Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Gara-gara bikini.


__ADS_3

Pagi ini Samantha menuju ketempat kerjanya dengan hati gembira, hari ini Jhon memberitahunya untuk tidak datang kerumahnya dan memintanya langsung menuju kekantor saja.


Tentu hal itu sangat membuatnya senang, membangunkan Jhon bukanlah hal mudah yang harus dia lakukan setiap pagi.


Ditambah bibirnya yang harus dicium oleh Jhon sampai terasa sakit seperti digigit lebah, tapi hari ini dia terbebas dari itu semua.


Walaupun hanya satu hari, tapi itu sudah membuatnya sangat senang terbebas dari pria gila itu.


Dia tidak tahu kenapa Jhon memintanya untuk langsung datang kekantor, dia tidak mau tahu dan tidak perduli.


Samantha masuk kedalam tempat kerjanya dengan hati gembira, dia tersenyum manis dan menyapa setiap karyawan yang berpas-passan dengannya.


Suasana hatinya sedang bagus dan dia sangat yakin hari ini akan mendapat hal bagus pula.


Dia masuk kedalam ruangan yang sudah disediakan untuknya, diatas meja sudah begitu banyak tumpukan kertas yang terlihat.


Samantha tidak merasa kesal atau pusing melihatnya, dia malah tersenyum melihat tumpukan kertas itu karena suasana hatinya yang sedang bagus.


Lebih baik mengerjakan tumpukan kertas itu seharian dari pada harus berhadapan dengan Jhon.


Dia tenggelam dalam pekerjaannya sampai lupa waktu, Samantha merenggangkan otot tangannya saat mendengar ketukan dipintu ruangannya.


"Ms Samantha?"terdengar suara Billy diluar sana.


"Ya?"


Billy membuka pintu ruangannya dan segera melangkah masuk kedalam. Pria itu membawa sesuatu ditangannya.


"Ms, ini hadiah dari bos."


Billy menyodorkan sebuah paper bag untuknya.


Samantha segera bangkit berdiri dan menerima benda yang diberikan oleh Billy padanya.


"Terima kasih, apa Jhon sudah datang?" tanyanya.


Billy hanya mengangguk dan setelah itu pria itu segera keluar dari sana, dia tidak mau berlama-lama didalam ruangan itu berdua dengan Samantha karena takut nanti bosnya akan marah.


Samantha meletakkan paper bag itu diatas meja dan segera bangkit berdiri, dia keluar dari ruangannya untuk mencari makan siang.


Karena terlalu serius mengerjakan pekerjaannya Samantha sampai lupa untuk makan siang dan tentu perutnya sudah berbunyi minta di isi.


Dia turun kebawah dan menuju kekantin kantor yang sudah tersedia, disana sudah tampak sepi karena sebagian karyawan sudah selesai makan siang dan kembali melakukan pekerjaan mereka.


Samantha menyendok makanannya sedikit demi sedikit sambil membaca pesan yang masuk kedalam ponselnya.


"Sayang, semoga kau suka dengan hadiahnya." itu pesan dari Jhon.


"Hadiah?" tanyanya dalam hati.


Dia teringat dengan paper bag yang diberikan Billy tadi, apa isinya?


Dia jadi penasaran, apa yang Jhon berikan untuknya?


Samantha segera menyelesaikan makannya dengan cepat, dia sudah tidak sabar untuk kembali keruangannya dan melihat isi dari paper bag itu.


Setelah selesai dia segera kembali dengan buru-buru, dia curiga dengan isi paper bag yang diberikan Billy tadi.


Saat tiba diruangannya dengan cepat Samantha meraih paper bag yang dia letakkan diatas meja, dia membuka benda itu dengan tidak sabar.


Matanya terbelalak saat melihat isinya.

__ADS_1


"Bikini!"


Samantha menggenggam bikini itu dengan erat dan mulai memaki.


"Jhon, akan aku bunuh kau!"


Dengan emosi yang tinggi dia segera kembali keluar dari ruangan itu. Dia akan melemparkan Bikini yang diberikan Jhon pada pria gila itu.


Samantha berjalan dengan kesal menuju ruangan Jhon sambil membawa bikini ditangannya


Tanpa ragu dia membuka pintu ruangan itu dan melangkah masuk kedalam. Disana tampak seorang pria sedang duduk sambil membaca sebuah majalah.


"Tuan Smith, aku mau protes!"


Samantha menggebrak meja yang berada didepannya dengan kencang.


Pria yang berada didepannya segera menurunkan majalah yang sedang dibacanya dan dengan cepat Samantha melemparkan bikini yang sedang dipegangnya tanpa melihat siapa pria itu.


Michael Smith yang sedang berada diruangan itu begitu kaget dan menangkap bikini yang terbang kearahnya.


