
Saat itu Stela sedang menuju rumah pribadi Jhon, dia kembali kesana karena perusahaan ayahnya yang tambah ambruk.
Tidak perlu ditanya lagi, semua itu pasti ulah Jhon. Kali ini kedatangannya untuk menanyakan apa yang sebenarnya Jhon inginkan sampai harus membuat perusahaan ayahnya hancur.
Stela turun dari mobilnya dan membanting pintu mobil itu dengan kencang, dengan kesal Stela berjalan kearah pintu rumah yang dicat serba putih itu.
"Jhon, keluar kau!" teriaknya.
Ron membuka pintu dan langsung keluar saat mendengar teriakan Stela tapi dengan cepat pula Ron kembali menutup pintu itu kembali agar Stela tidak menerobos masuk kedalam seenaknya.
Stela sedang beediri didepan pintu sambil menahan amarah yang bisa meledak kapan saja.
"Nona Stela, tolong jangan berteriak disini!" Ron berkata sesopan mungkin.
"Ron, dimana Jhon? Panggil dia keluar karena aku ingin bertemu!" pinta Stela dengan nada yang tinggi.
"Nona, tuan muda sedang tidur mohon jangan menggangu."
"Tidur? Bangunkan! Aku ingin berbicara dengannya!" pinta Stela.
"Maaf nona Stela, tuan muda tidak suka waktu tidurnya diganggu."
"Apa? Ini sudah siang!" teriak Stela lagi.
Ron mengepalkan tangannya, jika bukan perempuan sudah dia pukul sedari tadi.
"Nona Stela, sekali lagi aku katakan jangan berteriak disini! Ini bukan di hutan!" jawabnya dengan kesal.
"Apa kau bilang?"
Stela benar-benar marah dengan perkataan Ron. Hutan? Apa pria tua itu menganggapnya sebagai hewan liar!
"Jhon, keluar kau!!" teriaknya lagi.
Ron begitu marah karena Stela tidak mau mendengarkan perkataannya dan kembali berteriak.
"Jangan salahkan aku jika aku berbuat kasar padamu nona."
Ron segera memerintahkan anak buah yang berjaga didepan pintu untuk menangkap tangan Stela supaya tidak berbuat ulah lebih jauh dari pada itu. Dia berniat menyeret Stela pergi dari sana tapi Stela kembali berteriak lebih kencang lagi karena dia tidak terima diperlakukan seperti itu. Wanita itu memberontak dan mengeluarkan kata-kata kasar untuk memaki Ron.
Sedangkan saat itu didalam kamar, Samantha terbangun karena mendengar keributan diluar.
Setelah kepergian ayahnya, Samantha meminta Jhon mengantarkan mnya kembali keapartemennya karena dia ingin tidur.
Jhon tidak mengijinkannya kembali kesana dan membawa Samantha pulang kerumah pribadinya.
Karena rasa kantuk yang luar biasa membuat Samantha mengiyakan perkataan Jhon dan tidur dengannya.
Samantha melepaskan tangan Jhon yang melingkar dipinggangnya dan segera bangun dari tidurnya. Dia ingin melihat, ada keributan apa diluar sana?
Dia bangun dengan hati-hati supaya tidak membangunkan Jhon dan segera melangkah keluar.
Samantha keluar dari kamar dan melangkah menuju pintu, dari sana dia dapat mendengar teriakan seorang perempuan yang semakin jelas.
Samantha keluar dari pintu dan tampak Ron sedang memaki seorang perempuan, Samantha tidak melihat wajah perempuan itu karena terhalang oleh tubuh Ron yang berdiri didepan perempuan itu.
"Ron, ada apa ribut-ribut?" tanyanya penasaran.
Begitu mendengar suara Samantha, Ron segera memutar tubuhnya dan membungkuk padanya.
__ADS_1
"Maaf telah membangunkan tidur nona." katanya.
Samantha terbelalak kaget saat melihat perempuan yang sedang ditahan oleh Ron, begitu juga Stela.
Mereka melemparkan tatapan dengan tajam satu sama lain.
"Kau!!" geram Stela kesal.
"Stela lourent? Apa yang dia lakukan disini?" tanya Samantha dalam hati.
"Kau! Kenapa kau ada disini?" teriak Stela.
"Mohon maaf nona, wanita ini telah membuat keributan dan membangunkan anda." kata Ron lagi dengan tidak enak hati.
"Tidak apa-apa." jawab Samantha.
Dia tidak menjawab pertanyaan Stela karena ini pertemuan mendadak yang tidak terpikir olehnya sama sekali.
"Hei kau! Aku tanya sekali lagi,vkenapa kau ada disini?" teriak Stela.
"Nona Stela, bersikaplah sopan pada pacar tuan muda." jawab Ron dan dia tak kalah kesalnya.
Stela terbelalak kaget, pacar tuan muda?
"Jadi kau yang merebut Jhon dari ku?" teriaknya.
Stela berusaha memberontak dari genggaman tangan kedua pria yang menahannya, ingin rasanya dia menghajar Samantha saat itu juga.
