
Billy masih diam saja dan menatap bosnya dengan serius, Apa maksud permintaan bosnya?
Apa bosnya hanya bercanda saja? Atau jangan-jangan dia salah dengar atau mungkin telinganya kemasukan serangga.
Atau bisa saja ini hanya lelucon yang diucapkan oleh bosnya, sebaiknya dia menanyakan hal ini lebih teliti.
"Master, kau tidak sedang bercanda bukan?" tanyanya sedangkan matanya masih menatap Jhon dengan serius.
"Tidak Billy, aku ingin kau menjadi pencuri." jawab Jhon meyakinkan.
"Tapi aku tidak mau jadi pencuri master." tolak Billy.
"Braakkk!!!" Jhon menggebrak meja dihadapannya dengan kencang dan melotot pada asisten pribadinya itu. Beraninya Billy menolak perintahnya?
"Kau bilang apa?" tanyanya dengan sinis.
"Sory master." Billy menundukkan kepalanya, tidak berani menatap bosnya. Seharusnya dia tidak membantah perintah bosnya.
"Jadi Master, apa yang harus aku curi? Seharusnya dengan uang yang kau punya tidak ada yang tidak bisa kau beli didunia ini."
Jhon menarik bibirnya tersenyum dengan licik sedangkan Billy menelan ludahnya, sebenarnya apa yang diinginkan oleh bosnya?
Tapi bagaimanapun dia tidak bisa menolak apapun permintaan bosnya karena dia telah bersumpah untuk selalu setia pada pria itu.
Sekalipun Jhon memintanya mati saat itu juga maka pasti akan dia lakukan.
"Apa aku ada bilang kau harus mencuri barang?" jawab Jhon kemudian.
"Lalu?"
"Kau akan tahu nanti!"
"Tapi master, jika aku ditangkap oleh polisi tolong keluarkan aku dari penjara. Aku tidak mau menjadi tua dipenjara dan tidak menikah." pintanya.
"Kau terlalu berlebihan, aku tidak memintamu menjadi pencuri sungguhan!"
Tiba-tiba Billy menarik nafasnya lega, dia kira bosnya itu bersungguh-sungguh memintanya menjadi pencuri. Tapi ternyata?
"Ya ampun master, kau membuatku jantungan saja, aku kira sungguhan." katanya sambil mengelus dadanya.
Jhon menatap Billy dengan senyum diwajahnya, memang dia sengaja mengagetkan asistennya itu.
"Sudahlah, sekarang antarkan aku kesuatu tempat."
"Bagaimana bunganya master?"
"Sana kau pesan saja dan minta kurirnya kirimkan keapartemennya."
"Siap master." kawab Billy dengan gembira.
Jhon segera bangkit berdiri keluar dari ruangannya sedangkan Billy mengikuti bosnya dengan setia.
Selama diperjalanan, hati Billy dipenuhi dengan tanda tanya, apa yang sedang direncanakan oleh bosnya.
Billy benar-benar penasaran dibuatnya.
Walaupun begitu dia sangat lega, bosnya hanya bercanda. Sungguh lelucon yang bisa membuatnya jantungan.
Lain kali dia tidak akan berani meminta apapun lagi dengan bosnya.
Sementara itu Samantha sedang berada dikamar Edward untuk menemani Edward tidur siang.
Saat dia hendak tertidur, suara pintu membuat matanya kembali terbuka.
Dengan malas Samantha bangkit dari atas ranjang dan segera melangkah keluar, wanita itu membuka pintu apartemennya dengan cepat.
Tampak didepan pintu beberapa kurir pengantar bunga sedang berdiri dengan berbagai macam bunga yang mereka bawa.
__ADS_1
"Ms Samantha Jackson?"
Samantha menganguk dengan cepat.
"Kiriman untuk anda."
Kurir itu menyodorkan sebuah buket bunga padanya, tidak hanya itu, mereka juga berkata jika bunga yang mereka bawa semuanya untuk dirinya.
Semantha sangat heran tapi dengan cepat dia meminta para kurir itu membawa semua bunga itu masuk kedalam.
Ada begitu banyak jenis bunga, tapi tidak perlu ditanya, dia tahu siapa yang mengirimkan bunga-bunga itu.
Setelah kepergian para kurir itu Samantha segera kembali kedalam kamarnya membawa serta buket bunga yang sedari tadi dipegangnya untuk melanjutkan tidur siangnya yang tertunda.
