
Setelah keluar dari restoran, Samantha pergi menaiki sebuah taxi yang kebetulan lewat tapi dia berhenti saat melihat sebuah restoran fastfood yang buka dua puluh empat jam.
Samantha masuk kedalam restoran itu untuk mengisi perutnya. Memang dia belum makan, tadi dia memang tidak mau makan bersama Frans karena dia tidak mau berlama-lama dengan pria itu.
Cuaca yang begitu dingin dan Salju yang turun dengan lebat membuatnya teringat waktu dia menemukan Edward, entah kenapa dia merasa rindu dengan Edward,
apalagi setelah melihat Frans.
Samantha meraih ponselnya, menghubungi Jhon lewat ponselnya.
"Baby, apa kau begitu rindu denganku?" terdengar suara Jhon disebrang sana.
"Jhon, bisa kau bawa Edward kemari. Aku sangat rindu denganya."
"Edward? Sayang ini sudah malam."
"Please, tolong bawa Edward kemari." pintanya.
"Baiklah, aku akan membawanya!"
Samantha mematikan ponselnya setelah mengatakan dimana dirinya berada pada Jhon.
Samantha menunggu disana, menunggu Jhon membawa Edward padanya. Entah kenapa saat melihat Frans, dia merasa Edward akan dibawa pergi darinya suatu saat nanti.
Dia hanya termenung, melihat burger dan kentang goreng yang dipesannya tanpa menyentuhnya.
Tidak lama kemudian, Jhon tiba direstorant fastfood itu. Dia segera mencari Samantha dan melihatnya berada diujung ruangan, Samantha terlihat sedang melamun entah apa yang dipikirkannya.
Jhon melangkah dengan cepat menghampiri wanita pujaan hatinya.
"Baby, kenapa kau sendirian disini?"
Samantha mengangkat kepalanya, melihat Jhon yang sudah berdiri didepannya.
"Mana Edward?" tanyanya.
"Edward sedang tidur dimobil."
Jhon menarik sebuah kursi dan duduk didepannya.
"Baby, ada apa denganmu hari ini? Apa kau dimarahi ayahmu?" tanya Jhon penasaran.
Samantha hanya menggeleng.
"Lalu?" tanya Jhon penasaran.
__ADS_1
"Jhon, apa yang harus aku lakukan? Aku baru saja bertemu dengan pria yang mirip Edward!"
Jhon terbelalak kaget, Frans?
"Kenapa kau bertemu dengannya?"
"Ayahku, ayahku menjodohkan aku dengannya dan memintaku untuk menemuinya."
"Dijodohkan? Tapi kenapa dengan Frans? Apa tidak ada pria lain lagi?" tanya Jhon dalam hati.
"Kenapa kau tidak mengatakan hal ini padaku?" Jhon mulai kesal, kenapa Samantha menyembunyikan hal seperti ini darinya.
Samantha menunduk dan diam saja.
"Baby, apa kau begitu tidak percaya padaku?"
"Tidak, bukan begitu Jhon." jawab Samantha dengan cepat dan dia menatap Jhon dengan serius.
"Lalu, kenapa kau menyembunyikan hal ini? Bukankah aku pernah mengatakan padamu? Jangan menyembunyikan apapun dariku!"
Samantha kembali menundukkan kepalanya dan berusaha menahan air matanya.
"Samantha, jadi kau benar-benar tidak percaya padaku!" Jhon menekan perkataannya karena begitu marah pada sikap Samantha.
"Bukan begitu Jhon! Aku juga tidak tahu dengan siapa aku akan dijodohkan. Apa aku punya waktu untuk mengatakannya padamu? Ayahku datang tiba-tiba, memutuskan semua seenaknya tanpa bertanya padaku. Apa kau pikir aku tahu?"
Memang dia punya bukti untuk melawan Stela lourent, tapi Frans? Dia sangat yakin pria itu tidak tahu jika dia punya seorang anak.
Jhon menarik nafasnya dan segera bangkit berdiri, dia berjalan menghampiri Samantha dan duduk disisinya.
Jhon meraih tangan Samantha dan menggenggamnya, kulit tangan Samantha terasa begitu dingin.
"Sayang, sudah berapa lama kau duduk disini?"
Jhon mengusap-usap tangan Samantha supaya menjadi hangat, dia juga melihat makanan yang tidak disentuh sama sekali oleh Samantha. Dia mengerti apa yang sedang dikawatirkan oleh wanita itu.
"Baby, sebaiknya kau bilang pada ayahmu untuk menjauhi Frans!" katanya.
