Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Pertemuan Billy dan Amber


__ADS_3

Keesokkan harinya.


Pagi itu Jhon sedang bersiap-siap hendak pergi ke kantornya untuk menghadiri rapat.


Pria itu sedang memakai bajunya dan mengancingkan kemejanya satu persatu.


"Baby, apa yang akan kau lakukan hari ini?" tanyanya.


"Mengantar Edward."


"Setelah itu?"


"Pergi dengan temanku, aku sudah ada janji dengannya."


Jhon memeluk pinggang Samantha yang berdiri didepannya dan sedang memakaikan dasinya.


"Temanmu pria atau wanita?" tanyanya curiga.


"Memangnya kenapa jika temanku seorang pria?" tanya Samantha penasaran.


"Aku tidak akan mengijinkanmu pergi!"


"Jhon, kau terlalu berlebihan. Aku tidak akan melakukan apapun walaupun temanku seorang pria."


"Jadi benar kau ingin menemui seorang pria?" Jhon mulai cemburu.


Samantha melingkarkan tangannya dileher Jhon dan tersenyum manis padanya.


"Jhon sayang, kau tidak perlu kawatir karena yang ada dihatiku cuma kamu seorang." godanya.


Senyum Jhon langsung mengembang diwajahnya.


"Walaupun begitu aku tidak akan mengijinkanmu untuk bertemu dengan pria lain."


Samantha mendekatkan bibirnya dan menggigit bibir Jhon dengan gemas.


"Jhon, kau tahu? Aku tidak suka pria pecemburu." bisiknya.


"Sayangku, pria cemburu itu wajar. Aku tidak bisa melihatmu jalan dengan pria lain."


Samantha menarik bibirnya, tersenyum senang.


"Kau tidak perlu kawatir, yang ingin aku temui temanku waktu bekerja direstoran dan dia seorang wanita." katanya.


"Really?"


Samantha menganggukkan kepalanya.


"Oke baby, jika begitu aku akan tenang. Aku akan meminta supirku untuk mengantar kalian."


"Tidak perlu Jhon."


"Apa kau perlu sebuah mobil sayang? Jika perlu aku akan menyiapkan satu untukmu."


"No, aku lebih suka naik bus atau taxi."


Jhon tersenyum dan mengusap wajahnya.


"Jika begitu nanti aku akan memerintahkan Billy untuk menjemputmu."


"Oke."


Setelah berkata demikian Jhon segera menciumi bibir kekasihnya itu dengan mesra dan pergi kekantornya.


Setelah kepergian Jhon, Samantha segera membangunkan Edward, menyiapkan semua kebutuhan pria kecilnya dan menemani Edward kesekolah.


Dia menunggu Edward sampai pulang sekolah dan setelah itu Samantha membawa Edward untuk menemui sahabatnya Amber.


Mereka telah berjanji akan bertemu disebuah kedai pizza, Samantha menaiki sebuah taxi untuk sampai kesana.


Edward mengikutinya dengan ceria karena akan memakan pizza kesukaannya.


"Samantha."


Amber melambaikan tangannya saat melihat kedatangan sahabatnya itu.


"Amber, apa kabarmu."


Samantha berjalan dengan cepat kearah sahabatnya dan memeluknya, mereka saling melepas rindu karena mereka sudah lama tidak bertemu.

__ADS_1


"Sam, kemana saja kau selama ini? Aku sangat rindu padamu." tanya Amber


"Sorry Amber, aku sibuk." katanya beralasan.


"Hai aunty." sapa Edward.


"Halo sayang, apa kabarmu?" tanya Amber.


Dia tahu akan Edward karena terkadang Samantha suka bercerita tentang pria kecil itu saat mereka masih bekerja direstorant bersama.


"Im fine." jawab Edward.


Dia segera duduk dan melihat pizza yang ada dibuku menu dengan tidak sabar.


"Sam, dimana kau bekerja sekarang?"


"Yah, disebuah perusahaan."


Dia juga bingung, semenjak Jhon memintanya untuk tidak bekerja lagi membuatnya benar-benar tidak melakukan apapun dan bergantung pada pria itu.


Walaupun dia tidak suka dengan semua itu tapi Samantha berusaha menghargai permintaan Jhon.


"Hei, apa kau sudah mempunyai kekasih?" tanya Amber tiba-tiba.


Samantha tersipu malu dan tersenyum pada sahabatnya itu.


"Yah, begitulah."


"Oh my, lama tidak bertemu tapi kau sudah punya kekasih." gerutu Amber kesal.


Samantha hanya terkekeh, sedari dulu sahabatnya itu selalu ingin memiliki seorang kekasih.


Samantha mulia memesan pizza karena Edward sudah merengek meminta makanan kesukaannya itu.


"Amber dimana kau bekerja sekarang?"


"Yah, aku sudah bekerja disebuah perusahaan."


"Oh ya, itu kabar bagus. Kenapa kau tidak memiliki seorang kekasih sampai saat ini?" tanya Samantha penasaran.


"Aku belum menemukan pria yang pas dihati." Jawab Amber.


Pizza yang mereka pesanpun tiba, Edward memakan pizza itu dengan lahapnya.


