Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Keinginan Samantha


__ADS_3

Setelah tiba dirumah Jhon, Samantha tidak bisa tidur. Dia hanya membolak balikan badannya diatas dengan gelisah.


Bagaimana tidak, selama dia tinggal disana baru kali ini ada pencuri yang masuk kedalam rumahnya.


Lagi pula itu apartemen, sebenarnya bagaimana keamanan apartemen disana? Mungkin dia harus komplain ke pihak pengelola dan mungkin saja dia harus pindah lagi.


Dia masih bingung, kenapa pencuri itu harus masuk kedalam rumahnya dtambah lagi pencuri itu tidak mengambil apa-apa, semua itu membuat hatinya dipenuhi dengan tanda tanya. Sebenarnya apa yang di inginkan oleh pencuri itu?


Samantha kembali membalikkan tubuhnya dan menatap Jhon yang sedang tidur dengan nyenyak disampingnya.


Dengan pelan Samantha mengangkat lengan Jhon yang melingkar dipinggangnya dan duduk diatas ranjang.


"Baby, kenapa kau tidak tidur?"


Jhon membuka matanya dan duduk disamping kekasihnya yang tampak gelisah.


"Sorry membangunkanmu."


"No problem baby. Kenapa kau tidak tidur?" tanya Jhon lagi.


"Aku tidak bisa tidur Jhon, aku sedang memikirkan apartemenku."


"Baby, jangan kau pikirkan. Aku sudah memerintahkan anak buahku disana."


"Aku tahu, tapi tetap saja aku kepikiran. Apa yang di inginkan oleh pencuri itu?!"


"Apa ada yang hilang?" tanyanya pura-pura memastikan.


"Tidak ada? Aku tidak punya apa-apa yang bisa diambil Jhon." jawab Samantha.


"Jika begitu untuk apa kau memikirkannya?"


"Aku hanya kepikiran saja, untuk apa pencuri bodoh itu masuk kedalam apartemenku dan hanya merusak kunci pintu saja. Sebenarnya apa tujuan pencuri itu melakukan hal demikian?"


"Baby jangan kau perdulikan! Mungkin yang masuk memang pencuri bodoh yang salah masuk kamar!"


"Mungkin kau benar."


Jhon mencium pipi Samantha dan membawa Samantha kembali tidur disisinya, dia juga mencium dahi Samantha dan memeluknya.


"Baby, sebaiknya kau tidur, jika tidak aku akan bermain denganmu."


"Main? Mau main apa?"


"Hm, kua tahu bukan?"


Semantha tersenyum dan mengusap wajah Jhon dengan senyum diwajahnya.


"Jhon."


"Yes."


"Selama ini kita selalu gagal, apa kau tidak ingin?"


"Apa kau sedang merayuku?"

__ADS_1


Samantha memasukkan tangannya kedalam baju Jhon dan mengelus dada pria itu.


"Ya, aku sedang merayumu." godanya.


"Baby, apa kau benar-benar ingin bermain?"


"Hmm.."


Gumam Samantha sedangkan tangannya tak henti-hentinya mengelus dada Jhon. Jhon memegang tangan Samantha dan menariknya keluar dari bajunya.


"Baby, bukannya aku tidak mau."


"Jadi?"


"Bagaimana jika kita menyimpannya untuk malam pernikahan kita nanti."


"Apa kau bisa tahan?"


"Sayangku, aku sudah bertahan sejauh ini maka aku akan bertahan untuk sebentar lagi."


"Hei, perkataanmu ini seolah-olah kau sudah ingin menikahiku saja."


Jhon tersenyum dan membelai ujung kepala Samantha dengan lembut.


"Sayang, percayalah. Tidak akan lama lagi kau akan menjadi istriku."


Sebuah senyuman menghiasi wajah Samantha, dia kembali mencium wajah Jhon dengan mesra.


"Aku tunggu."


"Hmm?"


"Pernikahan seperti apa yang kau inginkan?" Jhon mengusap kepalanya dengan lembut.


"Entahlah."


"Hei, apa kau tidak punya keinginan untuk hari pernikahanmu nanti? Sebuah pernikahan yang megah atau semacamnya?"


"Jhon, aku tidak memperdulikan masalah itu karena yang aku inginkan hanya menikah dengan orang yang aku cintai. Sekalipun kau membelikan sebuah cincin perak untuk menikahiku dan kita hanya berdiri didepan seorang pendeta saja untuk mengucap janji tanpa pesta sekalipun aku tidak akan keberatan." jelas Samantha panjang lebar.