Samantha memalingkan wajahnya, menatap Jhon dengan lekat. Kenapa Jhon bisa tahu pria yang dia maksud bernama Frans?
"Kenapa kau bisa tahu? Apa kau mengenalnya?" tanya Samantha tidak percaya.
"Tentu aku mengenalnya, Frans Rional. Ah bukan, nama aslinya Frans Leonardo."
Samantha tercengang, tidak mengerti dengan perkataan Jhon.
__ADS_1
"Dengarkan baik-baik sayang. Frans bukanlah orang baik, dia tidak sebaik yang terlihat. Aku tidak tahu kenapa ayahmu bisa mengenalnya tapi sebaiknya ayahmu berhati-hati padanya."
"Jhon, apa Frans Rional dan Frans Leonardo ini orang yang sama? Apa pria ini yang selalu kau tanyakan padaku?"
"Apa kau ingin mendengar ceritaku?"
Samantha mengangguk dengan cepat, tentu saja dia mau.
"Frans Leonardo, tiga tahun yang lalu menjadi supir pribadi Aldrich Rional. Karena ambisinya Frans membunuh semua anggota keluarga Rional. Aldrich memiliki seorang putra yang memiliki wajah hancur karena kecelakaan jadi tidak semua orang tahu bagaimana wajahnya. Dan secara kebetulan nama putra Aldrich juga Frans, karena itu Frans Leonardo memanfaatkan situasi itu, sebelum membunuh Aldrich, Frans mengancam akan membunuh putra Aldrich yang cacat itu tapi jika Aldrich menyerahkan semua miliknya maka Frans akan melepaskan anak itu."
"Karena Aldrich begitu sayang pada putranya jadi dia menyerahkan semua miliknya pada Frans. Dia berpikir dengan begitu Frans akan melepaskan keluarganya tapi ternyata tidak! Frans membunuh mereka semua kecuali anak yang cacat itu. Ada yang bilang putra Aldrich melarikan diri karena dibantu oleh pelayan pribadinya tapi sampai sekarang tidak ada yang tahu pria itu sudah mati atau masih hidup."
Samantha tercengang mendengarnya, ternyata Frans orang yang sangat mengerikan.
"Saat kasus pembunugan sedang diusut, Frans Leonardo mengubah namanya menjadi Frans Rional dan dia muncul dengan tiba-tiba kepermukaan seolah-olah menjadi anak Aldrich Rional yang selamat karena pembunuhan yang dia lakukan. Sebab itulah dia bisa terbebas dari jerat hukum dan mendapatkan semua kekayaan Aldrich Rional."
"Baby, aku mengatakan ini karena aku sayang padamu. Tidak semua orang tahu tentang masalah ini jadi lebih baik kau memberitahukan masalah ini pada ayahmu dan jangan pernah bertemu dengan Frans lagi."
"Tapi ibuku bilang dia pria yang hebat, pekerja keras."kata Samantha tidak percaya.
Jhon tertawa mendengar ucapan Samantha.
"Sepertinya orang tuamu telah ditipu oleh Frans, berhati-hatilah terhadapnya." katanya disela-sela tawanya.
Samantha menunduk, dia tidak perduli dengan kehidupan Frans tapi yang dia takutkan bagaimana jika suatu hari nanti Frans bertemu dengan Edward? Pria itu pasti akan menyadari sesuatu.
"Jhon, aku takut, takut jika Frans melihat Edward dan merebutnya dariku."
Jhon melihat Samantha yang tampak kawatir, memang ini bukan salah Samantha tapi entah kenapa semua bisa kebetulan seperti ini.
Jhon menarik Samantha kedalam pelukannya dan mengusap kepalanya dengan lembut.
"Sayang, jangan takut karena ada aku. Siapapun yang mau merebut Edward darimu harus menghadapi aku terlebih dahulu."
"Aku tidak akan membiarkan seorangpun menyakitimu dan Edward."
Samantha memejamkan matanya, dia merasa lega mendengar perkataan Jhon.
"Terima kasih Jhon,aku?"
"Baby, jangan berterima kasih padaku. Kau dan Edward adalah segalanya bagiku."
"Jhon, aku sungguh tidak mau Edward celaka untuk kedua kalinya. Sudah cukup yang dia alami selama ini! Aku sedang melindunginya dari ibu kandungnya dan sekarang bertemu pria yang mirip dengan nya, aku benar-benar takut!"
Jhon melepaskan pelukannya dan menatap mata Samantha dalam-dalam.
__ADS_1
"Baby, apa maksud perkataanmu, melindungi Edward dari ibu kandungnya? Apa ada yang aku lewatkan?" tanyanya.