Beberapa saat kemudian, Jhon kembali keapartemennya. Jhon membayangkan Samantha pasti senang menerima bunganya.
Dengan cepat Jhon masuk kedalam dan disana tampak bunga yang dia belikan diletakkan begitu saja.
Jhon segera melangkah kekamar Samantha dan didalam sana tampak Samantha sedang tidur dengan sebuah buket bunga tergeletak disamping tempat tidur.
Pria itu tersenyum senang dan segera menghampiri kekasihnya, Jhon naik keatas ranjang, mengelus wajah Samantha dan menciumnya.
"Baby."
"Hmm."
Samantha membuka matanya saat merasakan sentuhan tangan pria itu.
"Jhon, kenapa kau sudah kembali?" tanyanya.
"Yah, aku rindu denganmu."
"Hei, kita baru saja beberapa jam tidak bertemu."
Jhon terkekeh dan memeluk Samantha dengan erat.
Samantha tersenyum senang dan membenamkan wajahnya didada Jhon.
"Jhon."
"Yes baby."
"Apa semua bunga itu darimu?"
"Yes, do you like it?"
Samantha mengangguk.
"Thank you, tapi?"
"Kenapa, apa kurang?" tanya Jhon dengan cepat.
"No Jhon, itu terlalu banyak,bapa kau kira rumahku ini kuburan?"
Jhon tersenyum dan mengusap punggung kekasihnya dengan lembut.
"Baby."
"Hm?"
"Billy meminta?"
"Stop!" sela Samantha.
"Jhon jangan bilang Billy memintamu melakukan double date dengannya nanti."
"Kenapa kau tahu?"
__ADS_1
"Oh ya Tuhan, kenapa aku harus berurusan dengan masalah percintaan kedua orang itu." kata Samantha frustasi.
"Baby, bukankah kita harus membantu mereka."
"Hei jangan bilang kau menyetujui permintaan Billy untuk melakukan date bersama nanti?"
"Eh itu?"
Samantha segera bangkit dan duduk disisi rajang.
"Baby, apa kau tidak mau?"
"Jhon, aku sudah berusaha menolak ajakan Amber tapi aku tidak bisa, aku menyetujui permintaan Amber tapi aku tidak janji dengannya. Aku tahu Billy pasti akan meminta hal yang sama darimu dan aku berharap kau menolak permintaan asistenmu itu. Tapi ternyata kau?"
Samantha menarik nafasnya dengan berat, padahal dia berharap Jhon menolaknya tapi ternyata?
Jhon segera menghampiri Samantha dan memeluk wanita itu dari belakang.
"Baby, aku hanya iba dangan Billy tapi jika kau tidak mau maka aku akan menolaknya sebelum terlambat."
Samantha memalingkan wajahnya dan mengecup bibir Jhon sejenak.
"Sudahlah, mungkin mereka memang butuh bantuan kita." ujarnya.
"Jadi kau tidak keberatan?"
"Yes, lagi pula ini untuk sahabat baikku juga jadi ya sudahlah."
"Baby, karena kebaikan hatimu inilah yang telah membuatku jatuh cinta padamu."
"Kau terlalu berlebihan."
"I'm serious baby."
Samantha tersenyum dan kembali mencium bibir Jhon.
"Jhon."
"Hmm..."
"Kau telah setuju untuk melakukan double date dengan mereka."
"yes."
"Jadi aku harap kau tidak menyesali keputusanmu nanti."
"What? Tunggu sebentar."
Jhon menatap Samantha dengan serius. Apa maksud ucapan Samantha?
"Baby, apa maksud ucapanmu itu, bisa kau jelaskan?" tanyanya penasaran.
"Jhon, nanti kau akan tahu."
Samantha bangkit berdiri,bmengangkat kedua tangannya keatas untuk merenggangkan otot-otot tangannya.
"Baby,vtunggu dulu. Bisa kau jelaskan maksud dari perkataanmu?"
Jhon berusaha mencegah Samantha yang telah berjalan kearah pintu kamar.
"Jhon, aku harap kau tidak menyesal nanti." jawab Samantha dengan santai.
Jhon termenung disisi tempat tidur,nperkataan Samantha membuatnya penasaran.
Apa dia telah salah menyetujui permintaan double date dari Billy?
Semoga saja mereka nanti benar-benar melakukan date seperti yang seharusnya dilakukan oleh para pasangan. Jika tidak?
__ADS_1
"Awas kau Billy!" ancamnya dalam hati.