Samantha dan Amber mengobrol dan saling melemparkan candaan satu sama lain sampai mereka lupa waktu.


Saat itu ponsel Samantha berbunyi, dengan cepat Samantha membuka ponselnya dan membaca isi pesan yang masuk diponselnya.


"Baby, dimana dirimu? Aku akan mengutus Billy untuk menjemputmu." itu pesan dari Jhon.


Samantha tersenyum senang dan membalas pesan dari Jhon dengan cepat untuk memberi tahukan dirinya berada. Ini sudah siang dan Edward pasti sudah lelah dan mau tidur siang.


"Samantha, dari siapa?" tanya Amber pensaran.


"Dari pacarku, dia bilang akan mengutus orang untuk menjemputku." jawabannya.


"Wah, aku sangat iri padamu. Kapan aku bisa punya seorang kekasih seperti dirimu?" Amber mulai iri.


Samantha kembali tertawa.


"Amber, kau pasti akan menemukannya segera."hiburnya.


Mereka kembali mengobrol ringan bercerita tentang kehidupan mereka selama tidak bertemu.


Satu jam kemudian Billy datang sesuai perintah bosnya, dengan cepat Billy memasuki restoran fastfood untuk menemui Samantha.


Langkah Billy terhenti saat melihat Samantha sedang berbicara dengan seorang wanita cantik yang berada disisinya.


Siapa wanita itu?


Billy segera menghampiri Samantha dan memanggilnya, tapi matanya masih setia menatap wanita cantik yang sedang duduk disamping pacar bosnya.


"Ms."


Samantha langsung menoleh saat mendengar suara Billy.


"Oh kau sudah datang."


Amber mengangkat kepalanya, melihat pria tampan yang sedang berdiri disamping Samantha dan menatapnya dengan lekat.

__ADS_1


Mereka saling pandang sampai perkataan Samantha membuat mereka saling memalingkan pandangannya.


"Amber, aku harus pulang. Edward sudah mengantuk." ujarnya.


"Baiklah, kapan kita bisa bertemu lagi?" jawab Amber, dia sangat malu ditatap oleh pria tampan itu.


"Kapanpun bisa." jawab Samantha sedangkan Amber mengangguk.


"Billy, bisa kita antarkan sahabatku sebentar?" pinta Samantha.


"Jangan Sam, aku bisa pulang sendiri." tolak Amber sambil melebarkan senyumnya dengan manis.


Billy mulai terkesima melihat senyum Amber.


"Yah jika dia tidak keberatan." ujar Billy.


"Tidak...tidak." tolak Amber cepat, wajahnya merona saat mendapati Billy kembali melihat kearahnya.


Samantha sangat heran melihat kedua orang itu. Ada apa dengan mereka?


"Baiklah jika begitu. Edward, ayo kita pulang."


Samantha menggendong Edward yang sudah tampak lelah dan mengantuk.


"Bye Sam." Amber melambaikan tangannya tapi matanya masih setia melihat kearah Billy.


Billypun demikian, pria itu melangkah mengikuti Samantha tapi kemudian Billy memalingkan kepalanya kebelakang untuk melihat kearah Amber lagi.


Selama diperjalanan Billy ingin bertanya pada Samantha tapi dia tidak berani.


Dia malu mengutarakan niatnya dan pria itu hanya diam saja sampai mengantar kekasih bosnya tiba keapartemennya.


Setelah itu Billy kembali kekantor bosnya dan selama diperjalanan, banyak hal yang dia pikirkan.


Dia memang ingin cuti untuk mencari kekasih, tapi sampai sekarang Billy masih galau, mau cari dimana?


Dan wanita tadi, sudah mencuri perhatiannya.


Billy masuk kedalam ruangan bosnya dengan cepat, pria itu tampak sudah tidak sabar ingin membicarakan sesuatu pada bosnya.


"Master, boleh aku bertanya sesuatu padamu?" tanyanya saat sudah tiba diruangan bosnya.


"Apa itu?" Jhon menjawab pertanyaan Billy tanpa melihat kearah pria itu karena matanya sibuk membaca dokument yang berada ditangannya.


"Master, apa kau percaya cinta pada pandangan pertama?" tanya Billy.


Jhon memalingkan wajahnya dan menatap Billy yang tampak serius, dia tidak tahu apa maksud dari pertanyaan asisten pribadinya.


"Maksudmu?"


"Master, boleh aku tahu kenapa kau bisa mencintai Ms Samantha?" tanyanya dengan wajah serius.


"Wah...wah...ada apa ini? Kenapa kau bertanya demikian?" tanya Jhon curiga.


"Yah, aku ingin tahu saja." jawab Billy.


"Jangan bilang kau menyukai pacarku."


"No master, aku mana berani."


"Jadi?"


"Master, aku tidak jadi cuti."


"Kenapa?"


"Aku berubah pikiran, tapi bolehkah aku minta hal lain?"


"Katakan!"


"Boleh aku meminjam Ms Samantha?"


"What???"


Jhon menatap asisten pribadinya dengan tajam.


Apa maksudnya?


Jhon belum menjawab sedangkan Billy menunggu persetujuan dari bosnya.

__ADS_1


__ADS_2