
Disebuah tempat, terdengar suara jeritan seorang perempuan yang sedang meringis kesakitan.
Suara itu adalah suara Stela, saat itu dia sedang menjalani hukuman yang dia dapat akibat dari perbuatannya.
Jhon benar-benar marah pada Stela karena berani melemparkan high heel pada Samantha.
Jadi Jhon memberikan hukuman pada wanita itu dengan mencabut kuku jari tengahnya.
Tidak hanya ada Stela disana, Bill Lourent juga berada disana dan tidak bisa melakukan apa-apa saat melihat kuku putrinya dicabut begitu saja.
"Jhon, tolong ampuni aku!" mohon Stela sambil memegangi tangannya yang bergetar dan berdarah.
"Jadi kau sudah tahu apa kesalahanmu?"
"Maaf...maaf..Tidak akan aku ulangi lagi." ucap Stela dengan ketakutan.
"Ingat, ini hanyalah Sebuah peringatan untukmu! Jika kau berani melakukan lebih dari tadi maka aku tidak akan segan-segan untuk menghabisimu."
Jhon mengetuk-ngetukkan tang yang dipegangnya keatas meja dan melemparkan tatapan tajam pada Stela yang menangis sambil memegangi tangannya.
"Jhon, tolong maafkan putriku karena dia tidak tahu apa yang sudah dia lakukan." pinta Bill Lourent.
"Dia tidak tahu?" Jhon menatap Stela dengan tajam dan bertanya dengan sinis.
Stela ketakutan begitu juga dengan Bill Lourent, mereka berharap mereka bisa dilepaskan dari sana.
"Aku sudah memberi putrimu banyak kesempatan dan aku sudah tidak mengingat jebakan kalian terhadapku tapi beraninya putrimu menipuku dan melukai wanitaku didepanku?!" kata Jhon dengan kesal.
"Menipu? Apa yang telah Stela lakukan?"btanya Bill Lourent.
"Bill, seharusnya kau tahu. Sebelum jadi tunanganku Stela sudah mengandung anak orang lain." jawabnya.
Bill Lourent terbelalak kaget begitu juga dengan Stela, apa Jhon sudah tahu rahasianya?
"Dari mana kau tahu Jhon? Apa wanita ****** itu yang mengatakannya padamu?" teriak Stela
"Stela, kau masih belum belajar dari kesalahan. Apa gigimu juga ingin aku cabut?"tanyanya.
Stela langsung menggeleng dengan wajah pucat pasi.
"Tidak mungkin Jhon, pasti ada kesalah pahaman disini." sela Bill Lourent lagi karena dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Jika kau tidak percaya, coba kau tanyakan sendiri pada putrimu itu! Urusanku dengan kalian sudah selesai tap ingat, jangan berani berbuat lebih jauh dari pada ini jika tidak aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi kalian!" ancamnya.
Setelah kepergian Jhon dan para anak buahnya, Bill Lourent segera menghampiri putrinya yang terduduk diatas lantai dan sedang memegangi tangannya.
__ADS_1
"Stela, jelaskan padaku apa yang dikatakan Jhon itu benar?" tanyanya.
"Dad, aku!"
"Jawab!!" teriak Bill Lourent dengan kencang.
Stela menunduk tidak berani melihat wajah ayahnya yang sedang marah.
"Dad, itu sudah kejadian lama. Aku sudah membuang anak itu!" jawabnya.
Bill Lourent terbelalak kaget.
"Jadi benar kau melahirkan anak orang lain?" tanyanya meyakinkan.
Stela hanya bisa mengangguk dan menunduk.
"Anak bodoh! Lihat karena kebodohanmu aku juga kena imbasnya! Apa kau tidak tahu? Perusahaan kita sudah tidak bisa diselamatkan lagi."
"Sory dad, aku sudah membuang anak itu dan berharap anak itu mati tapi siapa sangka anak itu ditemukan oleh seseorang dan masih hidup."
"Kenapa kau buang hah? Kenapa tidak kau gugurkan saja selama masih didalam perutmu?" teriak Bill Lourent.
"Waktu itu aku takut dad, aku takut melakukan aborsi." teriak Stela tidak mau kalah.
"Lalu kenapa Jhon bisa tahu hal ini?"
"Perempuan ****** itu!" jawab Stela.
"Perempuan yang mana?"
"Perempuan ****** yang telah merebut Jhon dariku, pasti dia yang mengatakan semuanya pada Jhon!" kata Stela yakin.