"Nona, kau ingin protes dengan bikini ini? Sejak kapan perusahaan ini mengeluarkan product bikini?" tanyanya.


Samantha terbelelak kaget melihat pria itu, sepasang mata biru yang melotot kearahnya.


"Bukan Jhon? Matilah aku!" katanya dalam hati.


Michael Smith melemparkan kembali bikini itu keatas meja.


"Bisa kau jelaskan apa maksudnya ini?" tanyanya.


"Ma..maaf tuan. Aku salah orang!" kata Samantha dengan tidak enak hati.


"Ma..maaf." Samantha segera memutar langkahnya dan berlari dari ruangan itu. Dia sangat malu, kenapa bisa salah orang?


Tapi belum juga dia berlari menjauh dari ruangan itu, Samantha segera menghentikan langkahnya.


"Sialan, bikininya!"


Dia kembali berlari dan masuk kedalam ruangan itu.


Michael kembali melotot saat melihat Samantha kembali lagi.


Samantha mendekati meja dengan ragu-ragu dan meraih bikini yang berada diatas meja.


"Tuan, maaf ada yang tertinggal." katanya dengan malu.


Samantha segera meraih bikini yang ada diatas meja dan kembali berlari keluar.


Dia segera kembali kedalam ruangannya dengan perasaan malu yang luar biasa. Dia tidak tahu siapa pria itu tadi.


Dalam hatinya mengutuki Jhon yang telah memberikan bikini itu, Samantha memasukkan bikini itu kedalam paper bag dan mengutuki Jhon dalam hati.


"Jhon, pria gila, mesum! Awas kau nanti!" makinya dalam hati.


Tidak lama kemudian Jhon kembali kedalam ruangannya, dia melihat tampang ayahnya yang terlihat kesal dengan heran.


"Dad, ada apa denganmu?"


"Jhon, beraninya karyawanmu melemparkan bikini didepanku!"


"What?"

__ADS_1


Jhon tertawa terbahak-bahak, sudah bisa dia tebak, pasti itu Samantha. Siapa lagi yang berani melakukan hal seperti itu selain Samantha.


Dia memang sengaja memberikan bikini itu untuk menggodanya.


"Dad, jangan marah. Dia memang seperti itu."


Michael memperhatikan putranya yang terlihat bersemangat.


"Siapa dia?" tanyanya.


"Dia wanita yang aku sukai." jawabnya tanpa ragu.


"Lalu bagaimana dengan tunanganmu?"


Jhon hanya diam saja, dia ingin memutuskan tali pertunangannya dengan Stela tapi bukankah dia harus memiliki alasan yang kuat terlebih dahulu?


"Jhon, tidak masalah kau menempatkan wanita yang kau sukai didekatmu tapi bukankah sangat beresiko saat Stela tahu? Aku sudah merasakan itu saat ibumu dalam bahaya, sebaiknya kau jangan melakukan kesalahan seperti yang pernah aku lakukan dulu." saran ayahnya.


"I know dad." Jawab Jhon.


"Malam ini Stela dan ayahnya mengundangku makan malam, aku ingin lihat apa yang akan dia mainkan."


"Berhati-hatilah, Bill Lourent sangat licik dan jangan sampai kau terjebak oleh permainan mereka."


"I Know."


Setelah kepergian ayahnya, Jhon segera keruangan Samantha, dia sudah tidak sabar melihat perempuan yang berani melemparkan bikini keayahnya.


Jhon membuka pintu ruangan itu dan melihat Samantha yang terlihat kusut.


Dia tersenyum dan mendekati Samantha.


"Baby, apa kau suka bikininya?"


Samantha melotot kearahnya dan segera bangkit berdiri, dia melayangkan tinjunya kearah Jhon tapi Jhon segera menangkapnya.


"Sayang, setelah melemparkan bikini itu keayahku, beraninya kau memukulku!"


Apa? Jadi pria tadi ayahnya Jhon?


"Seseorang tolong lemparkan aku kelaut saat ini juga." katanya dalam hati.


"Jhon, ini tidak lucu!"


Jhon segera menarik tangannya dan memeluk dirinya.


"Dengar, nanti Billy akan mengantarmu pulang. Aku ada urusan." katanya


"Urusan?"


"Kenapa? Kau mau ikut?"


"Tidak!" jawab Samantha dengan kesal.


Jhon mengusap wajahnya dan mengecup bibirnya sekilas.


"Aku pergi ya."


Samantha mengangguk dalam pelukannya sedangkan Jhon mengusap kepalanya sejenak.


Setelah itu dia keluar dari sana, dia akan pergi untuk memenuhi undangan makan malam dari Stela dan ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2