"Merebut? Jangan salah paham, aku tidak merebut apapun darimu!" jawab Samantha.
"Apa? Kau telah menyembunyikan anak ?"Stela menghentikan ucapannya.
Jhon keluar dari pintu dan melotot kearah Stela, dia juga terbangun karena mendengar keributan diluar.
Stela menahan nafasnya saat melihat Jhon menghampiri Samantha dan memeluknya, Jhon bahkan mencium wajah wanita itu dengan mesra.
Stela benar-benar dibakar api cemburu dan amarah, kenapa Jhon harus berhubungan dengan wanita yang telah menyembunyikan anaknya?
"Stela, berani sekali kau datang kemari dan membuat keributan!"
"Jhon, aku ingin berbicara denganmu, hanya itu!"
"Berbicara? Tapi kau tahu bukan bagaimana caranya meminta baik-baik? Apa kau sudah bosan hidup, hah?!" teriak Jhon dengan penuh emosi.
Stela memejamkan matanya,ketakutan mendengar teriakan Jhon.
"Jhon, siapa wanita itu? Kenapa kau bisa berhubungan dengannya?"
"Apa kau mengenalnya?" tanya Jhon pura-pura.
"Ti..tidak!" kawab Stela mengelak.
Jhon memerintahkan dua bodyguardnya untuk melepaskan tangan Stela, setelah itu Jhon mengangkat dagu Samantha dan menciumibibirnya.
"Baby, masuklah kedalam dan rapikan tempat tidur yang berantakan oleh perbuatan kita." katanya.
"Apa?" Stela tidak percaya mendengarnya.
Beraninya wanita itu tidur dengan Jhon? Bahkan selama dia menjadi tunangan Jhon, pria itu tidak pernah menyentuhnya barang sedikitpun.
__ADS_1
Samantha mengiyakan perkataan Jhon, dia juga merasa tidak seharusnya berada disana. Samantha segera mutarkan langkahnya hendak melangkah menuju pintu dan masuk kembali kedalam.
"Dasar kau ******!" teriak Stela.
Tanpa pikir panjang, Stela langsung meraih high Heel yang dipakainya dan dengan cepat pula, Stela melemparkan high heelnya kearah Samantha.
Dia sudah sangat ingin menghajar Samantha sedari tadi dan sekaranglah kesempatannya.
Dengan cepat Jhon menangkap high heel itu yang menuju kearah Samantha dan melemparkannya diatas lantai.
"Pegang kembali tangannya!" perintahnya dan pada saat itu, kedua tangan Stela kembali dipegang sedangkan Stela kembali memberontak.
"Stela, kau berani mau melukai wanitaku dan mengatainya jal*ng? Maka bersiaplah menanggung akibatnya!"
Wajah Stela memucat, apa yang mau dilakukan oleh Jhon padanya?
"Ron, tahan dia! Aku akan segera kembali."
Setelah berkata demikian Jhon segera membawa Samantha yang masih berdiri didepan pintu masuk kedalam rumahnya.
"Baby, aku harus pergi."
"Jhon, apa tidak apa-apa seperti ini?"
"Sayang, kau tidak perlu kawatir. Memang sudah seharusnya aku mengakhiri ini."
"Tapi?"
"Stttsss..!"
Jhon memeluk Samantha dan mencium bibirnya.
"Kau tidak perlu kawatir, dia berani melukaimu didepan mataku dan aku kawatir dikemudian hari dia akan melakukan hal yang lebih jauh lagi untuk melukaimu dan Edward. Jadi hari ini aku akan memberikan sedikit pelajaran untuknya."
Samantha mengangguk dalam pelukan Jhon. Mungkin dengan demikin Stela tidak akan mengganggu dan mencari Edward lagi.
"Jika begitu aku akan pulang saja." katanya.
"Kenapa? Tunggu disini saja sampai aku kembali."
"Tidak, aku mau mandi dan aku tidak punya baju disini!" katanya.
"Baby, aku sangat senang jika setelah mandi kau menungguku diatas ranjang tanpa memakai baju."godanya.
"Apa? Jangan bercanda dalam keadaan sperti ini!" kata Samantha kesal.
Jhon terkekeh dan membelai kepalanya dengan lembut.
"Ron akan mengantarmu nanti dan setelah urusanku selesai maka aku akan datang mencarimu."
Samantha mengangguk dan sebelum pergi, mereka berciuman dengan mesra.
Setelah kepergian Jhon, Samantha kembali keapartemennya diantar oleh Ron.
Dia tidak mau bertanya apa yang akan dilakukan Jhon terhadap Stela karena Samantha merasa dia tidak perlu tahu.
Setelah tiba diapartemnnya, Samantha melangkah keluar dari lift, tanpa ada rasa curiga sedikitpun, Samantha mengeluarkan kunci dari dalam tasnya dan hendak membuka pintu rumahnya.
"Akhirnya kau kembali juga, aku sudah lama menunggumu."
__ADS_1
Samantha menghentikan tangannya dan segera memutar tubuhnya, dia tidak percaya melihat pria yang sedang berdiri dibelakagnya dan pria itu, tersenyum kearahnya.