Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Jadi pembantu


__ADS_3

Seorang pria tampan sedang keluar dari kantor tempatnya bekerja, dia adalah seorang asisten pribadi yang sangat setia, ya, pria itu adalah Billy.


Hari ini Billy ingin menemui bosnya dan memberikan beberapa dokument penting untuk ditanda tangani oleh bosnya dengan segera, dia juga membawa beberapa informasi yang diminta oleh bosnya.


Dia tidak perlu bersusah payah mencari bosnya itu karena dia tahu, bosnya pasti ada di suatu tempat saat ini.


Billy masuk kedalam mobil yang telah disiapkan oleh anak buahnya, dia sudah tidak sabar ingin memberikan laporan yang dia bawa pada bosnya.


Saat mobil yang membawanya tiba disebuah apartemen, Billy melangkah dengan cepat, menaiki sebuah lift dan melangkah menuju sebuah kamar apartemen dimana bosnya berada.


Dengan pelan Billy mengetuk pintu apartemen itu, Billy menunggu beberapa saat dan mengetuk kembali pintu apartemen itu, dia masih setia menunggu disana dan tidak lama kemudian, pintu itu terbuka dan tampak bosnya berdiri didepan pintu dengan?


Beberapa saat yang lalu:


Hari ini untuk menebus kesalahannya pada Samantha karena telah membuat kedua bahunya membiru, Jhon harus mengikuti semua perkataan Samantha.


Pagi-pagi Samantha sudah menarik selimut dan membangunkan Jhon karena dia akan meminta Jhon membantunya membersihkan rumahnya.


"Jhon, bangun!"


"Baby, ini masih pagi!"jawab Jhon dengan malas.


"Hei, ingat ya, kau bilang akan melakukan apapun yang aku katakan."


"Oh sayang, bisa nanti saja? Aku masih mengantuk."


Jhon mulai menyembunyikan wajahnya dibawah bantal.


"Jhon, apa kau mau aku tendang dari sini?" Samantha mulai mengancam karena dia mulai kesal dengan Jhon.


Jhon masih tidak bergeming karena dia masih ingin tidur.


"Atau kita putus saja?"


Jhon segera bangun dari tidurnya dan duduk diatas ranjang.


"Baby, aku sudah bangun, Katakan apa yang kau inginkan?" tanyanya dengan cepat.


Samantha tersenyum dan mencium pipinya dan setelah itu, dia mengambil sebuah keranjang yang dia letakkan diatas lantai dan memberikan keranjang itu pada Jhon.


"Cuci baju, hari ini kau harus jadi pembantuku!"


Hah? Jadi pembantu? Jhon tercengang mendengarnya.


"Baby, apa aku tidak salah dengar?" tanya Jhon memastikan.


"No, hari ini kau harus jadi pembantuku!" kata Samantha lagi


"Beraninya kau!" Jhon sangat kesal mendengarnya.


Dia kira Samantha akan memintanya melakukan hal biasa, seperti memijit atau semacamnya.


Tapi dia lupa, Samantha wanita yang banyak akal dan sekarang, Samantha memintanya jadi pembantu?


"Apa?" jawab Samantha cuek.


"Aku belum pernah mencuci baju."

__ADS_1


Jhon berusaha menahan kekesalan didalam hatinya.


Seorang Jhon Smith, bahkan baju yang dia pakai bisa dia buang setiap hari dan dengan mudah bisa dia ganti dengan baju yang baru tanpa perlu menunggu baju lamanya dicuci?


Dan hari ini, dia harus mencuci baju? Bahkan ibunya pun tidak pernah memintanya melakukan hal itu!


"I dont care!" jawab Samantha


Samantha mengecup bibirnya dan berjalan keluar dari kamar.


"Cepatlah, aku akan membantu."


"Hei tunggu!"


Jhon ingin menghentikan Samantha tapi wanita itu sudah keluar dari kamar.


Jhon menarik nafasnya dan melihat keranjang baju yang diberikan Samantha tadi, dengan berat hati Jhon melangkah keluar dari kamar itu dan membawa keranjang baju ditangannya.


Diluar Samantha tampak sedang sibuk membersihkan lantai, Jhon segera menghampiri Samantha dan meletakkan keranjang baju yang dia bawa keatas lantai.


"Baby, bagaimana jika aku menghubungi Ron dan memintanya mengirimkan beberapa orang pembantu kesini?" tanyanya.


"Tidak perlu Jhon, apartemen ini kecil jika kita membersihkan berdua maka akan cepat selesai."