"Apa maksudmu?"
"Dad, entah kenapa semua ini begitu kebetulan. Wanita yang merebut Jhon dariku dialah yang telah menemukan anak yang aku buang waktu itu!"
Bill Lourent melotot tidak percaya.
"Lihatlah,bkau melakukan semuanya tanpa pikir panjang! Sekarang katakan padaku, siapa ayah dari anakmu?" tanyanya.
Stela mengigit bibirnya, sepertinya dia tidak punya pilihan lain dan harus mengatakan semua rahasianya saat itu juga.
"Frans....Frans Leonardo!" jawabnya ragu.
Bill Lourent kembali melotot tidak percaya, Frans Leonardo?
__ADS_1
"Dasar anak bodoh, kau berhubungan dengan seorang supir!" makinya.
"Dad, dulu aku bermain-main saja dengannya! Aku tidak tahu jika aku akan hamil anaknya."
Bill Lourent segera menghampiri putrinya dan menampar wajah Stela dengan kencang.
"Dasar bodoh! Kau membuatku dengan malu berhubungan dengan seorang supir! Sekarang anak itu masih hidup, bagaimana jika sampai ada yang tahu jika putriku melahirkan anak seorang supir?!" katanya putus asa.
"Aku sudah berusaha dad, membayar orang untuk menyingkirkan anak itu tapi gagal."
Tiba-tiba Stela terdiam, Jhon berhubungan dengan wanita itu, apakah orang yang dia bayar untuk melenyapkan anak itu dan tidak pernah kembali lagi semua karena perbuatan Jhon?
"Dad, aku?"
"Shut up!" teriak Bill Lourent.
"Rapikan penampilanmu dan obati tanganmu. Lupakan Jhon dan ikut aku ke Australia sekarang juga!"
"Tapi dad?"
"Stela, jangan banyak membantah lagi. Semua karena kebodohan mu dan mengenai anak itu, aku akan membantumu menyingkirkannya karena aku tidak mau mempunyai cucu dari seorang supir."
"Dad, dengarkan, Frans sudah hebat sekarang. Kenapa kita tidak bekerja sama dengannya saja?"
"Hebat? Kau sungguh naif. Frans bisa hebat karena kejahatan dan kelicikannya. Kehancurannya hanya menunggu waktu saja. Sekarang jangan mengulur waktu, segera ikut aku ke Australia karena kita akan mencari sekutu untuk membalas perbuatan Jhon!"
"Tunggu dad, dengarkan. Selama ini Frans selalu bertanya tentang anaknya dan aku pikir akan lebih baik jika aku mengatakan padanya jika anaknya masih hidup!"
Bill Lourent memperhatikan wajah putrinya dengan serius.
"Jhon pasti melindungi wanita ****** itu dengan anak Frans dan Sedari dulu Frans sangat membenci Jhon jadi sebelum pergi, bukankah akan lebih menyenangkan jika kita menambah api permusuhan diantara mereka? Sekali tepuk, tiga lalat akan mati!" katanya dengan licik.
"Heh, tumben kau pintar." puji Bill Lourent sedangkan Stela tersenyum dengan licik.
"Segera temui Frans, biarkan mereka saling bunuh satu sama lain jika ada yang menang, kita siapkan kejutan lain. Sekarang aku akan menghubungi temanku yang ada di Australia dan dia pasti akan dengan senang hati membantuku melenyapkan Jhon!"
Stela mengangguk sedangkan senyum liciknya terus menghiasi wajahnya. Stela memperhatikan jarinya yang masih berdarah, Jhon sudah tidak mungkin menjadi miliknya dan Frans juga sudah membencinya, keinginannya sekarang hanya perlu membalas perbuatan mereka satu persatu.
Dia akan segera menemui Frans untuk menghasutnya dan mengatakan jika anaknya masih hidup.
Sedangkan saat itu, Jhon sedang menuju keapartemen Samantha, dia sudah sangat tidak sabar untuk menemui kekasihnya.
Jhon berjalan dengan cepat menuju kearah pintu apartemen Samantha dan membukanya dengan tidak sabar menggunakan kunci cadangan yang dia punya.
Dia segera masuk dan tidak mendapati Samantha didalam sana, Jhon mencari Samantha didalam kamarnya dan lagi-lagi Samantha tidak ada. Dia jadi khawatir, dimana Samantha saat ini?
__ADS_1