Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Pria kejam yang baik hati


__ADS_3

Setelah beberapa hari di Colorado dan keadaan Samantha sudah lebih membaik, Jhon segera membawa Samantha dan Edward kembali.


Jhon ingin membawa Samantha kerumah sakit pribadi keluarganya tapi Samantha menolak.


Setelah kembali Samantha meminta Jhon membawanya keapartemen lamanya, semula Jhon tidak mengijinkan tapi Samantha memaksa.


Barang-barangnyapun masih disana dan belum sempat dipindahkan, karena Frans Leonardo tidak akan mengancam lagi jadi dengan terpaksa Jhon membawa Samantha kembali keapartemen lamanya.


Tapi sebelum itu, dia membawa Samantha kembali kerumah pribadi keluarganya. Ibunya yang begitu cemas tidak henti-hentinya menanyakan keadaan Samantha dan pada saat melihat keadaan Samantha yang sudah baik-baik saja, ibunyapun sangat lega.


Setelah semua itu, Jhon dan Billy bergegas ketempat markas mereka, tentu saja untuk menghajar Frans Leonardo.


Saat mendekati pintu masuk, Jhon dan Billy mendengar perkataan Frans Rional yang dipenuhi amarah dan kebencian.


"Aku akan membunuhmu!!"


"Frans Rional, hentikan. Jika kau membunuhnya saat ini maka kau akan membuat permainan ini jadi tidak menarik sama sekali." kata Jhon dengan cepat saat melihat Frans Rional mengangkat sebuah besi panjang hendak menusuk Frans Leonardo.


Saat melihat kedatangannya, Frans Leonardo langsung pucat dan tertunduk lemas.


Frans Rional langsung membuang besi itu dari tangannya, hampir saja dia membunuh Frans Leonardo tanpa seijin Jhon.


"Jhon, maaf.Aku terlalu emosi." katanya.


"Tidak perlu dipikirkan, aku mengerti dengan keadaanmu." jawab Jhon.


"Hei an*ing peliharaan, kenapa kau tidak jadi membunuhku!!" teriak Frans Leonardo.


"Jaga ucapanmu, aku bukan an*ing peliharaan!" jawab Frans Rional kesal.


"Cukup Frans Leonardo, percuma kau berteriak." sela Jhon.


Pria itu berjalan mendekati Frans Leonardo dan dengan cepat Billy menarik sebuah kursi untuk bosnya.


Jhon duduk didepan Frans Leonardo, menyilangkan kakinya dan menatap Frans Leonardo dengan tatapan membunuhnya.


"Frans Leonardo, aku sungguh tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah."


"Hahahahaha !"Frans Leonardo tertawa terbahak-bahak.


"Pria sepertimu, dengan kekuasan yang kau punya selalu memanfaatkan yang lemah." katanya.


"Aku tidak memanfaatkan siapapun."


"Kau sungguh ba**ngan licik Jhon, sangat pintar memanfaatkan Frans Rional."


"Kau benar-benar pria bodoh yang selalu salah paham Frans Leonardo." sela Billy.


Dia tidak akan terima bosnya dihina seperti itu walaupun Jhon hanya diam saja.


"Frans Rional, master telah menyiapkan seorang pengacara untukmu. Dia telah menunggu diluar, pergilah dengannya dan dia akan membantumu merebut semua milikmu kembali." jelas Billy.

__ADS_1


"Apa?" Frans sangat kaget mendengarnya.


"Tidak, itu semua milikku!!"teriaknya tidak terima.


"Dari awal itu milikku dan kau hanya seorang supir." hina Frans Rional.


"Jhon, aku sangat berterima kasih padamu." katanya lagi.


"Pergilah, ambil apa yang seharusnya menjadi milikmu." jawab Jhon.


Frans Rional menunduk pada pria itu,bdia sangat berterima kasih karena Jhon telah mau membantunya tanpa meminta imbalan apa-apa.


Frans Rional segera memutar tubuhnya, hendak melangkah pergi.


"Frans Rional."


Panggilan Billy menghentikan langkahnya sesaat.


"Satu hal lagi."


Billy berjalan kearahnya dan memberikan selembar foto untuknya.


"Master juga telah menyiapkan seorang dokter spesialis operasi untukmu, kau bisa memperbaiki wajahmu agar bisa kembali seperti semula."


Frans Rional melihat foto ditangannya, air matanya tiba-tiba mengalir darimatanya. Selembar foto dirinya bersama dengan keluarganya, foto itu diambil sebelum wajahnya hancur karena kecelakaan.


"Datanglah kealamat itu dan carilah dokter itu." jelas Billy lagi.


