda pergi baik-baik karena bos sedang ada urusan dan tidak ada ditempat."


"Urusan apa? Aku ini tunangannya tapi kenapa memperlakukan aku seperti ini!"


Saat itu seorang pria menghampiri Billy dan membisikkan sesuatu ditelinganya.


"Apa, orang itu tidak mau bicara?" tanya Billy


Pria itu hanya mengangguk.


"Nona Stela, tolong anda pergi. Jika master telah kembali dia pasti akan menemui anda dan tolong jangan membuat keributan lagi kalau tidak kedua orang ini akan melemparkan anda ke tong sampah!"


Setelah berkata demikian Billy segera masuk kedalam mobil yang telah menunggunya.


Stela hanya bisa menahan amarahnya saja, sia-sia dia datang kesana dan hanya mempermalukan dirinya.


"Jhon sialan! Aku telah membuang segalanya untukmu tapi kau memperlakukan aku seperti ini! Tunggu saja, cepat atau lambat kau akan jadi milikku!" katanya dalam hati dan dengan berat hati, dia segera pergi dari sana.


Sedangkan disebuah gudang dipinggir hutan, terdengar suara pecutan cambuk dan jeritan seorang pria yang menyayat hati untuk setiap orang yang mendengarkan.


Pria itu adalah pria yang melarikan diri saat rekannya ditembak mati tapi naas baginya karena dia tertangkap oleh orang-orang yang mengejarnya.


Dia tidak mengenal orang-orang itu, pria itu bersama rekannya menerima tawaran dari Stela untuk menculik seorang anak.

__ADS_1


Dia kira pekerjaan itu mudah, tapi dia tidak menyangka rekannya ditembak mati ditempat itu juga.


Bersama beberapa anak buahnya Billy masuk kedalam tempat itu, dia menghampiri pria itu yang di ikat menggunakan rantai sedangkan tangan dan kakinya diikat terlentang sehingga tubuh pria itu menggantung diudara.


"Katakan padaku, siapa yang membayarmu untuk menculik anak itu?"vtanya Billy.


Pria itu hanya diam saja, dia tidak bisa membocorkan siapa yang membayarnya sekalipun nyawa taruhannya.


"Chuih!" pria itu meludahi wajah Billy dengan liurnya yang berdarah.


Billy langsung menjambak rambut pria itu dan memukul wajahnya berkali-kali.


"Sialan! Masih tidak mau bicara?"


Billy kembali memukuli wajah pria itu berkali-kali, dia harus tau siapa dalang dibalik semuanya?


Seorang anak buahnya memberikan sapu tangan padanya dan Billy langsung mengambilnya untuk mengelap wajahnya, setelah bersih dia melemparkan sapu tangan itu kearah pria yang sedang terikat.


"Buat dia menderita! Siksa sepuasnya tapi jangan sampai dia mati! Aku yakin setelah bos kembali dia akan mendapat siksaan yang lebih mengerikan!" katanya


"Hahahahahaha!" pria itu tertawa.


"Sekalipun aku mati, aku tidak akan mengatakan padamu siapa yang telah membayarku!" kata pria itu.


"Bagus, aku suka mendengarnya! Aku juga tidak berharap kau akan mengatakan dengan cepat siapa yang membayarmu!" jawab Billy.


"Beri dia makan yang banyak sampai dia gemuk! Aku sudah tidak sabar menunggu bos kembali dan melihat dagingmu lepas sedikit demi sedikit dari tulangmu atau bisa saja kulitmu yang lepas dari dagingmimu." katanya pada pria itu.


Pria itu menelan ludahnya tapi dia kemudian dia kembali tertawa.


"Hahahahaha! Memangnya siapa kalian? Kalian hanya menggertakku supaya aku mengatakan siapa yang membayarku bukan? Asal kau tahu saja, orang yang membayarku pasti akan melepaskanku!" katanya dengan yakin.


Pria itu berkata demikian karena dia tahu siapa tunangan Stela, dia sangat yakin jika Stela akan meminta bantuan pada tunangannya untuk menyelamatkannya.


Billy hanya menatap pria itu dan tersenyum dengan mengerikan.


"Kalau begitu, hubungi majikanmu dan suruh dia datang untuk menyelamatkanmu!" perintahnya.


Seorang anak buahnya memberikan sebuah ponsel pada pria itu tapi pria itu hanya diam saja.


"Tidak mau juga?" tanya Billy sedangkan pria itu hanya melotot padanya.


"Baiklah, nikmatilah waktumu. Aku yakin sebentar lagi kau akan memohon pada kami dan memberi tahu siapa yang telah membayarmu!"

__ADS_1


Setelah berkata demikian, Billy segera meninggalkan pria itu dan dia berharap dalam hati semoga bosnya bisa secepatnya kembali.


__ADS_2