Senyum Jhon langsung mengembang, menghiasi wajah tampannya.


"Baby, aku berjanji padamu aku akan memberikan pernikahan terbaik untukmu sampai semua wanita yang melihatmu nanti akan merasa sangat iri padamu."


"Aku senang mendengarnya, tapi jangan terlalu berlebihan."


"I know. So, let's go to sleep." ajaknya.


Samantha mengangguk didalam pelukannya sedangkan senyum kebahagiaan menghiasi wajahnya.


Jhon memainkan jari jemarinya dirambut Samantha sampai Samantha tertidur didalam pelukannya, tentu dia akan memberikan yang terbaik untuk Samantha nantinya.


Setelah merasa Samantha sudah tertidur pulas, Jhon mengecup bibir wanitanya dan segera bangun dari tidurnya.


Waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi dan dengan hati-hati pria itu bangun dari ranjang supaya tidak membangunkan kekasihnya.

__ADS_1


Setelah menatap wajah Samantha sejenak, Jhon keluar dari Kamarnya.


Pria itu menuju keruangan tempat biasa dia bekerja, dia berada disana menghubungi Billy untuk menanyakan perkembangan rencananya.


Saat sudah pagi, Samantha masih tertidur saat Jhon masuk kedalam kamarnya untuk mandi.


Pria itu tidak membangunkan kekasihnya, Samantha pasti kurang tidur karena memikirkan apartemennya.


Setelah selesai mandi, Jhon segera mencari Edward. Dia ingin mengajak Edward kesuatu tempat.


Tapi sebelum dia pergi, dia telah meninggalkan pesan kepada pengurus pribadinya Ron.


Saat Samantha bangun dari tidurnya, dia sangat kaget karena waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh.


Sudah begitu siang dan Samantha segera bangun dan berlari keluar kamar, sudah siang seperti ini bagaimana dengan Ewdard?


Seharusnya dia bangun pagi-pagi untuk membuatkan Edward sarapan dan membawa pria kecil itu kembali keapartemen untuk bersiap kesekolah.


Rumah itu tampak sepi, Samantha masuk kedalam kamar Edward dan tidak ada siapa-siapa disana.


Jhon juga tidak ada, hanya beberapa pelayan saja yang terlihat.


Kemana perginya Jhon dan Edward?


Samantha segera mencari Ron, pria tua itu pasti tahu sesuatu.


"Ron, kemana perginya Jhon dan Edward?" tanyanya.


"Tuan muda bilang ingin membawa Edward kesuatu tempat." jelas Ron.


"Pergi kemana?" tanyanya penasaran.


"Maaf nona, tuan muda tidak mengatakan akan pergi kemana. Tapi jika nona ingin kembali keapartemen, tuan muda sudah berpesan untuk mengantar nona." jelas Ron.


"Baiklah, tapi aku mau cuci muka dulu sebentar."


Ron mengangguk dan melihat kepergian wanita itu, setelah Samantha masuk kedalam kamar, Ron segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.


Samantha segera masuk kedalam kamar mandi dan mencuci wajahnya, dia sangat ingin mandi tapi tidak punya baju ganti.


Setelah selesai Samantha segera keluar dari kamar itu, dia sudah tidak sabar untuk kembali keapartemennya dan mengganti handle pintu yang telah dirusak oleh pencuri aneh semalam.


Dia juga berniat complain pada pengelola dan security apartemen disana, kenapa begitu lalai sehingga ada pencuri disana? Tapi yang harus dia lakukan terlebih dahulu adalah mandi.


Ron mengantar Samantha sesuai dengan perintah Jhon, saat Samantha telah tiba dan masuk kedalam lift, Ron meraih ponselnya untuk menghubungi Jhon.


"Tuan muda, aku sudah mengantar nona kembali."


"Baiklah."


Jhon segera mematikan Ponselnya, bersiap melakukan sesuatu lainnya.


Samantha keluar dari lift dan berjalan dengan cepat, dia ingin segera mengambil ponselnya dan menghubungi Jhon, menanyakan keberadaan pria itu dan Edward berada.


Saat tiba dipintu apartemennya Samantha sangat heran, pintu sudah tertutup dan sepertinya handle pintunya sudah diganti.

__ADS_1


Mungkin anak buah Jhon yang melakukannya, tanpa pikir panjang Samantha membuka pintu apartemennya dan? Samantha sangat kaget melihat orang-orang yang berada didalam apartemennya.


__ADS_2