Frans Rional membalik foto itu, disana tertulis alamat sebuah rumah sakit dan seorang nama dokter tertera disana.


Frans Rional mengusap air matanya dan menatap kearah Jhon yang sedang menatap Frans Leonardo dengan api kebencian dimatanya.


Dia sangat beruntung bisa bertemu dengan pria itu.


Billy menepuk pundak Frans Rional dan mengangguk pada pria itu.


"Begitulah masterku, tidak perlu berterima kasih karena dia tidak menerima ucapan seperti itu."


"Jhon, aku bersumpah akan mengikutimu untuk seumur hidupku." kata Frans Rional.


Frans Rional membungkuk dalam-dalam, menghormati pria berdarah dingin tapi berhati baik itu.


"Tidak perlu, ambillah hakmu. Tenang saja, nyawa Frans Leonardo milikmu. Setelah aku menyiksanya sampai puas maka aku akan membiarkanmu membunuhnya dengan caramu." jawab Jhon.


"Tidak, bunuh aku sekarang!"pinta Frans Leonardo.


Pria itu terkulai lemas, habis sudah. Semua yang dia dapatkan akan hilang dalam waktu sekejap. Sekarang dia benar-benar sudah hancur!


"Terima kasih, walaupun kau menolak tapi aku akan mengikutimu dengan setia."


Setelah berkata demikian Frans Rional keluar dari ruangan itu dan menemui pengacara yang telah Jhon siapkan yang telah menunggunya diluar sana.

__ADS_1


Tentu saja, untuk merebut semua miliknya yang berada ditangan Frans Leonardo.


"Jadi kita akan mulai dari mana?" tanya Jhon saat Frans Rional sudah keluar dari ruangan itu.


"Jhon, bunuh aku sekarang!" pinta Frans Leonardo.


"Aku sudah bilang, kau tidak akan mati dengan mudah!"


Jhon segera bangkit berdiri, menghampiri sebuah meja dan mengambil sesuatu disana. Setelah itu, dia kembali lagi, menunduk didepan Frans Leonardo dan menusukkan benda itu dibahu kanan Frans Leonardo.


"Arrgghh!!!" Frans Leonardo menjerit menahan sakit dibahu kanannya.


"Itu balasan karena kau telah menembak bahu wanitaku, kau tidak perlu kawatir, aku tidak akan menusuk jantungmu!"


"Bunuh aku Jhon, bunuh." pinta Frans lagi.


"Tidak akan semudah itu Frans!"


Billy memberikan sebuah pisau ketangan bosnya, Jhon mengambil pisau itu dan meletakkannya dipelipis Frans.


"Kau juga memukul pelipis kekasihku maka kau akan menerima balasannya."


Jhon menyabetkan pisau itu kepelipis Frans dan pada saat itu, darah segar mulai keluar dari sana dan Frans beteriak kesakitan.


Pria itu tertunduk tidak berdaya, seluruh tubuhnya bergetar karena harus menahan sakit yang luar biasa.


Belum lagi rasa sakit yang harus dia dapat dari Frans Rional, sekarang dia harus menerima siksaan lainnya.


"Jhon, segera lakukan keinginanmu dengan cepat." pintanya dengan suara yang mulai melemah.


"Cukup sampai disini!"


Frans terbelalak kaget, padahal dia berharap Jhon membalas perbutaannya hari ini sehingga dia bisa langsung mati tanpa harus disiksa lebih jauh lagi.


"Kenapa? Apa kau takut?" tanyanya.


"Frans, aku tidak hanya akan menyiksamu tapi aku akan membuatmu mati dalam penyesalan."


Frans tampak bingung, apa maksudnya?


"Billy, siapkan sebuah televisi disini. Sebelum mati dia harus melihat sesuatu yang akan membuatnya menyesal dengan semua yang telah dia lakukan selama ini!"m Ingat, jangan biarkan dia mati terlebih dahulu!" perintahnya.


"Siap master."


Billy segera memerintahkan anak buahnya yang berjaga disana untuk menangani Frans.


Jhon segera memutar langkahnya pergi dari sana bersama dengan Billy.


Frans Leonardo tertunduk lesu, dimana salahnya?


Apa karena dia ingin membunuh keluarga Jackson? Atau karena dia menantang Jhon?

__ADS_1


Tapi dari awal dia memang benci dengan pria itu karena telah membunuh anaknya dan merebut Stela darinya.


Frans tidak berdaya, dia berharap malaikat maut segera mendatanginya tapi dia tidak akan pernah tahu, apa yang akan dilakukan Jhon selanjutnya.


__ADS_2