"Tapi?"


"Jhon, kau cukup masukkan baju itu kemesin cuci dan setelah itu bisakah kau membersihkan kamar mandi?"


"Apa?"


"Lantai kamar mandinya licin karena ulahmu!'


"Aku tahu."


Samantha segera menghampiri Jhon dan mengalungkan tanggannya keleher Jhon.


"Jadi kau tidak mau?" tanyanya.


Jhon melingkarkan tangannya di pinggang Samantha dan mencium wajahnya.


"Tidak..bukan begitu!"


"Jhon, anggap saja kita sedang latihan menjadi pengantin baru." bisik Samantha ditelinganya.


"Oh baby, aku akan melakukan apapun juga."


"Aha, selamat bekerja tuan Smith."


Samantha tersenyum, melepaskan pelukkannya dan kembali melakukan pekerjaannya.


"Sial." maki Jhon dalam hati.


Mau tidak mau Jhon melakukan pekerjaan yang tidak pernah dia lakukan untuk seumur hidupnya dan selama bekerja tidak henti-hentinya Jhon mengumpat kesal.


Samantha hanya tersenyum mendengar umpatan Jhon dan pada saat Jhon sedang membersihkan kamar mandi, Samantha masuk kedalam kamar Edward untuk membersihkannya karena dia mau membawa Edward pulang hari ini.


Jhon menyikat lantai kamar mandi yang memang licin sambil memaki.

__ADS_1


"Oh sialan, jangan sampai keluarga ku tahu. Mau ditaruh dimana mukaku." makinya kesal.


Saat itu suara ketukan pintu diluar sana menghentikan tangannya, dia kira Samantha ada diluar tapi ketukan itu masih terdengar.


Jhon segera keluar dari kamar mandi masih dengan sikat ditangannya, dia lupa meletakkan benda itu dan langsung membuka pintu itu begitu saja.


"Master?"


Tampak Billy berdiri diluar sambil melihat kearah bosnya, Billy juga melihat sikat kamar mandi yang dipegang oleh bosnya.


Billy melipat kedua bibirnya kedalam, berusaha untuk tidak tertawa sedangkan Jhon melihat tingkah asistennya dan langsung menyadari sikat ditangannya.


Dengan cepat Jhon menarik Billy masuk kedalam dan mengancamnya.


"Anggap kau tidak pernah melihat, anggap tidak pernah! Jikabtidak akan aku bunuh kau!" ancamnya.


"Siap master!"


Billy setengah mati menahan tawa yang hampir meledak sedangkan Jhon melotot pada asistennya dan dia segera kembali kedalam kamar mandi untuk menyimpan sikat yang berada ditangannya kembali.


"Sialan, kenapa aku mau diperbudak oleh perempuan!" makinya.


Setelah kepergian bosnya,nBilly membungkam mulutnya dan memegangi perutnya, dia berusaha menahan agar tawanya tidak pecah dan didengar oleh bosnya.


Tidak berapa lama Jhon kembali, dengan cepat Billy memasang wajah biasa agar tidak ketahuan sedang tertawa.


"Ada apa kau datang kesini?" tanya bosnya.


"Master, ada beberapa dokument yang harus kau tanda tangani."


Jhon segera duduk diatas sofa dan Billy mengikutinya, Billy menyodorkan beberapa dokument pada bosnya.


"Besok anda ada rapat penting jam sembilan pagi." kata Billy lagi.


Jhon hanya mengangguk dan melihat dokument ditangannya.


"Master, ada satu hal lagi."


Jhon menghentikan tangannya dan menatap Billy yang tampak serius.


"Aku telah menemukannya, Frans Rional!"


"Dimana dia berada?"


"Di New York dan kau pasti tidak akan percaya jika melihatnya."


"Bagus, segera kosongkan jadwalku! Aku akan pergi menemuinya sendiri!"


Billy mengangguk.


"Aku akan segera mengaturnya master dan ini?"


Billy menyodorkan sebuah map lain didepan bosnya.


"Ini informasi tentang nona Stela sebelum menjadi tunangan anda.


Jhon meraih map itu dan melihatnya, sebuah foto ada disana, foto kebersamaan Frans dan Stela.

__ADS_1


Jhon melihatnya dengan seksama dan dia sedikit kaget, dari foto itu bisa dia simpulkan bahwa Edward memang anak Frans dan sepertinya semua ini tidaklah mudah.


__ADS_2